Suami Manja Dokter Zi

Suami Manja Dokter Zi
Permohonan Ibu Anggi


__ADS_3

Mobil Zevin berhenti di depan supermarket. Cuaca sedikit berangin dan mendung. Setelah bertemu dengan Sherin beberapa hari lalu. Nazia terlihat sedikit sibuk. Baru beberapa jam lalu, Sherin menghubunginya untuk memberitahukan akan datang ke rumah prakteknya.


Setibanya di dalam supermarket, Zevin membawa keranjang belanja untuk Nazia lalu tangan sebelahnya menggenggam tangan wanita itu.


"Kamu mau belanja apa, sayang?" Zevin bertanya sambil menoleh pada wanita di sampingnya


"Susu ibu hamil." Nazia meraih kotak susu ibu hamil lalu membacanya.


"Kamu belum hamil, Cinta. Membuatnya pun, belum ! Kenapa kamu mau minum susu ibu hamil?"


"Bukan untukku, tapi untuk Sherin." Jelas Nazia meletakkan dua kotak susu ibu hamil di dalam keranjangnya.


"Perhatian sekali !" Cibir Zevin dalam hatinya sedikit cemburu.


"Bukan seperti itu sayang, apa kamu lihat tubuhnya kurus ? Sherin butuh tenaga dan asupan gizi yang bagus untuk pertumbuhan bayinya. Aku yakin dia tidak memperhatikan itu, beban pikirannya mengalihkan perhatiannya."


"Kamu benar ! Setidaknya, Alby memberikan perhatian sedikit untuknya. Meskipun itu bukan anaknya. Bagaimana pun, Sherin masih istrinya !" Kata Zevin iba.


"Maka dari itu, aku sudah menyiapkan vitamin dan susu ini untuknya, aku sering memberikan susu hamil pada ibu-ibu yang memeriksakan kandungannya padaku dari bulan pertama kehamilan."


"Semoga mereka selau sehat !" Ucap Zevin tersenyum, tangannya mengusap pucuk kepala Nazia dengan penuh kasih sayang.


"Aku hanya ingin berbagi pada mereka dan aku senang melakukannya."


Mereka melanjutkan langkah ke rak yang lain untuk membelikan bahan dapur yang kurang di apartemen Zevin. Nazia kadang memasak di sana bersama Ivan.


Zevin memperhatikan Nazia memilih barang belanjaan jadi tersenyum sendiri. Beginikah, rasanya menemani calon istri belanja ? Segala sesuatunya harus di pilih dengan baik. Menunggu hari pernikahan itu tiba rasanya sangat lama. Padahal tinggal beberapa hari lagi. Zevin kadang manja tapi dia juga bisa dewasa, kadang lembut. Namun, bisa juga kasar.


"Sudah selesai?" Zevin masih setia mengekor langkah Nazia.


"Iya, ayo ke kasir !"


Zevin dan Nazia ikut mengantri bersama pengunjung yang lain, sambil bercanda dan tertawa mereka melangkah satu langkah ke depan mengikuti langkah orang di depan.


"Nazia."


Zevin dan Nazia bersamaan  berbalik ke asal suara. Sedikit terkejut melihat orang yang di belakang mereka.


"Tante Anggi, kak Erika !" Nazia tersenyum canggung.

__ADS_1


Zevin menarik tangan Nazia untuk maju lagi karena di depan kasir sudah kosong. Ibu Anggi dan Erika memperhatikan Nazia dan Zevin saling bertautan tangan, lalu melihat barang belanja mereka ada susu ibu hamil di dalamnya.


"Boleh tante bicara padamu sebentar, Nak?" Ibu Anggi menyentuh lengan Nazia berharap dokter cantik itu mengabulkannya.


Nazia mengalihkan pandangannya pada Zevin meminta persetujuan. Dan di balas anggukan pelan dari calon suaminya itu.


"Mari, Tante."


Zevin memperhatikan punggung Nazia yang menjauh bersama ibu Anggi. Erika mengantri di belakang Zevin tanpa bertegur sapa karena Erika tidak suka dengan Zevin yang menolak ibu Anggi waktu itu.


Di sudut halaman supermarket itu, ibu Anggi dan Nazia duduk satu meja. Sebelumnya Nazia membeli minuman dingin untuk mereka berdua. Tak jauh dari mereka, terlihat Zevin selesai mengantri langsung keluar begitu saja tanpa menyapa Erika. Zevin memang tak berniat meramahkan diri. Ia mencari keberadaan Nazia, dilihatnya sedang bicara serius dengan ibu Anggi.


Zevin membuka belakang mobilnya lalu menyusun barang belanjaan mereka. Setelah selesai, mengecek ponsel sejenak lalu menghampiri Nazia. Di sana  juga ada Erika berdiri di samping ibunya sambil berbincang pada Nazia.


"Sudah selesai, sayang?"


"Iya."


"Ayo pulang ! cuacanya sedikit mendung." Zevin membantu Nazia berdiri.


"Baiklah, Tante, Kak Erika. Kami pulang dulu." Pamit Nazia.


Ibu Anggi menatap kepergian Nazia dengan sedih.


Mobil Zevin meninggalkan tempat itu. Sudut matanya melirik wajah calon istrinya itu. Sejak tadi Nazia belum bicara apapun hanya diam melihat lurus ke depan.


"Kenapa diam, sayang?" Zevin menggenggam tangan gadisnya


"Aku lelah." Nazia menyandarkan kepalanya di lengan Zevin.


Sudut bibir pria ini terangkat, tidak pernah Nazia bermanja-manja dengannya. Ia menepikan mobilnya lalu meraih kepala Nazia ke dada bidangnya. "Ada apa sayang ? ayo ceritakan jangan di simpan sendiri ! Boleh aku tahu apa yang di bicarakan tante Anggi padamu?" Tanyanya lembut sambil merapikan helaian rambut kekasihnya yang sedikit berantakan.


Nazia semakin menenggelamkan wajahnya di dada Zevin. Tangannya merangkul kuat tubuh pria itu seakan takut di pisahkan. "Ibu Anggi meminta aku kembali pada Alby."


Zevin tersentak, segitu inginkah ? Mereka pada Nazia. Kemarin putranya yang meminta dan hari ini ibunya. Apakah Zevin sudah jahat ? memaksakan dirinya pada Nazia. Tapi sedikit pun, hati Zevin tidak meragukan bidadari hatinya itu. Ia percaya pada perasaan Nazia terhadapnya.


...----------------...


Kilas Balik

__ADS_1


Nazia memberikan satu botol minuman yang dingin pada ibu Anggi. Mereka cukup lama terdiam merasakan sensasi air dingin itu melewati tenggorokan, meski cuaca sedikit mendung tapi tidak menghilangkan rasa dahaga setelah mengelilingi rak barang di dalam supermarket.


"Zia maafkan Alby." Ucap Ibu Anggi memberikan tatapan harap dan sedih.


"Aku sudah memaafkannya, Tante." Nazia meyakinkan melalui sorot matanya.


"Dia begitu terpuruk ! Akhir-akhir ini sering pulang larut malam dari kantor. Dia seperti tidak terurus meskipun tinggal bersama kami kembali." Kata Ibu Anggi menyentuh punggung tangan Nazia.


"Tante, Alby memiliki istri mintalah istrinya agar mengurusnya. Tante salah jika membicarakan perihal Alby padaku!" Jelas Nazia lembut namun tegas.


"Alby akan bercerai dengan Sherin !Tante ingin kamu kembali pada, Al. Dia pasti berubah Nak. Al, masih mencintaimu." Ibu Anggi berusaha membujuk.


"Maaf tante, aku sudah memiliki calon suami ! " Tegas Nazia sedikit datar.


"Dokter, Zev ?! Kamu yakin mencintainya ? bukan pelarian mu ?" Tanya ibu Anggi sedikit meragukan.


"Sayang sekali dia bukan pelarianku ! Aku benar mencintainya. Cinta pertamaku dan pria terakhir untukku!"


Ibu Anggi terdiam, tidak ada cara lagi untuk membuat Nazia kembali pada putranya. Haruskah, menggagalkan pernikahan Nazia dan Zevin ? Apa kekayaan bisa mengembalikan Nazia ke sisi putranya?


Dari jauh Zevin sudah keluar dari dalam supermarket, ia juga sudah selesai menyusun belanjaan mereka.


"Tante maaf aku harus pulang. Aku mengundang tante secara langsung datang ke pernikahanku."


Ibu Anggi hanya diam raut wajahnya sangat sedih. Dia sangat ingin Nazia menjadi menantunya. Selain Nazia wanita yang baik, ia juga akan memberikan pengaruh besar pada Alby nantinya. Karena saat ini Alby seperti seseorang kehilangan arah beruntung ada Jimmy di sampingnya.


Kilas balik selesai


...----------------...


Zevin tersenyum mendengar cerita Nazia.  Ia sedikit menjauhkan tubuh dari kekasihnya lalu menatapnya lekat dan berkata. "Terimakasih sudah memilihku, sayang." Mendaratkan ciuman penuh cinta di kening Nazia.


"Aku hanya ingin kamu ! Bukan dia atau yang lainnya. Jangan pernah meragukan aku ! Kamu bukan pelarian ! Aku benar menyimpanmu di hatiku."


"Aku tidak meragukan mu." Balas Zevin yakin mendekatkan wajahnya kemudian meraup bibir Nazia menyesap bibir cantik itu dengan lembut.


Ciuman pertama di bibir Nazia dalam keadaan bangun. Zevin tidak lagi mencuri ciuman seperti sebelumnya.


"Kita pulang." Zevin tersenyum senang di balas anggukan Nazia.

__ADS_1


Meskipun Abel mendapatkan ciuman pertamamu, tapi aku pemilik selamanya. Abel aku akan menepati janjiku untuk membahagiakan dia yang kita cintai


__ADS_2