Tak Terduga

Tak Terduga
ulang tahun ku


__ADS_3

"Baiklah sayang, kau tidurlah jangan terlalu banyak pikiran, tapi sebelum itu kau harus di periksa dulu, aku akan menelfon dokter untuk datang ke sini," kata tante, aku mengangguk lemah, setelah di periksa dokter, tante menyuapiku makan karna aku harus minum obat, setelah itu aku kembali tidur,


Keesokan harinya, Bogum datang, dia terlihat sangat kawatir melihatku terbaring lemah di atas kasur, dia sudah tau semua yang terjadi padaku, tapi dia tak menanyakan atau mengatakan apa pun tentang insiden kemarin.. mungkin dia tidak ingin membuatku banyak pikiran dan harus mengingat kejadian buruk itu, dia benar benar sudah mengerti aku, hampir seharian Bogum menemaniku di rumah Taejun, semuanya perhatian padaku bergantian membawakan makanan enak ke kamarku, aku benar benar beruntung karna banyak sekali orang yang sangat menyayangiku, kabar terbaru tentang Jihun dia sudah dapat surat panggilan dari pihak polisi sebagai tersangka, tapi dia tidak memenuhi panggilan, sama sekali tak kelihatan batang hidungnya, jika hingga 3 hari dia tidak juga memenuhi panggilan pihak kepolisian , sudah di pastikan dia akan menjadi buron, polisi akan mencari tempat keberadaannya dan menangkapnya secara paksa.


Setelah sore, Bogum pamit padaku untuk pulang karna harus bekerja, Taejun menggantikan Bogum menjagaku di kamar,


"Taejun kau tak perlu menemaniku disini, nanti kau capek," kataku pada Taejun, suaraku sudah tidak serak lagi, dan badanku sudah tak begitu lemas lagi,


"Tidak apa apa, aku ingin menemanimu, " sahut nya menatap wajahku sendu, aku juga menatapnya,


"Ini kan hari minggu, kenapa kau tidak keluar untuk kencan atau hangout sama teman teman mu?" tanyaku,


"Apa kau tidak suka aku menemani mu?" tanya Taejun balik bertanya,


"Bukan, bukan seperti itu... " kataku,


"Lalu mengapa kau sangat ingin mengusirku dari kamar ini, jadi kau lebih suka Bogum yang menemani mu ya, bukan aku," katanya kesal, yaampun... kenapa dia bisa berpikiran seperti itu,


"Baiklah, tetap di sini, kau tidak boleh keluar sebelum aku tidur, dan jika kamu lelah karna terlalu lama duduk, jangan mengeluh padaku," sahut ku kesal, menyambar pergelangan tangannya, dan menggenggamnya di atas perutku, lalu aku menutup mataku, Taejun tertawa kecil,

__ADS_1


"Aku tidak akan ke mana mana, tenang saja aku tidak akan mengeluh padamu," kata Taejun,


"Hmm," sahutku tanpa membuka mata, berusaha untuk tidur, setelah beberapa menit akupun terlelap tidur,


Ketokan di pintu beberapa kali membuatku terkejut dan terbangun dari tidurku, dengan mata masih mengantuk, ku lihat jam menunjukkan pukul 12 malam.


"Siapa? masuklah," kataku, tapi ketokan itu tak juga berhenti, aku kan tidak mengunci pintunya.. siapa sih? aku bangun dari kasur lalu membuka pintunya, aku terkejut saat kak taerang menekan dan meledakkan popper party (peledak kertas) di atas kepalaku semua orang di rumah ini menyanyikan lagu happy birrhday padaku sambil memegang balon balon, sedangkan tante Yura memegang kue tart yg di hiasi krim dan buah, juga lilin menyala berangka 18 di atasnya, aku tak bisa menahan haruku.. karna aku sendiri lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahunku saking banyaknya masalah yang ku pikirkan,


"Sebutkan permohonan mu dalam hati, lalu tiup lilinnya," suruh tante tersenyum padaku, akupun memohon dalam hati agar semua orang yang ku cintai bahagia, lalu aku meniup lilinnya, tante menuntunku ke ruang tamu, dan di meja sana tampak hadiah hadiahku yang sudah terbungkus rapat, menunggu untuk ku buka,


"Bukalah hadiah hadiahmu sayang, setelah itu potong kuenya, lalu kita makan kuenya bersama," suruh tante, aku mengangguk lalu membuka hadiah ku satu persatu, pertama hadiah dari tante dan paman, mereka memberiku sebuah hadiah laptop, aku senang bukan kepalang, laptop ini bisa sangat membantu saat aku belajar, aku memeluk paman dan juga tante, berterima kasih, lalu aku membuka hadiah dari kak Taerang, ternyata kak Taerang memberiku hadiah peralatan make up yang lengkap, kak Taerang bener bener mengerti wanita, aku berterima kasih lalu memeluknya, dan terakhir aku membuka hadiah dari Taejun, aku membukanya ternyata sebuah arloji.. wow keren banget, arlojinya terlihat sangat mahal, aku sangat menyukainya, aku langsung memeluknya dan berterima kasih padanya, setelah bercengkrama sambil makan kuenya, paman menyuruh kami untuk tidur, karna besok kami masih harus sekolah,


Keesokan paginya setelah mandi dan sarapan aku dan taejun hendak berangkat sekolah, saat aku hendak masuk ke dalam mobil Bogum datang dengan sepeda motornya,


"Bogum,!" seruku tersenyum,


"Ayo naiklah, aku akan menjemput mu mulai hari ini untuk berangkat ke sekolah," suruh Bogum, aku menoleh pada Taejun,


"Taejun.. aku berangkat bareng Bogum ya," kataku meminta izin,

__ADS_1


"Terserah!" kata Taejun kesal, lalu masuk ke dalam mobil, baiklah.. ku anggap jawabannya itu sebagai persetujuan, aku pun buru buru naik ke motor Bogum, kami bertigapun berangkat sekolah,


Sesampainya di sekolah, aku mulai merasa gelisah karna takut anak anak akan menghujatku atau mencemo'ohku karna video itu, tapi ternyata tidak, mereka memang menatapku dengan berbagai expresi tapi mereka tidak mencemo'ohku, mungkin mereka semua sudah tau kalau aku hanya di jebak, dan sekarang pelakunya akan di penjara, saat masuk ke dalam kelas aku terkejut saat melihat sebuah kado besar berada di atas mejaku, hingga memenuhi seluruh meja,


"Happy birthday," bisik Bogum di telingaku, aku tersenyum bahagia,


"Bukalah," suruh Bogum, aku membuka pita dan bungkusnya, wow! aku terkejut, ternyata sebuah gitar lengkap dengan tas gitarnya, aku membuka resleting tas gitarnya, dan mengelus permukaan gitar yang halus itu,


"Bogum.. terimakasih," kataku terharu lalu memeluknya,


"Maukah kau menyanyikan lagu untukku nanti saat istirahat?" pinta Bogum tersenyum,


"Baiklah," kataku menyetujui tersenyum padanya, beberapa orang di kelas juga mengucapkan selamat ulang tahun padaku,


" Jessica ku dengar orang yang meng upload video bikinimu, adalah seorang penguntit yang menguntitmu hingga ke tempat tinggalmu? hingga membuatmu pindah ke rumah Taejun," sindir salah seorang siswa, bagaimana dia tau aku pindah ke rumah Taejun? aku melirik ke arah Taejun, aku tak menjawab pertanyaan orang itu, karna takut Taejun tidak suka,


"Ya itu benar, Jessica tinggal di rumah ku, apa kalian ada masalah dengan itu," sahut Taejun, membuat semua anak anak mulai berbisik bisik, aku tak menyangka Taejun mengakui sendiri hal itu.


"Hyuna, apa kau tidak merasa terganggu, Jessica tinggal di rumah Taejun?" tanya seorang siswi pada Hyuna berusaha mengadu domba,

__ADS_1


"Kenapa aku harus terganggu, Taejun hanya menganggap Jessica adik, karna orang tua mereka berteman," jawab Hyuna sinis, aku terkejut melihat Hyuna tak termakan omongan mereka, syukurlah, kurasa Hyuna sudah tidak membenciku seperti kali pertama.. aku buru buru membetulkan dudukku saat guru datang,


__ADS_2