Suami Manja Dokter Zi

Suami Manja Dokter Zi
Sakit Rasa nya


__ADS_3

Di sebuah kamar besar seorang wanita mengamuk menghamburkan segala benda di kamarnya. Peralatan kosmetik mahal di atas meja riasnya menjadi sasaran amukannya. Tampilan wanita itu begitu kacau dan air matanya melunturkan riasannya. Wajah yang tadi cantik berubah lusuh dan berantakan.


"Kenapa harus dia, Al ? Aku pulang untuk mu, bertahun-tahun aku menunggu kamu mencintai ku. Kini hati dan cinta mu dimiliki wanita lain, wanita biasa yang tidak sebanding dengan ku." Isak wanita itu.


Tubuhnya yang bersandar di dinding merosot ke lantai sambil sesegukkan. Dia Sherin sahabat Alby sejak kecil, kepulangannya ke tanah air hanya semata-mata untuk pria itu. Ia tiba pagi hari bermaksud memberikan kejutan untuk Alby. Namun malah terbalik, dirinya yang dikejutkan oleh kenyataan . Pria impiannya semenjak  kecil itu jatuh cinta pada wanita lain.


...----------------...


Kilas Balik


Sherin telah tiba di tanah air. Wajahnya yang cantik dan tinggi semampai tidak berubah sedari kecil. Hari ini alasan kepulangannya adalah untuk sahabat kecilnya, pria pujaan hatinya.


Sherin telah di jemput sopir pribadinya, wajahnya tersenyum ceria mengamati pemandangan sepanjang jalan. Tanpa terasa mobilnya telah berhenti di depan rumah. "Mama, Papa, aku pulang ! " Teriaknya senang.


Kedua orang tua Sherin langsung berhamburan keluar mendengar suara putri tunggalnya itu.


"Kenapa tidak memberi kabar, Nak ? Kalau ingin pulang." Ujar papa Sherin membalas pelukan putrinya.


"Kejutan ! untuk papa dan juga mama" Jawab Sherin beralih memeluk mamanya.


Selesai melepas rindu mereka semua beralih ke meja makan. Tidak lupa Sherin menceritakan alasan kepulangannya itu. Kedua orang tuanya menanggapi dengan senang cerita Sherin.


Malam harinya Sherin langsung berangkat dari salon untuk menemui Alby. Tapi harapannya itu tak semulus direncanakannya. Ia pergi ke rumah Alby tapi sebelum masuk ke gerbang  rumah. Ia bertemu dengan Jimmy.


"Anda siapa ,Nona?"


"Kamu yang siapa?" Tanya Sherin kembali


"Saya asisten tuan Alby"


"Dimana dia ? aku ingin bertemu dengannya." Tanya Sherin dengan nada angkuh.


"Maaf Nona, saat ini tuan muda tidak ada di rumah. Tuan dan nyonya besar juga sedang pergi."


"Dimana Alby ? Aku akan menemuinya." Sherin sedikit memaksa


Jimmy diam sejenak memperhatikan wajah wanita cantik itu lalu berkata." Tuan muda tidak bisa di ganggu saat ini"


"Cepat ! Beritahu aku dia kemana? Alby tidak akan menolak kedatangan ku !" Balas Sherin kesal


"Maaf saya tidak bisa memberitahu anda " Jimmy meninggalkan Sherin dan melangkah menuju mobilnya.


Bukannya pergi wanita itu malah berteriak tidak jelas di depan gerbang, karena tidak ingin terjadi keributan Jimmy terpaksa memberitahu nya.


"Tuan muda ada di taman kecil miliknya." Ujar Jimmy lalu melangkah masuk ke dalam mobil dan meninggalkan gerbang.


Sherin langsung melajukan mobil nya begitu dapat informasi keberadaan Alby, sampai di sana ia harus melihat dan mendengar apa yang membuatnya terluka.


Kilas Balik Selesai


...----------------...


Kondisi serupa juga terjadi. Beberapa botol minuman telah kosong. Di dalam kamar yang gelap itu terdengar isak kecil dan pilu. Tarikan nafas frustasinya mengisi sunyi nya kamar itu. Air mata sejak tadi berusaha dihapusnya namun tetap saja keluar. Dia Zevin sakit hati di dalam kamar gelap tanpa cahaya di unit apartemennya. Haruskah ia jahat ? Merampas paksa wanita pujaan hatinya itu. Zevin terkekeh pelan mengetuk kepalanya sendiri agar berfikir waras.


"Kamu pantas bahagia. Aku yang bodoh ! Karena terlena mencintai mu dengan caraku sendiri. Akhir nya kamu malah menjadi milik orang lain." Zevin tertawa hambar.


...----------------...

__ADS_1


Kilas Balik


Sepulang dari rumah sakit, Zevin mulai memikirkan perkataan Rayya padanya. Memang benar, jika Ia memberikan perhatian pada Nazia sebagai pria yang menyukainya layaknya yang dilakukan Nazia dulu. Mungkin, saat ini mereka bisa bersama. Tapi sayangnya Zevin hanya menempatkan dirinya sebagai teman meskipun dirinya tahu jika Alby juga berusaha mendapatkan hati Nazia .


Selama ini perasaan Nazia biasa saja terhadap Zevin selepas perasaannya dulu sudah sirna, bahkan tiap kata manis dari Zevin hanya di anggapnya sebagai candaan.


Karena tidak menemukan Nazia di rumahnya serta telponnya tidak di jawab. Zevin berpamitan pada ibu Mira. Di dalam mobil ia mencoba menelpon Alby untuk menanyakan keberadaan mereka, telponnya juga sama tidak dijawab.  Akhirnya Zevin menelpon Jimmy menanyakan keberadaan Alby dan Nazia. Setelah mendapatkan informasi dari Jimmy, ia langsung mendatangi tempat yang dimaksud. Dan bertepatan saat Alby mengungkapkan perasaannya pada Nazia. Sakit memang rasanya, tapi hati berhak memilih kemana dia akan berlabuh.


Kilas Balik Selesai


...----------------...


Zevin ambruk di atas karpet di sisi kasurnya, tanpa membersihkan tubuhnya terlebih dulu. Sakit, ketika melihat secara langsung wanita yang dicintainya itu menerima cinta pria lain. Dirinya teringat kilas balik bagaimana saat itu, Nazia tersenyum menyaksikan ungkapan cinta Zevin untuk kekasihnya.


"Apa dulu kamu juga merasakan sakit ini juga, Zi ? Saat aku mengungkapkan perasaan ku pada wanita itu di depan teman-teman kita. Kamu tidak salah, Zi. Karena kamu tidak merasakan aku mencintai mu berbeda dengan aku yang sangat tahu kamu menyukaiku saat itu dan, aku mengabaikan perasaanmu" Gumam  Zevin di sisa kesadarannya.


Hari demi hari di lalui Zevin bersikap seperti biasa. Sambil mendewasakan diri, ia juga mencoba merelakan Nazia. Namun, ia tidak melepasnya begitu saja andai suatu hari nanti Alby menyakiti wanita yang amat dicintainya itu maka Zevin tidak akan diam lagi. Tapi jauh di dalam lubuk hatinya doa tulus untuk kebahagiaan Nazia.


Begitu juga dengan Sherin, wanita itu memilih menenangkan diri sejenak dan menunda pertemuannya dengan Alby semenjak malam itu.


Sejauh ini hubungan Alby dan Nazia berjalan dengan baik. Zevin juga mulai menjaga jarak karena Alby tidak menyukai jika ia dekat dengan Nazia.


"Selamat pagi semuanya."


"Pagi, Zi."


Nazia duduk di sofa sambil membuka ponselnya. Bibirnya tersenyum setelah membaca pesan dari Alby yang ingin mengajaknya jalan-jalan nanti malam.


Zevin melirik dari sudut matanya lalu tersenyum tipis.


Syukurlah jika kamu bahagia


Ingatan Rayya kembali ke beberapa tahun lalu dimana saat itu cinta Nazia sengaja tidak di lihat oleh Zevin dan Nazia tersenyum menyaksikan pria itu bahagia bersama kekasihnya. Jika dulu ada Abel penyembuh luka Nazia lalu saat ini siapa yang akan jadi penyembuh luka untuk Zevin?


Tanpa sadar air matanya menetes. Kenapa dua orang kesayangannya itu harus terlibat situasi seperti ini? Isak nya terdengar oleh Nazia dan Zevin. Kesedihannya berbaur dengan hormon kehamilannya, hingga ia tidak bisa mengendalikan dirinya agar tidak menangis. Berulang kali Zevin memintanya untuk mengurus cuti karena mendekati persalinan tapi Rayya tidak menggubrisnya.


"Kamu kenapa, Ay ? Ada yang sakit ?" Nazia langsung berdiri dari tempat duduknya saat melihat Rayya mengusap air matanya.


"Aku tidak apa-apa, Zi."


Zevin juga beranjak dari kursinya menghampiri Rayya dan Nazia.


"Zi, periksa dia !" Titahnya sambil mengeluarkan ponselnya.


Nazia mengangguk lalu memapah Rayya ke sofa dan Zevin langsung menghubungi Vian.


"Jangan cemas aku baik-baik saja"


Nazia memeriksa Ibu hamil itu dengan seksama. Ia juga melihat hasil pemeriksaan Rayya yang tersimpan di ponselnya bulan lalu.


"Apa yang kamu pikirkan ? Tensi mu naik"


Rayya menggeleng. "Tidak ada, Zi" Menjawab sambil tersenyum tipis.


Zevin duduk di sebelah Rayya


"Vian akan menjemput mu, istirahat saja di rumah. Aku akan urus cutimu sampai selesai dua bulan setelah melahirkan. Jangan banyak yang dipikirkan aku dan Zi baik-baik saja"

__ADS_1


"Terimakasih, Zev." Ucap Rayya.


Nazia menyimpan kembali peralatannya dan mengambil Vitamin untuk Rayya.


"Jangan memikirkan ku, tenanglah aku bisa mengatasi hatiku dan aku selalu berada dibelakangnya seperti biasa. Aku belajar merelakannya tapi tidak melepasnya begitu saja"


"Kalian membicarakan apa?" Nazia duduk kembali ke sofa


"Dia memintaku menjagamu, mengomeli mu dan memberi mu makan selama dia cuti." Zevin menjawab dengan cepat.


Nazia terkekeh lalu menatap lekat pada Zevin


Kamu sudah menepati janji mu pada mendiang papa dan Abel. Kamu selalu ada untukku.


Zevin membalas tatapan Nazia sejenak mereka tenggelam dalam pikirannya masing-masing sampai suara Vian membuyarkan semuanya.


"Sayang kamu sakit?" Vian mengusap lembut perut Rayya.


"Tidak, aku hanya kelelahan"


"Aku akan mengurus cuti sampai dia melahirkan. Hari ini tidak usah praktek langsung pulang saja istirahat." Seru Zevin.


"Terimakasih, Zev. Kami langsung pulang dan kamu, Zi. Siaga ya tunggu telpon dariku." Pamit Vian


"Tentu jangan khawatir, tensinya sedikit naik tapi tidak menjadi masalah istirahat yang cukup dan jangan memikirkan sesuatu yang tidak penting ! Hindari stres."


Vian dan Rayya kembali pulang ke rumah. Sementara Nazia dan Zevin kembali bekerja seperti biasa.


...----------------...


Saat malam tiba Sherin bermaksud untuk menemui Alby di rumahnya. Dirinya sudah merasa tenang dan siap bertemu pria itu. Mobil Sherin mendekati gerbang rumah Alby. Namun, saat yang sama mobil pria itu keluar dari pekarangan rumahnya.


Malam ini Nazia dan Alby ada janji. Mereka kini berada di salah satu restoran karena ada janji dadakan dengan salah satu klien Alby. Maka rencana jalan-jalan mereka di tunda. Pria itu mengajak Nazia ikut bersamanya, menghabiskan waktu empat puluh lima menit. Alby dan Nazia serta klien itu keluar dari restoran. Mereka berpamitan di parkiran.


"Alby."


Suara wanita menghentikan langkah Alby dan Nazia. Mereka berdua menoleh bersama ke asal suara. Wajah Alby berbinar senang dan terkejut.


"Sherin ! "


"Al, aku merindukan mu." Sherin berhamburan memeluk Alby dan mencium pipi kanan dan kirinya.


Alby menyadari keberadaan Nazia langsung melepaskan lingkaran tangannya di tubuh Sherin. "Kapan kamu kembali ? Kenapa tidak memberitahu ku?" Tanyanya dengan raut bahagia.


"Sudah dua minggu yang lalu"


"Kenalkan ini Nazia kekasih ku. Zia kenalkan dia teman masa kecilku" Alby memperkenalkan dua wanita itu.


"Sherin"


"Nazia"


"Sherin kami pergi dulu ya. Datanglah ke rumah, mama pasti senang" Pamit Alby.


"Baiklah, hati-hati "


Nazia dan Alby masuk kedalam mobil meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Apa lebihnya dia, Al?"


__ADS_2