Suami Manja Dokter Zi

Suami Manja Dokter Zi
Satu Hari Bersama Alby


__ADS_3

Setiap hari Alby selalu memiliki cara agar  bisa bertemu Ralda, meski pun Erik memasang wajah tak bersahabat karena mendekati kakaknya. Namun, Alby tak gentar sedikit pun.


"Jim, bagaimana pendapatmu pada Rara?" Tanya Alby tengah menatap foto Ralda di ponselnya.


"Cantik, mandiri tidak jauh dengan tipe Nona Zia." Jawab Jimmy jujur


"Kamu benar, kenapa Zevin dan Erik selalu di kelilingi wanita seperti itu?"


"Mungkin di kehidupan tuan Zevin sebelumnya, ia kurang beruntung." Balas Jimmy santai.


"Jadi menurutmu, di kehidupanku sebelumnya. Aku termasuk orang beruntung dan di kehidupan sekarang aku mendapatkan kesialan !" Balas Alby kesal


"Mungkin iya, mungkin juga tidak, Tuan." Jawab Jimmy acuh.


Alby mendengus kesal bisa-bisanya Jimmy berpendapat seperti itu.


...----------------...


Hari ini Alby berniat mengajak Ralda jalan-jalan, setelah melewati berbagai proses menghadapi Erik.


"Awas kau macam-macam dengan kakakku !" Ancam Erik.


"Iya, kamu tenang saja adik ipar. Kakakmu akan kujaga bak sebuah permata." Balas Alby tersenyum.


Wajah Ralda bersemu merah, tak pernah selama ini ia di perlakukan istimewa oleh seorang pria.


"Hati-hati, pulangkan kakakku dengan sempurna. Jika satu goresanku temukan di tubuh kakakku maka, akan kubalas dengan puluhan goresan di tubuhmu !" Ucap Erik.


"Iya-iya, jangankan sepuluh. Seribu pun kukasih." Balas Alby senang.


Hari ini ia sangat bahagia karena bisa menghabiskan waktu bersama pujaan hatinya itu.


"Kamu mau kemana?" Tanya Alby memecahkan keheningan mereka berdua di dalam mobil.


"Terserah kamu saja." Balas Ralda.


Alby melajukan mobilnya dengan penuh kebahagiaan. Tak menyangka jika hari ini akan datang meskipun belum resmi menjadi sepasang kekasih.


Mereka berhenti di salah satu tempat wisata pinggiran kota. Di sana terdapat air terjun, tak hanya itu di sana juga ada kedai yang menjual makanan yang berciri khas desa itu.


Sangat sejuk dan segar tidak ada polusi di sana, selain suara gemercik air terjun. Ada hamparan sawah yang membentang luas memanjakan mata. Benar-benar indah.

__ADS_1


"Kamu suka tempatnya?" Tanya Alby.


"Sangat suka, kapan-kapan aku mengajak Kak Zi dan Tuan ke sini. Sungguh sejuk aku bosan pemandangan kota, sesekali mataku perlu penyegaran seperti ini." Ujar Ralda senang.


"Kamu benar sesekali kita memanjakan mata dengan hal yang Indah, sama seperti dirimu yang begitu indah." Balas Alby memulai aksi rayunya.


Ralda tersipu malu.


"A—aku ingin berdiri di atas batu itu. Ingin merasakan percikan air terjun." Ralda berusaha mengalihkan kecanggungan nya.


"Ayo hati-hati perhatikan langkah mu, batu-batunya sedikit licin." Alby menggandeng tangan Ralda.


Cukup kaget Ralda merasakan hangatnya telapak tangan Alby.


"Iya, terimakasih mengingatkan ku." Ia membungkuk melepaskan sepatunya.


Ralda benar-benar menikmati percikan air itu mengenai wajah nya. Alby tak membuang kesempatan untuk mengabadikan moments itu. Di mana Ralda terlihat cantik dengan rambut terurai menggunakan baju santai dan tidak memoleskan make up tegas seperti di kantor.


"Ayo sini kamu juga harus meditasi." Ralda menarik tangan Alby agar duduk bersama nya.


Mereka menghadap air terjun dan memusatkan pikiran mereka mencari ketenangan melalui suara air jatuh. Serasa cukup, Ralda dan Alby meninggalkan lokasi dan berpindah tempat ke area persawahan.


Ralda berlari kecil, menghampiri padi yang mulai berisi. Alby tersenyum bahagia, tak sia-sia menempuh perjalanan satu jam ketempat ini  karena wanita pujaan hati nya terlihat sangat senang.


Alby mendekat dan berjongkok mencium padi itu.


"Wangi sama seperti kamu." Ia mulai menggombal lagi.


Ralda membuang pandangannya karena malu. Alby kembali terkekeh dan berkata


"Kamu suka makan ikan ?"


"Sangat suka." Jawab Ralda semangat.


"Baiklah, ayo kita pilih ikan di tambak itu. Saat nya makan ! di sana ada rumah makan nya, kita bisa meminta mereka memasak ikan sesuai yang kita mau." Jelas Alby, sambil menggenggam tangan Ralda.


Setelah sampai di tempat yang di maksud. Alby dan Ralda memilih ikan yang ingin dimakan masing-masing. Lalu meminta pemiliknya mengolah ikan itu dengan cara di bakar dan di goreng.


Sambil menunggu Alby dan Ralda memilih memetik buah jeruk yang langsung matang di pohonnya. Ingin melepas dahaga kedua nya meminta pemilik pohon jeruk itu menimbang hasil petikan mereka dan membayarnya.


"Kak, coba lah jeruk nya manis." Ralda menyuapi satu bilah buah jeruk ke mulut Alby.

__ADS_1


Dengan senang hati Alby menerima nya. Namun setelah jeruk itu menyentuh lidahnya  wajah Alby menampilkan ekspresi kecut.


"Kamu mengerjai ku? Jeruk nya asam !" Ia berusaha mengunyah jeruk itu.


Ralda terbahak. Ia sengaja mengambil buah yang belum matang untuk mengerjai Alby.


"Jeruk nya manis, lidah mu saja yang bermasalah." Ejek Ralda. Ia langsung berlari ke pondok menunggu makanan datang.


"Sini buah nya." Alby berusaha mengejar Ralda.


Karena tak bersiap  dikira nya Alby tak mengejar, Ralda tak bisa berlari jauh.


"Maaf, maaf, sini biar ku ganti dengan jeruk yang manis." Ralda berusaha menjauhi jeruk di tangan nya dari Alby.


"Tidak mau, kamu juga harus merasakan asam nya." Balas Alby berusaha meraih jeruk itu.


Tanpa di sangka posisi mereka begitu dekat, dan akhir nya mata mereka bertemu. Kedua nya tertegun memandang wajah lawan nya masing-masing.


"Maaf." Ralda memutuskan pandangan mereka, Jantung nya berdegup kencang, ia dapat merasakan hembusan nafas Alby menerpa kulit wajah nya.


"A—aku juga minta maaf." Balas Alby terbata. Ia salah tingkah karena sedekat itu.


Setelah cukup lama menunggu pesanan makanan, akhir nya datang juga. Mata Ralda berbinar melihat ikan Nila bakar berserta lalapan nya.


Tak sabar ia pun mulai mencicipi nya, Alby tersenyum melihat sisi lain Ralda hari ini. Wanita yang selalu datar dan serius dalam bekerja bisa juga ceria.


"Bagaimana enak?" Tanya Alby. Ia masih belum mencoba makanan nya.


Ralda tersenyum


"Sangat enak coba lah." Tanpa sadar menyuapi Alby dengan tangan nya sendiri.


Melihat hal itu Alby tak menyia-nyiakan kesempatan.


"Kamu benar ! Ikan bakar nya enak bumbunya berasa sekali." Ucap Alby.


Dua sejoli ini menghabiskan waktu satu hari di tempat itu banyak tempat santai dan tersedia sayur, ikan dan buah segar langsung di petik.


"Besok-besok, aku akan mengajak tuan Zev dan kak Zi makan di sini. Ujar Ralda.


"Iya, pasti seru jika banyak orang." Balas Alby.

__ADS_1


Karena hari mulai sore mereka bergegas meninggalkan tempat itu.


__ADS_2