Suami Hantu

Suami Hantu
Kabar mengejutkan


__ADS_3

Hari ketiga masuk kampus, Milka masih merasa sangat bersemangat. Tapi, tiba-tiba saja Milka merasa mual dan tak enak badan.


"Kenapa Mil?" Tanya Gadis yang melihat wajah Milka terlihat begitu pucat.


"Nggak tau Dis, tiba-tiba mual, kepalaku juga pusing." Jawab Malika.


"Kamu salah makan kali, emangnya kamu makan apa aja tadi?" Tanya Gadis.


Malika mencoba mengingat-ingat apa saja yang di makannya tadi.


"Tadi pagi cuman sarapan nasi goreng di rumah." Kata Milka. Ya, dia memang tak makan apapun lagi selain nasi goreng yang di bikinnya sendiri.


Semakin lama, perasaan Milka semakin tak menentu, mual yang di rasanya pun semakin menjadi.


"Mil, kamu nggak pa-pa?" Gadis sudah khawatir.


"Kita pulang yuk." Ajak Gadis.


Di Underworld, petir mulai menyambar-nyambar, guntur mengelegar seakan menghantam tanah.


Tapi anehnya, para penghuni Underworld bukannya takut mereka malah terlihat sangat senang.


Mereka menari-nari seperti hal baik telah terjadi.


Di ruangannya, Raja berdiri menatap langit yang gelap, petir yang menyambar-nyambar.


"Yang Mulia.." Nyonya West datang menghadap Raja.


"Selamat Yang Mulia." Ucap Nyonya West.


Raja menyunggingkan senyum di bibirnya, dia merasa sangat senang dan bahagia.


"Aku akan ke dunia manusia, sepertinya, Permaisuri sedang kesulitan menghadapinya." Kata Raja.


"Baik Yang Mulia." Nyonya West memberikan hormatnya pada Raja,. Setelah itu Raja pun menghilang.


Di kampus, Milka berada di ruang perawatan, karena tadi dia hampir saja pingsan.


"Kamu kenapa sih bisa kayak gini Mil." Gadis khawatir.


"Nggak tau Dis, rasanya mual. Dan kayak ada yang ngeganjal di perutku." Sahut Milka.


Dokter sudah memeriksa Milka tapi, sepertinya dia tidak kenapa-apa.


"Dokter juga bilang kamu nggak apa-apa." Kata Gadis.


"Mungkin aku kecapean aja Dis, gara-gara pindahan kemarin, dan juga peristiwa yang menimpah kita di hari pertama ke kampus." Ujar Milka menebak-nebak.


Gadis mengangguk setuju, sepertinya memang seperti itu.


Tiba-tiba, mual kembali menyerang Milka, namun, kali ini lebih luar biasa. Seakan Milka ingin memuntahkan seluruh isi perutnya. Bahkan, perutnya juga terasa sangat sakit, sakit yang luar biasa, seperti dia akan meregang nyawa.


Gadis sudah menangis melihat Milka yang begitu terlihat tersiksa.

__ADS_1


"Milka aku panggil dokter dulu ya." Kata Gadis.


Namun, baru saja Gadis akan pergi, Raja muncul tiba-tiba, membuat Gadis kaget bukan main, bahkan, Gadis sampai jatuh terduduk karena kaget.


"Raja, Yang Mulia, Milka, dia sakit." Ucap Gadis masih di posisi dia jatuh.


"Berdiri-lah, aku akan melihatnya." Kata Raja lalu berjalan mendekat ke arah Milka yang sudah meringkuk memegangi perutnya yang terasa begitu sakit.


Gadis ikut di belakang Raja.


Raja duduk di ranjang di mana Milka meringkuk kesakitan, Raja meletakkan tangannya di perut Milka, dan, ajaibnya, rasa sakit yang Milka rasakan yang tadi seakan ingin terenggut nyawanya, hilang begitu saja saat tangan Raja di atas perutnya.


Gadis menjadi heran, begitupun dengan Milka.


"Hebat." Ucap Gadis takjub.


"Apa tadi itu? Aku kenapa Yang Mulia?" Tanya Milka mengkhawatirkan tentang penyakit yang di alaminya.


"Dia sedang menungguku. Sekarang dia sudah tenang." Kata Raja yang membuat Milka dan Gadis tak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Raja.


"Dia siapa? Apa ada roh yang memasuki tubuhku?" Tanya Milka panik, bagaimana bisa toh masuk ke dalam tubunya, dan mengacak-acak organ dalamnya. Atau, roh itu sengaja, agar dia capat mati.


"Tidak permaisuri." Sahut Raja.


"Lalu, aku sakit apa Yang Mulia?" Tanya Milka lagi, ingin tahu penyakit apa yang ada di tubuhnya, kenapa tadi dia merasa sangat kesakitan.


"Di dalam perutmu-" Raja mengantung ucapannya, membuat Milka dan Gadis semakin penasaran.


"Kau mengandung anak kita, penerus ku." Kat Raja.


Di rumah kosnya, Milka sedang duduk di kursi dapur dengan perasaan yang campur aduk, apakah dia harus senang, dia tak menyangka dia hamil.


"Wah, luar biasa." Ujar Gadis.


"Apanya yang luar biasa?" Tanya Milka.


"Luar biasa karena kamu hamil, Milka." Kata Gadis.


"Kira-kira, wajahnya bakalan kayak siapa ya nanti?" Gadis mencoba membayangkan.


"Masih terlalu jauh mikir kesana." Kata Milka, bisa-bisanya Gadis sudah memikirkan bagaimana wajah anaknya dan Raja nanti.


Milka masuk ke dalam kamarnya menunggu Raja datang, tadi setelah Raja menyembuhkan dirinya, Raja kembali ke Underworld dan mengatakan jika malam nanti dia akan datang lagi.


"Kau sedang memikirkan apa Permaisuri?" Tanya Raja membuat Milka kaget.


"Yang Mulia kau membuatku kaget." Kata Milka.


Raja mendekat.


"Kau sudah merasa baikan?" Tanya Raja.


"Ya, aku sudah baikan, sejak tadi, tidak pernah sakit lagi." Sahut Milka.

__ADS_1


"Yang Mulia, apa kau benar-benar hamil?" Milka kembali ingin memastikan.


"Ya, Permaisuri." Sahut Raja membenarkan.


"Apa kau tidak senang dengan kehamilanmu Permaisuri?" Tanya Raja karena melihat Milka murung.


"Tidak seperti itu Yang Mulia, aku hanya memikirkan jika rasa sakit yang ku rasakan tadi akan aku alami lagi, aku seperti di jemput oleh kematian." Kata Milka.


"Kau hanya akan merasa sakit seperti tadi, jika dia ingin bertemu denganku." Jelas Raja.


"Lalu, jika dia ingin bertemu denganmu setiap hari, apa aku akan kesakitan setiap hari?" Tanya Milka.


"Ya, kau akan mengalaminya." Sahut Raja.


"Haa, bagaimana dengan kuliah ku." Rengek Milka.


"Apa kau tidak bisa melakukan sesuatu?" Tanya Milka.


"Akan aku pikirkan." Sahut Raja.


Pagi harinya Milka bangun dengan tanpa semangat.


"Kamu kenapa?" Tanya Gadis yang melihat Milka duduk dengan lemas.


"Aku memikirkan anakku." Kata Milka.


"Kamu mengatakan, (anakku) itu benar-benar terdengar aneh." Kata Gadis.


"Aku juga rasanya aneh Dis." Sahut Milka, dia tak menyangka jika dia sudah menjadi seorang ibu.


"Terus apa yang kamu pikirin?" Tanya Gadis.


"Kata Raja, jika anakku, ingin ketemu dengan ayahnya, saat itu aku akan kembali rasain sakit kayak kemarin." Kata Milka memberitahu Gadis.


"Terus, kan kalo dia mau ketemu Raja doang Mil." Ucap Gadis.


"Terus, kalo dia mau ketemu Raja tiap hari gimana? Gimana kuliahku Dis." Milka mengutarakan apa yang menjadi kekhawatirannya.


"Kamu tinggal bilang aja ke dia, kalo kamu lagi kuliah, jangan cari ayahnya dulu." Ujar Gadis memberi saran.


"Oiya, kenapa aku nggak kepikiran sih." Kata Milka.


"Anakku, anak Raja yang pintar dan pengertian. Kalo mama lagi kuliah, kamu jangan cari Papa ya." Ucap Milka mengelus-elus perutnya dengan lembut.


"Gimana? Ada reaksi nggak?" Tanya Gadis.


Milka menggeleng.


"Dia lagi tidur kali Mil." Kata Gadis.


"Kayaknya sih." Sahut Milka setuju.


"Ayo siap-siap, bentar lagi kita ada mata pelajaran." Ucap Gadis.

__ADS_1


Milka bukan tak suka pada kehamilannya, tapi dia hanya masih kaget mendapati dirinya sedang hamil. Apalagi membayangkan jika dirinya akan kembali mengalami rasa sakit itu.


__ADS_2