Tak Terduga

Tak Terduga
teman kencan


__ADS_3

Setelah selesai kuliah kami berempat langsung pergi ke bioskop dan membeli tiketnya, aku dan Ga In berjalan beriringan sedangkan Taejun dan Soo Hyeon mengikuti kami di belakang, Ga In berjalan agak dekat denganku sampai sampai punggung tangan kami sempat bersenggolan, aku sedikit menjauh memberi sedikit jarak antara aku dan Ga In, karna aku tau Taejun pasti mengawasi dan memperhatikan kami dari belakang, entah mengapa aku merasa seolah olah aku bersikap seperti istri yang takut di omeli suami karna main mata dengan pria lain, aku tersenyum karna memikirkan hal konyol itu, Ga In melihatku tersenyum lalu dia ikut tersenyum.


"Kenapa?" tanyanya ingin tau, aku menggeleng, Ga In mengangguk anggukkan kepala masih tersenyum.


"Tunggu disini sebentar, aku belikan Pop Corn dan minuman dulu," pinta Ga In padaku, aku mengangguk, Taejun mengikuti Ga In ke tempat penjual Pop Corn expresinya terlihat sangat kesal.


"Ini," kata Taejun menyodorkan salah satu Pop Corn dan minuman yang di pegangnya padaku, aku menatapnya tak percaya, lalu melirik Soo Hyeon benar benar merasa tidak enak karna tangan Soo Hyeon tadi sempat terulur hendak mengambil Pop Cornnya tapi Taejun malah menyodorkan Pop Cornnya padaku, expresi Soo Hyeon terlihat sangat marah dan kesal, tapi yang membuatku heran Soo Hyeon tidak protes atau marah marah pada Taejun.. apa mungkin dia mencoba menjaga imejnya di depan Taejun agar di anggap sebagai cewek yang sabar dan ramah? aku menerima Pop Cornnya karna Taejun menatapku tajam seolah mengisyaratkan aku harus menerima Pop Corn dan minuman itu, dia benar benar berbuat semaunya, aku yakin setelah ini Soo Hyeon pasti akan membenciku, sungguh menyebalkan! Ga In kembali lalu expresinya kebingungan karna melihatku sudah memegang Pop Corn dan minuman, lalu dia beralih menatap Taejun kesal.


"Jessa teman kencanku, kenapa kamu membelikan Pop Corn untuknya dan bukannya Soo Hyeon teman kencanmu sendiri, benar benar keterlaluan," keluh Ga In pada Taejun, lalu memberikan salah satu Pop Corn dan minuman yang di pegangnya pada Soo Hyeon.


"Terima kasih Ga In, sudahlah aku gak papa," kata Soo Hyeon tersenyum menerima Pop Corn dan minumannya, benar benar jago acting.


"Lihatkan, Soo Hyeon aja gak masalah, lagi pula sama ajakan, sama sama pop corn juga," kata Taejun santai, Ga In memutar bola mata, merasa percuma meladeni Taejun.


"Ayo masuk Jessa, filmnya hampir mulai," kata Ga In menarik tanganku menggandengnya, aku ingin melepas gandengan tangannya tapi takut menyinggung perasaannya, lalu tiba tiba Taejun menabrak bahu kami berjalan di antara kami melewati kami hingga membuat gandengan tangan kami terlepas, Soo Hyeon membuntuti Taejun yang berjalan mendahului kami, aku berdehem merasa tidak nyaman pada Ga In, lalu memasukkan kedua tanganku ke saku jaket agar Ga In gak menggandeng tanganku lagi, aku benar benar tak bisa fokus nonton filmnya karna ulah mereka berdua, Taejun duduk di sebelah kananku dengan kedua matanya yang selalu mengawasiku dengan expresi betek, sedangkan Ga In yang duduk di sebelah kiriku selalu ingin menarik perhatianku, rasanya aku ingin mempercepat filmnya agar cepat pulang dan terbebas dari penderita'an ini.

__ADS_1


Aku menghembuskan nafas lega saat filmnya akhirnya selesai, Ga In mengajakku untuk makan malam dulu sebelum pulang tapi aku menolak karna sudah kenyang dengan Pop Corn dan juga ketegangan.. kami naik train (kereta bawah tanah/MRT) yang berada di dekat bioskop untuk pulang, setelah turun dari kereta, Soo Hyeon pamit pulang karna arah rumahnya dan arah rumah kami berbeda, jadi kami bertiga dan Soo Hyeon berpencar, Taejun bahkan tidak menawari Soo Hyeon untuk mengantarnya pulang, mungkin aku tidak akan suka jika Taejun mengantarkan Soo Hyeon pulang tapi aku tak masalah kok jika Taejun memang ingin mengantarnya, karna kasihan banget dia seorang cewek.. sendiri lagi, tapi.. ya sudahlah Soo Hyeonnya juga sudah pulang, setelah itu kami bertiga berjalan ke perhentian bus, menunggu bus jurusan ke daerah rumah kami, setelah busnya datang kami langsung naik dan duduk di bangku paling belakang, Ga In berusaha mengobrol santai denganku walau sebenarnya dia betek karna ulah Taejun yang selalu mengganggu obrolan kami.


Taejun tiba-tiba berdiri saat Ga In memperlihatkan sesuatu di hpnya padaku, aku mendongak melihatnya.


"Ini perhentian bus kita, memangnya kamu tidak mau pulang? mau menginap di bus ini," kata Taejun betek, aku melihat keluar kaca bus.


"Oh," kataku cepat-cepat bangun,


"Taejun kau kasar sekali, seharusnya kamu tidak perlu sekasar itu ngomongnya sama Jessa," tegur Ga In pada Taejun kesal,


"Tidak apa apa Ga In, aku mengenal Taejun sudah cukup lama, dia memang orangnya seperti itu, tapi dia baik kok," kataku tersenyum berusaha menenangkan Ga In, Ga In menatapku sendu lalu tiba-tiba Taejun menarik lenganku.


"Ayo," suruhnya.


"Aku pulang dulu ya," kataku pada Ga In sambil turun dari bus, Taejun terus menarik lenganku hingga sampai di rumah.

__ADS_1


"Taejun lepas! sakit tauk," kataku saat masuk ke dalam kamar, akhirnya Taejun melepaskan lenganku, aku memegangi pergelangan tanganku kesakitan, Taejun memejamkan mata menarik nafas dalam berusaha meredakan amarahnya.


"Memangnya harus ya, kamu nonton dengan Ga In," kata Taejun kesal,


"Memangnya kenapa? kan cuma nonton, lagian kamu juga nonton bareng Soo Hyeon tadi," kataku membela diri, Taejun memutar bola matanya.


"Jika kamu ingin nonton, kau kan bisa mengajakku, suamimu," kata Taejun memper jelas.


"Maksudmu aku harus mengajak suamiku yang bahkan tidak mencintaiku?" sindirku, Taejun menatapku dengan expresi tersiksa, ayo Taejun akui saja cintamu.. apa susahnya sih.


"Terserah apa katamu," kata Taejun akhirnya, aku mendengus kesal, keterlaluan! bener bener egois, Taejun masuk ke kamar mandi lalu membanting pintunya, kenapa jadi dia yang marah?.


Aku gelisah semalaman mencoba tidur tapi tidak juga bisa tidur, aku mencoba memejamkan mataku memaksakan diri untuk terlelap tidur, tapi percuma aku tetap tak bisa tidur, menyebalkan! aku mengomel sendiri dalam hati saat tiba-tiba aku merasakan Taejun memeluk tubuhku dari belakang lalu dia menciumi rambutku pipiku dan juga bahuku, lalu memeluk tubuhku lebih erat, mungkin Taejun mengira aku sudah tidur.. aku tetap memejamkan mataku dan tidak bergerak, tetap pura pura tidur, karna akupun rindu di peluk olehnya, seandainya saja Taejun mengakui perasaanya.. kita tidak perlu harus tersiksa seperti ini, harus menahan perasa'an satu sama lain, pelukan Taejun begitu menenangkan hatiku, entah mengapa saat di peluk Taejun aku langsung rilex dan akhirnya aku bisa terlelap tidur.


Saat aku bangun tidur, ku lihat Taejun sudah berganti pakaian, kenapa dia tidak membangunkan ku?.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak membangun kan ku?" tanyaku pada Taejun


__ADS_2