
"Yang Mulia tiba.." Penjaga mengumumkan kedatangan Raja. Milka yang memang telah menunggu berdiri dengan cepat menyambut Raja.
"Yang Mulia.." Panggil Milka merasa senang.
"Kalian berdua keluarlah." Ucap Raja meminta Clona dan Grasil meninggalkan ruangan itu. Karena dia hanya ingin berdua bersama Milka wanitanya.
"Maafkan aku karena baru bisa menemuimu. Banyak yang harus aku kerjakan akhir-akhir ini." Kata Raja pada Milka.
"Tak apa-apa Yang Mulia. Aku mengerti." Ucap Milka dengan senyum. Keduanya pun melepaskan rindu dalam pelukan hangat.
"Aku begitu merinduimu." Ucap Raja mempererat pelukannya pada tubuh Milka.
"Aku jyga sangat merinduimu Yang Mulia." Ujar Milka
"Jika begitu ayo kecup suamimu ini." Kata Raja yang ingin jika Milka memberikannya kecupan. Milka dengan malu-malu mengecup cepat bibir Raja. Wajahnya berubah merah karena malu.
"Yang Mulia kenapa kau selalu memakai topeng menutupi wajahmu?" Milka tiba-tiba bertanya.
"Karena aku tak ingin menunjukkan wajah ini pada siapa pun." Jawab Raja.
"Kenapa?" Tanya Milka yang tampak begitu penasaran.
"Aku hanya ingin seperti itu." Ucap Raja.
"Bisakah aku membukanya?" Tanya Milka yang ingin membuka topeng yang di kenakan oleh Raja. Raja mengangguk memperbolehkan Milka untuk membuka topengnya dan melihat wajahnya lagi. Dan, dengan perlahan-lahan Milka membuka topeng Raja.
Wajah tampan Raja yang terpahat begitu sempurna kita terlihat, Milka kembali terpesona dengan wajah itu. Selama ini tak pernah dia melihat wajah yang setampan itu. Jika dia bisa menggunakan kata sempurna, kata itulah yang cocok untuk wajah Raja.
"Kai bisa melihat wajah ini sepuasnya." Ucap Raja pada Milka yang memandanginya.
Raja dan Milka saling tatap. Cinta yang indah terpancar dari mata keduanya. Hati keduanya pun mulai berdetak tak karuan.
__ADS_1
Tiba-tiba Raja merasa darahnya seakan mendidih. Dia merasakan panas di sekujur tubuhnya. Dan, dia mencoba menahannya sekuat hati.
"Yang Mulia kau kenapa?" Tanya Milka menyentuh tangan Raja karena melihat Raja mulai berkeringat.
"Putri Aerish sebaiknya kau tak menyentuhku." Ucap Raja tak ingin jika Milka menyentuhnya.
"Kenapa? Apa kau marah padaku Yang Mulia?" Tanya Milka mengira jika Raja marah padanya, atau mungkin ada perkataannya yang menyinggung Raja sehingga membuat Raja menjadi marah padanya.
"Bukan Putri Aerish, aku tak marah. Hanya saja, jika seperti ini aku mungkin tak bisa lagi menahan diri." Ujar Raja.
"Menahan diri? Memangnya ada apa?" Tanya Milka polos tak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Raja.
"Rasanya aku ingin memakanmu." Jawab Raja.
"Yang Mulia apa kau pemakan manusia?" Kaget Milka tak menyangka jika Raja ingin memakannya.
"Melihatmu seperti ini membuatku semakin ingin melahapmu Putri." Ucap Raja semakin menahan diri.
"Tapi Yang Mu-" Belum sempat Milka melanjutkan ucapannya Raja sudah ******* bibir Milka. Mata Milka membulat terkejut dengan apa yang di lakukan Raja itu. Namun tak lama dia memejamkan matanya merasakan setiap sentuhan bibir Raja yang menyentuh bibirnya.
Dengan berat hati Raja terpaksa melepaskan bibirnya dari bibir tipis Milka. Dan, kembali mengenakan topengnya. Mereka berdua pun memasang wajah seperti tak terjadi apa-apa diantara mereka berdua sebelum mempersilakan Rafhael masuk.
"Yang Mulia maaf mengganggumu." Kata Rafhael setelah memberi hormat pada Raja dan Milka.
"Ada apa?" Tanya Raja, dan Rafhael pun mengatakan jika ada sesuatu yang ingin dia bicarakan. Setelah itu Raja dan Rafhael pun meninggalkan ruangan Milka.
****
"Lama tak bertemu pangeran Ells." Kata Permaisuri yang mengundang pangeran Ells ke kediamannya.
"Tapi aku tak merasa itu lama." Ucap Pangeran Ells mengangkat cangkir lalu menyeruput airnya pelan.
__ADS_1
"Ternyata kau tak berubah." Ujar Permaisuri.
"Aku tak pernah berubah. Atau apa kau mengharapkan perubahanku?" Tanya Pangeran Ells. Permaisuri yang mendengar itu hanya tersenyum.
"Kau tetap tak pernah menghormatiku sebagai Permaisuri Underworld." Ucap Permaisuri.
"Aku tak pernah melihatmu sebagai Permaisuri." Kata Pangeran Ells pahit. Wajah pangeran Ells juga tak seceria saat dia bertemu dengan Putri Electra. Wajahnya kali ini lebih terlihat murung dan seperti menyimpan beban.
"Apa kau telah bertemu dengan Putri Aerish?" Tanya Permaisuri mengalihkan topik pembicaraan awal mereka.
"Ya, secara tak sengaja." Sahut Pangeran Ells.
"Kau pasti juga telah mendengar kabar tentang Putri Selene." Kata Permaisuri .
"Aku mendengarnya, sepertinya dia pantas mendapatkannya. Jika dia menjadi Selir yang baim tanpa rasa iri, mungkin nasibnya juga akan jauh lebih baik." Ujar Pangeran Ells.
"Benar, yang kau ucapkan itu benar Pangeran." Kata Permaisuri membenarkan perkataan Pangeran Ells..
"Jika tak ada lagi, aku ingin pergi." Pangeran Ells berdiri.
"Cepat sekali." Permaisuri juga ikut berdiri.
"Kurasa kau juga ingin aku segera pergi, aku tau kau mengundangku hannyalah sebagai formalitas, karna kau seorang Permaisuri. Istri Raja, dan karna Raja adalah kakakku." Kata Pangeran Ells tanpa memikirkan bicaranya yang sedikit terdengar kasar.
"Kau terlalu salah paham padaku pangeran." Ucap Permaisuri yang merasa terluka dengan apa yang di dengarnya itu.
Pangeran Ells tak lagi membalas ucapan Permaisuri, dia hanya membungkuk lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
Dari raut wajah Permaisuri yang mendapat perlakuan seperti itu terlihat sedih. Setelah Pangeran Ells pergi Nyonya East pun masuk.
"Dulu aku dan dia begitu akrab." Ucap Permaisuri saat Nyonya East berdiri di belakangnya.
__ADS_1
"Jangan menyesali atau pun meratapi hal di masa lalu Yang Mulia." Kata Nyonya East agar Permaisuri tak hanyut di dalam kisah yang telah berlalu.
"Tapi itu sulit, hidupku ini selalu berada di masa lalu." Permaisuri tampak menerawang jauh di mana dia selalu terjerat di masa lalu.