Tak Terduga

Tak Terduga
Rindu


__ADS_3

Aku menghampiri Rio yang sedang bicara dengan salah satu pegawainya, Rio melirikku aku menatapnya betek, Rio terkekeh melihat expresiku.


"Aku akan pulang, kamu urus semuanya," kata Rio pada pegawainya, "Ayo," ajak Rio tersenyum padaku, aku mengikutinya ke luar.


"Kenapa expresimu betek gitu?" tanya Rio tersenyum ingin tau, saat dalam perjalanan pulang.


"Tadi saat di kamar mandi aku mendengar pegawaimu membicarakan kita berdua," jawabku kaku tanpa menoleh padanya.


"Memang mereka bicara apa? sehingga membuatmu betek, apa mereka membicarakan hal yang buruk?" tanya Rio, aku meliriknya, Rio malah tersenyum. aneh, dia menanyakan hal ini sambil tersenyum?.


"Gak juga sih.. tapi gak suka aja dengernya," sahutku kesal, Rio malah terkekeh, aku mendengus sebel.


"Katakan padaku, hal apa yang bisa membuat rasa kesalmu jadi hilang, aku akan melakukan apapun," kata Rio, aku meliriknya, kenapa dia royal banget sama aku? kitakan gak begitu lama saling kenal, apa hanya aku yang merasa aneh? atau memang dia orangnya royal pada siapapun?.


"Aku gak mau apapun, kita pulang saja," sahutku enggan.


"Baiklah," kata Rio mengangguk.


Sesampainya di depan rumah, aku buru buru membuka sabuk pengamannya dan hendak membuka pintu mobilnya, tapi Rio mendahuluiku, sudah membukakan pintu mobilnya untukku sambil tersenyum padaku, ada apa dengannya? kenapa tingkahnya aneh, aku jadi takut.


"Kenapa malah menatapku seperti itu?" tanya Rio terkekeh.


"Aneh saja, karna sikapmu akhir akhir ini terlalu baik padaku, aku takut kau ada maunya," jawabku curiga. Rio tergelak.


"Tenang.. aku tidak akan meminta apapun padamu, selama kau ada di sampingku." kata Rio tersenyum.


"Apa?" kataku bertanya tanya maksud dari perkata'annya.


"Maksudku, selama kau ada di sampingku, gosip tentang seleraku yang menyimpang tidak akan simpang siur lagi," jelas Rio buru buru,


"Oh," sahutku keluar dari dalam mobil, setelah kami berdua masuk ke rumah aku langsung masuk ke kamarku, tapi ku perhatikan Rio sekarang gak lagi bertemu dengan teman teman gaynya setelah terakhir kali ku lihat teman gaynya keluar dari kamarnya ke'esokan harinya setelah kita menikah, apa karna dia masih ingin menjaga imejnya dulu, tapi jika memang itu alasannya kenapa Rio malah membawa teman gaynya di malam setelah pernikahan kita? padahal sebelum kita menikah dia sering sekali bertemu teman gaynya, aneh. tapi itu urusannya aku tak ingin mencampurinya.

__ADS_1


Ketokan di pintu membuyarkan lamunanku.


"Siapa?" tanyaku.


"Saya non, ada telfon dari rumah ayahmu," sahut bibik memberitahu dari balik pintu, siapa yang menelfonku dari dari rumah si brengsek? aku buru buru beranjak dan membuka pintunya, bibik memberikan telfon rumahnya padaku.


"Halo," kataku ingin tau dari balik corong telfon.


"Maaf non mengganggu, tapi ada orang yang datang ke rumah tuan besar dan orang itu mencarimu," kata salah satu pelayan si brengsek memberitahu, siapa memangnya?


"Siapa?" tanyaku ingin tau.


"Dia bilang namanya Taejun," jawab pelayan itu memberitahu, dan seketika hatiku berdetak sangat kencang, aku tidak salah dengarkan? benarkah Taejun sampai mencariku ke Indonesia? rasanya hatiku serasa berbunga bunga, tapi tunggu.. masalahnya sekarang dia mencariku di rumah si brengsek itu, oh tidak! nyawanya bisa dalam bahaya, ku harap si brengsek itu tidak sedang ada di rumah.


"Apa tidak ada orang di situ agar bisa menemuinya?" tanyaku pura pura.


"Tidak ada non, tuan David sedang sekolah, sedangkan tuan Harry dan tuan besar pergi ke kantor," kata pelayan itu memberitahu, oh.. syukurlah.


"Baiklah, bisakah kau menyuruhnya menunggu, aku akan segera kesana," pintaku pada pelayan itu.


"Jessica, mau kemana?" tanya Rio yang sedang duduk di ruang tamu sambil membaca koran dan minum kopi.


"Aku akan ke rumah papa sebentar, ada perlu," jawabku buru buru.


"Kalo begitu aku akan ikut," kata Rio, hendak beranjak.


"Tidak perlu," cegahku, "Lain kali saja, ok," pintaku pada Rio, Rio terlihat bingung, aku buru buru pergi, aku berkendara cukup cepat menuju ke rumah si brengsek.


Sesampainya di depan rumah si brengsek, aku buru buru masuk ke rumah itu, dan aku merasa bahagia bukan main saat melihat Taejun benar benar ada di sini, dia sedang menungguku duduk di sofa di ruang tamu, saat mata kami saling bersirobok senyum manisnya langsung merekah, betapa aku sangat merindukan laki laki yang sekarang tengah berada di hadapanku ini, aku merasa seolah olah ini hanyalah mimpi. pelayan yang membawakan Taejun kopi membuyarkan tatapan yang saling merindu di antara kami.


"Kopinya tidak perlu," kataku pada pelayan itu, "Karna kami ada pertemuan di luar," lanjutku.

__ADS_1


"Oh, baik non," kata pelayan itu kembali ke dapur bersama kopi yang di bawanya.


"Taejun ayo," kataku, mengajaknya keluar, tanpa bertanya tanya dia mengikutiku keluar rumah.


"Masuklah ke mobil, kita bicara di luar saja, disini tidak aman," bisikku pada Taejun, Taejun mengangguk mengerti lalu masuk ke dalam mobil, aku juga masuk dan melajukan mobilnya menjauh dari rumah itu, pergi kemanapun pikirku, asal jauh dari rumah itu.


Aku menghentikan mobilnya di sebuah lapangan, di dekat jembatan. lalu aku menoleh pada Taejun, melihatnya membuatku ingin menangis dan memeluknya seerat eratnya.


"Taejun kenapa kau menceriku sampai kesini, bisa bisa kau dalam bahaya," seruku menatapnya panik, sebenarnya aku gak mau Taejun sampai mencariku kesini karna aku takut dia sampai terluka, tapi sejujurnya di lubuk hatiku yang paling dalam, aku sangat bahagia bisa melihatnya.


"Tentu saja karna aku sangat mengawatirkanmu, taukahkah kau? betapa sedihnya aku saat tau kau pergi tanpa memberitahuku terlebih dahulu? aku kalang kabut mencarimu kesana kemari rasanya hampir mau gila karna tak juga menemukanmu, aku sampai risen kuliah hanya karna untuk mencarimu keseluruh penjuru korea, bahkan aku meminta bantuan polisi untuk mencarimu dan menyebar sketsa foto wajahmu, dengan tulisan orang hilang. tapi kau tak kunjung ku temukan, tahukah kau betapa takutnya aku? aku takut kau kenapa napa. lalu setelah beberapa hari kemudian polisi menelfonku, memberitahu, bahwa identitas wanita yang kucari cari selama ini sudah meninggalkan Korea beberapa hari yang lalu, dan tujuannya ke Indonesia. setelah mendengar itu aku langsung mencari tahu informasi tentang ayahmu dan tempat tinggalnya dengan bantuan mama dan pihak kepolisian. setelah mengumpulkan semua informasinya tanpa pikir panjang, aku langsung terbang ke indonesia," jelas Taejun panjang lebar. dia menatapku sedih.


"Maafkan aku Taejun.. aku punya alasan melakukan semua itu," kataku merasa bersalah.


"Ada apa? katakanlah padaku, apa ayahmu mengancammu menggunakan keselamatan kami? karna beberapa hari yang lalu aku melihat beberapa orang mengintai rumah kami, dan mereka tidak terlihat seperti orang korea, dan salah satu dari mereka, aku ingat dia sempat menabrakmu di rumah makan waktu itu," tanya Taejun bertubi tubi terlihat ingin tau.


"Kau benar," kataku mengangguk sedih, Taejun mendengus marah.


"Lalu yang membuatku bingung, tadi saat aku mencarimu ke rumah ayahmu.. pembantu itu bilang kau ada di rumah suamimu, aku tidak mengerti apa maksudnya itu," kata Taejun terlihat bingung, dia menatapku menunggu jawabanku, aku menatapnya takut takut, aku harus menjelaskan masalah ini dengan benar, kalo tidak, bisa bisa Taejun akan salah faham padaku.


"Pembantu itu berkata benar, saat itu aku memang sedang berada di rumah suamiku," jawabku merasa bersalah.


"Apa? jadi maksudnya kau menikah lagi? kau sungguh menghianatiku?," tanya Taejun bertubi tubi, dia terlihat sedih dan terluka,


Jessica



Taejun


__ADS_1


Rio Dewanto



__ADS_2