
Sudah beberapa hari Grasil dan Rafhael mencari keberadaan Milka namun tak juga mereka menemukan Milka.
Sehingga Rafhael dan Grasil kembali pulang dengan tangan kosong untuk menghadap Raja.
"Keberadaan Putri Aerish masih tak bisa di temui Yang Mulia." Lapor Rafhael yang menghadap Raja bersama dengan Grasil.
Raja hanya diam tanpa ada yang bisa menebak ekspresi wajahnya.
"Bagaimana? Apa kalian menemukan keberadaan Putri Aerish?" Tanya Clona yang menghampiri Grasil.
"Aku dan Rafhael tak menemukan keberadaannya. Kami hanya pulang untuk melapor kepada Yang Mulia Raja, setelah ini kami akan kembali untuk mencarinya." Ujar Grasil.
"Aku berharap Putri Aerish baik-baik saja." Ucap Clona penuh harap.
"Putri Aerish pasti akan baik-baik saja." Kata Grasil. Dia sangat yakin jika Milka pasti akan selamat.
"Yang Mulia apa kau tak mengkhawatirkan Putri Aerish?" Tanya Permaisuri yang datang mengunjungi Raja di kediamannya.
"Dia adalah Selir Raja, jadi tentu saja Yang Mulia mengkhawatirkannya." Timpal Ratu Dayana yang datang. Melihat Ratu Dayana, Permaisuri dengan terpaksa memberikan hormatnya.
"Aku sudah mengerahkan semua pengawal yang punya kemampuan tinggi untuk mencari Putri Aerish." Kata Raja.
"Sepertinya Permaisuri sangat khawatir pada Selir mudah." Ujar Ratu Dayana melirik Permaisuri.
"Sebagai Permaisuri Raja, aku juga harus memikirkan keselamatan Selir-selir Raja." Sahut Permaisuri.
"Ternyata Permaisuri punya hati yang baik." Ucap Ratu Dayana. Mereka berdua saling memuji san meninggikan, namun di dalam hati, mereka justru saling ingin menjatuhkan.
"Aku ingin beristirahat." Kata Raja, yang membuat keduanya mengerti jika saat itu Raja ingin di tinggalkan sendiri.
"Baik Yang Mulia." Sahut keduanya, lalu berjalan keluar dari ruangan Raja.
Setelah Permaisuri dan Ratu Dayana meninggalkan ruangannya, tak lama kemudian Raja pun berjalan keluar dari kediamannya untuk menuju tempat pengobatan. Dimana Dennis dan Glydis masih di rawat.
__ADS_1
"Yang Mulia." Hormat Rafhael yang berada di ruang pengobatan. Terlihat Dennis dan Glydis telah pun sadar.
"Aku senang melihat kalian berdua sadar." Ucap Raja pada Dennis dan Glydis.
"Ini berkatmu Yang Mulia." Ucap Dennis. Sedang Glydis hanya diam menatap marah ke arah Raja.
"Jaga tatapanmu pada Yang Mulia." Kata Dennis yang menyadari tatapan Glydis pada Raja.
"Ini semua karna dia! Kalo aja dia baik sama Milka, Milka enggak akan hilang di ambil hantu itu!" Ucap Glydis marah.
"Lah kok kamu nyalahin Yang Mulia." Dennis tak mengerti dengan kemarahan Glydis pada Raja.
"Kamu enggak tau apa-apa!." Ucap Glydis.
"Dasar cewek aneh." Ujar Dennis.
"Kami sedang mencari keberadaan Putri Aerish. Putri Aerish pasti akan selamat." Kini Rafhael yang bicara. Dia tak ingin jika Glydis menyalahkan Raja atas apa yang menimpa Milka.
"Aku akan pastikan dia kembali dengan selamat." Ucap Raja memandang Glydis. Membuat Glydis menelan ludah gentar, entah kenapa, suara Raja terdengar begitu menakutkan. Aura gelap seperti hinggap padanya.
"Wali kalian berdua telah datang untuk menemui kalian." Beritahu Raja pada Dennis dan Glydis.
"Wali?" Tanya Glydis. Sedang Dennis sudah tahu siapa walinya itu. Setelahnya Raja meminta pengawal untuk menjemput kedua wali yang datang itu agar di persilakan masuk.
Seorang laki-laki parubaya dengan perawakan mirip seperti Aktor Ng Man Tat, dan seorang perempuan memasuki ruang pengobatan memberi hormat pada Raja.
"Tante Ana.." Kaget Glydis melihat Tante Ana berada di hadapannya.
"Iya Dis, ini Tante." Kata Tante Ana. Dia tahu pasti keberadaannya di Underworld akan membuat Glydis terkejut, karena Glydis belum tahu cerita tentang masa lalunya yang ia ceritakan pada Milka.
"Kok Tante bisa ada di sini?" Tanya Glydis.
"Nanti Tante akan jelaskan ke kamu." Ucap Tante Ana. Dan, Glydis tak sabar ingin mengetahui apa kaitan Tante Ana dengan Underworld.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin kau bisa kalah dengan roh jahat." Kata Ayah Dennis.
"Aku kalah karna roh itu sangat hebat pa." Ucap Dennis tak terima jika Ayahnya berkata demikian padanya.
"Tapi tetap saja bagaimana bisa kau kalah dengan roh jahat." Ucap Ayahnya kembali.
"Papa aja sering kalah kalo lawan roh jahat, kenapa Papa bisa, sedang aku enggak bisa kalah." Protes Dennis, karena jika dia di tuntut selalu menang melawan roh jahat itu sangat tidak adil.
"Jangan marah begitu, Papa kan cuman asal bicara." Ujar Ayah Dennis.
Raja pun mempersilakan Tante Ana dan Ayah Dennis untuk menemani Glydis dan Dennis selama masa penyembuhan..
"Yang Mulia izinkan saya untuk ikut mencari Milka." Pinta Dennis, yang membuatnya mendapat jeweran dari Ayahnya.
"Aww.... Sakit Pa..." Teriak Dennis.
"Kau tak sopan menyebut nama asli dari Putri Aerish." Kata Ayah Dennis.
"Maafkan anak saya Yang Mulia." Ucap Ayah Dennis pada Raja.
"Sembuhkan dulu dirimu. Biarkan para pengawal Underworld yang mencari keberadaan Putri Aerish." Ucap Raja tak membiarkan Dennis yang masih dalam masa penyembuhan ikut mencari Milka. Dan, pada akhirnya Dennis hanya bisa mengikut apa yang di ucapkan oleh Raja.
****
"Siapa kau?" Di tempat lain Milka terlihat sedang terkurung di sebuah ruangan yang gelap.
"Kau tak perlu tau siapa aku, yang harus kau pikirkan adalah. Tak lama lagi kau tak akan mampu lagi menghirup udara dunia ha ha ha." Ujar sebuah suara tanpa terlihat sosoknya dengan suara tertawa yang begitu nyaring.
"Lepaskan aku..." Teriak Milka lagi.
"Ha ha ha, kau akan aku lepaskan ketika nyawamu sudah melayang." Jawab suara itu di selangi dengan suara tawa yang begitu menakutkan. Kini Milka menjadi diam, karena hanya percuma jika dia berteriak meminta untuk di lepaskan.
Hantu itu tak akan melepaskan dirinya, namun yang membuatnya bingung adalah kenapa hantu itu sampai sekarang membiarkan dia hidup. Bahkan dia di berikan makan dan minum. Hal itu benar-benar membuat Milka tak mengerti.
__ADS_1
Tapi dalam hati dia berharap dia akan lepas dari tempat gelap itu secepat mungkin dan dalam keadaan yang masih bernafas.