Suami Manja Dokter Zi

Suami Manja Dokter Zi
Zevin Nazia


__ADS_3

Hari demi hari terlewati dengan banyak hal yang terjadi. Ada meninggalkan kesan yang baik, ada pula tidak. Hari ini merupakan hari yang baik dan ditunggu-tunggu semua orang.


Setelah semua persiapan yang sempurna. Maka saat ini, Zevin tengah berdiri mematutkan bayangan dirinya dikaca cermin. Senyumnya mengembang sempurna karena puas dengan penampilannya. Zevin mengenakan tuxedo putih serta rambut yang berponi disisir kebelakang memberikan kesan dewasa pada dirinya.


"Bagaimana menurutmu?" Zevin bicara pada pantulan Erik di kaca cermin.


"Sempurna tuan !" Jawab Erik mengacungkan dua jempolnya.


Zevin tersenyum puas.


"Akhirnya hari ini datang juga." Ia menghembus nafas beratnya.


"Anda pantas bahagia tuan, selama ini cukup anda bersabar. Sekarang nikmatilah manisnya buah kesabaran anda." Kata Erik.


"Terimakasih, Rik. Kamu masih bertahan sampai saat ini di sampingku." Ucap Zevin duduk di sofa bersama Erik.


"Sudah tugas saya tuan. Anda yang menjadikan saya seperti manusia dan melepaskan masa-masa kelam itu." Tutur Erik terharu.


"Tetaplah di sisiku ! Apa pun yang kamu butuhkan jangan sungkan padaku atau Zi nantinya." Zevin menepuk pundak Erik.


"Tentu tuan ! anda orang pertama yang akan saya datangi." Balas Erik hangat.nCukup lama mereka berbincang sambil menunggu waktu pernikahan.


Di kamar lain Nazia mengenakan gaun pengantin sedikit tertutup tapi masih memberikan kesan mewah dan anggun. Kali ini Zevin benar-benar tidak ingin berbagi pemandangan indah untuk orang lain.


"Kamu cantik sekali sayang !" Puji Ibu Mira.


"Aku gugup, Ma."kata Nazia menatap lembut wajah ibu Mira.


"Semua orang akan merasakan gugup saat pernikahannya sayang. Jangan dijadikan beban." Seru Ibu Serly.


Nazia mengangguk lalu menarik nafas dan menghembusnya perlahan. Ivan masuk bersama Vino ke kamar tempat Nazia dirias. Vino datang sendiri tanpa istrinya. Ia mengecup kening Nazia penuh rindu dan terharu.


"Ternyata adikku sudah dewasa ! Baru kemarin rasanya kamu meminta kakak menggendongmu, mengepang rambutmu dan membacakan dongeng tidur untukmu. Hari ini kamu akan jadi seorang istri, tetaplah ! Di sisi suamimu dalam suka dan duka." Ucap Vino.


"Terimakasih kak ! Sudah menjadi kakak terbaik untukku." Balas Nazia terharu.


Ibu Mira meraih Vino dan Nazia kedalam pelukannya mencium kening mereka penuh kasih sayang. Melihat hal itu Ivan tak mau ketinggalan, dia juga menyusupkan tubuhnya di perlukan ibu Mira.


"Kamu cantik sekali, Zi. Aku sedih setelah kamu menikah aku akan kesepian." Tutur Ivan di sela pujiannya.


"Setelah, Zi. Pulang bulan madu kamu bisa tinggal dengannya." Ujar Ibu Mira


"Apa kak Zev setuju?" Tanya Ivan ragu.


"Dia setuju ! Kami sudah membicarakan nya." Sahut ibu Serly.


"Benarkah ? Terimakasih, Zi." Ivan memeluk tubuh Nazia begitu Erat.


"Ehm ! Jangan peluk menantuku." Pak Indra berdiri bersandar di daun pintu sambil berpangku tangan.


"Ih Om Indra ! Kenapa sama kaya kak Zev ? Suka cemburu sama aku !" Kata Ivan cemberut.


"Eh, kau pria berhati wanita. Zi, sudah cantik ! nanti semuanya berantakan ! Tidak ada waktu lagi untuk meriasnya." Ketus pak Indra.


"Jangan mengganggu putra kesayanganku ! Apa kau kesini untuk melihat istriku?" Seru dokter Radit dari arah belakang.


"Percaya diri sekali anda ! Aku kesini untuk memberitahukan semua sudah siap. Kamu bawalah menantuku keluar dengan hati-hati." Kata pak Indra.


"Siapa tahu saja cinta lama belum kelar !" Cibir dokter Radit masih didengar oleh pak Indra.


Tak ingin panjang lebar pak Indra langsung meninggalkan kamar Nazia dan melangkah menuju kamar putranya.


"Zev, ayo keluar ! waktunya pernikahan." Ucap Pak Indra disusul oleh ibu Felisya.


"Iya pa." Jawab Zevin berdiri. Walau gugup tapi Ia berusaha menenangkan dirinya.


"Anda bisa berdiri dan berjalan tuan?" Tanya Erik.


"Kau pikir aku lumpuh !" Jawab Zevin


"Bukan seperti itu maksud saya, siapa tahu anda lemas lagi." Balas Erik.


"Tidak akan ! Kemarin aku hanya shock. Karena ,Zi. Mengatakan mencintaiku. Jawaban sejak lama aku tunggu." Jelas Zevin.


"Oh begitu ! Padahal saya sudah mempersiapkan kursi roda untuk anda." Kata Erik.


"Kau menyumpahiku benar-benar lumpuh !!" Kata Zevin sedikit berteriak.


"Benar kata Erik ! Tidak keren saja pengantin prianya bugar dan sehat tiba-tiba pakai kursi roda." Ejek pak Indra.


"Kalian mengeroyokku ?!" Ucap Zevin heboh.


"Sudahlah, Pa ! Ayo kita keluar." Ibu Felisya menengahi.


Zevin keluar dari kamar digandeng oleh ibu Felisya dan pak Indra lalu di belakangnya ada Erik dan Vian.


Hari ini bukan hanya hari pernikahan Zevin dan Nazia. Namun saatnya pak Indra memperkenalkan Zevin putranya. Walau pun pernikahan tertutup hanya mengundang rekan bisnis tertentu saja. Tapi pak Indra juga masih menghormati privasi Zevin yang tak ingin dikenal publik.

__ADS_1


Ia membuat peraturan untuk tamu undangannya agar tidak mengambil foto pernikahan dengan ponsel pribadi. Jika sampai itu terjadi maka pak Indra bisa mengambil sikap tegas. Pak Indra memperkenalkan Zevin pada rekan-rekannya secara pribadi tanpa mengumumkannya di atas panggung. Karena dia tahu putranya tidak nyaman dengan itu semua.


Zevin hanya mengikuti alur saja. Tanpa ingin berniat memperkenalkan dirinya sebagai putra Indra Jaya. Dari jauh, Nazia juga tiba digandeng oleh  dokter Radit dan pak Bram lalu di belakangnya ada ibu Serly dan Ibu Mira serta Rayya, Ivan dan Vino.


Zevin terkesima melihat Nazia sangat cantik mengenakan gaun pengantin warna senada dengannya.


"Kamu cantik sayang ! Harusnya semua orang disini menutup matanya." Bisik Zevin.


"Kenapa harus mengundang orang lain? Jika tidak mengijinkan orang lain melihat kita." Balas Nazia.


"Bukan kita sayang, tapi kamu !" Zevin mulai posesif.


Malas berdebat, Nazia memilih diam. Detik menit diresapi dan dihayati keduanya saat melakukan sumpah pernikahan. Ibu Mira menitikkan air mata haru setelah melihat putrinya menyandang status istri. Begitu juga dirasakan oleh pak Bram dan ibu Serly. Dokter Radit mengusap sudut matanya yang basah.


Hendrik, apa kamu juga menyaksikan putrimu hari ini  telah resmi menjadi seorang istri ? Bahagialah kawan ! Maaf aku mengambil alih tugasmu sebagai ayah.


Dokter Radit mengusap bahu ibu Mira memberikan rasa hangat. Karena istrinya semakin terisak.


Tak jauh dari mereka pak Bram dan Ibu Serly juga merasakan bahagia.


Abel putraku, pasti disana kamu juga menyaksikan Zi hari ini. Istirahatlah, Nak ! dia akan bahagia disini, papa dan mama merelakan dia untuk Zevin.


Kakek Ardian terisak pelan


Heru lihatlah ! cucu kita telah menikah.


Nazia dan Zevin selesai memasang cincin pernikahan. Ditangkupnya wajah Nazia dengan kedua telapak tangannya.


"Terimakasih sayang, sudah memilihku untuk menjadi suamimu. Jika dulu Tuhan hadirkan kamu sebagai teman untukku, maka hari ini Dia jadikan kamu sebagai istriku." Zevin memberikan ciuman lembut di kening Nazia.


"Terimakasih, sudah menungguku dalam waktu yang lama. Terimakasih, menghidupkan kembali cinta yang pernah mati dalam hatiku. Terimakasih... Telah menjadi sandaranku selama ini. Jika dulu Tuhan menghadirkan kamu sebagai teman suka dukaku. Maka hari ini Tuhan menjadikan kamu sebagai suamiku. Yang akan menghabiskan sepanjang waktu bersamaku. Aku mencintaimu suamiku" Balas Nazia tersenyum.


Wajah Zevin merona merah maksud hati ingin membuat hati Nazia berbunga-bunga malah sebaliknya. Dia yang merona mendengar kata manis dari istrinya. Dalam diam ternyata Nazia suka melihat rona merah di pipi Zevin.


Vino segera melangkah setelah Zevin dan Nazia selesai menerima buku pernikahan mereka.


"Selamat untuk kalian berdua. Kakak sangat bahagia. Dan kau adik ipar tetaplah bersama adikku dalam suka dan duka. Jika kamu mulai bosan padanya. Maka katakan padaku. Aku pasti datang menjemputnya pulang bersamaku. Karena itu lebih baik dari pada mengabaikannya." Kata Vino. Bergantian memeluk Nazia dan Zevin.


"Aku pastikan itu tidak terjadi ! Sebelum jadi istriku pun, tidak pernah bosan aku menunggu dan menyukainya. Percayakan dia padaku. Terimakasih Vin menyempatkan datang." Balas Zevin menerima pelukan Vino.


Pak Indra dan Nyonya Felisya serta kakek Ardian menghampiri Nazia dan Zevin. "Selamat sayang akhirnya kamu berhasil menikahi pujaan hatimu. Nak, terimakasih kamu bersedia menikah dengan Zevin" Ucap Ibu Felisya menggenggam tangan Zevin dan Nazia.


"Selamat, Nak. Papa sangat bahagia." Ucap pak Indra terharu. Tak menyangka putra yang selalu menggenggam tangannya diwaktu kecil, tidur di dadanya ketika lelah bermain bola. Kini telah menjadi seorang kepala keluarga.


"Terimakasih, Pa, Ma." Ucap Zevin dan Nazia bersamaan.


"Terimakasih, Kek ! Kami pasti akan belajar menjalani rumah tangga yang harmonis." Balas Nazia dan Zevin.


Pak Indra dan ibu Felisya  berpamitan menyapa teman-teman mereka. Banyak diantara mereka masih penasaran pada seorang Zevin. Masih tak menyangka yang mereka tahu dia adalah hanya seorang dokter yang merawat mereka ketika di rumah sakit ternyata dia adalah putra tuan Indra Jaya.


Setelah itu ibu Mira dan dokter Radit serta Ivan juga menghampiri Nazia dan Zevin.


"Sayang, putri mama sudah dewasa sekarang menjadi seorang istri patuhlah pada suamimu, Nak ! Dan untuk Zevin selalu dewasa bila menghadapi masalah seperti sebelumnya, mama yakin kamu pasti bisa menjaga dan membimbing istrimu." Ucap Ibu Mira.


"Iya, Ma." Jawab Zevin dan Nazia bersamaan.


"Selamat untuk kalian berdua ! Zevin mulai saat ini jangan panggil Om lagi. Tapi panggil papa sama seperti Zi dan Ivan." Ucap dokter Radit.


"Siap Om ! Eh Pa." Jawab Zevin tersenyum.


"Zizi selamat sayang ! Sekarang kamu resmi jadi istri ." Ucap Ivan memeluk Nazia.


"Jangan lama memeluk, Zi !" Seru Zevin.


"Jangan jahat padaku ! nanti kita juga tiap hari bertemu di rumahmu, Kak." Balas Ivan ingin memeluk Zevin. Tapi sebelum itu terjadi suami Nazia itu sudah bersembunyi di belakangnya.


Tingkah mereka berdua mengundang tawa pada yang lain dekat tempat mereka berdiri.


Dokter Radit dan ibu Mira memberikan kesempatan pada pak Bram dan Ibu Serly. Dari jauh senyum kedua suami istri paru baya ini mengembang menghampiri Nazia dan Zevin.


"Selamat sayang, kamu cantik sekali hari ini." Ucap ibu Serly memeluk erat tubuh Nazia.


"Mama terimakasih..." Lirih Nazia. Air matanya tak tertahan lagi.


"Nak, kamu pantas untuk bahagia. Zevin pasti bisa membahagiakanmu." Ucap pak Bram menghapus air mata Nazia lalu meraihnya kedalam pelukannya.


Nazia sesegukkan, seharusnya pak Bram dan Ibu Serly jadi mertuanya. Tapi kini malah  menjadi orang tua untuk Nazia. Air matanya masih mengalir bebas di pipinya.


"Jangan menangis sayang, jangan merasa bersalah ! kamu tidak mengkhianati Abel, Memang Tuhan mengaturnya seperti ini. Ketika dua orang mencintai satu wanita dengan tulus, Tuhan akan menjauhkan salah satunya dengan cara mendapat jodoh yang lain atau dengan cara mengambilnya. Bukan salahmu jika jatuh cinta lagi, itu adalah anugerah agar kamu bisa bangkit dan menata hati dan hidupmu. Bahagialah sayang." Ujar Ibu Sherly panjang lebar. Dia sangat tahu perasaan Nazia dan juga Zevin.


"Terimakasih tante sudah merelakan Zi untukku." Ucap Zevin.


"Nak, panggil kami sama seperti Zi. Sudah lama kami merindukan panggilan itu dari anak laki-laki." Ucap pak Bram berkaca-kaca penuh rindu.


"Baiklah ! Pa, Ma." Ucap Zevin. Ia memeluk pak Bram ikut menitikkan air mata harunya.


"Kamu pantas mendapatkannya. Berbahagialah !" Pak Bram mengusap lembut pundak Zevin di pelukannya.

__ADS_1


"Terimakasih. Ma, Pa." Ucap Zevin dan Nazia bersamaan.


Vian dan Rayya tak mau ketinggalan mereka juga menghampiri Nazia dan Zevin .


"Selamat sayangku. Sekarang kamu resmi jadi Nyonya Zevin Kavindra." Ucap Rayya memeluk Nazia.


"Terimakasih, Ay." Balas Nazia.


"Akhirnya penantianmu berakhir indah, Zev." Ucap Vian merangkul Zevin.


"Terimakasih Vian." Jawab Zevin.


"Jangan beri ampun !" Bisik Vian menggoda.


Wajah Zevin lagi-lagi merona. Alhasil Vian terkekeh berhasil menggoda Zevin sampai salah tingkah.


"Apa yang kalian bicarakan?" Selidik Rayya.


"Rencana membuat adik untuk Vira sayang." Jawab Vian tanpa filter.


Zevin meninju perut Vian. Entahlah dia jadi malu, padahal sebelumnya dia paling suka menggoda Nazia.


"Selamat Tuan, Nona." Ucap Erik ikut bergabung.


Zevin merentangkan tangannya menerima Erik. Pria itu membalas pelukan Tuannya lalu berbisik.


"Tiket bulan madu anda sudah siap besok pagi tinggal berangkat dan saya ada hadiah untuk anda, siapa tahu tenaga anda menghilang seperti waktu itu." Ujar Erik berbisik pelan. Zevin semakin salah tingkah tadi Vian yang menggodanya sekarang Erik.


"Jangan macam-macam !" Bisik Zevin.


"Tidak macam-macam Tuan, hanya satu macam. Saya sudah memesannya jauh-jauh hari." Balas Erik terkekeh. Karena setelah ini tuannya itu akan memakinya.


Selain Erik para rekan Zevin dan Nazia di rumah sakit juga ikut memberikan ucapan selamat pada mereka. Diantara mereka ada yang datang terlambat jadi tidak sempat bertemu dengan pak Indra. Yang mereka tahu pak Indra adalah tamu undangan karena berbaur pada rekan bisnisnya.


Tamu pak Indra juga mengucapkan selamat pada pengantinnya. Acara pernikahan ini dilaksanakan sampai malam hari karena langsung berlanjut ke acara resepsi. Kali ini tamu keluarga Indra hanya sedikit lebih dominan tamu dokter Radit dan pak Bram. Pak Indra sengaja mengundang kerabat dan kolega yang menurutnya sangat penting dan waktunya harus mengenal putranya.


Dari jauh seorang wanita tersenyum menghampiri Nazia dan Zevin.


"Maaf aku terlambat." Ucap Sherin.


"Tidak apa-apa. Terimakasih sudah datang." Ucap Nazia.


"Selamat untuk kalian berdua." Ucap Sherin.


"Terimakasih." Balas Zevin pendek.


"Kamu terlihat segar sekarang." Ucap Nazia senang.


"Semua berkatmu." Balas Sherin senang.


Setelah Sherin muncullah seseorang dengan tatapan sendu. Zevin dan Nazia menatap heran siapa yang mengundangnya? Dari jauh ibu Mira tersenyum mengangguk. Nazia faham ternyata ibunya yang mengundangnya.


Dia adalah Alby dan Jimmy yang baru datang. Lihatlah ! Zevin langsung  memeluk Nazia sangat posesif.


"Sayang lepaskan aku, yakin saja dia tidak akan menggangguku." Bisik Nazia.


Zevin melonggarkan pelukannya lalu memasang wajah datarnya. Alby bediri di depan Nazia dan Zevin.


"Double, Z ! Selamat atas pernikahan kalian." Ucap Alby sedikit tersenyum.


"Terimakasih, Al." Ucap Nazia tersenyum canggung.


"Zev, maaf atas sikapku tempo hari." Ucap Alby tulus.


"Aku sudah memaafkanmu." Jawab Zevin.


Jika kamu mengulanginya maka aku akan menghancurkanmu


Alby tersenyum tipis ia memaklumi sikap Zevin yang dingin padanya.


"Zia, dokter Zev selamat untuk kalian berdua." Ucap Jimmy tersenyum.


"Terimakasih, Kak." Balas Nazia.


"Kamu cantik sekali Zia, andai aku jadi pengantin prianya" Kata Jimmy tiba-tiba ingin  menggoda Zevin.


"Hei pria menuju tua ! Jangan memuji istriku hanya aku yang boleh ! Jangan bermimpi untuk menggantikanku !" Seru Zevin kesal.


"Aku hanya memujinya apa yang salah ?" Tantang Jimmy.


"Kamu ingin aku memotong urat tenggorokanmu itu !" Balas Zevin.


Jimmy terbahak lucu saja pikirnya si Zevin cemburu. Jika kebanyakkan orang cemburu akan mengamuk maka lain halnya dengan Zevin.


"Baiklah, aku tidak memuji istrimu lagi. Aku masih sayang pada suaraku yang merdu ini." Balas Jimmy.


Alby tersenyum kecut. Poin pertama yang Zevin miliki adalah kesabaran yang luas saat orang lain menggoda istrinya. Jika dirinya di posisi Zevin mungkin dia akan menarik kerah baju Jimmy.

__ADS_1


Penilaian Alby salah ! Zevin tidak memiliki kesabaran yang luas. Tapi pembalasan rasa cemburunya yang begitu halus.


__ADS_2