
"Sebenarnya waktu itu aku tak hanya memelukmu, tapi aku juga menciummu," kata Taejun terkekeh,
"Wah... ternyata kau tidak sepolos yang ku kira," kataku berdecak,
"Orang polospun akan berubah agresif, bila bersama orang yang di cintainya," kata Taejun membela diri,
"Jadi ciuman pertamamu denganku, saat bulan madu dong.. bukan saat di UKS," tebakku,
"Bukan," kata Taejun tertawa, "Tapi saat kita masih sekolah SMA dan saat itu statusmu adalah pacar Bogum, tapi aku menciummu diam diam saat kau terlelap tidur, saat aku ke kamarmu hendak membangunkanmu, maaf, dan kurasa aku juga harus minta maaf pada Bogum," kata Taejun merasa bersalah, aku menganga tak percaya, bukan main! aku menatapnya menyipitkan mata,
"Hei jangan menatapku seperti itu, aku kan sudah minta maaf... " keluh Taejun, "Kamu sendiri, sejak kapan kau mencintaiku," tanya Taejun terlihat ingin tau,
"Saat bulan madu di hari ke 2 saat di pulau jeju," jawabku,
"Tapi kenapa kau tidak mengatakannya padaku?" tanya Taejun,
"Kenapa harus aku yang mengatakannya.. kamu sendiri tidak mengatakannya, padahal kamu dulu yang mulai mencintaiku," kataku beralasan, Taejun memutar bola matanya,
__ADS_1
"Yeah saat di pulau jeju memang salah satu masa terindah dalam hidupku juga, aku sangat bersenang senang disana, dan bahkan untuk pertama kali aku membantumu mengenakan pakaianmu, aku benar-benar sangat menikmatinya," kata Taejun terkekeh, aku menatapnya kesal, "Yeah walaupun aku menyesal karna kau harus terjatuh di kamar mandi waktu itu, aku benar-benar cemas sampai-sampai aku tak sadar kau dalam keada'an telanjang hanya sehelai handuk yang menutupi bagian depan tubuhmu saat hendak ku bawa keluar kamar, sampai-sampai kau berteriak padaku agar membuatku sadar," kata Taejun mengenang masa lalu,
"Dan kau tau.. walaupun aku sangat bahagia saat bulan madu di pulau jeju, tapi aku juga tersiksa, karna harus menahan diri setiap melihat tubuh seximu, sa'at kau mengenakan baju tidur sexi.. saat membantumu berpakaian saat kau cedera.. dan saat kita tidur satu ranjang bersama, kau tau.. rasanya hampir gila," kata Taejun mengakui, menatapku penuh makna, aku mendengar ceritanya merasa senang tanpa menyela.
"Tapi saat awal kuliah.. aku merasa lebih banyak kesal karna banyak sekali cowok yang coba mendekatimu dan aku tidak suka itu, dan aku bahkan sempat berkelahi dengan senior gara-gara cemburu, karna mereka bertaruh siapa yang berhasil memacarimu dan sebagainya," lanjut Taejun memberitahu.. jadi sampai seperti itu? pantas saja Taejun marah,
"Dan kau membuatku lebih tergila gila lagi padamu.. saat aku tau kau punya kelebihan, kau tau.. sampai sekarangpun aku masih tidak percaya dengan apa yang ku lihat tentang insiden vas bunga itu," ungkap Taejun,
"Jadi maksudmu kau tambah mencintaiku gara-gara kau tau aku punya kelebihan?" tanyaku bingung, aku malah mengira kelebihanku akan mengurangi rasa suka Taejun terhadapku,
"Tentu saja, karna aku masih tak menyangka aku menikahi wanita yang cantik, sexy, dan istimewa seperti dirimu, aku merasa sangat beruntung," jawab Taejun tersenyum, aku tersenyum merasa tersanjung,
"Kurasa selain kita berdua tidak ada yang melihat, sebenarnya setelah kau lari untuk sembunyi, kami berdua mencoba memberimu waktu dan tidak mengganggumu dulu, tapi kami tau insiden vas bunga itu adalah kesengaja'an dan bukannya jatuh sendiri, pasti ada orang yang ingin menjatuhkannya dengan sengaja, jadi kami berdua langsung mengeceknya ke atas, tapi tentu saja orangnya sudah pergi, lalu kami memeriksa CCTV di kampus, di tempat jatuhnya vas itu gak ada CCTV, jadi kami memeriksa CCTV yang merekam tempat di dekat tempat vas bunga yang terjatuh itu kami mengecek di menit saat vas itu jatuh dan setelahnya, dan benar saja kami melihat seorang pria keluar dari tempat itu memakai topi masker dan pakaian serba hitam, hanya sepatunya saja yang berwarna putih, dia tidak memakai tas atau memegang apapun, dia berjalan cepat sambil menunduk, tapi kami sama sekali tidak mempunyai klu siapa sebenarnya orang itu, karna bentuk dan tinggi badannya sangat umum, sampai sekarangpun aku masih mencari cari orang itu.. tapi aku tak yakin bisa menemukannya," cerita Taejun panjang lebar, ternyata benar insiden itu adalah kesengaja'an, dan pelakunya seorang pria? awalnya ku kira wanita.. karna kebanyakan orang yg tidak menyukaiku kan wanita, tapi kenapa si pelaku melakukan itu padaku, apa motifnya?.
"Apa menurutmu si pelaku, melihat saat aku membuat vas bunga itu melayang?" tanyaku cemas,
"Entahlah.. tapi kurasa tidak, karna pelakunya kan langsung pergi," jawab Taejun tak yakin.. akupun juga merasa tak yakin,
__ADS_1
"Apakah kau merasa terbebani karna mempunyai kelebihan seperti itu?" tanya Taejun menatapku,
"Kadang iya, karna aku tidak bisa menggunakannya sesuka hati karna takut ketahuan orang, tapi kadang sangat berguna karna berkat kekuatanku aku bisa lolos dari sebuah tragedi atau insiden, saat di indonesia aku dan mama tak mungkin selalu bisa lolos dari kejaran papa dan anak buahnya kalo bukan karna kekuatanku.. kau tau? aku bisa mengendalikan beberapa elemen, aku bisa mengendalikan udara, air, tanah dan juga api.. karna aku bisa mengendalikan air.. aku juga jadi bisa mengendalikan manusia," ceritaku ragu ragu karna kawatir membuat Taejun takut,
"Apa? kamu bisa mengendalikan manusia? bagaimana bisa?" tanya Taejun terlihat tak percaya, kedua alisnya terangkat shok, aku menelan ludah kawatir, tak yakin apakah aku harus lanjut menceritakannya, tapi Taejun suamiku jadi dia harus tau semua, dan menerima aku apa adanya,
"Karna di dalam tubuh manusia juga mengandung air.. seperti aliran darah yang mengalir di otot/nadi mereka... apakah sekarang kau takut padaku?" tanyaku,
"Tidak," kata Taejun menggeleng, "Aku hanya takjub, ternyata memang ada hal semacam itu di dunia ini," ungkap Taejun,
"Dan kau tau.. berkat kekuatanku aku bisa meloloskan diri dari penculikan Jihun, jika bukan karna kekuatanku mungkin Jihun sudah berhasil memperkosaku," kataku Taejun terlihat sangat marah mengingat kejadian itu,
"Dan kau tau.. orang yang menangkap Jihun dan mengikatnya di tiang listrik dan menelfon polisi setelah itu adalah aku," kataku memberitahu, Taejun menganga tak mampu berkata kata,
"Dan kau tau.. apa alasan Ga In tetap ingin jadi temanku meski aku sudah menolak cintanya?" tanyaku, Taejun menggeleng, "Karna dulu sebelum aku kuliah di kampus itu, aku pernah bertemu Ga In dalam sebuah insiden, Ga In sedang di Gebuki 2 preman saat itu dan aku menolongnya, lalu kita bertemu lagi setelah sekian lama di kampus, awalnya hanya aku yang mengenalinya sedangkan Ga in tidak, karna saat pertama kali kita bertemu Ga In tidak melihat wajahku karna aku memakai masker dan topi, karna sebenarnya Ga In sudah lama mencariku.. dan sebenarnya Ga In juga sudah curiga bahwa wanita yang menyelamatkannya waktu itu adalah aku karna suaraku mirip sekali dengan cewek yang menolongnya, dan setelah insiden vas itu.. jelas sudah terjawab kecuriga'an Ga In, bahwa wanita yang menolongnya waktu itu adalah aku, padahal aku udah menyembunyikannya, walaupun dari awal aku sudah mengenalinya, tapi ternyata ketahuan juga," ceritaku panjang lebar, Taejun terlihat tidak suka bahwa ternyata aku sudah mengenal Ga In jauh sebelum kuliah,
"Aku tidak suka pada Ga In, dia selalu mencoba mendekatimu, walaupun sekarang aku tau alasannya.. itu malah membuatku semakin kawatir," keluh Taejun cemberut,
__ADS_1
"Aku tidak akan menyelingkuhimu.. tenang saja... " kataku menenangkannya,
"Kau janji?" tanya Taejun serius,