Tak Terduga

Tak Terduga
aksident


__ADS_3

Ke'esokan paginya seperti kemaren aku ke sekolah berangkat bareng Taejun, tapi Taejun dingin banget hari ini, dia bahkan tidak pura pura menyapaku, jangankan menyapa, dia bahkan tidak menoleh sedikit pun ke arahku, kami duduk saling berjauhan, saling memunggungi menghadap ke kaca di dekat kami masing-masing, saat tiba-tiba mobil yang kita tumpangi berbelok tajam dan berhenti tiba-tiba, hingga membuat kami jatuh ke bawah, Taejun jatuh ke bawah jok sedangkan aku jatuh ke pangkuan Taejun dengan ke dua tangan meremas ke dua paha Taejun karna terkejut, sesaat aku membeku, lalu aku buru-buru bangun dari pangkuan Taejun dan duduk kembali ke atas jok,


"Maaf aku tidak sengaja," kataku masih merasa kaget,


"Aku tau," kata Taejun terlihat syok masih terduduk di bawah,


"Apa kamu tidak apa apa? perlu bantuan?" tanyaku kawatir,


"Tidak perlu, aku baik-baik saja," tolak Taejun, bangun perlahan lalu kembali duduk ke jok,


"Maaf tuan, nyonya, apa kalian terluka?" tanya sopir itu kawatir, aku menggeleng, "Tadi tiba tiba saja ada orang lari di depan mobil," lanjut sopir itu menjelaskan,


"Aku tidak apa-apa, lain kali kau harus lebih berhati hati," kata Taejun menasehati, aku kaget karna ku kira Taejun bakal marah-marah pada supir itu, ternyata tidak,


"Baik tuan aku akan lebih berhati-hati ," kata supir itu, kembali menjalankan mobilnya,


"Lalu bagaimana dengan orang yang lari tadi? apa dia baik-baik saja? " tanya Taejun pada supir itu,


"Iya dia baik-baik saja, tadi ku lihat dia langsung lari ke trotoar," jawab pak supir, Taejun mengangguk,

__ADS_1


******


Sesampainya di sekolah, kulihat Bogum dan pacar Taejun sudah menunggu kami di depan sekolah, aku keluar dari mobil dan buru-buru menghampiri Bogum, aku tersenyum lebar merasa lega yang sebelumnya merasa sangat sesak saat di dalam mobil, Bogum juga tersenyum lebar lalu menggandeng tanganku masuk ke dalam sekolah, di dalam kelas aku dan Bogum mengobrol sambil menunggu guru datang,


"Hei Bogum, apa kencanmu tadi malam berjalan lancar?" tanya teman Taejun yang tadi malam bertemu kita, memotong obrolanku dan Bogum,


"Tentu saja," jawab Bogum enggan,


"Ku lihat sepertinya Jessica menolak ciumanmu, kau yakin Jessica mencintaimu? " ejeknya, semua anak-anak di kelas tertawa, Bogum hendak bangun dari kursi tapi aku langsung menahannya dengan menggenggam tangannya,


"Apa kau begitu tak punya kerjaan hingga mengintip orang yang sedang pacaran," kataku balas mengejek, semua anak-anak di kelas kembali tertawa, teman Taejun menggebrak meja menatapku kesal, Bogum tertawa mengejek,


"Lalu apa masalah nya? Bogum pacarku sekarang, lalu untuk apa dia memikirkan masa lalu? jika di sampingnya sudah ada aku sebagai masa depannya," kataku percaya diri, aku menggeser dudukku menghadapnya (teman taejun) lalu menyilangkan kaki-ku menaruh salah satu siku tanganku di atas meja dan meletakkan jariku di bawah dagu lalu tersenyum manis padanya,


"Wooooo," seru cowok-cowok di dalam kelas, teman Taejun itu mendengus,


"Jadi Bogum, apakah kamu akan tetap menyukai wanita yang dulu kau sukai itu, setelah sekarang sudah ada aku di samping-mu," tanyaku pada Bogum tanpa berpaling dari teman Taejun, pacar Taejun menatapku marah,


"Tentu saja itu tidak mungkin," jawab Bogum, aku tersenyum lebar teman Taejun tak mampu berkata-kata lagi, lalu aku menoleh pada Bogum,

__ADS_1


"Sudah aku duga," kataku merasa senang, Bogum tersenyum menatapku, kami buru-buru duduk menghadap ke depan saat guru datang, guru langsung memulai pelajaran,


*******


Saat istirahat Bogum menyuruhku ke atap lebih dulu, sedangkan dia membeli makanan di kantin, aku ke atap menunggu Bogum di sana sambil bersandar di pembatas atap yang tingginya se atas pinggangku saat tiba-tiba aku mendengar sesuatu di belakang tangki air, apa mungkin ada orang? saat aku hendak menghampirinya Bogum datang dia menghampiriku lalu memberiku sandwich dan susu kotak, kami makan sambil mengobrol dan bercanda, Bogum memotretku dengan Smartphon-nya saat aku sedang makan, aku memintanya untuk menghapusnya tapi dia tidak mau, aku berusaha merebut Smartphon-nya tapi Bogum malah mengacungkan hpnya ke atas, aku melompat untuk mengambilnya hingga menabrak dadanya, yes dapat, Bogum tersrnyum lalu melingkarkan lengannya di pinggang ku menarikku padanya, aku menghapus fotoku dari Smartphon-nya lalu meletakkan hpnya di sakunya, aku merasakan tatapannya di wajahku, aku mendongak menatapnya,


"Apa? " tanyaku,


"Aku mencintaimu," katanya,


"Aku sudah tau," kataku,


"Apa kau juga mencintaiku? " tanyanya,


"Tentu saja," jawabku, aku tak tau mengapa dia menanyakan itu.. pasti dia punya keraguan terhadap perasaan ku padanya, jangankan dia aku aja merasa ragu dengan perasaanku sendiri, Bogum mengelus pipiku kami saling bertatapan, tiba-tiba saja aku merasa gugup, dengan amat sangat perlahan Bogum mendekatkan wajahnya, amat sangat dekat, aku bahkan bisa merasakan hembusan nafasnya, lalu dengan sangat hati hati Bogum mengecup lembut bibirku, wajahnya mundur sedikit untuk melihat reaksiku, aku tersenyum padanya, dia ikut tersenyum, tiba-tiba dia merengkuh wajahku dengan ke dua tangannya, lalu mengecup lagi bibirku, bibirnya terasa lembut dan lembab menyentuh bibirku, Bogum mengecupnya lagi sekali.. dua kali.. tiga kali, aku tak tau harus merespon ciuman itu seperti apa, karna aku sama sekali tak punya pengalaman tentang ciuman, lalu Bogum mengecup keningku dan memelukku dengan erat, aku membalas pelukannya, aku merasakan dari pelukannya bahwa cinta Bogum begitu besar padaku, tapi aku takut tak bisa membalas cintanya sebesar cintanya padaku, jantungku berdetak kencang dan bisa kurasakan jantungnya juga berdetak kencang dan aliran darahnya mengalir dengan cepat, apakah aku telah menyalah gunakan kekuatan ku karna sudah berusaha merasakan detak jantung dan aliran darahnya? mama selalu berpesan agar aku tidak menggunakan ke kuatanku sesuka hati atau sembarangan.. kecuali benar-benar perlu dan mendesak, mama juga berpesan agar aku jangan sampai memperlihatkan kekuatanku pada orang lain, karna mama takut jika orang yang tau itu jahat mereka akan memanfaatkan kekuatan ku atau memaksaku menyalah gunakan kekuatanku, aku masih ingat dulu waktu kecil bagaimana kagetnya aku saat aku bermain tanah dan aku bisa menerbangkan bongkahan tanah dan batu batu itu di atas kepalaku, dan bisa membuat angin ****** beliung kecil, bahkan aku bisa membuat butiran butiran air berterbangan di kamar mandi saat aku mandi, dan lagi aku hampir membuat kebakaran waktu di dapur, aku tak sengaja membuat api di kompor membesar menghanguskan masakan mama beserta wajan wajannya bahkan hampir menjalar ke barang di dekatnya sampai sampai mama berteriak teriak, untungnya aku langsung mengendalikan air di bak cuci piring dengan tanganku dan langsung menyemburkan airnya ke kobaran api itu, dan akhirnya apinya pun mati, mama memarahiku agar lebih berhati hati mengendalikan kekuatan ku agar jangan sampai membahayakan orang lain, tapi karna kekuatanku jugalah selama ini kami selalu bisa melarikan diri dari papa dan kroni kroninya itu, sebab aku bisa mengendalikan manusia dengan aliran darahnya, menggerakkan otot-ototnya sesuai yang ku inginkan, itu memang terdengar mengerikan tapi karna itulah kami selama ini selalu berhasil melarikan diri, Bogum melepas pelukannya, membuatku sadar dari lamunanku, aku rindu mama..


*******


Kami berjalan menuju kelas sambil bergandengan tangan,

__ADS_1


"Kau pergilah dulu ke dalam kelas, aku mau ke kamar mandi, nanti aku akan menyusul," kataku pada Bogum,


__ADS_2