Suami Manja Dokter Zi

Suami Manja Dokter Zi
Alasan Zevin


__ADS_3

Dalam diam nya Nazia selama ini  telah membuat mimpi nya menjadi sebuah kenyataan. Memiliki rumah praktek pribadi adalah impian Nazia sejak di bangku SMA. Saat itu, ia sedang menemani ibu nya untuk berobat disalah satu klinik dekat tempat tinggal nya. Nazia terkagum dengan sosok dokter yang tengah memeriksa ibu Mira. Sejak saat itu lah hati kecil nya terpanggil menjadi seorang dokter.


Nazia sedang meninjau pembangunan rumah itu, bangunan nya tidak besar tapi menampung tiga ruang praktek di dalam nya. Nazia akan menerima jika ada dokter yang ingin praktek di luar rumah sakit di rumah praktek pribadi nya.


Nazia sudah menyiapkan dengan sempurna. Selepas praktek di rumah sakit, ia juga akan buka praktek pribadi  sore hari, begitulah rencana yang tersusun di kepala Nazia. Akhir-akhir ini ia mulai sibuk mengurus dokumen lisensi nya agar bisa buka praktek sendiri.


Pembangunan rumah itu  sudah mencapai delapan puluh persen. Ivan juga memberikan sebagian hasil restoran nya untuk membantu Nazia membeli mesin dan peralatan medis lain nya.


"Mimpi mu sebentar lagi terwujud" Ucap Ivan berdiri di samping Nazia.


"Iya, aku sangat bahagia." Gadis itu tersenyum puas.


"Ayo kita pulang, tapi sebelum nya kita singgah ke restoran dulu." Ucap Ivan.


"Iya."


Pria kemayu itu ada sedikit perubahan. Ia tidak lagi memakai baju-baju yang berwarna feminim. Namun aktivitas perawatan layaknya wanita masih ia lakukan bersama Nazia. Kadang mereka berdua menghabiskan waktu berjam-jam di salon.


Mobil Ivan berhenti di depan restoran.


"Tunggu disini aku hanya sebentar mengambil buku laporan keuangan" Ucapnya


"Iya, cepat sedikit aku gerah sudah sore"


Ivan turun dari mobi lalu berlari kecil masuk kedalam restoran.


"Aaah."


"Maaf saya tidak sengaja" Ucap Ivan. Karena terburu-buru ia tak sengaja menyenggol seseorang.


Wanita itu hanya diam membisu menatap tak berkedip pada Ivan.


Dia bukankah, selingkuhan Nazia ?


Dia adalah Sherin yang baru selesai bertemu dengan teman nya. Ia penasaran ingin mencari pria itu namun disaat yang bersamaan Alby dan juga Jimmy datang ketempat itu.


"Kalian disini." Sherin tersenyum manis.


"Hm." Jawab Alby datar


Jimmy mengekor tuan nya duduk di kursi, kemudian ia memesan makanan untuk nya dan Alby. Pengunjung restoran lumayan ramai karena itu membuat Ivan turun langsung membantu koki yang ada di dapur nya. Sebelum nya, ia menelpon Nazia agar ikut masuk karena sekarang dirinya harus membantu sebentar di dapur.


Alby, Jimmy duduk sambil berbincang tak lama Sherin juga kembali masuk kedalam menyusul Alby dan Jimmy. Alby hanya fokus berbincang pada Jimmy dan mengabaikan Sherin di samping nya. Jimmy terfokus pada sosok yang baru masuk.


"Nona Zia !"


Nazia mencari arah suara. Matanya tertuju pada tiga orang yang duduk di meja tengah-tengah. Jimmy langsung berdiri dan melangkah menyapa.


"Kak Jimmy."


"Bagaimana kabar, Nona?" Tanya Jimmy tersenyum ramah.


"Kabar ku baik. Panggil saja nama ku kak Jimmy." Balas Nazia.


"Baiklah kalau itu mau mu, kamu mau makan?" Tanya Jimmy


"Tidak, aku ingin menemui seseorang, kalau begitu aku masuk dulu." Ucap Nazia lembut dan di balas anggukan pria itu.


Alby menatap lekat pada Nazia. Cantik, lembut, perhatian tapi semua hanya tinggal kenangan. Alby merasa kecewa karena gadis itu tidak melirik nya sedikit pun saat berbincang pada Jimmy.


"Apa yang kalian bicarakan?"


"Tidak ada yang serius hanya bertanya kabar" Jawab Jimmy santai.


Alby mengepal tangannya kesal ada perasaan tidak senang melihat Jimmy akrab pada Nazia. Sementara itu, Sherin melihat tak suka pada asisten suaminya. Pesanan mereka telah di antar oleh pelayan, bersamaan itu juga Nazia dan Ivan keluar untuk pulang.


"Nazia." Panggil Sherin. Senyum jahat mengembang di bibirnya. Ia seolah ingin membuktikan jika Nazia benar-benar selingkuh. "Hei ! Nazia, aku memanggil mu !" Bentaknya karena pemilik nama bergeming.


Alby memilih diam dan menatap wajah Nazia  penuh rindu. Sementara Jimmy menggantung sendok nya melihat pada dokter cantik itu.


Ivan langsung mendekat ke arah meja. "Nona, saya pemilik tempat ini dan koki nya. Jika ada keluhan yang ingin anda sampaikan, silahkan katakan pada saya. Karena, kakak saya tidak tahu tentang urusan disini." Ucapnya sengaja menjawab panggilan Sherin.


"Kakak ?!" Ucap Sherin terkejut.


"Iya ! Dia kakak saya, memang apa yang anda pikirkan?" Sinis Ivan melemparkan tatapan pada Alby.

__ADS_1


Nazia menarik tangan Ivan.


"Ayo pulang aku gerah"


Ivan mengangguk lalu menggandeng tangan gadis itu keluar dari restoran. Jimmy tersenyum, dalam hatinya sangat senang karena Ivan dengan sendiri nya menjelaskan siapa dirinya pada tuan muda di samping nya.


Alby meremas gelas di tangannya mendengar kata-kata Ivan. Ia juga mengutuk kebodohan nya. Karena tidak percaya pada Nazia.


Sherin diam membeku, ia telah menghasut Alby dengan mengatakan perselingkuhan Nazia dan Ivan. Ia merasa takut melihat wajah suaminya yang seperti ingin melahapnya hidup-hidup


...----------------...


Malam perjodohan Zevin sudah tiba, ia sangat tidak bersemangat. Namun, Zevin juga bukan orang bodoh yang datang begitu saja di perjodohan itu. Ia masih duduk manis di atas kasur sambil membuka ponsel nya.


"Erik, kamu sudah mempersiapkan  semua yang aku minta?" Tanya Zevin saat telpon sudah tersambung.


"Sudah, Tuan."


Erik adalah pengawal yang selama ini bersama Nazia tanpa di ketahui olehnya. Dia juga yang memberikan tendangan di tubuh Alby saat memukul Ivan. Erik yang selama ini jadi kaki tangan Zevin. Dan saudara Erik juga yang bertugas menjadi direktur rumah sakit milik Zevin.


Malam ini, ia hanya menggunakan kemeja tanpa berniat mengatur penampilannya. Satu jam lalu ia juga sudah dapat informasi tentang wanita pilihan ibu nya itu.


Mobil Zevin berhenti di depan kediaman  Indra Jaya. Para pelayannya mengangguk menyambut kedatangan tuan muda nya. Erik membawa Zevin masuk melalui pintu samping. Karena tamu Pak Indra dan ibu Felisya ada di ruang tengah.


"Tuan, Zev ! Kenapa masuk lewat samping ?" Tanya asisten rumah tangga kaget .


"Aku langsung ke kamar jangan mengatakan apa pun pada mama atau papa." Titah Zevin.


"Baiklah anda bisa naik sekarang." Ucap pelayan bernama Kiki itu.


Zevin mengangguk lalu mengendap naik ke lantai atas tempat dimana kamarnya berada.


Ibu Felisya sudah gelisah karena Zevin belum datang. Sebenarnya Pak Indra tidak setuju dengan perjodohan itu namun karena rasa sayangnya pada Zevin sangat besar, ia harus  menyetujui nya.


Ibu Felisya mencoba menelpon putranya itu. "Kamu dimana, Zev?" Tanya mnya setelah telpon tersambung.


"Aku tidak akan datang, Ma. Aku sudah melihat wanita yang akan dijodohkan dengan ku. Mama yakin akan menjodohkan aku dengan wanita itu ? Aku tidak menyukai nya"


"Iya Zev dan mama tidak mau mendengarkan penolakan dari mu" Ucap Ibu Felisya.


"Apa alasan mu menolak nya?" Tanya ibu Felisya


"Dia adalah mantan kekasih ku, dia juga yang membuat ku di hukum papa karena tagihan kartu kredit ku membengkak dulu. Dia hanya ingin uang ku. Jika mama masih berniat menjodohkan ku dengan nya maka mama juga harus bersiap aku jadi mesin ATM nya."


"Lalu mama harus apa?" Tanya ibu Felisya bingung.


"Batalkan perjodohan ini, teman mama itu sudah menipu banyak orang dengan berkedok arisan,  jika mama tidak ingin terseret jauhi dia kalau papa sampai tahu, aku yakin tuan indra itu marah besar."


Ibu Felisya mematikan telpon, ia langsung bergegas menemui tamu nya di ruang tengah.


"Bagaimana, Fel. Apa putra mu menerima perjodohan ini?" Tanya ibu Linda si calon besan.


Ibu Felisya melihat wajah wanita muda di samping Ibu Linda. Polos tapi bukan polos, lugu tapi tidak lugu dia Amelia mantan kekasih Zevin semasa kuliah.


"Putra ku menolak. Aku sudah berjanji pada nya jika dia tidak menyukai putri mu, maka dia berhak menolak" Jawab ibu Felisya


"Kamu jangan mempermainkan ku Fel !" Ucap Ibu Linda.


"Aku tidak mempermainkan mu. Aku juga berterimakasih pada putra ku karena menunjukkan siapa kamu dan putri mu" Ucap Ibu Felisya.


Ibu Linda dan Amelia menjadi emosi.


"Putra mu belum melihat Amelia, bagaimana ia bisa menilai sesuka nya?"


Ibu Felisya tersenyum.


"Aku yang bodoh menyetujui usul mu untuk menjodohkan putra ku pada Amelia. Apa kamu lupa siapa keluarga ku? Asal kamu tahu putra ku sudah melihat Amelia dan dia tidak menyukai nya "


"Nyonya Felisya ini titipan dari putra anda." Erik datang memberikan map berisi tentang kejahatan ibu Linda pada peserta arisan nya.


Wajah ibu Linda menjadi pias melihat senyum sinis di wajah Ibu Felisya. Sementara itu pak Indra hanya duduk menyaksikan tanpa berniat ikut campur.


"Berapa puluh  juta kamu menipuku, Linda?" Tanya Ibu Felisya.


"Ma—maafkan aku, Fel. Ini aku lakukan demi menunjang karir putriku."

__ADS_1


Amelia menatap kesal pada ibu nya.


"Ma ayo pulang !"


Gagal sudah menjadi nyonya di rumah ini. Cih aku penasaran seperti apa wajah pria yang akan di jodohkan dengan ku


"Pertanggung jawabkan perbuatan mu besok di depan anggota yang lainnya. Jika kamu lari aku pasti menemukan mu" Kata ibu Felisya.


Ibu Linda dan Amelia segera pergi dari kediaman keluarga Indra sambil menggerutu kecewa.


"Mama bersusah payah membujuk nya untuk menjodohkan putra nya pada mu tapi rupanya putra nya sangat pintar" Ucap Ibu Linda.


"Aku juga penasaran wajah putra tuan Indra. Kenapa mereka menyembunyikan nya selama ini? apa dia cacat? Atau buruk rupa?" Ujar Amelia.


Rumor itu sebenar sejak dulu memang sudah ada tentang putra keluarga Indra. Publik sangat penasaran pada pewaris itu. Sampai saat ini mereka berasumsi jika tuan muda keluarga Indra terlahir cacat maka dari itu tidak pernah di perkenalkan pada publik.


Menyembunyikan identitas adalah keinginan Zevin sendiri, ia tidak suka tiap langkah nya di ikuti bodyguard. Zevin ingin menjadi seorang yang bebas.


Pak Indra pun tidak keberatan pada keinginan putra nya itu karena ada baiknya orang-orang tidak mengenal sosok putra nya. Ia yakin akan ada waktu nya tiba menunjukkan siapa putra nya.


Zevin keluar dari kamar nya untuk bergabung bersama kedua orang tua nya.


"Ma, Pa."


"Kamu ada disini?" ibu Felisya terkejut.


"Sejak tadi aku di kamar" Jawab Zevin santai.


Pak Indra terkekeh sebenarnya tahu jika Zevin ada dikamar, tanpa sengaja ia melihat putra nya itu mengendap masuk.


"Ma, aku ingin bicara serius pada mama." Mimik wajah Zevin berubah datar.


"Iya sayang bicaralah"


"Ma, aku sudah tumbuh dewasa, aku juga tahu baik atau tidak. Aku juga bisa mengenal warna hitam dan putih. Sebenar nya, tanpa mama ikut campur masalah pribadi ku, aku bisa sendiri menentukan yang terbaik untuk ku" Kata Zevin.


Pak Indra beralih melihat pada istri nya dengan tatapan curiga.


"Apa mama melakukan sesuatu di belakang papa?"


Ibu Felisya tidak berani menjawab ia hanya diam menunduk.


Zevin masih menatap lekat ibu nya lalu berkata. "Ma, maaf jika aku melakukan ini. Aku sudah tahu apa saja yang mama katakan pada Nazia."


"Ma—maksud mu?" Tanya ibu Felisya terbata karena gugup.


Zevin tersenyum tipis melihat wajah pias ibu nya. "Nazia ! mama sudah bertemu dengannya, 'kan?"


Ibu Felisya mengangguk lemah.


"Apa wanita itu mengadu pada mu? Zev, dia hanya memanfaatkan mu" Masih kekeh dengan pemikiran nya.


Zevin menatap datar ibu nya. Pak Indra pun bisa melihat perubahan raut wajah putra nya. Tapi ia memilih menyimak saja.


"Dia tidak mengadu, aku sendiri yang meminta seseorang untuk mencaritahu kenapa, Zi. Menghindari aku ? Ma ! Zi, bukan seperti itu. Dia wanita baik, mandiri dan lembut. Dulu aku juga berfikiran yang sama dengan mama tapi nyata nya aku salah. Zi, bukan wanita yang gila akan materi. Asal mama tahu sampai detik ini, Zi belum tahu aku siapa ? Dia mengenal aku hanya pria sederhana senior nya di rumah sakit. Mama yang membongkar identitas ku pada, Zi."


Ibu Felisya hanya menundukkan kepala nya bersalah. Pak Indra merasa penasaran pada perbicangan istri dan anak nya itu.


"Kamu menyukainya, Nak?" Tanya pak Indra.


"Iya, Pa. Aku menyukai Zi" Jawab Zevin tersenyum.


"Tapi dia tidak menyukai mu, Zev. Kamu akan terluka kerena itu" Seru ibu Felisya.


"Aku tahu dia tidak menyukai ku tapi perlakuan mama pada Zi lebih menyakiti ku. Karena mama dia  menjauhi ku sekarang, aku sakit hati karena itu. Bertahun-tahun menyukainya, menahan cemburu saat orang lain bersama nya tapi ketika aku ada peluang untuk membuat nya bersama ku mama malah ikut campur" Ucap Zevin sangat kesal.


Ibu Felisya semakin merasa bersalah.


"Maafkan mama sayang. Mama salah, mama egois. Baiklah mama akan memperbaiki nya" Ucapnya menyentuh pundak Zevin dengan lembut.


"Jika dia tidak menjauhi mu lagi, maka bawa dia ke hadapan papa. Buat dia jatuh cinta pada mu. Papa mendukung mu" Ucap Pak Indra.


Zevin refleks memeluk sang papa karena bahagia. "Aku akan memperjuangkannya"


Pak Indra mengangguk lalu menepuk pundak sang putra penuh cinta. Dalam hati pak Indra sedikit terusik dengan kata mencari tahu yang baru di lontarkan Zevin

__ADS_1


__ADS_2