
Zevin dan Nazia sampai di kota tujuan. Untuk tempat ini ! Erik berbaik hati, ia langsung menyediakan jemputan untuk pengantin baru itu di bandara.
"Kamu pasti lelah karena tadi aku tidur di bahu mu, sekarang tidur lah !" Ucap Zevin. Ia menepuk paha nya agar Nazia berbaring.
"Aku duduk saja." Balas Nazia menolak.
"Jangan membantah sayang ! Kamu harus menyimpan tenaga mu untuk nanti malam." Bisik Zevin.
Nazia tertunduk malu, tidak lama ia langsung merebahkan tubuh nya dan menjadikan pangkuan Zevin sebagai bantal nya.
"Jalan pak !" Ucap Zevin pada sopir yang menjemput mereka.
Tangan nya membelai rambut panjang istri nya. Kemudian meraih tas kecil yang ada di belakang lalu mengambil selimut tipis untuk menutupi tubuh Nazia yang mulai terlelap.
Cukup memakan waktu lama, mereka akhir nya sampai ke sebuah Villa milik keluarga Indra. Zevin menunduk lalu mencium pipi Nazia.
"Tuan kita sudah sampai." Ucap sopir
"Baiklah , kamu turun kan dulu barang-barang nya ! Aku akan membangunkan istri ku." Balas Zevin.
Sopir mengangguk lalu membuka pintu belakang, satu persatu-persatu dia membawa barang masuk kedalam Villa. Tak lama, keluarlah sepasang suami istri seusia ibu Felisya dan pak Indra. Mereka yang bertugas merawat Villa itu selama ini.
"Selamat datang, Nak. Zev !" Sapa mereka berdua. Di sisi kaca mobil.
"Iya ! Paman, Bibi. Bagaimana kabar kalian?" Jawab Zevin.
" Kabar kami baik, Nak ! Apa yang bisa kami bantu?" Tanya pak Danu. Karena barang bawaan sudah di bawa masuk oleh sopir.
"Siapkan air hangat untuk istri ku." Ucap Zevin.
"Baiklah" Jawab Ibu Nani.
Zevin mengelus pipi Nazia lalu berbisik. "Cinta kita sudah sampai."
Nazia tak merespon. Karena gemas, Zevin mencium seluruh wajah nya dan benar saja, istri nya itu terbangun. Pelan-pelan mata nya terbuka lalu berusaha duduk.
"Kita sudah sampai? Maaf, aku ketiduran sangat lama. Kaki mu pasti kebas ." Ucap Nazia mencepol rambut nya ke atas.
Zevin tersenyum.
"Tidak masalah asal istri ku nyaman di perjalanan. Seperti nya bulan madu yang kedua harus di atur oleh ku sendiri, pria durhaka itu mengerjai kita." Nada bicaranya terdengar sedikit kesal.
"Ini dimana? Sini kaki mu luruskan dulu, biar kita bisa keluar dari mobil." Ucap Nazia. Mengangkat kedua kaki Zevin ke atas pangkuan nya.
"Ini di Villa milik papa, dekat sini ada pantai yang masih indah dan jarang di kunjungi banyak orang. Karena, untuk menempuh perjalanan kesini perlu mengeluarkan banyak biaya dan waktu." Jelas Zevin.
"Tempat yang bagus ! Kenapa kamu kesal Erik memilih tempat ini?" Kata Nazia memencet ujung jempol kaki Zevin.
"Sebenar nya, aku memilih bulan madu kita keluar Negeri. Tapi, dia merubah rencana tanpa sepengetahuan ku ! Ayo sayang, kita turun ! kaki ku sudah tidak kebas lagi." Balas Zevin. Menurunkan kaki nya dari pangkuan nya.
Mereka berdua turun dari mobil, Nazia di buat takjub dengan sekeliling Villa itu. Sangat bagus dan indah, tertata rapi dan mewah.
"Indah sekali ! Banyak jenis bunga di sini." Ucap Nazia berbinar.
Zevin berdiri di belakang Nazia lebih tepat nya memeluk istri nya itu dari belakang. Tangan nya melingkar erat di tubuh Nazia lalu berkata
"Kamu mau? Aku akan membeli nya setelah kita pulang nanti. Aku juga sudah menyiapkan tempat mu berkebun. Ayo masuk !" Mengecup pipi Nazia dengan lembut.
Jika dulu Zevin memeluk Nazia dalam keadaan tertentu saja. Maka saat ini, dia bisa memeluk nya sesuka hati, di mana pun ! Dan kapan pun.
Walau tubuh Nazia termasuk tinggi. Tapi, masih terlihat pendek jika di sandingkan dengan suami nya. Kepala Nazia tepat sebatas dada Zevin hal itu membuat nya selalu mendapat banyak ciuman di pucuk kepala nya.
Nazia dan Zevin memasuki Villa itu. Di sana, ibu Nani dan pak Danu menunggu mereka di depan pintu.
"Selamat datang Nona." Sapa Sepasang suami istri itu.
"Panggil saya Zi. Bu, Pak." Balas Nazia ramah.
__ADS_1
"Baik lah ! Kalau begitu, kamu juga bisa memanggil kami Paman dan Bibi. Air hangat untuk mandi sudah Bibi siap kan. Sebentar lagi makanan juga matang." Ujar ibu Nani.
"Baik lah Bi, terimakasih kami mandi terlebih dulu." Ujar Nazia.
"Iya Nak Zi. Kami pamit kebelakang dulu. Jika, perlu sesuatu panggil saja." Ucap Ibu Nani.
"Iya, terimakasih Paman, Bibi !" Jawab Nazia tersenyum.
Zevin menarik tangan Nazia ke kamar mereka yang terletak di lantai bawah. Nazia bingung karena koper mereka tidak ada di sana.
"Di mana koper kita?" Tanya Nazia.
"Di kamar atas, mandi lah ! Pakaian kita sudah di siapkan." Ucap Zevin. Di balas anggukan oleh Nazia.
Sementara Nazia mandi, Zevin naik ke lantai atas mengecek kamar utama. Karena hari masih sore ia bermaksud mengajak istri nya berkeliling di sekitar Villa.
Ceklek !
Pintu kamar mandi terbuka. Nazia mencari sosok suami nya. Tapi, tidak ada di sana. Ia masuk ke ruang ganti, di dalam lemari pakaian ukuran diri nya tergantung rapi dalam jumlah banyak.
Ia memilih salah baju santai dan memakai nya. Tak lupa, ia menyiapkan pakaian untuk Zevin sebelum duduk mengeringkan rambut nya. Nazia mengecek ponsel nya lalu mengirim pesan untuk keluarga nya bahwa mereka sudah sampai.
"Kamu sudah segar cinta." Suara Zevin mengalihkan perhatian Nazia
"Kamu dari mana? Mandi lah ! Sudah ku siapkan air hangat nya." Balas Nazia lembut.
"Siap Nyonya !" Jawab Zevin. Tak lupa meninggalkan kecupan di bibir istri nya.
Menghabiskan waktu lima belas menit Zevin keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk. Tubuh putih nya terlihat seksi dengan sisa air yang jatuh dari rambut nya.
Nazia tak berkedip, jika dulu ia sering melihat tubuh kerempeng Ivan ! Atau melihat tubuh kekar pria hanya di tv. Maka, hari ini pemandangan indah itu ada di depan mata nya. Tubuh Ivan memang kekar. Tapi, tak sebagus tubuh Zevin.
Dua kali sudah, Ia melihat setengah dari tubuh suami nya itu. Pertama, saat mengganti baju Zevin ketika pulang dengan keadaan babak belur, dan yang kedua hari ini. Zevin yang sibuk menggosok handuk kecil di rambut nya tak memperhatikan kekaguman istri nya.
Nazia melangkah menghampiri Zevin. Jari telunjuk nya terangkat menusuk-nusuk dada bidang suami nya. Zevin menghentikan pergerakkan tangan nya, lalu menatap heran pada istri nya.
Zevin terbahak.
"Ini nyata sayang ! " Menarik tangan Nazia dan menempelkan nya di dada dan perut nya.
"Dulu aku sering melihat nya di tv saja," Jawab Nazia. Masih dengan rasa kagum nya.
"Apa ?? Kamu sering melihat tubuh pria di tv? Aku harus menghapus ingatan mu itu ! " Ucap Zevin tak terima
"Tak hanya itu, aku juga sering melihat tubuh Ivan. Tapi, tidak seperti ini." Balas Nazia. Tangan nya masih menoel gemas bagian dada dan perut suami nya.
"Kamu sering melihat tubuh Ivan Juga?!" Tanya Zevin semakin tak terima. Mata indah istri nya itu melihat tubuh pria lain.
"Iya." Jawab Nazia masih dengan rasa gemas nya.
"Kalau begitu, mulai sekarang mata mu harus ku steril kan sayang, biar rekaman tubuh pria lain di mata dan ingatan mu terhapus. Bukan kah? Kamu sudah pernah melihat bagian tubuhku saat mengganti baju ku?" Ujar Zevin terkekeh.
"Saat itu aku tidak memperhatikan nya." Balas Nazia. Telunjuk nya masih saja menekan-nekan perut Zevin.
"Sekarang kamu bisa melihat, menyentuh nya sesuka mu" Goda Zevin.
Nazia tersadar dengan tingkah nya, langsung berbalik membelakangi suami nya. Saat ini ia benar-benar malu dengan tingkah konyol nya. Zevin menarik tubuh Nazia dan memeluk nya.
"Kamu hampir saja membangunkan bagian yang lain cinta." Kata Zevin. Setengah berbisik.
"Pa—pakai baju mu ! Aku lapar." Ujar Nazia terbata.
"Kamu menggemaskan sayang !" Zevin mencetak tanda merah di leher istri nya sebelum pergi ke ruang ganti.
Nazia mengusap wajah nya berulang kali agar mengurangi rona merah di pipi nya. Tapi, itu tidak berhasil karena diri nya sangat malu.
"Ayo keluar." Ujar Zevin sudah memakai pakaian lengkap.
__ADS_1
Di meja makan, semua makanan sudah tersaji. Ibu Nani mempersilahkan Zevin dan Nazia untuk makan.
"Bibi dan Paman, ayo kita makan sama-sama." Ujar Nazia.
"Kami makan di belakang saja, Nak." Balas ibu Nani tak enak hati. Takut mengganggu ketenangan pengantin baru itu.
"Istri ku, wanita bersahabat Bi, ayo ajak Paman makan bersama." Sahut Zevin.
Ibu Nani mengangguk.
"Baik lah ! Bibi panggilkan Paman terlebih dulu." Sambil melangkah ke belakang.
Sementara ibu Nani memanggil suami nya. Nazia meraih piring kosong dan mengisi nya untuk Zevin. Tak lama ibu Nani dan pak Danu bergabung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam sudah menjemput, di tempat lain. Sesosok pria berdiri di balkon kamar nya menatap jauh remang-remang lampu penerangan jalan.
Entah apa yang di pikirkan nya, hanya dia yang tahu. Kegundahan hati nya tak ada yang dapat menyelami nya. Masih terbesit rasa penyesalan nya dalam hati yang terdalam.
"Belum tidur?" Suara wanita dari arah belakang nya membuyarkan lamunan nya.
"Kak ! Aku belum mengantuk." Jawab Alby.
"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Erika ikut berdiri bersandar di dinding.
"Tidak ada." Jawab Alby singkat.
"Maafkan aku ! Karena, rasa kecewa ku pada mu telah mencapa kan Zia. Aku mengabaikan perasaan mu saat ini yang menginginkan nya kembali pada mu." Kata Erika. Diri nya menyesal karena pernah marah dan berjanji tidak akan membantu adik nya itu untuk kembali pada Nazia.
"Jangan di pikirkan lagi, aku memang tidak berjodoh dengan nya." Ujar Alby tersenyum paksa.
"Jadi kan pelajaran berharga, jangan karena ambisi mu, wanita baik di sisi mu di campakkan begitu saja." Balas Erika.
"Kakak benar ! Tapi untuk mendapat wanita seperti Zia seperti nya mustahil. Karena, yang seperti diri nya jarang di temukan." Tutur Alby.
"Itu lah yang di katakan orang, jangan membuang batu permata asli hanya demi permata palsu. Kamu tahu? permata asli meski tertutup lumpur sekali pun ia akan tetap terang, berbeda dengan permata palsu jika tidak di poles maka akan terlihat kusam." Kata Erika.
Alby mengangguk setuju. Cukup lama adik kakak itu berbincang. Akhirnya Erika kembali ke kamar nya. Alby merebahkan tubuh nya di atas kasur menatap langit-langit kamar nya hingga terlelap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Villa
Setelah jalan-jalan sore mengeliling sekitaran Villa. Zevin dan Nazia berbincang sejenak dengan pak Danu dan ibu Nani.
"Silahkan istirahat, Nak." Ucap pak Danu dan Ibu Nani berpamitan untuk ke rumah belakang.
Zevin dan Nazia mengangguk. Tanpa aba-aba Zevin menggendong Nazia lalu masuk kedalam lift di dekat kamar yang mereka tempati tadi.
"Kamar kita di sana sayang." Ujar Nazia.
"Itu hanya sementara." Jawab Zevin. Lalu meminta istri nya itu memencet tombol naik ke lantai dua.
Setiba nya di atas Zevin meminta Nazia membuka kamar utama. Setelah terbuka mata Nazia membulat sempurna melihat isi kamar itu. Entah kapan suami nya itu menyulap nya jadi kamar pengantin. Zevin meletakkan Nazia perlahan di atas kasur.
"Kamu suka dekorasi nya cinta?" Tanya Zevin. Merapikan anak rambut Nazia, ia juga mencepol rambut istri nya itu ke atas, nampak leher jenjang itu semakin menggoda.
"Iya, kapan kamu mempersiapkan nya?" Tanya Nazia memperhatikan sekeliling nya.
"Tadi siang, aku minta bantuan Bi Nani. Tapi, aku yang menyelesaikan nya." Jawab Zevin di sela kegiatan menyerbu leher dan wajah Nazia.
"Terimakasih." Ucap Nazia senang.
"Imbalan nya berikan hak ku." Zevin tersenyum genit. Tangan nya perlahan mendorong tubuh Nazia.
Jika, di belahan bumi lain sebagian orang sudah terlelap dalam mimpi. Maka di Villa yang sepi ini, malam panjang baru saja di mulai.
__ADS_1