
Pagi yang di tunggu-tunggu oleh Milka telah pun tiba. Milka, Clona dan Grasil akan bersiap untuk ke dunia manusia. Clona dan Grasil juga tampak seperti remaja dengan pakaian yang mereka kenakan. Sungguh keduanya membuat Milka menjadi pangling.
"Kalian terlihat sangat berbeda, cantik dan imut." Kata Milka memuji kedua dayangnya itu.
"Tapi Putri aku merasa tak nyaman." Ucap Grasil yang memakai sweter putih di padukan dengan celana kargo berwarna hitam. Dengan rambut yang di kuncir tinggi. Serta sneakers senada dengan celananya.
"Iya Putri aku juga tak nyaman." Kata Clona yang mengenakan baju kaos yang di masukkan kedalam celana serta kardigan rajut, sedang bawahannya adalah kulot highwaist berwarna army.
"Nanti juga akan terbiasa." Sahut Milka, penampilannya pun begitu menarik. Kaos over size menutupi tubuhnya, di padukan dengan celana kulot jeans yang lembut. Membuat dia terlihat imut. Di tambah lagi dengan topi yang senada dengan baju menutupi rambutnya. Penampilan mereka bertiga terlihat sempurna.
"Karena kita sudah siap ayo kita berangkat." Ucap Milka dengan senangnya.
Mereka pun berangkat, dan waktu berhenti seketika saat mereka sampai di dunia manusia.
Tiba-tiba saja mereka sudah berada di tempat para siswa dan siswi sekolah Milka berkumpul.
"Glydis..." Panggil Milka melambaikan tangan pada Glydis yang mungkin sudah sedari tadi berada di sana.
"Mil..." Sahut Glydis juga melambaikan tangannya.
Milka pun berjalan menghampiri sahabatnya itu dengan senyum manisnya.
"Kamu jadi ikut, asyik, aku enggak sendirian deh." Kata Glydis pada Milka.
"Aku enggak ikut juga kamu enggak bakalan sendirian Dis, kan rame yang pergi." Ujar Milka.
"Tapi enggak sama Mil, kalo enggak ada kamu enggak seru tau." Sahut Glydis. Lalu pandangannya beralih pada Clona dan Grasil yang berada di samping Milka dengan tas di punggung masing-masing.
"Mereka siapa Mil?" Tanya Glydis karena itu pertama kali dia melihat Clona dan Grasil.
"Kenalin ini Clona dan ini Grasil." Milka memperkenalkan keduanya pada Glydis.
"Mereka sahabat aku. Tentunya selain kamu." Tambah Milka lagi.
__ADS_1
"Aku baru tau kalo kamu punya sahabat lain selain aku." Kata Glydis, karena selama ini Milka tak pernah menceritakan tentang Clona dan Grasil padanya.
"Aduhh, panjang deh ceritanya. Tapi mulai hari ini kayaknya mereka juga akan jadi sahabat kamu." Ucap Milka. Glydis pun mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri.
"Aku Glydis, tapi Milka panggilnya Dis, yang pasti sih bukan kudis yah." Ujar Glydis receh.
"Grasil." Kata Grasil menyambut uluran tangan Glydis dengan kekoknya.
"Clona." Lalu beralih pada Clona yang juga sama kekoknya dengan Grasil. Dan, mereka pun saling melempar senyum.
"Kamu ikut juga toh." Melody yang datang dari belakang langsung berucap saat melihat Milka.
"Yah, pastilah ikut, emang kamu aja yang bisa ikut." Dongkol Glydis mendengar ucapan Melody.
"Eh, yang aku ajak bicara itu Milka si udil itu, buka kamu yang si norak." Ucap Melody.
"Aku yang wakili Milka. Kamu yang norak, study tur kok bawa koper. Mana besar lagi kopernya." Ucap Glydis tak mau kalah menjatuhkan.
"Idih, sera aku dong. Iri aja." Sahut Melody.
"Udah Dis, enggak usah di ladeni. Anggap aja dia enggak kelihatan." Kini Milka ikut bicara.
"Iih si udil, bisa ngomong juga! Kirain cuman bisa sembunyi di bawa ketiak teman minta di belain." Ucap Melody.
"Jaga bicaramu!" Grasil terlihat berang dengan Melody.
"Eh, kamu siapa! Pake acara ikut-ikutan lagi." Melody menatap Grasil.
"Aku adalah da-"
"Dia sahabatku." Potong Milka, tak ingin jika Grasil mengatakan bahwa dia adalah dayang Milka.
"Aduh, yang punya sahabat. Bisanya cuman minta di belain." Tampaknya Melody tak juga ingin berhenti dari aduh mulut itu.
__ADS_1
"Masih mending aku, daripada kamu, bisanya berlindung di bawa kebohongan! Dan juga ibunya!" Ucao Milka. Lalu karena tak terima mendorong bahu Milka.
"Sebaiknya kamu menjaga tanganmu, atau tangan itu tak akan lagi kau gunakan." Kini Grasil maju melindungi Milka dengan tubuhnya. Melody dan Grasil kini saling hadap.
"Idihh, jaga dulu tuh gaya bicara sebelum jagain dih udil itu, udah kayak orang dari jaman purba tau." Sewot Melody.
"Udah, mending pergi yuk, gerah di sini. Maklum ada setannya." Ajak Milka pada Clona, Grasil dan juga Glydis. Akhirnya karena tak ingin memperpanjang aduh mulut itu mereka berempat pun memutuskan untuk pergi menjauhi Melody yang suka cari gara-gara itu. Setelahnya Milka pamit sebentar untuk menemui yang berwenang di study tur itu, ingin meminta izin untuk Clona dan Grasil ikut bersama.
"Gimana Mil? Di izin in enggak?" Tanya Glydis saat Milka sudah kembali.
"Di izin in dong." Sahut Milka girang. Padahal tadi dia sempat waswas jika Clona dan Grasil tak di izinkan untuk ikut. Yang artinya dia juga tak akan boleh pergi.
"Kalian udah pada kumpul ya ternyata." Dennis yang datang belakangan langsung menyapa dengan merangkul Milka.
Milka yang risi lalu perlahan menghindar, tentunya dengan baik agar Dennis tak berkecil hati.
"Mereka siapa? Bukan dari sekolah kita kan?" Tanya Dennis yang melihat Clona dan Grasil. Kembali Milka memperkenalkan Clona dan Grasil pada Dennis.
"Putri bisa kita bicara bertiga sebentar." Bisik Grasil meminta Milka menjauh dari Dennis dan Glydis. Milka pun mengangguk.
"Bentar ya, aku temenin Grasil ke toilet dulu." Kata Milka pada Glydis dan Dennis.
"Ada apa?" Tanya Milka ketika mereka sudah tak terlihat oleh Glydis dan Dennis.
"Maaf Putri, firasatku mengatakan jika laki-laki itu bukan orang yang baik, sebaiknya Putri berhati-hati." Beritahu Grasil.
"Aku juga sependapat dengan Grasil Putri, tampaknya dia memang bukan orang baik." Ucap Clona juga.
"Benarkah? Baiklah aku akan lebih berhati-hati." Sahut Milka tak meragukan ucapan Grasil dan Clona, karena dia yakin keduanya akan lebih mengerti di banding dirinya. Karena Clona dan Grasil kan adalah makhluk gaib.
"Aku akan melindungimu, dan Putri jangan jauh-jauh dari kami berdua." Ucap Grasil yang di anggukkan oleh Milka.
Setelah pembicaraan itu Ketiganya kembali ke tempat dimana Dennis dan Glydis berdiri menunggu. Tak lama kemudian pemimpin study tur pun menyuruh semua untuk naik ke dalam bis yang akan mengantar mereka. Karena perjalanan akan segera di mulai.
__ADS_1
Semuanya pun mengikuti instruksi, satu persatu dari mereka menaiki bus dengan teratur. Dan pastinya dengan wajah senang. Bagitu pun Milka, study tour adalah kesempatan untuknya melihat tempat-tempat yang sebelumnya tak pernah dia kunjungi. Dan, seingatnya dia memang tak pernah berkunjung ke tempat lain selain, Desa Under dan juga alam lain, iaitu Underworld.