Tak Terduga

Tak Terduga
Penguntit


__ADS_3

"Aku Jihun," kata cowok itu menyodorkan tangannya, Jihun orangnya tinggi, mata agak sipit, rambutnya di cat merah, cara berpakaiannya keren, memang kebanyakan orang Korea cara berpakaiannya keren yaa walaupun tidak semua, tapi masalahnya aku tidak menanyakan namanya.. kenapa dia memberitahuku? Jihun menatapku menunggu.


"Jessica," kataku menyalaminya.


"kamu mau kemana? " tanya jihun dengan bhs inggris yang sangat kaku, aku berusaha menahan senyumku agar tak menyinggung perasaan nya.


"Aku ingin belanja beberapa baju," jawabku, Jihun hendak mengatakan sesuatu tapi tidak jadi, mungkin dia tidak tau cara mengatakannya dengan bhs Inggris, ini hanya akan buang buang waktu saja jika aku tetap meladeninya, persetan dengan sopan santun, aku kembali berjalan berusaha mengabaikannya walaupun dia terus mengikutiku dan bicara padaku, dia bahkan mengikutiku masuk ke dalam toko, aku terus mengabaikannya, masak bodohlah! aku belanja beberapa baju hangat, sepasang sepatu dan juga beberapa aksesoris, setelah selesai membayar semuanya aku keluar dari toko.


"Kamu mau pulang," tanya jihun dengan aksen inggris yang aneh.


"Yeah," jawabku.


"Aku akan pergi dengan mu," kata Jihun, lagi lagi dengan aksen inggris yang aneh, akan pergi denganku? apa maksudnya? apa maksudnya dia mau mengantarku pulang? aku tidak ingin cowok asing tau tempat tinggalku, itu akan merepotkan.


"No no no, its ok," tolakku, aku buru buru berjalan dan berhenti menunggu lampu lalu lintas berubah merah, cowok yang bernama Jihun itu tetap mengikutiku dan berdiri di sampingku, ada apa sih dengan cowok itu? dia mengatakan sesuatu padaku tapi aku tak memperdulikannya, saat lampu lalu lintas akhirnya berubah merah aku buru buru lari darinya, dia mengejarku, sumpah!! ada apa dengan cowok itu? aku mempercepat lariku, aku terus lari hingga belokan pertama, aku bernafas lega saat sampai di belokan kedua, karna saat aku menoleh lagi kebelakang cowok itu tidak terlihat lagi, aku mengatur nafasku yang ter engah engah merasa kelelahan, kenapa aku selalu di kejar kejar orang sih! aku berjalan pelan pelan tak lagi berlari, tapi langkahku tiba tiba terhenti saat melihat jihun keluar dari gang dan sudah berdiri di depan ku, aku menatapnya nanar.


"Kenapa kamu lari?" tanya Jihun,


"Lalu, kenapa kamu mengikutiku?" aku balik bertanya, lalu dia menjawabnya dengan bhs Korea yang sudah pasti tidak ku mengerti, aku menghembuskan nafas marah, aku benar benar tidak punya waktu untuk omong kosong ini, aku melihat jam sudah 09:11, aku pun terus berjalan melewatinya, dia memegang lenganku menahan langkahku, aku berbalik menatapnya.


"Ku mohon, tinggalkan aku sendiri," kataku menatapnya marah, dia menatapku sedih akhirnya melepas lenganku, aku buru buru pergi meninggalkannya, semoga saja dia tidak mengikutiku kali ini, masak bodoh aku menyakiti perasaannya atau tidak, aku gak peduli.


Sesampainya di kafe mobil tante Yura sudah ada di depan kafe, aku buru buru meletakkan belanjaanku di kamar, setelah itu langsung masuk ke kafe.


"Maaf tante aku sedikit terlambat," kataku dengan bhs korea menghampiri tante,


"Tidak masalah sayang.. waw kau langsung mempraktikkan bhs Korea mu," kata tante dengan bhs inggris sembari tersenyum.

__ADS_1


"Aku ingin cepat belajar, jadi mulai sekarang tante harus bicara denganku memakai bahasa Korea," kataku tersenyum dengan bahasa korea bercampur bahasa inggris, tante Yura tertawa.


"tentu saja sayang, tapi kamu datang dari mana tadi sayang? " aku membuka kamus karna ada yang tak ku mengerti.


"Aku tadi membeli baju hangat dan camilan tante," jawabku setelah mengerti, aku meng mix jawabanku dengan inggris dan Korea,


"Kenapa kamu tidak bilang padaku sayang, aku kan bisa mengantarmu dengan mobil," kata tante, aku bolak balik melihat kamus, tante Yura tersenyum melihat tingkah konyolku,


"Tidak apa apa tante, aku tidak ingin merepotkan mu, aku suka berjalan jalan seperti tadi karna saat di indonesia aku tak pernah bisa jalan jalan seperti tadi," jawabku meng mix lagi jawabanku (korgis).


"Aku bahagia sayang jika kamu merasa senang disini, dan aku merasa lega karna kamu langsung beradaptasi dengan baik disini," kata tante tersenyum, aku melihat kamusku lagi, setelah mengerti aku tersenyum pada tante, lalu tante memelukku gemas.


"Terima kasih tante," kataku memeluknya erat.


"Sama sama sayang," kata tante Yura.


"Belum benyak yang bisa dilakukan sayang, karna masih pagi, jika mau kau bisa bantu park jimin," jawab tante, aku mengintip lagi ke kamus,


"Ok," kataku tersenyum, tante hanya menggeleng geleng, aku menghampiri cowok yang berdiri di depan konter, karna dia pasti adalah park jimin pekerja part time yang bergantian dengan Park Bogum,


"Hai ada yang bisa ku bantu? " tanyaku dengan bahasa Korea, Park Jimin menoleh, lalu tersenyum padaku, senyumnya sangat menawan, dia tinggi.. karna menurutku cowok yang lebih tinggi dariku berarti dia tinggi, gayanya juga keren, menurutku dia tampan dan usianya mungkin.. 20 an.


"Hi, kamu pasti Jessica, aku Park Jimin," kata Jimin memperkenalkan diri,


"Ya, aku Jessica, senang bertemu dengan mu Park jJimin," kataku tersenyum,


"Aku juga," kata Jimin terus tersenyum menatapku,

__ADS_1


"Jadi? " kataku bertanya lagi.


"Mungkin kita bisa mulai dengan membersihkan piring piring dan bekas makanan di meja," kata Jimin, aku mengintip kamusku sebentar.


"Ok ayo," kataku setelah mengerti, Jimin tersenyum melihat tingkahku, dari pagi hingga siang aku mengikuti Jimin ke mana mana membantunya ini dan itu, dan bhs koreaku meningkat berkat bantuannya, dia benar benar orang yang menyenangkan.


"Ayo kita makan siang dulu," ajak Jimin padaku,


"Ayo," kataku riang, kami makan spageti buatan Shef Jin Seok pastanya enak sekali, aku menunduk malu saat tangan Jimin mengusap sesuatu di pinggiran bibirku, apa makanku belepotan?


"Oh, maaf," kataku sedikit menjauh, aku cepat cepat berdiri saat melihat dua pelanggan masuk ke dalam kafe, Jimin ikut berdiri mengambil menu makanan,


"Biar aku saja yang mencatat pesanan mereka, kamu lanjutkan makan mu saja," kataku mengambil menu makanan darinya lalu buru buru pergi.


"Selamat datang, ini menu makanannya," kataku menyela pembicaraan mereka.


"Terima kasih," kata mereka melihat menunya, aku menunggu dengan buku dan bulpen di tangan.


"Aku pesan salmon with saos garlic dan minumannya jus jeruk," kata pelanggan wanita, aku mencatat pesanannya.


"Aku pasta with tomato saus dan pineple juice," kata si pelanggan sembari menyerahkan menunya padaku, wajahnya yang sudah berbalik langsung menoleh lagi ke padaku, menatapku, aku buru buru menunduk mencatat pesanan nya,


"Apa yang kau pandangi!" kata si wanita marah,


"Pesanannya akan segera datang," kataku buru buru pergi, apa aku secantik itu hingga pria itu menatapku seperti itu, membuat pacarnya marah saja, aku menekan bel kecil dan meletakkan catatan pesanan di samping bel,


"Kau saja yang mengantarkan pesanannya ke meja itu," kataku pada Jimin,

__ADS_1


#mohon dukungannya.. aku seorang pemula, terima kasih.. #


__ADS_2