Suami Hantu

Suami Hantu
Yang Di Tuai Evan


__ADS_3

"Sekarang sudah tak apa. Aku akan melindungimu." Raja terus menenangkan Milka yang masih terisak.


Tak lama kemudian Putri Electra dan kru pemotretan datang, terkejut dengan apa yang di lihat. Semua kursi dan barang-barang yang ada di studio berserakan kemana-mana, seperti telah terjadi badai. Apalagi saat melihat Evan yang masih tersungkur tanpa daya di pojokkan sana. Dan, juga mereka menatap heran pada Raja yang menutup wajahnya dengan topeng.


"Yang Mulia.." Putri Electra langsung mendekat ke arah Milka dan Raja.


"Apa yang terjadi?" Tanya Putri Electra dengan wajah panik. Namun setelah melihat Evan akhirnya Putri Electra bisa menyimpulkan sendiri apa sebenarnya yang terjadi.


"Maafkan aku, seharusnya aku tak meninggalkanmu." Ucap Putri Electra menyesal, dan itu terjadi atas kesalahan dan kelalaiannya.


"Kita akan membicarakan ini di Istana. Aku akan mengurus sesuatu." Raja lalu berdiri. Hanya dengan menggerakkan tangan ke udara semua orang yang berada di tempat ini mematung tak bergerak. Kecuali Milka dan Putri Electra. Setelahnya Milka, Raja dan juga Putri Electra hilang seketika.


****


"Aku ingin kau mengurus orang itu." Ucap Raja pada Rafhael saat dia telah berada di Underworld.


"Baik Yang Mulia, aku akan meminta salah satu dari kita yang berada di dunia manusia untuk mengurusnya." Jawab Rafhael.


"Maafkan aku Putri Aerish, ini salahku." Putri Electra yang berada di ruangan Milka.


"Ini bukan salahmu Putri, jangan menyalahkan diri." Ujar Milka tak ingin Putri Electra terus menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi.


"Evan memang laki-laki kurang ajar." Ucap Putri Electra.


"Dia memang tak pernah berubah." Katanya Lagi.


"Apa dia memang seperti itu?" Tanya Milka.


"Ya, ada beberapa model yang menjadi korbannya, termasuk teman harus menjalani pemotretan denganku, yang kau gantikan itu Putri Aerish." Putri Electra menjelaskan.

__ADS_1


"Lalu kenapa tak ada yang melaporkannya ke polisi?" Tanya Milka heran.


"Mereka semua takut, dan tak ingin hal itu di ketahui oleh media, karna tak ingin Evan itu adalah keponakan dari pemilik agensi. Jika mereka melapor maka, akan di putar balikkan fakta itu, merekalah yang akan jadi pesalah. Nama baik hancur lalu pekerjaan pun hilang." Jelas Putri Electra panjang.


"Tapi sepertinya kali ini Evan tak akan lolos, karna dia berhadapan dengan Raja." Tambah Putri Electra lagi. Milka pun setuju, entah nasib buruk apa yang akan Evan dapatkan.


"Tapi aku mensyukuri itu, karna dia memang harus mendapatkan balasan atasan perbuatannya." Kata Putri Electra.


"Ya, dia harus mendapatkan hukuman, agar tak lagi ada mangsa lain. Dan, aku juga tak ingin siapa pun mengalami apa yang Evan perbuat padaku tadi. Jika Yang Mulia tak datang, hal menjijikkan akan menimpaku." Ujar Milka merinding mengingat kejadian tadi yang di alaminya.


"Bagaimana? Apa kau sudah merasa baik?" Tanya Raja yang ada di ruangan Milka saat Putri Electra telah meninggalkan ruangan itu.


"Aku sudah merasa jauh lebih baik yang Mulia." Kata Milka.


"Yang Mulia apa kau akan menghukum Evan?" Tanya Milka ingin tau.


"Aku akan memberikan neraka dunia untuknya." Ucap Raja, jika mengingat apa yang laki-laki bejat itu perbuat rasanya Raja seperti akan meledak. Jika bukan karena Milka dia pasti sudah mencabut nyawa laki-laki bejat itu.


"Aku tidak akan menghukumnya, dia tak bersalah, jangan khawatir." Milka merasa lega mendengar ucapan Raja.


"Aku akan menemanimu malam ini" Ucap Raja mengusap rambut Milka yang berbaring di memeluknya.


"Tak usah Yang Mulia, kembalilah ke kediamanmu nanti. Aku tak ingin karna kau menemaniku semalam membuat Selir lain memusuhiku. Aku tak ingin apa yang terjadi pada Putri Selene terjadi lagi pada Selir-Selirmu yang lain." Kata Milka.


"Kau tak ingin ku temani?" Tanya Raja.


"Aku ingin, sangat ingin. Tapi aku tak ingin ada kejadian buruk lagi yang terjadi, ini saja sudah membuatku ketakutan setengah mati, apalagi jika bertambah." Jelas Milka.


"Ada Clona dan Grasil yang akan menemaniku. Mereka juga terlihat begitu khawatir padaku saat mengetahui kejadian yang menimpaku tadi, sampai-sampai mereka menangis." Ujar Milka.

__ADS_1


"Baiklah, tapi biarkan aku menemanimu sebentar lagi, aku masih ingin seperti ini denganmu." Ucap Raja yang memeluk Milka. Mendengarnya membuat Milka semakin mempererat pelukannya pada Raja. Sungguh, sebenarnya dia pun tak ingin itu berakhir, kebersamaannya dengan Raja yang seperti itu.


Tapi Milka tak ingin egois, dan, juga Milka tak ingin ada lagi Selir yang memusuhinya karena menyangka jika Raja lebih memerhatikannya di banding yang lain, ya, walaupun memang seperti itulah kenyataannya.


****


Bak! Buk! Bak! Buk!


Suara pukulan terus terdengar di ruangan itu tanpa henti. Suara meringis kesakitan dari laki-laki itu tak fi hiraukan oleh si pemukul bahkan mendengar rintisan laki-laki itu membuat di pemukul semakin bersemangat melayangkan tinjunya, bagaikan candu bagi sih pemukul.


"Ampun! Tolong ampuni aku. Aku tak akan mengulanginya lagi.." Teriak laki-laki itu yang ternyata adalah Evan. Wajahnya bengkak dan berdarah sudah tak berbentuk lagi. Evan benar-benar babak belur.


"Kau seharusnya memikirkan akibat apa yang akan kau dapatkan sebelum kau melakukan perbuatan bejatmu itu." Ucap si pemukul yang ternyata adalah seorang laki-laki bertubuh kekar.


"Dan, yang harus kau sesali adalah kau salah target." Ucapnya lagi menyeringai, seolah apa yang dia lakukan pada Evan belum cukup.


"Aku minta maaf, tolong lepaskan aku. Aku menyesal atas perbuatanku." Evan merangkak ke kaki si pemukul memohon untuk di lepaskan.


"Tenang saja aku tak akan membunuhmu, karna perintahnya bukanlah seperti itu. aku hanya akan bermain-main denganmu sampai aku puas." Gelaknya dengan tawa seram. Dia seperti sedang bersenang-senang dengan mainannya.


Ternyata Evan berada di sebuah penjara, dan yang menyiksanya itu adalah seorang polisi. Yang ternyata adalah salah satu penghuni Underworld yang berada di dunia manusia.


Tadi setelah mendapat perintah dari Rafhael, dia langsung datang menjemput Evan, mengetahui jika Evan hampir saja melakukan hal terburuk pada Selir Raja membuatnya sangat marah.


Namun dia hanya akan bersenang-senang tanpa menghilangkan nyawa Evan, dia hanya akan membuat Evan merasakan neraka dunia. Dan, jugalah yang tadi di ucapkan Raja pada Milka, jika dia akan membuat Evan merasakan neraka dunia. Dimana dia akan lebih memili mati daripada hidup.


Namun saat dia menginginkan kematian itu, dia tak akan mendapatkannya dan hanya akan semakin tersiksa, tersiksa oleh siksaan si pemukul.


"Air, aku haus." Ucap Evan menderita.

__ADS_1


"Kau ingin air? Baiklah aku akan memberikanmu." Lalu si pemukul pun memberikan air untuk di minum oleh Evan, tapi setelah Evan meneguk air itu. Setelah rasa haus Evan hilang, dia kembali melayangkan pukulan demi pukulan pada wajah dan tubuh Evan. Dia benar-benar menikmati siksaan yang dia berikan pada Evan. Karena Laki-laki seperti Evan memang layak mendapatkannya.


__ADS_2