Tak Terduga

Tak Terduga
perminta'an terakhir mama


__ADS_3

"Aku mau pulang, aku mau kembali ke Indonesia," pintaku hampa.


"Tidak sayang kamu tidak bisa ke Indonesia.. itu terlalu bahaya untukmu," kata tante.


"Aku tidak peduli, setidaknya aku harus melihat jenazah mamaku.. dan jika kedatanganku terlambat, mungkin setidaknya aku harus tau letak kuburan mamaku," kataku menangis tersedu sedu, meronta ronta berusaha melepaskan diri dari pelukan tante, aku harus pergi.. aku harus pergi.


"Mamamu tidak menginginkan itu," kata tante tegas.


"Apa?" tanyaku tak mengerti.


"Surat terakhir ibumu," kata tante memberikan selembar kertas kepadaku, aku menerima surat itu lalu membacanya.

__ADS_1


yura tolong jaga anakku, jangan biarkan jessica kembali ke indonesia apapun yang terjadi, pelacakan ayah jessica sudah mengarah ke persembunyianku, dan aku punya firasat sebentar lagi dia akan menemukan persembunyiakan ku, dan jika dia sudah menemukanku, mungkin dia tidak akan mengampuniku.. mungkin saja dia akan membunuhku karna telah menyembunyikan jessica, dan ayah jessica tidak akan berhenti sebelum dia menemukan jessica, tolong nikahkan jessica dengan pria korea yang baik dan ubah namanya, dan marganya menjadi marga suaminya, ubah semua identitasnya, kewarga negaraan nya, semuanya, identitasnya akan berubah secara alami karna pernikahan nya, jadi tidak akan ada kecurigaan, dengan begitu jessica tidak akan mudah di lacak, aku sudah mencairkan semua uang di rekeningku menjadi pecahan dolar, aku akan mengirim uangnya bersama surat ini, temanku yang bekerja di korea akan mengantarkan nya padamu, aku tak bisa langsung transfer karna itu mudah di lacak, aku sudah menghapus dan menghancurkan semua bukti komunikasi ku dengan mu, sebelum jessica ke korea, jadi kamu tidak perlu kawatir, mungkin ayah jessica akan mengecek semua penerbangan dan suatu hari mungkin dia akan tau bahwa jessica telah terbang ke korea, tapi ayah jessica tidak akan mudah menemukan keberadaan jessica jika identitasnya telah di ubah secara alami tanpa kecurigaan, jadi cepatlah nikahkan jessica dan ubah identitasnya secepat mungkin kumohon.. aku hanya bisa minta bantuan ini padamu karna aku sangat mempercayai mu, katakanlah pada anakku jessica turutilah ke inginan terakhirku ini, dan katakan padanya bahwa aku sangat menyayangi dan mencintainya, dan katakan padanya maaf karna tak bisa menepati janjiku padanya, maaf telah menyusahkan mu, tolong jaga anakku jessica, jangan sampai biarkan ayah jessica menemukan nya, mungkin saat surat ini sampai di tangan mu, kamu juga akan menerima kabar kematianku, dari temanku, terima kasih karna sudah membantuku sejauh ini, aku menyayangi mu dan mempercayai mu.


Setelah selesai membaca surat itu, aku jatuh terhempas ke lantai menangis tanpa henti hingga dadaku sesak, jadi papa yang sudah membunuh mama? rasanya aku ingin bertemu papa dan membunuhnya dengan tanganku sendiri.. tapi apakah aku pantas melakukan itu? membunuh seseorang yang tak lain adalah papaku sendiri? apakah kemarahan dan ke bencianku akan terpuaskan jika dia mati di tanganku? apakah aku masukkan saja dia ke penjara? tapi kurasa akan sulit memasukkan dia ke penjara karna aku tidak punya bukti pembunuhan dan juga kejahatannya, dia juga orang yang sangat berkuasa karna memiliki banyak uang, jika hanya bukti surat ini tidak akan cukup, dia akan bebas dari tuduhan dan setelah itu dia mungkin akan berhasil menangkapku, dan mungkin juga tidak.. tapi masalahnya bukan itu.. bagaimana kalo dia sampai tau tentang tante Yura dan keluarganya gara gara ulahku, dan malah akan mencelekai tante Yura dan juga keluarganya? tidak! aku tidak boleh gegabah, atau kalau tidak aku akan membahayakan tante dan juga keluarganya, hanya mereka satunya satunya yang ku punya sekarang, papa dan kroni kroninya itu pasti seorang penjahat, kalo tidak tak mungkin mereka memiliki pistol ilegal, apa aku turuti saja ke inginan terakhir mamaku demi keselamatan tante Yura dan keluarganya? dan tidak bertingkah macam macam, mama.. kenapa kau meninggalkanku? dan melanggar semua janjimu padaku? tante memelukku di lantai yang terduduk sambil menangis, lalu Taejun dan kak Taerang menggotong tubuhku ke kamar membaringkanku di kasur karna aku sangat lemas, dan tak sanggup berjalan, aku masih menangis tersedu sedu, tatapanku kosong, karna aku tak mampu berpikir jernih, kabar ini seperti mimpi buruk bagiku.


"Tenangkan dirimu sayang... " kata tante berusaha menenangkanku, tante menyentuh dahiku.


"Sayang kau demam!" seru tante panik, "Kita harus bawa Jessica ke rumah sakit," kata tante pada paman.


"Lihatlah dirimu, kau masih sangat muda, tapi kau harus menjalini hidup sesulit ini.. baiklah, kau tak perlu ke mana mana, tante akan panggilkan dokternya ke sini," kata tante kawatir, aku mengangguk.


"Akan ku telfon dokternya," kata paman,

__ADS_1


Saat dokter datang, dokter langsung memeriksaku, lalu dokter pulang setelah memberiku resep obatnya, tante menyuapiku sedikit bubur lalu aku meminum obatnya, aku kembali berbaring memejamkan mata merasa sangat lelah, lalu tante menyuruh semuanya untuk keluar dari kamarku agar aku bisa beristirahat, tante mengecup keningku, lalu keluar dan menutup pintunya pelan,


Ke'esokan paginya aku bangun dengan perasaan hampa, kesedihan ini terlalu besar untuk bisa ku tahan, tapi aku memaksa masuk sekolah walau badanku masih sangat lemas, ini ujian kelulusan jika aku absen itu hanya akan semakin mempersulit keada'anku, aku sudah belajar keras untuk ini, aku akan berbaring di UKS saat jam istirahat, aku pasti bisa melakukannya, walaupun ini sangat sulit karna keadaanku, tapi aku tidak boleh terpuruk, mama tak akan senang jika aku terpuruk.


Di sekolah aku mengabaikan orang orang dan apapun itu, aku hanya fokus pada ujianku, aku bahkan makan siang di UKS bersama Taejun, lalu sepulangnya sekolah aku langsung istirahat di dalam kamar, sambil sesekali membaca buku pelajaran, rasanya kepalaku agak pusing, aku memejamkan mata tanpa kusadari aku sudah terlelap tidur, saat jam makan malam Taejun membangunkanku membawakan bubur untukku, aku makan buburnya lalu minum obatnya, setelah itu aku kembali tidur.


Aku terbangun dari tidurku, dan sekarang masih malam gak tau jam berapa.. haus sekali, aku mengambil gelas yang ada di atas laci dekat kasurku, tapi airnya sudah habis, aku bangun ingin pergi ke dapur untuk mengambil air saat tak sengaja mendengar percakapan tante, paman, kak Taerang, dan juga Taejun di ruang keluarga,


"Sayang kita harus cepat cepat mencarikan pria yang baik untuk Jessica, dan menikahkannya," kata tante pada paman, aku menghentikan langkahku.


#mohon dukungannya dengan like vote dan tinggalkan saran di kolom komentar, terima kasih 🙏🙏🙏#

__ADS_1


__ADS_2