
"Ku dengar ada siswi baru di kelas ini, ayo majulah, perkenalkan dirimu pada teman teman baru mu," suruh guru itu, Bogum menyemangatiku, aku menarik nafas gugup lalu menghembuskan nya perlahan, tenanglah Jessica... jangan kawatir kau pasti bisa, batinku, akupun maju ke depan,
"Hi teman teman namaku jessica," kataku memulai perkenalan,
"Woooooow," seru cowok cowok di kelas ini menggodaku,
"Aku murid pindahan dari sekolah di Indonesia, dan di Korea aku tinggal di daerah Myeong Dong," lanjutku memberi tahu,
"Apa aku boleh main ke tempat mu," salah seorang siswa bertanya,
"Tentu," candaku,
"Wuuuuuuuu " seru cowok cowok di kelas itu bersorak,
"Sebenarnya aku hanya bercanda, ku harap kalian tidak menganggap serius jawabanku tadi," ralatku, buru buru, takut mereka menganggap serius jawabanku, mereka semua tertawa melihatku ketakutan dengan jawabanku sendiri,
"Apa kau sudah punya pacar? " tanya salah seorang dari mereka, semua menatapku penasaran,
"Hmmm.. aku tidak punya," jawabku terbata bata,
"Waaaaaah," seru mereka menepuk nepuk bangku,
"Ssssstttt," printah guru, menyuruh mereka untuk tenang, "baiklah Jessica, kau boleh kembali duduk," suruh guru itu, aku menghembuskan nafas lega,
"Terima kasih pak.. Kang," kataku sembari melihat papan nama yang ada di mejanya, pak Kang tersenyum mengangguk, lalu aku cepat cepat kembali ke bangku ku,
Kami memulai pelajaran, pelajarannya sama saja dengan di Indonesia, hanya mengulang pelajaran, karna di Indonesia aku juga mengambil jurusan ini, hanya yang membedakan bahasa nya saja, dan Bogum dia selalu membantuku bila ada yang tak ku mengerti, tak ku sangka aku sangat senang punya teman seperti Bogum, ku rasa aku takkan sanggup menjauhinya lagi sekarang..
*********
Saat istirahat Bogum mengajakku ke kantin untuk membeli makanan untuk di bawa ke atap, tapi teman teman cowok Bogum menghalangi kami dan memaksa kami makan bersama mereka di kantin, memaksa kami duduk bersama mereka,
"Ayolah Bogum, jangan memonopoli Jessica, kami kan juga ingin mengenalnya," kata salah seorang dari mereka, kami pun menyerah dan duduk bersama mereka,
"Waaah selera makanku pasti meningkat bila makan bersama jessica," canda salah seorang dari mereka,
__ADS_1
"Ayolah teman teman jangan mengodanya terus," pinta Bogum pada teman temannya,
"Ayolah Bogum.. kami hanya ingin berteman dengan Jessica, memangnya kamu segitu gak maunya ya memperkenalkan kami pada Jessica," kata salah satu teman Bogum mengeluh,
"Baiklah, ok ok, akan ku perkenalkan dasar crewet," kata Bogum akhirnya, Bogum memperkenalkan mereka, memberitahu nama mereka satu persatu, setelah Bogum selesai memperkenalkan mereka aku langsung lupa nama nama mereka ber 5, karna sejujurnya aku tak terlalu menyimak, aku lebih fokus pada makanan yang sedang ku makan,
"Hi Jessica," sapa seseorang dari belakang kursiku, aku menoleh, dan wajahnya berada di atas kepalaku menatapku, sepertinya aku pernah melihatnya.. di mana ya? oh iya, profil itu, dia yang meng upload videoku, siapa namanya.. Lee Tae Jin, ya Lee Tae Jin, aku ingin mengatakan sesuatu padanya tapi dia langsung mengintrupsi apapun yang hendak ku katakan,
"Jessica lihatlah itu," kata Lee menunjuk sesuatu di depanku, aku menoleh ke arah yang di tunjuknya tapi tak di sangka sangka dia malah mencium pipiku, aku terkejut dengan tangan menyentuh pipiku yang di ciumnya, semua orang yang ada di meja itu bersorak, Lee tersenyum melihat keterkejutanku,
"Hei kau! " seru Bogum pada Lee, Bogum bangun dari kursinya, Lee tertawa lalu lari, Bogum mengejarnya, oh yaampun... mereka seperti anak kecil, semua orang yang duduk di kursi itu tertawa karna ulah Lee, dan ternyata semua orang yang ada di kantin sedang memperhatikan kami, oh... memalukan! rasanya aku ingin tiba tiba menghilang seperti seorang pesulap.
"Wah.. Lee boleh mencium pipimu, lalu apa aku juga boleh," canda salah seorang teman Bogum padaku,
"Apa?" tanyaku kawatir, memegangi kedua pipiku, "Kurasa aku harus pergi," kataku buru buru berdiri,
"Oh ayolah kami cuma bercanda, duduklah lebih lama disini," kata salah seorang dari mereka yang aku lupa namanya,
"Maaf, tapi aku harus pergi," kataku, langsung pergi sambil membawa camilanku, di kantin tadi, saat aku pergi, mataku tak sengaja bersirobok dengan mata Taejun, dia sedang melihatku dan dia duduk bersama pacar dan teman temannya, aku langsung mengalihkan mataku dan pergi,
"Jessica," panggil seseorang, aku menoleh ternyata Bogum,
"Kemana saja sih kamu? " kataku kesal,
"Kenapa? apa karna tak bertemu denganku sebentar saja, sudah membuatmu merindukanku? " tanyanya tersenyum, sambil berjalan menghampiriku, lalu duduk di sampingku, aku memutar bola mataku.
"Ini, makanlah camilan mu," suruhku mengabaikan pertanyaannya, Bogum menatapku sendu,
"Aku mencintaimu Jessica," kata Bogum terdengar bersungguh sungguh, aku membeku menelan ludah,
"Aku sudah tau, kau tak perlu mengingat kannya," kataku malas,
"Kalo begitu terimalah cintaku," pinta Bogum, aku merasakan tatapannya di wajahku tapi aku tak berani menatap wajahnya,
"Bogum.. aku tidak bisa," kataku menunduk, aku benar benar merasa tidak enak,
__ADS_1
"Apa kamu ingin aku menjauhi mu? " tanya Bogum, aku menoleh padanya,
"Bukan seperti itu... " kataku menggeleng, aku tidak mau dia menjauhiku memikirkannya saja sudah membuatku sedih, dia satu satunya teman yang ku percaya di sini, entah bagai mana aku akan menjalani hidup ku di sekolah ini tanpanya,
"Kalo begitu terimalah cintaku.. aku harus punya alasan mengapa aku tidak mau atau tidak suka saat mereka mengganggumu atau mendekatimu," jelas Bogum menggenggam kedua tangan ku, aku menatapnya sedih,
"Tapi Bogum.. tak bisakah kita berteman saja? " pintaku menatap matanya, tatapannya menusukku, rasanya aku tidak tega menyakiti hatinya,
"Aku tidak mau, kau harus pilih mau menerima cintaku atau tidak sama sekali, jika kali ini kau menolak ku lagi, aku tidak ada pilihan, aku akan berbesar hati menerima kenyata'an dan akan mulai menjauh darimu," jawab Bogum menjelaskan, dia menatapku berharap.. tau dia pasti akan menang berdebat denganku kali ini, dia benar benar memanfa'atkan situasi ini dengan sangat baik, baiklah kalo begitu, lagi pula dia terlalu baik untuk ku biarkan pergi,
"Baiklah," kataku akhirnya, dia benar benar sangat gigih mendekatiku, Bogum tersenyum bahagia, lalu memelukku, aku ragu ragu membalas pelukan nya, aku tak pernah memeluk seorang pria sebelumnya, ini pengalaman pertama bagiku, tubuhku bisa merasakan kebahagiaan Bogum yang seakan terpancar dari seluruh tubuhnya, aku merasa ikut bahagia, saat dia bahagia,
"Kita harus masuk kelas," kataku melepas pelukannya, saat mendengar bunyi bel,
"Baiklah ayo," kata Bogum, menggandeng tanganku,
"Memangnya harus seperti ini? " kataku mengangkat tanganku yang di gandeng olenya,
"Memangnya kenapa? lagi pula kitakan sudah berpacaran, biar saja, biar semua tau kalo kamu itu milikku, agar mereka tak lagi mengganggu mu," jelasnya, aku memutar bola mataku, mengiyakan apapun yang di katakannya, apapun yang membuatnya bahagia, pikirku,
******
Semua orang yang ada di kelas menggoda kami, saat melihat kami masuk ke dalam kelas dengan bergandengan tangan, mereka ada yang bersiul ada yang bilang cie cie, ada juga yang berdehem,
"Lihatlah mereka bergandengan tangan, apa mereka pacaran," kata seseorang menduga duga.
Jessica
Taejun
Boogum
__ADS_1