Tak Terduga

Tak Terduga
ragu


__ADS_3

"Aku memang baik dan perhatian.. jadi kenapa nuna tidak jadi pacarku saja," kata Baek Hyun bercanda tersenyum padaku, Ga In menjitak kepala Baek Hyun,


"Hei sakit! akukan cuma bercanda," keluh Baek Hyun cemberut, aku tertawa melihat mereka berdua,


"Kau sangat cantik saat tertawa dan tersenyum, jadi tetaplah seperti itu.. jangan sedih, ok," pinta Ga In menatapku, aku mengangguk tersenyum padanya,


********


Saat masuk ke kelas di jam kedua ternyata Taejun sudah berada di dalam kelas, di kedua sisi bangkunya sudah di duduki 2 wanita, kurasa di kelas ini banyak yang naksir Taejun, karna begitu semuanya melihat aku dan Taejun bersitegang, banyak wanita yang coba mendekati Taejun, aku cepat-cepat duduk sejauh mungkin dengan bangku Taejun, merasa benar-benar betek, Baek Hyun dan Ga In mengikutiku kemanapun aku pergi, seolah aku ini induk mereka,


"Nuna cuma bertengkar apa putus? kenapa duduknya jauhan gitu, dan gak saling menyapa lagi," tanya Baek Hyun selalu ingin tau,


"Baek Hyun aku sedang tak ingin membahasnya," jawabku betek, Baek Hyun cemberut, Ga In menertawai Baek Hyun karna kenak semprot amarahku, kami diam saat dosen datang,


Setelah selesai kuliah, ku lihat Taejun masih mengobrol dengan para wanita-wanita itu, dengan kesal aku keluar dari kelas, bermaksud langsung pulang ke rumah, tapi di depan gedung aku malah bertemu Andre dan 2 temannya,


"Andre? kenapa bisa ada di kampusku?" tanyaku tak percaya, tersenyum padanya,


"Karna aku ingin bertemu denganmu, tapi aku telfon-telfon juga sms tidak kamu angkat atau kamu balas, jadi aku ke kampusmu dech," jawab Andre pura-pura marah, aku merogoh rogoh saku dan juga tasku, ternyata aku lupa bawa hpku,


"Maaf, aku lupa bawa hpku ternyata," kataku meminta maaf,


"Pantas saja," kata Andre, Ga In berdehem dan Taejun ikut ikutan berdehem,


"Oh ya Andre, kenalin ini teman-temanku Baek Hyun dan Ga In, Baek Hyun Ga In kenalin ini teman SMAku saat di indonesia, namanya Andre," kataku saling memperkenalkan mereka, mereka saling menyapa satu sama lain, lalu Andre juga memperkenalkan 2 temannya pada kami, yang satu namanya Joseph wajahnya terlihat seperti orang Eropa dan satunya lagi bernama Jang Ki Yong yang sudah pasti dia orang Korea,

__ADS_1


"Ikutlah denganku sebentar," ajak Andre bersemangat,


"Tapi aku harus pulang... " kataku beralasan.. dan aku juga belum bisa minta izin Taejun karna kami masih marah marahan,


"Ayolah.. aku kan udah jauh-jauh kesini... " kata Andre, memegang pergelangan tanganku, Ga In langsung memegang tangan Andre yang memegang pergelangan tanganku, melepas tangan Andre dari lenganku, mungkin Ga In mengira Andre sudah bersikap tak sopan padaku, karna Ga In tidak mengerti dengan apa yang sedang kita bicarakan, untungnya Andre tidak tampak marah dengan perlakuan Ga In, mungkin dia mengerti kalo Ga In hanya salah faham,


"Ga In tenanglah, dia bukan orang jahat, dia temanku.. dia hanya ingin mengajakku ikut dengannya," kataku memberi pengertian pada Ga In tersenyum padanya,


"Oh," kata Ga In, mengerti, tapi anehnya dia tidak terlihat merasa bersalah karna sudah melakukan itu pada Andre, Ga In bahkan tidak meminta maaf,


"Gimana Jes, kamu ikut kan?" pinta Andre berharap, aku menghembuskan nafas menyerah,


"Baiklah," kataku menyetujui, tersenyum padanya,


"Ga In Baek Hyun aku pergi dulu dengan mereka," pamitku pada Ga In dan Baek Hyun, mereka mengangguk tampak tak suka,


"Dah..." kataku melambai pada Ga In dan Baek Hyun lalu akupun pergi dengan Andre dan teman-temannya,


"Kita akan kemana?" tanyaku saat kami masuk ke dalam train/kereta,


"Kita akan ke rumah makan Bali Lilit, aku ingin mentraktirmu makan sekalian ngobrol denganmu," jawab Andre tersenyum,


"Tapi pulangnya jangan terlalu malam ya, aku gak bisa pulang terlalu malam," kataku,


"Baiklah gak masalah," kata Andre, mengangkat bahu,

__ADS_1


"Bisakah kalian bicara dengan bhs Inggris atau Korea saja? jangan bicara memakai bhs Indonesia aku tak mengerti," keluh teman Andre yang bernama Jang Ki Yong,


"Yeah dari tadi aku juga bertanya tanya, apa sebenarnya yang mereka bicarakan," sambung Joseph, aku dan Andre tertawa,


"Baiklah, kami gak akan mengobrol pakek bhs Indobesia," kata Andre pada mereka berdua, teman-teman Andre mengajakku mengobrol, mereka sangat welcome padaku ternyata mereka orangnya asik juga, dan mereka tak henti hentinya memujiku hingga membuatku malu, sesampainya di rumah makan Bali Lilit Andre memesankan banyak sekali makanan untuk kami semua, kami mengobrol sambil tertawa bersama, Andre juga cerita betapa histerisnya Putri saat melihat fotoku dan Andre, Putri titip salam padaku.. aku tersenyum mengingat masa lalu, setelah kurasa cukup malam aku mengajak Andre dan teman-temannya untuk pulang, kamipun pulang, Andre dan teman-temannya ingin mengantarku sampai rumah, tapi aku menolaknya, jadi mereka hanya mengantarku sampai perhentian bus,


"Terima kasih teraktirannya hari ini," kataku pada Andre, Andre mengangguk, "Dah..." kataku melambai pada mereka bertiga, mereka juga melambai tersenyum,


************


Sesampainya di rumah ternyata semua orang sedang menungguku di ruang tamu, mereka semua langsung menoleh padaku saat aku masuk, expresi Taejun tampak sangat marah,


"Sayang.. kamu pergi ke mana? kenapa tidak memberitahu akan ke mana.. kamu bahkan tidak membawa hpmu, kami semua kawatir..." kata mama Yura memelukku,


"Maaf ma karna tidak memberitahu, aku lupa membawa hpku.. ketinggalan di kamar, aku pergi dengan temanku, dia dari Indonesia, sudah lama kami tidak bertemu, jadi dia mengajakku makan dan mengobrol, maaf... " kataku menjelaskan merasa menyesal karna sudah membuat mereka semua kawatir,


"Baiklah gak papa, lain kali jangan lupa bawa hp ya, agar kami tidak kawatir," kata mama menasehati, aku mengangguk, "Yaudah masuklah ke kamarmu, istirahatlah sudah malam," suruh mama, aku mengangguk pasrah, jelas Taejun akan memarahiku habis habisan kali ini kalo di lihat dari expresinya, aku mengikuti Taejun berjalan ke dalam kamar, dia tak bicara sepatah katapun, sampai akhirnya sampai di dalam kamar, dia berbalik padaku, expresi tampak sangat marah, aku menatapnya takut,


"Tauhkah kau betapa kawatirnya aku? aku mencarimu ke mana mana seperti orang gila, setidaknya kau harus memberitahuku akan ke mana!" kata Taejun emosinya meluap luap,


"Maaf Taejun... aku salah, aku minta maaf.. tapi kamu sepertinya tidak mau bicara padaku, jadi aku tak berani minta izin... " kataku beralasan, menunduk,


"Apakah aku tidak ada artinya bagimu, kamu bahkan berbohong padaku tentang masalah KB itu, untuk menghindari melakukan hubungan suami istri denganku? jujurlah padaku.. kamu tidak mencintaikukan? apakah kamu mencintai orang lain?" kata Taejun dengan emosi meluap luap.. pertanya'annya sungguh menyakiti perasa'anku,


"Ya aku memang berbohong padamu tentang masalah KB itu, tapi aku melakukan itu karna aku belum siap melakukan hubungan suami istri denganmu.. bukan karna aku tidak mencintaimu, teganya kau meragukan perasa'anku padamu," jelasku tak mampu menahan air mata yang mengalir deras di pipiku,

__ADS_1


"Jika kau memang benar mencintaiku.. kau tak mungkin merasa perlu merasa belum siap untuk melakukan hubungan suami istri denganku, karna sepasang suami istri yang saling mencintai.. tentu akan saling menginginkan satu sama lain.. tapi aku merasa sepertinya kau sama sekali tidak menginginkanku.. benarkah kau mencintaiku?" kata Taejun meragukan perasa'anku dan rasa cintaku padanya, hatiku rasanya begitu sakit mendengar Taejun mengatakan hal itu padaku,


"Taejun.. aku sungguh mencintaimu.. apa yang harus ku lakukan agar membuatmu percaya padaku... " kataku lirih, menatapnya sedih,


__ADS_2