Suami Hantu

Suami Hantu
penjaga jembatan kehidupan part 2


__ADS_3

"Apa kau masih marah padaku Permaisuri?" Tanya Raja yang kini berada di kamar sedang memujuk istrinya itu.


"Tidak, aku tidak marah, yang bilang aku marah siapa?" Kata Milka namun membelakangi Raja.


"Jika kau tidak marah padaku, kenapa wajahmu seperti itu? Kau bahkan tidak mau melihatku." Ucap Raja.


"Memangnya kenapa dengan wajahku? Wajahku dari dulu memang seperti ini. Kalau Yang Mulia keberatan dengan wajahku yang seperti ini, Yang Mulia cari saja yang lain!" Ujar Milka.


"Permaisuri, bukan itu yang ku maksudkan, kau pasti tau maksud dari ucapanku." Kata Raja dengan sabar.


"Tidak! Aku tidak tau maksud dari ucapanmu!" Milka kesal dan akan pergi, tapi tangannya di tahan oleh Raja.


"Maafkan aku Permaisuri, aku tidak bermaksud meninggikan suaraku padamu." Ucap Raja.


Mendengar permintaan maaf Raja Milka jadi luluh.


"Apa kau masih marah?" Tanya Raja.


"Tentu saja aku masih marah." Kata Milka.


"Katakan, apa yang Permaisuriku ini inginkan, aku akan mengabulkannya." Kata Raja.


"Aku ingin makan sesuatu." Kata Milka.


"Apa yang Permaisuriku ini ingin kan?" Tanya Raja.


"Peluk." Kata Milka merentangkan tangannya.


Dengan segera Raja memeluk Milka, dia tak ingin jika berlambat-lambat istrinya itu akan kembali merajuk lagi.


****


"Saat itu aku berada di desa orang tuaku, saat mencuci di sungai, Aku melihat sebuah benda bercahaya di dalam air, karena penasaran, aku mengambilnya. Ternyata, itu adalah bola Kristal, aku pun membawanya ke kota, tetapi malam itu, tiba-tiba saja bola Kristal itu memancarkan cahaya yang sangat terang, saat cahaya itu redup, aku melihat seorang anak laki-laki berusia 10 tahun berdiri di sana." Kata gadis itu mulai menceritakan awal pertemuannya dengan Ozald.


"Tapi, hal aneh terjadi lagi, setelah beberapa hari, anak laki-laki berusia 10 tahun yang ku lihat menghilang, yang ada hanya remaja yang usianya tak begitu jauh dariku." Sambung gadis itu.

__ADS_1


Dena, nama gadis itu, dia menceritakan semuanya pada Milka, bagaimana awalnya dia bertemu dengan Ozald, tapi sayangnya Ozald kehilangan ingatannya, dia tak tahu siapa dirinya dan dari mana asalnya.


Hingga Dena menyimpulkan jika Ozald adalah alien, makhluk asing yang terdampar di dunia manusia.


"Dia adalah penjaga jembatan kehidupan di Underworld." Ucap Milka.


"Awalnya aku tidak bisa mempercayai kalian dengan mudah. Karena sebelum kalian, sudah ada yang ingin menculiknya." Kata Dena.


"Menculik?" Heran.


"Ya, sudah beberapa kali, karena itu, aku tidak bisa mempercayai siapa pun dengan begitu mudah." Kata Dena.


Begitulah cerita Dena, Dena pun sudah tidak bisa menyampaikan banyak lagi, kelas akan segera di mulai.


Saat pulang sekolah, Milka menunggu cukup lama tapi Dena belum juga muncul, tadi Milka dan Dena sudah berjanji akan bertemu setelah pulang kuliah. Karena, Dena akan membawa Milka untuk menemui Ozald.


Apa dia sudah meninggalkan kampus? Milka sedikit bingung, padahal sebelumnya mereka berdua sudah berjanji untuk bertemu di depan kampus, apakah Dena tiba-tiba berubah pikiran? Pikir Milka.


Karena lama menunggu, Milka memutuskan untuk bertanya pada satpam kampus, apakah Dena sudah pergi meninggalkan kampus atau belum.


Setalah bertanya arah perginya Dena, Milka pun mengejarnya, Milka menahan taksi pergi ke rumah Dena. Sesampainya Milka disana, terlihat jika pagar rumah Dena dalam keadaan terbuka, Milka pun berjalan masuk, Milka menyadari kalau tempat itu sangat berantakan, seperti baru saja ada yang masuk dan menjarah isinya.


Milka dengan kalang-kabut masuk ke dalam, dia takut jika sesuatu yang buruk menimpah Dena dan Ozald, karena tadi Dena mengatakan jika ada orang yang ingin menculik Ozald.


Milka berjalan masuk kedalam rumah Dena, hampir semua perabot dan benda-benda di rumah itu berantakan, dari lantai atas sayup-sayup terdengar suara tangisan Dena yang di dengar oleh Milka, Milka pun segera naik ke lantai atas, Dena kelihatan sangat tidak berdaya di dalam kamar tidur yang kelihatannya sangat berantakan itu.


"Apa yang terjadi? Dimana Ozald?" Tanya Milka pada Dena yang terduduk lemas di dalam kamar itu.


"Tolong, dia di culik." Kata Dena memberitahu jika Ozald di culik oleh orang yang tak di kenal.


Saat Milka akan memanggil Darent untuk keluar dari liontinnnya, tiba-tiba saja Niko a.k.a Raja datang. Dengan cepat Milka memberitahukan apa yang terjadi.


"Ozald di culik." Kata Milka.


"Panggil Darent keluar." Suruh Raja, lalu Milka pun memanggil Darent untuk keluar dari liontinnnya.

__ADS_1


Milka, Niko dan Darent akan pergi mencari Ozald, tapi di tahan oleh Dena.


Dena bersikeras ingin ikut mencari juga mencari Ozald,


"Ayo kita pergi sekarang, aku takut dia kenapa-napa." Ucap Dena meminta agar mereka segera pergi mencari Ozald.


Darent yang memimpin perjalanan ini, karena Raja yang menyamar sebagai manusia tak ingin terlihat terlalu mencolok, jadinya dia, Milka dan Dena mengikuti Darent di belakang.


"Apa kau hanya tinggal berdua dengan Ozald di rumah mu?" Tanya Milka ketika mereka berjalan mencari Ozald.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu, membuat Dena menatap Milka dengan pandangan sendu.


"Aku adalah anak yatim piatu, aku dirawat oleh kakek dan nenekku,tapi beberapa bulan yang lalu mereka berdua juga sudah pergi dari dunia ini, aku bertahan hidup dari sedikit tabungan yang tersisa dari mereka, kemudian aku bersekolah dan juga bekerja paruh waktu, untunglah aku bertemu dengan Ozald, keberadaannya, membuatku tidak merasa kesepian lagi." Sahut Dena.


"Maaf jika pertanyaanku membuatmu sedih." Ucap Milka tak enak hati.


"Tidak apa-apa." Sahut Dena.


"Sebenarnya kalian ini siapa?" Tanya Dena.


Ya, dia belum sempat menanyakan tentang itu pada Milka saat di kampus tadi.


"Aku bukan siapa-siapa, dan dia, dia itu pacarku. Dan, dia adalah paranormal, darinya-lah, kami mengetahui jika Ozald adalah penjaga jembatan kehidupan di Underworld, karena dia mendapatkan pengelihatan tentang itu." Jelas Milka berbohong.


Milka tak mungkin mengatakan yang sebenarnya, jika dia adalah Permaisuri Underworld. Dan, Niko bukan-lah paranormal tapi Raja, sang penguasa alam baka.


"Benarkah?" Tanya Dena kembali ingin memastikan apakah ucapan Milka benar.


"Ya." Milka hanya mengangguk tak enak hati karena berbohong pada Dena.


Milka, Niko, Darent dan Dena terus mencari, hingga hari menjadi gelap. Sebenarnya, Raja akan sangat mudah menemukan di mana Ozald berada, jika Raja menggunakan kekuatannya, tapi Raja tak ingin penyamarannya untuk melindungi Milka dan anak di dalam perut Milka menjadi sia-sia.


Dena sudah menangis karena begitu khawatir pada Ozald.


"Sudah, jangan menangis, Ozald pasti akan baik-baik saja." Milka mencoba menenangkan Dena.

__ADS_1


"Orang-orang yang menculik Ozald tidak akan bisa melakukan hal buruk pada Ozald. Jadi dia pasti akan baik-baik saja." Ujar Darent yang juga kasihan melihat Dena yang sedari tadi tak henti-hentinya menangis, takut jika sesuatu yang buruk menimpah Ozald.


__ADS_2