Suami Hantu

Suami Hantu
Kekuatan Raja


__ADS_3

"Tahanlah sebentar lagi, hanya sebentar lagi. Ha ha ha." Ucap hantu yang mencekik Milka agar menahan rasa sakit, karena sebentar lagi tak akan ada rasa sakit yang Milka rasakan karena nyawa Milka akan berakhir.


"Putri..." Di ujung sana Grasil yang sudah lemah masih mencoba untuk berdiri. Sedang Clona sudah tak sadarkan diri. Dan, Dennis dia sudah tak bisa lagi merasakan tubuhnya sendiri. Hantu itu benar-benar kuat, sementara Milka tak bisa lagi berbuat apa-apa selain berharap keajaiban datang padanya. Karena dia tak ingin maru terlalu cepat, masih banyak yang ingin dia lakukan. Air mata mulai jatuh, Milka akan segera meregang nyawa. Milka sudah memejamkan matanya untuk di jemput ajal.


"Arkkkh!!!" Hantu itu tiba-tiba saja terlempar jauh meninggalkan Milka yang terjatuh ke tanah.


"Putri Aerish.." Panggil Rafhael. Milka membuka kembali matanya dan melihat Rafhael sudah berada di dekatnya.


"Kau!!! Akan aku bunuh kau!!!" Ucap hantu kejam itu menatap Rafhael benci karena telah menggagalkan dia untuk mendapatkan jiwa Milka.


"Bukan aku yang melakukannya." Ujar Rafhael, bahwa bukan dia yang membuat hantu kejam itu terlempar jauh dan bukan dia yang menggagalkan hantu itu untuk mendapatkan jiwa Milka.


"Berani sekali kau mengganggu wanitaku!" Suara yang tak asing terdengar di telinga Milka..


"Dan, berani sekali kau membuatnya kesakitan seperti itu!!!" Di ujung sana Raja tengah berjalan ke arah hantu kejam itu dengan tatapan dingin membunuh.


"Siapa kau!" Tanya hantu kejam yang tak mengenali penguasa Underworld yang tengah berjalan ke arahnya dengan penuh kemarahan.


Raja yang dengan tatapan dingin tak menjawab dan hanya terus berjalan ke arah hantu kejam itu.


"Kau akan ku buat seperti mereka!" Kata hantu kejam itu menunjuk ke arah teman-teman Milka yang sudah tak berdaya, Clona, Grasil dan juga Dennis.


"Kau harus membayar mahal karna telah membuatku datang ke tempat ini!!!" Ucap Raja dengan aura membunuhnya.


Lalu hantu kejam itu menyerang Raja dengan bertubi-tubi, namun dengan mudah Raja melumpuhkan serangan hantu kejam itu. Dan, dengan satu serangan balasan dari Raja hantu itu tumbang.


"Yang Mulia.." Panggil Milka.


"Apa kau baik-baik saja Putri Aerish?" Tanya Raja walaupun dia tau keadaan Milka saat itu.


"Aku.." Milka tak lagi bisa menahan tangisannya.


Aku hampir saja mati.." Akhirnya tangis Milka pun pecah.


"Kau tak akan mati dengan mudah, selama kau bersamaku." Ucap Raja memeluk Milka dengan sayang.


Raja pun membantu Milka untuk berdiri, sementara Rafhael menghampiri Grasil.


"Putri....!!!" Teriak Clona saat sesuatu terbang ke arah Milka. Ternyata hantu itu masih punya tenaga dan melayangkan kekuatannya ke arah Milka. Tampaknya dia tak putus asa dan masih mencoba untuk membunuh Milka.

__ADS_1


Trakkkk!!!


Kekuatan hantu itu mengenai sesuatu dan bukan Milka. Dan, itu adalah Raja, bunyi retak dari topengnya terdengar. Perlahan-lahan serpihan topeng itu jatuh ke tanah membuat separuh dari wajah Raja terlihat.


Raja mengangkat wajahnya. Netra yang tadinya berwarna hitam itu kini berubah merah gelap. Aura hitam menakutkan mengelilingi Raja. Rafhael yang berada du ujung sana bersama Grasil tampak khawatir dan bimbang.


Dengan hanya mengerakkan jarinya hantu itu melayang lalu sebuah pedang hitam menancap tepat ke jantung hantu itu.


"Kau.." Ucap hantu itu.


"Tadinya aku ingin memberikan sedikit keringanan untukmu, membawamu ke Helles untuk di hakimi, mungkin kau akan mendapatkan belas kasihan dari Putri Aerish dan kau punya kesempatan. Tapi tampaknya kau tak menggunakannya dengan baik!" Raja berjalan ke arah hantu yang sudah terlihat begitu ketakutan itu.


"Yang Mulia. Ampuni aku.." Ucap hantu itu, tampaknya dia telah sadar jika dia sedang berhadapan dengan penguasa Underworld.


"Hancur!!!" Kata Raja tak peduli pada ucapan hantu itu. Dan, seketika hantu itu hancur menjadi abu.


Yang Mulia..." Panggil Rafhael menghampiri Raja.


"Anda baik-baik saja Yang Mulia?" Tanya Rafhael.


"Selesaikan semua yang ada di sini. Aku akan kembali ke Underworld dengan Putri Aerish." Perintahnya pada Rafhael.


Raja mendekat ke arah Milka lalu mengendongnya. Dan mereka berdua kembali ke Underworld.


Sementara Rafhael mengurus semuanya, membuat bahwa study tour itu tak pernah terjadi, menghapus semua ingatan orang-orang. Kecuali, Clona Grasil dan juga Dennis.


****


Milka dan Raja kini berada di kediaman Raja, Raja membaringkan Milka diatas tempat tidurnya lalu meminta penjaga untuk memanggil Nyonya West agar mengobati Milka.


"Yang Mulia apa kau baik-baik saja." Tanya Milka tampak khawatir.


"Seharusnya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri Putri Aerish." Ucap Raja menatap Milka. Kini netra Raja kembali ke warna aslinya.


"Wajahmu.." Milka tanpa sadar menyentuh sebelah wajah Raja yang tak tertutup topeng.


"Topengmu." Ucap Milka.


"Tak apa. Aku masih punya banyak topeng." Sahut Raja mengira Milka mengkhawatirkan topengnya. Sejenak Milka diam memerhatikan sebelah wajah yang tak tertutup itu.

__ADS_1


Wajah mulus, alis yang tebal dan hidung yang mancung. Jantung Milka tiba-tiba saja berdetak dengan kencang.


"Yang Mulia!!!" Nyonya West yang masuk membuat Milka kembali ke alam sadarnya.


"Apa anda baik-baik saja?" Tanya Nyonya West penuh kekhawatiran.


"Harusnya pertanyaan itu kau layangkan pada Putri Aerish Nyonya West, bukan padaku." Sahut Raja.


"Maaf Yang Mulia." Kata Nyonya West terlihat lega mendapati Raja baik-baik saja. Kemudian dia pun beralih pada Milka. Membantu Milka mengobati luka-lukanya.


"Terima kasih Nyonya West." Ucap Milka setelah Nyonya West selesai mengobatinya.


"Istirahatlah Putri." Senyum Nyonya West kemudian pamit pergi meninggalkan Raja dan Milka di ruangan itu.


"Apa kau ingin sesuatu?" Tanya Raja yang kini sudah memakai topeng utuh.


"Sudah mendingan Yang Mulia." Jawab Milka pelan.


"Yang Mulia, terima kasih karna telah menyelamatkanku." Kata Milka.


"Tak perlu, itu adalah tugasku sebagai suamimu."


Deggg!!!


Kembali jantung Milka berdetak kencang, seperti ribuan kupu-kupu sedang beterbangan di dalam hatinya. Mendapat perlakuan seperti itu dari Raja, entahlah. Atau mungkin hanya dia yang berlebihan. Karena mungkin saja Raja memperlakukan semua istrinya seperti itu.


"Istirahatlah. Aku akan berada di sini." Kata Raja. Milka mengangguk dan karena merasa begitu kelelahan akhirnya dia pun tertidur.


Tak lama kemudian Rafhael datang menghadap.


"Yang Mulia.." Rafhael memberi hormat pada. Rafhael pun mengatakan jika dia sudah menyelesaikan semuanya. Dan, teman-teman sekolah Milka telah kembali tanpa mengingat satu pun dari kejadian itu.


"Bagaimana dengan anak laki-laki itu?" Tanya Raja, yang di maksud adalah Dennis.


"Dia ada di ruang interogasi Yang Mulia." Sahut Rafhael.


"Kau urus saja semuanya, aku akan di sini menemani Putri Aerish." Ujar Raja.


"Baik Yang Mulia." Sahut Rafhael lalu dia pun pergi untuk menemui Dennis. Untuk menginterogasi siapa Dennis yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2