Tak Terduga

Tak Terduga
Kecewa


__ADS_3

"Wah.. jadi kalian bertetangga, bagaimana kalo sehabis kerja kita berdua main ke rumahmu?" tanya pak Ji Hyun tersenyum.


"Apa,?" kataku menganga, kita baru saja kenal, dan mereka mau bertamu ke rumahku? bagaimana caraku menolaknya?


"Kenapa? apa tidak boleh?" tanya Se-hun ikut campur, Pak Ji Hyun mengangkat kedua alisnya, menatapku menunggu,


"Aku baru pindahan, kurasa.. rumahku agak.. berantakan," kataku beralasan.


"Kalo begitu bagus, kami akan membantu berbenah," kata Pak Ji Hyun bersemangat, oh.. tidak!


"Sebenarnya.. tidak seberantakan itu, tadi malam aku sudah berbenah..." kataku bingung harus memberi alasan apa lagi. "Sebenarnya sepulang kerja nanti aku mau ke super market.. untuk belanja bahan makanan." kataku kembali memberi alasan.


"Ya sudah, kalo gitu kami akan membantumu belanja bahan makanan," kata Se-hun tersenyum menang,


"Se-hun benar, kami bisa membantumu belanja bahan makanan, sebelum ke rumahmu," kata Pak Ji Hyun mengangguk, duh... mereka gak peka banget sih, mereka gak peka apa pura-pura gak peka sih? maksa banget.


"Baiklah," kataku akhirnya menyerah, mereka tersenyum.


Tim di bagian marketing hanya kita bertiga, tapi karna kita bertiga orangnya sangat kreatif dan penuh dengan ide-ide, pekerjaannya jadi mudah saja untuk kami lakukan, padahal aku baru kenal mereka baru hari ini, tapi kita bertiga langsung akrab dan nyambung aja gitu, entah masalah pekerjaan atau yang lainnya, mungkin karna mereka welcome banget terhadapku. Setelah mengenal Se-hun, ternyata dia tak semenyebalkan yang aku kira, sedangkan Pak Ji hyun dia benar-benar orang yang sangat ramah dan baik, dan sebagai ketua di tim marketing, menurutku dia orangnya mengayomi banget.


Sehabis pulang kerja sesuai rencana, Pak Ji Hyun dan Se-hun ikut denganku ke Super Market untuk beli bahan makanan, kami ikut mobil Pak Ji Hyun. Pak Ji Hyun yang menyetir, aku duduk di kursi depan bersama Pak Ji Hyun sedangkan Se-hun duduk di kursi belakang. Kami mengobrol santai hingga sampai di Super Market.


"Apa saja yang ingin kamu beli?" tanya Se-hun selalu cerewet.


"Tidak banyak.. hanya beberapa bahan makanan, sebenarnya kalian bisa menunggu di mobil saja, dan tak perlu ikut," kataku pada mereka berdua.

__ADS_1


"Tidak apa-apa," kata mereka berbarengan,


"Ayo," kata Pak Ji Hyun, aku mengangguk. Karna belanja'anku tidak terlalu banyak, jadi kita hanya butuh waktu sebentar untuk belanja, setelah belanja kita langsung ke rumah kontrakan.


"Jadi, pintu rumah kalian bersebelahan?" tanya Pak Ji Hyun, saat melihat Se-hun juga membuka pintu rumahnya untuk menaruh tas kerjanya,


"Ya, pintu kami bersebelahan, kebetulan," kataku, "Silahkan masuk," kataku pada Pak Ji Hyun memegangi pintunya, Pak Ji Hyun mengangguk lalu masuk, aku masih memegangi pintunya menunggu Se-hun yang masih keluar dari rumahnya, Se-hun tersenyum padaku lalu masuk ke dalam rumahku, aku mengangkat kedua alisku bingung, kenapa dia tersenyum? aku mengangkat bahu, masak bodoh.


"Silahkan duduk, maaf Rumah kontrakanku agak kecil," kataku pada mereka berdua merasa tidak nyaman.


"Sama saja.. rumah kontrakanku juga seperti ini," kata Se-hun ceplas-ceplos,


"Tempatnya nyaman kok, dan lengkap juga," kata Pak Ji Hyun melihat kesekeliling, aku tersenyum, lalu mengeluarkan soju dan makanan ringan yang aku beli tadi, dan menghidangkannya pada mereka.


"Terima kasih," kata mereka barbarengan.


"Masak yang enak," kata Se-hun tersenyum, aku memutar bola mata.


"Maaf Jessica, kami merepotkanmu," kata Pak Ji Hyun,


"Tidak merepotkan kok," sahutku sambil mengeluarkan bahan makanan dari kantong plastik.


"Jadi kamu pandai memasak?" tanya Pak Ji Hyun tersenyum.


"Ya, sedikit," jawabku juga tersenyum, aku memasak sambil mengobrol dengan mereka, aku membuat steak dan pasta jamur untuk mereka, setelah selesai aku langsung menghidangkannya.

__ADS_1


"Wah... kelihatannya enak banget, terima kasih untuk makanannya!" kata Se-hun langsung menyantap masakanku.


"Ini enak banget," kata Pak Ji Hyun menatapku kagum,


"Terima kasih," kataku juga makan dengan lahap.


"Kamu tidak minum soju?" tanya Pak Ji Hyun, setelah makan malam, Se-hun melirikku juga terlihat ingin tau.


"Aku tidak bisa, aku bakalan mabuk banget kalo minum soju walau hanya sedikit, jadi sebaiknya aku tidak minum, karna aku takut akan mempermalukan diri sendiri," kataku tersenyum malu. Mereka mengangguk-anggukkan kepala.


Setelah cukup malam Pak Ji Hyun pamit pulang, Se-hun sangat mabuk jadi Pak Ji Hyun memapahnya keluar, aku membantunya membawanya masuk ke rumahnya, setelah itu Pak Ji Hyun langsung pulang, aku kembali masuk ke rumah, langsung tidur setelah membersihkan meja.


Ke'esokan harinya setelah pulang kerja, aku tak langsung pulang kerumah, aku ke myondong untuk belanja dan jalan-jalan sore, saat menjelang malam tanpa sadar aku berjalan ke arah Kafe Tante Yura, aku tidak mengerti apa yang sedang aku pikirkan dan apa yang aku inginkan mengapa aku malah pergi ke Kafe Tante Yura, ku rasa aku sangat kangen sama Tante Yura, aku tak akan menghampirinya.. aku hanya akan melihatnya dari kejauhan saja, karna aku takut Tante Yura Tak mau bertemu denganku. Aku melihat Tante Yura dari luar Kafe, dia persis sama seperti terakhir kali aku melihatnya, lega rasanya bisa melihatnya lagi, walau hanya dari ke jauhan, sebuah mobil berhenti di parkiran depan Kafe, betapa terkejutnya aku saat melihat orang yang keluar dari mobil itu ternyata adalah Taejun, aku langsung bersembunyi ke pinggir kafe takut Taejun sampai melihatku, karna aku benar-benar tak tau apa yang harus aku katakan jika Taejun sampai melihatku disini, seorang wanita keluar dari mobil yang sama, wanita itu menghampiri Taejun lalu menggandeng tangannya, hatiku langsung hancur melihatnya, siapa wanita itu? apa Taejun benar-benar sudah melupakanku dan sudah memiliki wanita lain? Taejun dan wanita itu masuk ke dalam Kafe, dan wanita itu terlihat sangat akrab dengan Tante Yura, aku bahkan melihat Taejun tersenyum pada wanita itu, aku memegangi dadaku yang rasanya terasa sakit sekali, sambil membekap mulut aku pergi dari Kafe itu, menahan tangisku yang sudah pecah. Memang apa yang aku harapkan? aku pantas mendapatkan ini karna sudah banyak mengecewakan Taejun, tapi aku tak menyangka Taejun bisa secepat itu melabuhkan hatinya pada wanita lain. Aku berjalan sedikit berlari terus ke daerah pertokoan myondong yang penuh dengan orang, aku bahkan menabrak beberapa orang yang berpapasan denganku, aku bahkan tak minta maaf terus saja berjalan, karna pikiranku sekarang sedang kalut, dan saat ini aku hanya ingin cepat pulang, ingin menangis sekeras-kerasnya meratapi hidupku yang begitu sangat menyedihkan. Aku naik bus yang menuju ke daerah tempat tinggalku, mengabaikan orang yang memperhatikanku karna menangis sesenggukan, setelah turun dari bus, aku kembali berlari menuju rumah kontrakanku, di lorong gedung kontrakanku, aku berpapasan dengan Se-hun yang hendak pergi keluar.


"Jessica? kenapa kamu menangis?" tanya Se-hun menyambar lenganku.


"Aku tidak apa-apa," kataku serak, menarik lenganku dari cengkraman tangannya.


Jessica



Taejun


__ADS_1


Se-hun



__ADS_2