Suami Hantu

Suami Hantu
Pesona Putri Electra


__ADS_3

"Kalian mau makan apa nanti pas jam istirahat?" Tanya Dennis pada Milka dan Glydis saat jam pelajaran belum di mulai.


"Den masih pagi kalles, baru aja sarapan pas mau berangkat tadi." Sahut Glydis.


"Tumben Den, kamu nanya makan siang." Kata Milka


"Aku enggak sarapan jadi udah mulai lapar." Ucap Dennis, karena memang pagi ini dia tak sempat sarapan.


"Kasihan banget sih Den kamu." Kata Glydis memasang wajah kasihannya pada Dennis.. "Emang kenapa enggak sarapan Den?" Tanya Milka.


"Aku sih biasa enggak sarapan, tapi aku lapar karna semalam aku cuman makan roti doang." Ujar Dennis.


"Lah, kenapa Den?" Tanya Milka lagi.


"Semalam dapat Sinyal Roh jahat jadi aku ngejar, sampe enggak sempat makan, dan subuh baru pulang." Jelas Dennis kegiatannya semalam.


"Dan, tadi pas bangun udah telat, jadi buru-buru. Jadinya enggak sarapan aku." Kata Dennis lagi.


"Kamu ngejar hantu Den? Terus hantunya kamu tangkap?" Tanya Glydis penasaran.


"Jangan kencang-kencang Dis suara kamu. Di liatin kita sama yang lain." Kata Milka karena semua anak-anak lain di kelas melihat ke arah mereka.


"Ups, maaf." Glydis menutup mulutnya, dia hanya terlalu bersemangat saat mendengar Dennis memburu hantu.


"Jadi Den, Gimana hantunya kamu tangkap?" Kali ini Glydis bertanya dengan suara pelan nyaris berbisik.


"Enggak, roh itu kabur dan menghilang." Jawab Dennis menghela nafas. Karena dia sudah sangat kelelahan, tidur tak cukup akibat roh itu. Dan hasilnya nihil. Dia kehilangan roh itu.


"Aku ngantuk dan lapar." Ujar Dennis meletakkan kepalanya diatas meja kelas. Lalu tak lama kemudian dia pun tertidur pulas. Milka dan Glydis hanya membiarkan, sampai guru masuk baru Milka membangunnya.


""Mil, ada yang mau ketemu kamu." Ucap seorang siswi yang masuk saat Milka akan keluar dari kelas dan akan menuju kantin.

__ADS_1


"Siapa?" Tanya Milka.


"Model, cantik orangnya, dia nunggu kamu di kantin, aku ketsmu pas beli minum." Ucap siswi itu lagi.


"Ok, Makasih yah." Ucap Milka pada siswi itu.


"Siapa Mil?" Tanya Glydis.


"Kayaknya Putri Electra deh." Sahut Milka.


"Putri Electra? Itu siapa Mil?" Tanya Glydis lagi.


"Madunya Milka." Dennis yang menjawab.


"Yang benar Mil? Madu kamu? Kamu punya madu?" Tanya Glydis bertubi-tubi. Tak percaya jika Milka memiliki madu.


"Iya Dis, dia itu juga Istri Raja." Jawab Milka lalu berjalan keluar kelas di susul Glydis yang terus bertanya.


"Putri Electra.." Sebut Milka saat sudah berdiri di hadapan Putri Electra.


"Ini aku bawakan makanan." Putri Electra menyerahkan bungkusan yang di bawanya pada Milka.


"Terima kasih." Ucap Milka pada Putri Electra.


"Ini Den, kamu kan lagi lapar." Milka membuka bungkusan berisi roti-roti lezat itu dan memberikannya pada Dennis.


"Mil, aku memang lapar tapi memakan yang di berikan orang pada saat orang itu masih ada bukankah terlihat aku ini rakus, dan enggak sabaran." Ujar Dennis terlihat malu-malu ingin memakan roti yang di bawa oleh Putri Electra itu.


"Santai aja Den, kita-kita ini kan bukan orang lain." Ucap Putri Electra membuat Dennis tersipu malu-malu. Apalagi saat kata yang mengatakan jika 'Bukan orang lain' Dennis menjadi mengira jika mungkin Putri Electra memberikan kode padanya, agar tak sungkan lagi dan lebih mengekspresikan perasaannya pada Putri Electra. Tampaknya Dennis salah paham.


"Dia itu madu kamu Mil?" Tanya Glydis berbisik pada Milka yang duduk tepat di sebelahnya.

__ADS_1


"Iya." Sahut Milka menganggukkan kepala.


"Cantik banget Mil." Ucap Glydis terkagum-kagum dengan kecantikan Putri Electra.


"Terima kasih atas pujiannya." Ucap Putri Electra mendengar Ucapan Glydis yang memujinya. Glydis yang ketahuan hanya tersenyum-senyum.


Di kursi lain yang berada di kantin itu, Melody dan teman-temannya menatap ke arah Milka duduk bersama Glydis, Dennis dan Putri Electra.


Melody tak menyangka jika model yang terkenal seperti Putri Electra a.k.a Raina yang di kenal di dunia manusia itu mengenal Milka. Dan tampak sangat akrab sekali.


Rasa iri mulai muncul lagi di hati Melody. Dia merasa Milka selalu di ikuti oleh keberuntungan. Dan, rasa bencinya pada Milka menjadi semakin besar. Dia ingin mengubah keberuntungan Milka menjadi kesialan.


"Ini roti enak banget Mil." Ucap Dennis yang mencomot roti yang di bawa Putri Electra tadi dengan lahapnya.


"Tadi aja sok nolak, giliran orangnya pergi mala makan kayak besok udah kehabisan makanan kamu Den." Ujar Glydis.


"Kamu naksir ya Den sama Putri Electra?" Tanya Milka.


"Iih, istri orang itu Den, kamu iiih, mau jadi Petrija kamu." Kata Glydis.


"Petrija? Apaan tuh Dis?" Tanya Milka tak mengerti dengan apa yang di sebut Glydis itu.


"Perebut istri Raja Mil." Ucap Glydis dengan tawa garingnya.


"Aku hanya sekedar mengagumi aja Dis." Kata Dennis.


"Bolehkan Mil kalo mengagumi istri Raja?" Tanya Dennis pada Milka yang sedang asik menikmati roti di tangannya.


"Kayaknya sih boleh Den." Sahut Milka.


"Tapi sumpah deh, cantik banget madu kamu Mil." Kata Glydis tak henti-hentinya memuji Putri Electra.

__ADS_1


"Ya kalo jelek mana mau Raja jadikan dia Istri. Liat aja tuh Milka cantik makannya jadi Istri Raja." Ujar Dennis. Dan Glydis setuju dengan itu. Putri Electra dan Milka adalah wanita cantik dengan daya tarik yang berbeda.


__ADS_2