Suami Hantu

Suami Hantu
Raja dan Milka


__ADS_3

Milka yang sudah berada di kediamannya merebahkan diri diatas kasur melepas lelahnya, entah kenapa akhir-akhir ini banyak kejadian aneh yang terjadi. Milka pun menghela nafas berat.


"Apa yang kau lakukan Putri Aerish?" Tanya Raja yang berada di kediamannya..


"Aku hanya berbaring." Sahut Milka.


"Kemarilah." Pinta Raja.


"Aku sedang tak ingin berjalan, aku lelah Yang Mulia. Di sekolahku ada kejadian lagi dan itu membuat aku merasa sangat lelah." Ujar Milka. Kali ini itu bukan alasan, tapi dia benar-benar merasa sangat lelah.


"Baiklah, aku yang akan ke sana." Ucap Raja mengakhiri kontak batin mereka.


Tak berapa lama kemudian di luar sudah terdengar penjaga mengumumkan kedatangan Raja. Dan, Milka pun segera bangun untuk menyambut Raja.


"Kemana dayangmu?" Tanya Raja saat dia sudah berada di ruangan Milka dan duduk di tempat yang memang di sediakan untuknya jika dia berkunjung..


"Ada yang harus mereka kerjakan bersama Nyonya West." Sahut Milka ikut duduk di hadapan Raja.


"Ada apa Yang Mulia kemari?" Tanya Milka ingin tau kenapa Raja mengunjunginya.


"Aku hanya ingin berjalan-jalan." Jawab Raja. Lalu setelahnya hanya diam. Tak ada lagi pembahasan.


"Boleh aku bertanya Yang Mulia?" Tanya Milka akhirnya.


"Apa yang ingin kau tanyakan?" Kata Raja menatap Milka.


"Pertanyaan ini sudah lama ingin aku tanyakan, sebelumnya aku sedikit ragu. Tapi aku ingin tau kebenarannya. Kenapa kau menikahiku sedangkan kau tau aku bukan pengantin yang sebenarnya." Tanya Milka serius.


"Karna aku menyukaimu." Jawab Raja cepat tanpa jeda dan tanpa ragu.


"Menyukaiku?" Milka mengulang bagai tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.


"Aku mengetahui jika kau bukanlah pengantin itu. Dan, seharusnya aku juga bukan pengantinmu." Raja pun mulai menjelaskan yang sebenarnya jika Milka adalah penganti dari penghuni Underworld yang lain dan bukan dirinya. Namun saat melihat Milka, dia menyukainya dan memutuskan untuk menjadikan Milka istrinya.

__ADS_1


"Kenapa kau menyukaiku?" Tanya Milka penasaran atas dasar dan sebab apa" Raja menyukainya.


"Apa menyulai seseorang harus mendasar Putri Aerish?" Mendapat pertanyaan seperti itu Milka menjadi diam.


"Apa kau tak menyukaiku Putri Aerish?" Tanya Raja mencondongkan tubuhnyanke arah Milka. Mendapat perlakuan seperti itu dari Raja membuat Milka salah tingkah dan jantungnya kembali berdegup kencang.


"Aku tak tau." Sahut Milka akhirnya.


"Apa kau ingin mencari tau, apa kau menyukaiku atau tidak." Raja mendekatkan wajahnya ke wajah Milka. Sontak Wajah Milka merah padam di buatnya..


Lalu perlahan-lahan Raja menyentuh wajah Milka dengan lembut. Jari jemari Raja turun ke dagu dan mengangkat wajah Milka untuk menatapnya lebih dalam. Milka yang terpesona mengikut tanpa sadar. Dan, secepat kilat Raja mengecup bibir Milka. Dan sejenak Milka menjadi pasrah.


"Tampaknya kau juga menyukaiku." Kata Raja melepas kecupannya. Milka meradah darahnya berhenti mengalir.


"Yang Mulia apa kau menggodaku!" Milka sadar Raja mempermainkannya dan dia menjadi marah.


"Apa kau begitu senang menggodaku!" Tanya Milka langsung berdiri.


"Biarkan aku seperti ini sebentar." Ujar Raja yang masih memeluk Milka. Ada kegetiran di matanya. Seperti kesedihan yang mendalam.


"Jika kau ingin marah, tahanlah sebentar lagi. Karna aku ingin seperti ini." Ucapnya lagi. Milka yang merasa malam itu Raja begitu berbeda menjadi diam. Dan, membiarkan tubuhnya di peluk oleh Raja. Dan tiba-tiba saja Milka tak dapat menahan tubuh Raja. Mereka berdua pun terjatuh ke lantai dengan tubuh Raja menindih tubuhnya.


"Yang Mulia...?" Panggil Milka panik. Namun Raja tak juga bersuara, Raja tak sadarkan diri. Dengan cepat Milka memanggil penjaga untuk membantunya.


"Ada apa dengan Yang Mulia?" Tanya Milka pada Nyonya West yang sudah berada di ruangannya.


"Saat ini Yang Mulia sedang sakit." Sahut Nyonya West.


"Sakit?" Ulang Milka. Dia baru tau ternyata makhluk gaib bisa sakit juga.


"Tak perlu heran Putri, sebagai makhluk gaib kami juga bisa merasakan sakit. Begitu pun dengan Yang Mulia. Setiap dua ratus tahun penguasa Underworld akan jatuh sakit." Jelas Nyonya West seakan tau pemikiran Milka.


"Biarkan Yang Mulia beristirahat di sini jika Putri tak keberatan." Milka tampak berpikir sejenak, namun setelahnya dia pun mengiyakan dan membiarkan Raja tidur di ruangannya. Dan, setelah itu Nyonya West pamit untuk pergi bersama Clona dan Grasil membiarkan Milka bersama Raja.

__ADS_1


Milka yang menemani Raja duduk di samping Raja dan menatapnya dengan dalam, menerka-nerka seperti apa wajah di balik topeng itu. Memang dia pernah melihat separuh dari wajah Raja tapi itu tak cukup untuk menggambarkan wajah Raja yang seutuhnya.


Tiba-tiba Raja bergumam menyebutkan sesuatu, yang entah apa. Karena ucapan itu tak jelas terdengar. Milka pun mendekatkan telinganya ke mulut Raja untuk memperjelas apa yang di katakan Raja.


Namun tiba-tiba saja Raja menarik Milka berbaring dan memeluknya.


"Tetaplah seperti ini." Gumam Raja saat Milka mencoba melepaskan diri dari pelukan Raja. Dan, Milka juga bisa merasakan tubuh Raja yang sedingin es. Tubuh dingin Raja menembus kulitnya.


"Terima kasih." Ucap Raja lagi.


"Aku hanya membiarkanmu melakukannya hanya malam ini. Karna aku orang yang baik." Kata Milka tak ingin Raja salah paham telah membiarkan dia di peluk oleh Raja dengan begitu mudah.


"Ya, aku tau kau gadis yang baik." Kata Raja.


****


"Yang Mulia sakit?" Permaisuri telah mendengar jika Raja dan bergegas ingin melihat Raja.


"Yang Mulia Permaisuri, Raja sedang tak di kediamannya." Kata Nyonya East memberitahu Permaisuri.


"Lalu dimana Yang Mulia?" Tanya Permaisuri.


"Dia berada di kediaman Putri Aerish." Sahut Nyonya East membuat Permaisuri terkejut.


"Baiklah aku akan ke sana." Permaisuri akan melangkah.


"Yang Mulia, jika kau ke sana maka akan ada perkataan yang tak pantas yang akan kau terima." Kembali Nyonya East menahan. Karena jika Permaisuri mendatangi Raja di kediaman Milka malam itu maka dia akan di cap sebagai yang tak menghormati waktu Raja bersama Milka. Dan desas-desus bahwa dia cemburu dengan kedekatan Raja dengan Milka akan muncul di Istana.


"Lalu apakah aku harus hak itu terjadi! Membiarkan Raja dengan Selir rendahan itu!" Permaisuri terlihat emosi.


"Itulah yang harus anda lakukan Yang Mulia." Kata Nyonya East.


"Sebaiknya anda menahan diri." Sambungnya lagi. Bisa terlihat dengan jelas kemarahan di wajah Permaisuri. Namun seperti yang di ucapkan oleh Nyonya East dia tak boleh gegabah dalam tindakannya, atau namanya sebagai Permaisuri yang baik dan pengertian akan hancur. Dan, akan menahan diri. Dan jika saatnya tiba dia akan bertindak dan menyingkirkan siapa pun yang ingin merebut miliknya.

__ADS_1


__ADS_2