
Hari-hari berlalu Zevin dan Alby semakin akrab, terlebih jam temu mereka begitu sering. Kadang mereka berangkat bersama untuk meninjau proyek kerja sama mereka. Jimmy dan Erik juga selalu mengekor.
Meskipun begitu, Zevin tidak lupa dengan pekerjaannya sebagai dokter. Karena ia belum resmi menggantikan Tuan Indra, jadi Zevin masih memiliki waktu untuk rumah sakitnya.
Sore hari di kediaman Zevin, pria ini berkeliling membawa keranjang untuk memanen buah yang telah matang di halaman rumahnya.
"Sayang, kenapa akhir-akhir ini lidahku aneh ya? Sekarang aku kepingin makan ikan Nila dibakar terus sama sambal mangga mentah ini pasti enak sayang !" Ucap Zevin sambil memetik buah.
"Akan kubuatkan untukmu." Balas Nazia tersenyum.
Zevin menoleh pada istrinya yang tengah memanen buah jeruk.
"Bukan kamu yang membuatnya sayang, tapi aku mau Ay yang membuatnya."
"Ha?? Kamu serius? Baiklah aku siapkan bahannya dulu baru kita berangkat. Kamu telpon Ay atau Vian siapa tahu tidak di rumah."
"Siap Nyonya !" Zevin begitu sumringah.
Nazia masuk ke dalam rumah terlebih dulu, ia juga menyiapkan bahan mentah untuk dibawa ke rumah Rayya, tak lupa ia juga mengecek kalender di ponsel miliknya, Sesaat kemudian senyumnya mengembang sempurna.
Dari sikap Zevin akhir-akhir ini bisa disimpulkan jika dirinya tengah hamil. Tapi Nazia harus memastikannya terlebih dulu.
"Sudah siap cinta?" Tanya Zevin.
"Iya, bungkus juga buahnya sebagian untuk Ay."
"Sayang kita ajak Ivan, aku pengen makan es krim tapi sama kamu." Zevin membuka kulkas.
Nazia tersenyum semoga saja dugaannya benar. "Baiklah, aku panggil Ivan dulu."
Di kamarnya Ivan tengah bersantai ria duduk di balkon kamarnya sambil mendengarkan musik.
"Van, ikut ke rumah Rayya ya." Ajak Nazia.
"Kenapa ke sana?"
"Zev, mau makan ikan Nila bakar tapi dimasak oleh Rayya" Jawab Nazia.
"Haa ? Kenapa kak Zev beberapa hari ini aneh ? Apa mungkin ngidam?? Jangan-jangan kamu hamil, Zi !!" Ucap Ivan heboh.
"Syutt, jangan keras-keras. Besok aku pastikan lagi semoga saja kecurigaanmu itu benar." Balas Nazia tersenyum
"Kalau begitu ayo kita berangkat ! ajak kak Erik ya, aku tidak mau seperti sopir duduk sendiri." Ivan meraih jaket dan ponselnya.
"Baiklah." Nazia keluar dari kamar Ivan.
__ADS_1
Di ruang tengah, Zevin sudah siap menunggu dengan satu cup besar es krim. Tak lama Erik dan Ivan juga bersiap.
"Ki, kami keluar dulu. Kamu masak saja makan malam siapa tahu ada yang lapar nanti malam." Pamit Nazia.
"Iya Nyonya hati-hati di jalan." Balas Kiki. Ia mengantarkan majikannya itu sampai ke depan rumah.
Mobil Zevin meninggalkan pekarangan rumah, seperti keinginannya tadi. Ia memakan es krim tapi bersama istrinya. Seperti biasa kemanjaan mereka berpindah.
"Kamu sudah memberitahu, Ay?" Tanya Nazia bersandar di dada suaminya sambil memegang cup es krim.
"Sudah, dia mengomel tadi" balas Zevin. Tangannya menyendok es krim dan menyuapi Nazia.
Erik dan Ivan hanya fokus bercerita tanpa menghiraukan pasangan suami istri di belakang mereka.
...----------------...
Kediaman Zevin Kavindra
Pagi sudah menyapa, semua makhluk telah bangun menyambut hari ini. Nazia bergegas bangun langsung pergi ke kamar mandi, di sana ia mengecek dirinya sendiri menggunakan test pack menunggu beberapa detik. Hasilnya sesuai harapan munculah garis dua.
Nazia tersenyum haru, karena ada kehidupan baru di rahimnya. Ia menyimpan kembali test pack itu lalu membersihkan tubuhnya terlebih dulu.
Setelah selesai Nazia menghampiri Zevin, suaminya itu masih terlelap tidur dengan tenang. Ia memutuskan membantu Kiki menyiapkan sarapan pagi.
Cukup lama berkutat di dapur, Nazia naik kembali ke lantai atas. Kali ini ia menggunakan lift. Sampai di kamar suaminya itu belum juga bangun.
Tidak ada respon, Zevin masih saja tidur. Ia membuka gorden dan pintu balkon kamar tak lupa AC juga dimatikan. Nazia duduk di tepi kasur membangunkan Zevin kembali.
"Sayang bangun, hari ini kamu ke kantor." Nazia memberikan ciuman lembut di seluruh wajah suaminya.
Zevin menggeliat. "Sebentar lagi ya sayang." Ia memejamkan kembali matanya. Hari ini ia merasa nyaman di atas kasur.
"Calon Papa ayo bangun !"
Refleks mata Zevin terbuka. "Calon papa ?!" Ia melihat wajah istrinya.
Nazia mengangguk dan tersenyum.
"Iya, calon papa !" Ia mengeluarkan hasil test pack dari laci.
Zevin menerimanya lalu melihat garis dua dengan jelas di sana. Matanya berkaca-kaca haru. "Terimakasih Tuhan, terimakasih sayang. Aku jadi papa." Ia tertawa dalam tangis bahagianya.
Nazia pun ikut terbawa susana tanpa sadar menitikkan air matanya juga. Zevin meraih tubuh istrinya ke dalam pelukannya memberikan ciuman bertubi-tubi pada sang istri.
"Kita periksakan kandunganmu hari ini, jangan terlalu lelah aku akan membatasi jam kerjamu." Kata Zevin masih memeluk erat istrinya. Sambil meraba perut rata Nazia.
__ADS_1
"Iya, sekarang kamu bangun bersihkan tubuhmu. Hari ini kamu ke kantor."
"Aku akan kosongkan hari ini, setelah memeriksakan kandunganmu kita undang yang lainnya ke sini. Bentuk rasa syukurku, kita makan-makan hari ini." Zevin begitu bahagia dan bersyukur.
Usai mandi dan bersiap Zevin turun kebawah bersamaan dengan Nazia, binar bahagia nampak dari wajah keduanya.
"Dengarkan pengumumanku, delapan bulan yang akan datang. Kita akan kedatangan anggota baru. Istriku sedang hamil saat ini." Kata Zevin tersenyum lebar.
"Selamat, Zi. Kak Zev ! Aku harus mengabari papa dan mama." Ivan berlari senang langsung memeluk Nazia.
Zevin menatap tak senang pada Ivan *K*esempatan memeluk istriku
"Selamat Tuan, Nona. Kita harus mengabari Tuan Indra." Ujar Erik.
"Selamat Nyonya, Tuan. Mulai saat ini anda jangan terlalu lelah." Ucap Kiki.
"Terimakasih. Sekarang kalian bersiaplah kita akan kedatang tamu. Kami akan pergi ke rumah sakit sebentar setelah sarapan." Ucap Nazia.
"Van, makanan yang ada di restoranmu bawa kesini semua." Pintah Zevin.
"Iya, Kak. Aku akan menutup restoranku hari ini dan memindahkan karyawan untuk membantu di sini."
"Ide bagus." Sahut Erik.
Usai sarapan Nazia dan Zevin langsung pergi ke rumah sakit, hari ini Nazia tidak praktek hanya semata-mata memeriksakan kandungannya. Sampai di sana Zevin menunjuk dokter Farida yang menjadi dokter istrinya.
"Selamat pagi dokter, Zi. Dokter, Zev." Sapa dokter Farida.
"Selamat pagi, dokter Farida. Aku ingin memeriksakan kandunganku."
"Baiklah kita periksa tekanan darahmu terlebih dulu." Ucap dokter Farida.
Zevin hanya diam melihat rangkaian pemeriksaan untuk istrinya.
"Tekanan darahmu normal, ayo kita USG. Dokter, Zi. Pasti tahu hitungan usia kehamilannya." Kata dokter Farida tersenyum.
"Biar saya yang mengoles Jelly nya" Seru Zevin.
"Silahkan dokter, Zev."
Zevin dan Nazia sekali lagi terharu bercampur bahagia melihat janin yang masih kecil di rahim Nazia.
"Kalian berdua bisa melihat jika janinnya sehat dan juga dokter Zi sehat. Selamat untuk kalian berdua ! Aku ikut bahagia." Ucap dokter Farida.
"Terimakasih."
__ADS_1
jadwal up kembali seperti semula senin dan kamis