Suami Manja Dokter Zi

Suami Manja Dokter Zi
Permintaan Sherin


__ADS_3

Ulang tahun pernikahan Rayya dan Vian dilaksanakan di resto milik mereka sendiri. Ia malas untuk menyewa gedung atau yang lainnya. Pesta yang sederhana hanya mengundang teman dan kerabat dekatnya saja. Para tamu sudah berdatangan termasuk Zevin dan Nazia, serta Alby dan Ralda.


Istri Zevin ini sangat cantik menggunakan gaun panjang hingga mata kaki berwarna navy.  Gaun itu sedikit longgar, hingga perut bulatnya hampir tak nampak. Zevin juga menggunakan tuxedo warna senada. Dia terus menggandeng istri nya karena banyak mata yang memandang pada Nazia.


"Selamat Ay, Vian ! Semoga di limpahkan kebahagiaan selalu " Ujar Nazia memeluk sahabat nya itu.


"Terimakasih sayang ku, duduk lah ! Nanti kamu lelah." Rayya membantu Nazia duduk di kursi.


Ucapan itu di ucapkan juga oleh Zevin dan yang lain nya. Usai menemui pemiliki acara, mereka berpencar untuk duduk menikmati sajian di atas meja.


Zevin semakin posesif, walau hamil aura kecantikan istri nya itu tidak berkurang bahkan semakin bertambah, banyak pria memberikan senyuman manis mereka pada Nazia. Hal itu membuat Zevin risih, tapi bukan tipe nya menunjukkan rasa cemburu nya begitu kentara. Ia akan mengatasinya dengan cara nya sendiri.


"Sayang, dia menendang mu !" Zevin menempelkan tangan nya di perut Nazia.


"Iya, dia telah menghafal telapak tangan mu sayang." Balas Nazia.


Ia bahkan tertawa senang. Di balik itu semua Zevin bermaksud menunjukkan pada semua orang jika, wanita cantik itu adalah dia kepemilikan nya, serta memberitahukan para pria itu bahwa dia tengah hamil saat ini.


Hal sama juga dilakukan Alby, karena banyak orang menyapa Ralda. Siapa yang tidak mengenal sekretaris  tuan Indra itu yang sekarang menjadi sekretaris Zevin.


Alby tak henti nya menggenggam tangan Ralda, ia bahkan makan satu piring bersama calon istri nya ini. Dia sengaja menunjukkan pada semua orang jika sekretaris cantik terkenal dengan kecerdasan nya ini adalah milik nya, calon istri nya.


Setelah aksi memperlihatkan kepemilikan pasangan masing -masing, kini suasana bergantian dengan celoteh Vira yang sejak tadi mencari Zevin. Putri Vian dan Rayya itu memang sangat dekat pada Zevin dan Nazia.


Vira dengan manja nya mengangkat tangan pada Zevin minta di gendong.


"Mau ikut Om ya." Ucap Zevin sembari mengambil alih  Vira dari Vian.


"Sejak tadi dia mencari mu." Ujar Vian.


Zevin menoel pipi gembul Vira.


"Dia semakin pintar saja." Tersenyum karena Vira menyuapi nya kue.


"Zev, mana hadiah mu?" Tagih Rayya.


"Memang wanita jahat, aku baru selesai makan sudah di palak nya." Zevin mengeluarkan kotak kado dari tas Nazia.


"Kecil sekali." Cibir Rayya menerima kotak itu.


"Sini kembalikan !" Balas Zevin tak terima.


"Tidak mau, kamu sudah memberikan nya pada ku." Ucap Rayya terkekeh.


"Ay, kue nya enak. Kamu pesan di mana?" Tanya Nazia.

__ADS_1


"Oh itu, Pesan di toko roti milik Yudha. Itu resep baru jadi aku mencoba nya ternyata enak." Ujar Rayya.


"Kamu suka sayang?" Tanya Zevin. Di balas anggukan Nazia.


Zevin mengedarkan penglihatannya lalu tertuju pada meja yang tidak jauh dari mereka.


Di sana ada Yudha satu meja bersama Haris, Erik, Jimmy dan Ivan serta Jo. Mereka melihat Zevin melambaikan tangan nya.


"Kita seperti pelayan saja, dia memanggil begitu." Gerutu Jimmy.


Enam laki-laki itu, segera menghampiri meja Zevin dan ikut bergabung.


"Ada apa Zev?" Tanya Yudha.


"Apa ini kue dari toko mu?" Balas tanya Zevin.


"Iya, kenapa ? apa ada yang salah dengan rasa nya?" Yudha nampak cemas.


"Tidak, istri ku menyukai nya. Besok minta karyawan mu membuatkan lebih banyak dan kirim ke rumah ku." Titah Zevin.


"Benarkah, Zi menyukai nya? Besok aku sendiri yang akan membuat nya." Ucap Yudha berbinar menatap Nazia.


"Iya, kue nya enak. Seperti nya, aku pernah memakan nya tapi kapan ya?" Balas Nazia.


"Ah, kamu memakan nya sewaktu kamu kecil. Aku pernah memberikan nya pada mu." Ujar Yudha tersenyum.


"Tentu, waktu kecil aku sering menjual kue milik tetangga otomatis aku juga melihat cara pembuatan nya dan dia juga menuliskan resep nya." Jawab Yudha.


"Kenapa kamu harus keren dari ku?!" Kesal Zevin merasa kalah. Di sambut tawa semua teman-teman nya.


"Jadi, Kak Pras akan membuat kue nya di mana?" Tanya Nazia.


"Di rumah kamu saja, besok aku mengajak tante Sherly juga." Jawab Yudha.


"Baiklah, aku tunggu." Balas Nazia tersenyum. Zevin masih sibuk membersihkan bibir istri dengan tisu. Pria ini ini menjadi bucin istri nya tidak mengenal tempat.


"Sayang seperti nya sudah malam, ayo pulang !" Ajak Zevin setelah membersihkan jari-jari istrinya


Nazia melirik jam di pergelangan tangan nya.


"Kamu benar, ayo aku juga mulai lelah lama duduk."


"Erik, Ivan . Ayo kita pulang ! Ah, Vian kami pamit pulang dulu. Zi sudah lelah." Pamit Zevin.


"Iya Zev, hati-hati !" Balas Vian dan Rayya.

__ADS_1


Makan sembari berbincang tanpa terasa waktu larut begitu saja.


"Kita juga pulang ya, aku sudah mengantuk. Tapi, sebelum nya aku ke toilet dulu." Seru Ralda.


"Iya, ayo aku temani." Ucap Alby.


"Aku sendiri saja." Balas Ralda.


"Jangan menolak sayang. Jo, kamu dan Jimmy tunggu di mobil ya." Ujar Alby.


"Iya tuan." Jawab Jimmy dan Jo.


Zevin dan Nazia lebih dulu meninggalkan resto Vian bersama Erik dan Ivan. Untuk saat ini Erik mempercayai kakak nya pada Alby.


Di toilet, Ralda tengah mencuci wajah nya untuk mengurangi rasa kantuk nya.


"Jadi ini, calon istri mantan suami ku itu !" Suara wanita berdiri di belakang Ralda sangat mengejutkan nya.


"Anda siapa?" Tanya Ralda tenang.


"Jadi kamu tidak mengenalku? Bukankah pernikahan ku dulu di liput seluruh media" Sinis Sherin. Ia tak terima ada yang tidak mengenal nya.


Ralda tersenyum tipis dan bersedekap menghadap Sherin.


"Jadi anda yang bernama Sherin ! Inikah wajah wanita yang terobsesi dengan calon suami ku !" Tekan Ralda.


"Aku tidak terobsesi, tapi benar mencintai nya. Jadi sebelum aku berbuat lebih, tinggalkan, Al !" Nada suara Sherin sedikit meninggi.


Ralda menampilkan sikap tenang, ia wanita cerdas bisa membaca karakter wanita di  depan nya ini.


"Tidak semudah itu, dia tidak menginginkan anda." Balas nya dingin.


Sherin mengepalkan tangan nya, melihat Ralda meninggalkan nya keluar. Merasa tidak puas, Sherin menyusul Ralda. Ia menghampiri Ralda dengan cepat ingin menjambak rambut panjang Wanita itu. Namun siapa sangka Alby datang tepat waktu mencekal tangan Sherin.


"Al ! " Sherin terkejut.


"Jika kamu berani menyentuhnya sehelai rambut saja maka, siap saja menerima kehancuran mu !" Ancam Alby.


Sherin terbahak.


"Kamu menghancurkan ku dengan apa ? Dengan kekuasaan mu yang tak seberapa itu ! Cih bahkan perusahaan mu masih berada di bawah perusahaan papa ku." Sinis Sherin.


Alby tak menggubrisnya, ia menggenggam tangan Ralda mengajak nya pulang.


"Ayo sayang." Ia menarik tangan Ralda.

__ADS_1


Hati Sherin, berdenyut nyeri.


"Harusnya panggilan itu untuk ku, Al." Ucapnya lirih.


__ADS_2