
"Apa kau benar-benar menyukai Selir ini Yang Mulia Raizel?" Tanya Ratu Dayana.
"Aku bukan hanya menyukainya, tapi aku mencintainya." Jawab Raja dengan tegas. Mendengar jawaban Raja membuat Raut wajah Ratu Dayana berubah, ia terlihat begitu marah.
"Kau mencintainya? Lalu bagaimana denganku? Apa kau sudah tak mencintaiku lagi?" Tanya Ratu Dayana, mungkin ia tak puas dengan jawaban Raja.
"Aku sudah melupakanmu sejak kau menjadi istri dari saudaraku." Jawab Raja. Bahwa dia sudah tak memiliki cinta untuk Ratu Dayana.
"Lalu kenapa kau baik padaku!" Terdeng ar nada marah yang tertahan dari Ratu Dayana.
"Karena aku menghormatimu sebagai wanita yang pernah aku cintai, dan juga sebagai istri dari saudaraku. Meskipun aku tau kebenaran bahwa kau yang telah melenyapkan jiwa Reydal." Suara lembut nan dingin Raja saat mengatakan itu begitu terdengar menusuk.
Mata Ratu Dayana terbelalak mengetahui jika ternyata Raja telah tahu jika dia yang melenyapkan jiwa Raja Reydal.
"Jadi kau benar-benar mencintai Selir ini.." Gumam Ratu Dayana dengan marah.
"Jika kau mencintainya dan aku tak bisa memilikimu, tak bisa hidup bersamamu, maka tak akan ada wanita yang bisa kau cintai. Kau tak akan bisa di miliki oleh wanita mana pun." Ucap Ratu Dayana lalu dengan cepat menikam Milka dengan Belati yang ada di tangannya.
Raja yang melihatnya langsung berlari ke dalam lingkaran api. Mengangkat tangannya ke udara lalu menghempaskannya, dengan itu Ratu Dayana pun terlempar jauh dari Milka.
Dengan sigap Raja menangkap tubuh Milka yang sudah berlumur darah dari perutnya yang di akibatkan oleh tikaman Ratu Dayana.
Raja melihat luka Milka, yang ternyata adalah luka yang bukan biasa. Ternyata Ratu Dayana menikam Milka dengan belati embun yang melenyapkan jiwa, yang tertusuk dengan belati embun tak akan pernah bisa bereinkarnasi.
"Putri Aerish.." Raja memanggil Milka agar sadar.
"Yang Mulia.." Milka menatap Raja lalu perlahan-lahan dia menyentuh topeng yang Raja kenakan.
"Ku pikir kau tak pagi menyukaiku," Kata Milka dengan suara lemah.
"Aku sangat menyukaimu." Sahut Raja mendekap Milka dengan erat.
"Aku sangat merindukanmu Yang Mulia." Ucap Milka meneteskan air mata. Dia sudah sangat tak berdaya. Perlahan-lahan pandangannya terasa semakin gelap.
"Yang Mulia..."Rafhael dan Grasil telah tiba melihat Milka sudah tak berdaya dan mengeluarkan banyak darah.
"Putri Aerish.." Grasil berlari mendekat menghampiri Milka dan Raja.
"Apa yang terjadi pada Putri Aerish Yang Mulia." Grasil begitu panik melihat Milka.
"Dia di tusuk dengan belati embun oleh Ratu Dayana." Sahut kata Raja.
"Jaga Putri Aerish," Raja lalu berdiri dan berjalan ke arah Ratu Dayana.
"Kau harus membayar apa yang telah kau perbuat!" Ucap Raja penuh kemarahan.
"Aku melakukannya karena aku mencintaimu Yang Mulia." Ucap Ratu Dayana.
Tanpa mengatakan apa pun, dengan menggunakan kekuatannya Raja melumpuhkan Ratu Dayana.
"Yang Mulia ku pikir cintamu padaku abadi, tapi ternyata aku salah." Ratu Dayana tampak sekarat.
Begitu pun dengan Milka yang sedang meregang nyawanya. Menyaksikan Milka yang seperti itu, Grasil menangis.
"Yang Mulia Putri Aerish," Kata Grasil saat Raja mendekati Milka yang sekarat, membiarkan Ratu Dayana di unung sana yang juga akan meregang nyawanya.
Hati Ratu Dayana begitu teriris saat menyaksikan laki-laki yang begitu di cintainya lebih mencintai wanita lain, lalu dia pun tertawa dengan kebodohannya yang mengira jika rencananya telah berhasil.
Di tempat Milka sekarat, Raja dengan segala kemampuan yang di milikinya mencoba untuk menyelamatkan Milka sebelum jiwanya lenyap. Namun jika menyelamatkan Milka, ada harga mahal yang harus di bayar oleh Raja. Ia itu Milka tak akan bisa mengingat apa pun.
Ingatannya tentang Raja, Underworld, semuanya akan hilang. Namun karena begitu mencintai Milka Raja merelakan semuanya sekalipun nanti Milka tak akan mengingatnya.
Cahaya putih mendekat, lalu masuk ke dalam tubuh Milka, seketika luka tikamannya hilang. Raja ternyata telah melakukan pengobatan, dan Milka telah selamat.
Perlahan, Raja mengangkat Milka,.
__ADS_1
"Yang Mulia.." Panggil Ratu Dayana saat sekaratnya.
"Apa kau membenciku?" Tanya Ratu Dayana dengan air mata yang berlinang.
"Aku tidak membencimu. Pergilah dengan tenang. Kau, ku izinkan bereinkarnasi." Ucap Raja lalu meninggalkan Ratu Dayana, tak lama kemudian sebuah cahaya keluar meninggalkan tubuh Ratu Dayana. Jiwanya melayang, dan lama-kelamaan menghilang.
Raja mengendong Milka, berjalan meninggalkan tempat itu.
****
"Mil..." Glydis berlari kecil ke arah Milka. Milka pun menoleh. Rambut panjangnya terlihat begitu indah, dengan senyum menghiasi bibir tipis miliknya menyambut Glydis.
"Telat lagi kan kamu." Kata Milka pada Glydis.
"Habisnya semalam aku begadang ngerjain tugas. Kirain kuliah bakalan santai eh taunya makin mumet aku tuh." Oceh Glydis.
Ya, Milka dan Glydis kini telah Kuliah, Milka menjadi wanita yang semakin mempesona. Dan menjadi salah satu wanita tercantik di kampusnya.
"Hai Mil.." Teriak seorang laki-laki yang berlari menghampiri Milka.
"Hai Tom," Sahut Milka membalas.
"Nanti kamu malam senggang enggak?" Tanya Tommy yang sekampus dengan Milka dan Glydis.
"Enggak tau Tom. Kenapa memangnya?" Tanya Milka.
"Aku mau ajak kamu makan malam?" Ajak Tommy, Tommy memang menyukai Milka pada saat pertama kali melihat Milka.
"Malam ya, kayaknya aku enggak bisa deh Tom. Banyak tugas soalnya. Iyakan Dis?" Milka menyenggol lengan Glydis. Semoga saja Glydis bisa konek. Harap Milka dalam hati.
"Eh, iya Tom, aku sama Milka banyak tugas yang harus di selesaikan malam ini." Bohong Glydis. Dan, Milka pun bernafas lega, karena ternyata Glydis tahu kode yang dia berikan.
"Iya udah deh kalo gitu. Tapi lain kali kalo kamu mau ya." Kata Tommy. Dan, Milka pun membalasnya dengan anggukan walaupun sebenarnya Milka tak akan pernah mau untuk keluar dengan Tommy.
"Kasihan Tommy. Cintanya bertepuk sebelah tangan." Ucap Glydis saat Tommy sudah menjauh.
"Aku enggak mau kasi dia harapan." Sahut Milka lalu kembali berjalan.
Sementara dia ujung sana. Yang tak Milka lihat, sepasang mata menatapnya dengan sayu. Dan itu adalah Raja, sudah dua tahun ini setelah pengasingan selama setahun. Raja langsung mendatangi Milka, dan melihat Milka dari kejauhan. Menjaga Milka diam-diam, dan menatap Milka penuh cinta tanpa Milka sadari.
"Aduh anak udil datang uda datang ya." Melody yang ternyata sekampus dengan Milka. Melody tak pernah berhenti terus mengganggu Milka.
"Aku lagi malas ladeni orang kayak kamu, jadi minggir dari jalanku." Ucap Milka.
"Berani kamu ya!" Marah Melody yang siap akan menampar Milka. Namun sebelum tangan Melody mengenai wajahnya, Milka sudah lebih dulu melayangkan tamparannya ke pipi Melody.
Dan, tanpa kata Milka meninggalkan Melody yang memegangi pipinya yang merah akibat tamparan dari Milka.
Waktu terus berjalan, Milka yang setelah jam kuliahnya selesai harus kerja paru waktu di sebuah restoran, akan pulang ketika telah malam.
Dan di perjalanan pulang sekelompok laki-laki bertubuh besar dengan wajah garang menghampiri Milka.
"Hai cewek mau ke mana?" Sekelompok laki-laki itu menghalangi jalan Milka.
"Minggir aku mau lewat!" Ucap Milka tak terlihat takut.
"Berani juga kamu ya!" Kata salah satu dari sekelompok laki-laki itu. Lalu mencengkeram tangan Milka dengan erat.
"Ayo layani kami Malam ini!." Kata laki-laki itu menyeringai. lalu dengan paksa mereka membawa Milka ke tempat sepi.
"Kerja kalian bagus. Ini uang kalian." Melody memberikan uangnya kepada laki-laki yang tadi mencengkeram tangan Milka, yang ternyata adalah bos dari kelompok itu.
"Melody! Kamu!" Mengetahui itu adalah ulah Melody membuat Milka marah. Namun dia tak bisa berbuat apa-apa.
"Kalian, bersenang-senanglah dengannya." Ucap Melody tersenyum lalu meninggalkan Milka dengan sekelompok laki-laki itu.
__ADS_1
Dan, dengan senang hati mereka pun akan beraksi untuk melakukan perbuatan bejat mereka pada Milka.
Namun belum sempat menyentuh Milka tubuh kelompok laki-laki itu melayang ke udara, dan setelahnya terhempas ke tanah dengan kuat, hingga tulang-tulang mereka menjadi retak.
"Si..siapa kau?" Tanya Bos kelompok itu saat melihat seorang laki-laki berjalan ke arah mereka.
"Kalian tak perlu tahu aku siapa. Tapi yang pasti ini adalah terakhir kalinya kalian bernafas." Dan, setelah mengatakannya, sekelompok laki-laki itu meregang nyawanya.
Setelah memastikan Milka baik-baik saja, laki-laki itu pun akan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pada Milka.
"Tunggu.." Kata Milka menahan langkah laki-laki itu, yang ternyata adalah Raja. Raja hanya diam tanpa menoleh.
"Apa kau akan pergi begitu saja?" Tanya Milka. Namun, bukannya menjawab, Raja malah kembali melangkah, akan meninggalkan Milka.
"Yang Mulia...." Teriak Milka.
Deg!!!
Raja terkejut dengan apa yang di dengarnya, Milka memanggilnya Yang Mulia..
Yang artinya, mungkinkah Milka mengingatnya?. Raja pun menoleh.
"Apa kau akan pergi begitu saja meninggalkan aku lagi Yang Mulia? Apakah kau tau aku menunggumu begitu lama? Apa kau tau jika aku begitu merindukanmu?" Teriak Milka dengan isak tangisnya.
"Kau ingat?" Tanya Raja masih tak mengerti dengan apa yang ternyata. Karena bukankah, efek dari dia menyelamatkan Milka adalah, Milka tak akan mengingat apa pun tentang dirinya dan juga Underworld.
Namun yang tak di ketahui oleh Raja adalah. Saat akan meregang nyawanya, saat Raja pergi, Ratu Dayana mengorbankan jiwanya agar ingatan Milka tak hilang.
Rati Dayana begitu menyesal, dan dia melihat jika cinta Raja pada Milka begitu besar, sehingga Raja berkorban untuk Milka. Jadi dia merelakan jiwanya untuk Milka, meskipun dengan mengorbankan jiwanya dia tak akan pernah bereinkarnasi.
Dengan perasaan yang tak bisa di tahan lagi, Milka berlari ke arah Raja dan memeluknya dengan erat. Milka tak ingin Raja pergi meninggalkannya lagi.
Raja yang belum habis dengan keterkejutannya pun membalas pelukan erat Milka. Wanita yang begitu di cintai dan di rinduinya..
"Jangan pergi, jangan meninggalkan aku lagi." Pinta Milka.
"Tidak, aku tak akan pernah meninggalkanmu lagi. Tak akan pernah." Ucap Raja semakin mempererat pelukannya.
****
Milka telah kembali ke Underworld, kembali bukan lagi sebagai Selir, namun sebagai Permaisuri Underworld.
Raja telah melepaskan gelar Permaisuri yang sebelumnya. Begitu pun dengan selir-selirnya.
Permaisuri pun menerima dengan baik, meskipun hatinya masih mencintai Raja, namun dia tak akan ingin serakah seperti Ratu Dayana. Dan, mencoba membuka hatinya untuk Pangeran Ells, karena ternyata Permaisuri adalah wanita yang di cintai oleh Pangeran Ells.
Sementara Putri Electra, dia kembali ke dunia manusia menjalani hidupnya sebagai seorang model terkenal. Dan sepertinya dia menjalin cinta dengan Dennis yang sekarang adalah manajernya.
Lalu, Grasil dia kembali bersama dengan Rafhael. Raja telah menghapus peraturan di larang menikah pada dayang dan lainnya.
Sedang Clona kini dia menjadi kepala dayang, dia terlihat semakin ceria.
Sementara Melody, dia dan ibunya harus menerima atas keburukan yang telah mereka perbuat pada Milka. Mereka jatuh miskin, bahkan sudah jadi pengemis jalanan.
Ayah Milka, dia begitu menyesal dengan perbuatannya pada Milka. Dan, meninggal karena sakit. Milka pun telah memaafkan ayahnya.
Glydis? Dia mendapat persetujuan Raja, atas kebebasannya untuk bolak-balik dua dunia. Iaitu, Underworld dan dunia manusia.
"Aku bahagia." Ucap Milka saat dia dan Raja berada di taman menikmati wanginya bunga-bunga.
"Aku akan membuatmu semakin bahagia setiap harinya." Ucap Raja. Milka tersenyum mendengar ucapan Raja.
Lalu dengan lembut Raja mengecup bibir Milka, yang kini adalah permaisurinya.
Milka membalas ciuman Raja dan mereka berdua hanyut di dalamnya.
__ADS_1
Mereka berdua berharap setiap orang akan menemukan cinta sejati di hidupnya, seperti mereka berdua.
END