
"Kenapa kau tidak membangunkanku?" tanyaku pada Taejun.
"Karna ku pikir tidak apa apalah kamu tidur sebentar lagi, aku tidak tega membangunkanmu, karna tidurmu nyenyak sekali," kata Taejun sambil mengenakan jaket tipisnya di depan kaca, aku berusaha menahan senyumku, so sweet banget sih, sudah ku putuskan mulai sekarang aku akan menunggu saja dengan sabar, dari pada menekannya agar mengakui cintanya padaku, aku akan menunggu dengan sabar sampai dia siap mengakui cintanya sendiri padaku tanpa harus ku paksa.
"Tapi bagai mana kalo kita terlambat," kataku kawatir,
"Masih ada waktu kok, cepat mandilah," suruh Taejun, berbalik menghadapku lalu menarikku bangun dari atas kasur mendorong punggungku pelan agar masuk ke kamar mandi.
"Ok ok.. tunggu aku ambil baju dulu di lemari," kataku, lalu mengambil baju di lemari dan cepat cepat mandi, saat aku keluar dari kamar mandi Taejun menatapku tidak suka,
"Mengapa memakai rok sependek itu.. terlalu sexi, cepat ganti," keluh Taejun, aku mendengus kesal, aku memakai rok ini, kan untuknya agar di lihat olehnya, malah di suruh ganti.. bikin kesal, aku cemberut lalu berbalik mengambil jins di lemari lalu masuk ke kamar mandi untuk mengantinya, dan anehnya aku menurut.. aja apa katanya, aku keluar dari kamar mandi dengan expresi betek.
"Puas?" kataku padanya, Taejun mengangguk tersenyum, aku memutar bola mataku, setelah sarapan sebentar kami berdua langsung berangkat ke kampus.
Saat berjalan di lapangan kampus bersama Taejun aku melihat Ga In mengendarai mobil sport berwarna ungu mengilat dengan cup terbuka sedang memarkir mobilnya di depan parkir, yeah dari awal pertama aku melihat cara dia berpakaian saja sudah jelas kalo Ga In itu anak yang super kaya, tapi kalo dia punya mobil se keren itu kenapa kemaren dia harus capek-capek naik bus umum.
"Apa sebaiknya kita naik mobil saja besok ke kampus," usul Taejun, aku sangat mengerti apa yang ada dalam pikiran Taejun, tenang saja Taejun.. aku bukan tipe orang yang akan berselingkuh karena uang, tapi aku tipe orang yang akan berselingkuh karena kurang kasih sayang...
"Ngapain sih, gak! aku lebih suka naik bus," tolakku, "Kalo kamu mau naik mobil besok yaudah naik aja, aku akan naik bus sendiri," lanjutku meliriknya.
"Yaudah, aku mau naik bus saja denganmu," kata Taejun, menggandeng tanganku.
"Taejun apa'an sih nanti ada yang lihat," protesku melepas gandengan tangannya.
"Kalo aku.. aja, di permasalahkan, tapi kemaren kalo Ga In gak tuh," keluh Taejun.
"Aku udah mau melepasnya.. tapi kamu keburu ikut campur," sindirku, beralasan.
"Tapi.. kenapa aku gak percaya ya," katanya minyipitkan mata.
__ADS_1
"Yaudah kalo gak percaya," kataku pura pura kesal mempercepat langkahku.
Hari ini dosen membagi kami menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas, senior maupun junior, setiap kelompok berisikan 3 orang dan sialnya aku masuk ke kelompok yang ke 2 orangnya tidak begitu ku kenal dan dua duanya pria, satunya bernama Baek Hyun dia mahasiswa junior sama sepertiku yang juga mahasiswi junior dan sepertinya dia terlihat lebih muda dariku malah karna wajahnya baby face dan terutama dia juga tidak terlalu tinggi.. tingginya hampir sama denganku mungkin lebih tinggi sedikit untuk ukuran tinggi pria..itu terbilang pendek, dan teman kelompokku yang satunya bernama Kim Woo Bin, dia senior tingkat 1 walaupun gak terlihat ganteng tapi dia cukup berkarisma, karna matanya sipit tatapannya jadi terlihat tajam, dan aku satu satunya cewek di kelompok ini.. betapa canggungnya.. kalo Taejun kelompoknya seluruhnya cowok, betapa enaknya dia.. karna semua kelompoknya cowok pasti bisa ngobrol dengan santai, sedangkan Ga In dia satu kelompok dengan Rin Ah dan satu cewek lagi kalo gak salah mbak senior tingkat 2 yang aku lupa namanya.
Kelompok kami mendapat tugas mencari tahu dan memaparkan tentang strategi pemasaran industri China yang sedang berkembang, tugas yang tak terlalu sulit menurutku, kak Woo Bin mengusulkan untuk berkumpul di Coffe Shop setelah usai kuliah untuk mengerjakan tugas kelompoknya, aku dan Baek Hyun setuju setuju saja, kami memilih kak Woo Bin sebagai ketua kelompok, kak Woo Bin meminta no HP kami untuk membuat chat group untuk group kami agar lebih gampang berkomunikasi, kamipun memberi no hp kami, apa Taejun akan marah aku memberi nomer hp baruku ke mereka? tapi inikan untuk kepenting kuliah.. jadi kurasa gak masalah.
"Di Coffe Shop mana kita akan bertemu," tanya Baek Hyun bersemangat pada kak Woo Bin,
"Aku akan kirim alamat Coffenya di group chat," jawab kak Woo Bin.
"Apa kita akan mengerjakan tugasnya sekaligus," tanyaku memastikan.
"Kita tidak perlu terburu buru mengerjakan tugasnya agar hasilnya memuaskan, lagi pula presentasinya masih seminggu lagi," kata kak Woo Bin, kami mengangguk tersenyum, ku pikir klompokku bakalan canggung ternyata tidak, Baek Hyun orangnya ceria, dan kak Woo Bin orangnya mengayomi banget jadi cocok banget jadi ketua,
"Kamu akan kerja kelompok di mana untuk mengerjakan tugasnya?" tanya Taejun saat makan siang di kantin.
"Di Coffe," jawabku, sambil mengunyah makananku.
"Kenapa? jangan bilang kamu juga akan ikut ikutan kerja kelompok di Coffe sama denganku... " tanyaku curiga,
"Dasar GR, kelompokku sudah menentukan tempat untuk mengerjakan tugas kami ya.. aku kan cuma pengen tau aja kamu akan kerja kelompok di Coffe mana," kata Taejun menjelaskan.
"Aku juga belum tau, kak Woo Bin nanti akan mengirimkan alamatnya padaku," sahutku.
"Jadi kamu memberikan nomer telfonmu pada kak Woo Bin?" tanya Taejun kesal, mulai dech.
"Kami membuat group chat kelompok agar mengerjakan tugasnya bisa lebih gampang kalo bisa sharing pendapat lewat group.. ini untuk kepentingan kuliah Taejun.. bukannya untuk chat romantis... " keluhku.
"Hai Jessa," sapa Ga in lalu duduk di depanku meletakkan nampan makanannya di meja, Rin Ah yang ikut bersama Ga In ikut duduk di meja kami terlihat malu malu.
__ADS_1
"Hi," balasku.
"Kalian cocok," sahut Taejun pada Ga In dan Rin Ah, Taejun selalu saja cari gara gara, Ga In menatap Taejun tak suka, sedang kan Rin Ah menunduk karna malu, dia memakan makanannya dengan sangat pelan, Rin Ah benar benar cewek yang sangat pemalu.
"Kamu akan kerja kelompok di mana?" tanya Ga In, lagi lagi pertanyaan yang serupa, kenapa semua orang begitu ingin tau aku kerja kelompok di mana...
"Aku belum tau, kak Woo Bin akan mengirim alamatnya nanti di group chat," jawab ku, sambil meminum minumanku.
"Betapa beruntungnya kak Woo Bin dan Baek Hyun bisa satu kelompok denganmu, jadi mereka bisa bertukar nomer telfon denganmu," kata Ga In melirikku ragu ragu terlihat penasaran dengan reaksiku atas perkata'annya barusan, Taejun dan Rin Ah berhenti makan lalu kepala Taejun menoleh padaku, aku tak berani menoleh padanya.
"Ya... karna itu penting, karna kita harus sering berdiskusi tentang tugas kami," sahutku.
"Boleh aku minta nomermu," tanya Ga In tiba-tiba membuat Taejun dan Rin Ah menoleh padanya tak percaya.. termasuk aku.
kim jessa/jessica
kim taejun
Ga in
woo bin
__ADS_1
baek hyun