
"Ini kamarmu," kata tante membuka pintu sebuah kamar, kami masuk ke dalam, kamarnya bagus dan nyaman, semua barang barangku sudah tertata rapi di sini,
"Terima kasih tante," kataku sungguh sungguh,
"Sama sama sayang, istirahatlah tante mau ke kafe dulu jika perlu sesuatu kau panggil saja ajummah ok," kata tante Yura aku mengangguk, lalu tante Yura keluar dari kamar setelah menyentuh pipiku, aku naik ke atas kasur memejamkan mata, tak tau kenapa rasanya aku lelah sekali...
********
Aku terbangun, saat ku lihat jam. sudah jam 19:13 malam, dan aku sadar masih memakai seragam, aku mandi membersihkan diri, lalu mengganti pakaianku dengan piama, aku menyisir rambutku, lalu memakai pengering rambut untuk mengeringkannya, ku dengar bunyi ketukan di pintu kamarku, aku buru-buru membukanya, ternyata ajummah,
"Keluarlah untuk makan malam, semuanya sudah menunggu di meja makan," suruh ajummah, apa? apa harus makan bersama di meja makan? rasanya aku ingin minta makan di kamar saja, tapi aku takut di anggap tidak tau berterima kasih, oh... ya sudahlah, aku mengangguk lalu mengikuti ajummah, oh ya'ampun.. rambutku belum selesai di keringkan, oh terserahlah!,
Aku berhenti mematung di ruang makan itu, di meja makan sudah menunggu 3 orang pria, mereka semua menoleh padaku, tak ada tante Yura di sana, tentu saja tante belum datang dari kafe, sekarang masih belum jam 21:00,
"Duduklah Jessica," kata salah seorang pria itu, yang aku yakin pasti itu papa Taejun, dan seperti yang ku duga Taejun mewarisi ketampanan papanya, Taejun duduk di depan ayahnya di seberang meja, dan di samping ayah Taejun, duduk seorang pria muda yang umurnya mungkin sekitar 21 atau 22 tahunan, dan yang pasti dia juga tampan, yang ku kira dia pasti adik ipar tante Yura, adik dari ayah Taejun, aku mengangguk lalu dengan ragu-ragu aku duduk di kursi sebelah Taejun, ini benar-benar membuatku tak nyaman, rasanya canggung banget,
"Kau pasti sudah tau, aku ayah Taejun, Kim Taemin," kata ayah Taejun tersenyum, lalu adik ipar tante Yura menyikut ayah Taejun, memberi isyarat,
__ADS_1
"Oh iya, ini adikku Kim Taerang," kata ayah Taejun memperkenalkan, aku mengangguk,
"Hai Jessica, senang akhirnya bisa bertemu dengan mu," kata kak Taerang tersenyum,
"Aku juga," kataku tersenyum,
"Jessica kamu tidak perlu sungkan di rumah ini, anggaplah ini rumah sendiri, panggil aku paman (ajusshi) anggap aku pamanmu sendiri, aku mengenal baik ibumu, dia teman baikku dan Yura," jelas paman Taemin, aku mengangguk,
"Terima kasih paman," kataku berterima kasih,
"Jessica, Yura bercerita banyak tentang-mu, dia bilang kamu anak yang cerdas dan cantik, ternyata dia tidak melebih lebihkan perkataannya, kau memang sangat cantik mirip dengan ibumu, kebanyakan wanita hanya terlihat cantik saat mereka berdandan, tapi kamu tetap terlihat cantik walau tanpa riasan make up," puji paman, aku menunduk malu dan merasa tidak nyaman, kurasa paman terlalu berlebihan memujiku,
"Kakak ayolah.. kau membuatnya malu dengan berkata seperti itu," kata kak Taerang pada kakaknya, "Jessica, boleh aku bertanya?" lanjut kak Taerang, tersenyum padaku, aku mengangguk,
"Apa kau sudah punya pacar?" tanya kak Taerang,
"Apa?" kataku terkejut dengan pertanyaannya,
__ADS_1
"Kak dia sudah punya pacar," kata Taejun pada kak Taerang, anehnya suara Taejun terdengar kesal,
"Wah.. sayang sekali... siapa pacarnya? apa mungkin kamu pacarnya," tanya kak Taerang pada Taejun terang terangan,
"Bukan," jawab Taejun dingin, mereka membicarakanku seolah olah aku tidak ada di sini saja,
"Tenang saja, hanya pacaran.. bukan menikah, jadi kalian masih punya kesempatan," canda paman Taemin, kak Taerang tertawa, Taejun memutar bola matanya, aku menunduk merasa canggung, wah... bener bener membuatku tak nyaman, tinggal di rumah yang notabennya penghuni rumahnya kebanyakan pria.. dan parahnya mereka semua tampan, aku mendongak saat mendengar pintu rumah terbuka, akhirnya tante Yura datang, paman menghampiri tante Yura,
"Halo sayang," seru tante merangkul pinggang suaminya begitu pula sebaliknya, "Hai anak anak, wah... so sweet, kalian semua menungguku pulang ya," sapa tante pada kami, lalu duduk di sampingku aku tersenyum padanya,
"Ya begitulah sayang," jawab paman,
"Jessica ternyata orang yang bernama Jihun yang melecehkanmu itu adalah orang yang kemarin datang ke kafe dan menunggumu bekerja hingga kamu pulang itu ya? memangnya kamu kenal di mana orang itu?" tanya tante Yura,
"Sebenarnya tante aku bertemu Jihun di jalan saat hendak membeli pakaian, tiba tiba dia menyapaku, padahal aku sama sekali tak mengenalnya, dia mengantarku ke toko baju, jadi ku biarkan saja karna ku pikir dia hanya ingin menolongku, tapi dia juga ingin mengantarku pulang, tapi aku menolak, saat aku pulang dia terus mengikutiku karna aku merasa takut aku lari darinya, ku kira dia sudah tidak mengikutiku karna mungkin dia sadar telah membuatku takut, tapi ternyata dia mengambil jalan pintas dan muncul di depanku, karna ketakutan aku meneriakinya dan menyuruhnya agar tidak mendekatiku dan menggangguku, setelah dia pergi aku pulang, aku pikir dia sungguh tidak mengikutiku lagi, tapi entah bagaimana ternyata dia tau di mana aku tinggal, aku merasa seseorang terus mengawasi tempat tinggalku, karna hampir setiap malam aku mendengar langkah kaki, dan firasatku benar ternyata orang yang mengintai tempat tinggalku selama ini adalah Jihun, aku tau itu karna pernah suatu malam dia menggedor gedor pintu kamarku, menyuruhku untuk membuka pintunya, tapi aku tak menyahutinya, aku pura pura tidur, tapi aku tau bahwa dia tau aku tidak tidur, lalu di malam berikutnya aku bertemu dengannya di mini market, aku berusaha bicara baik baik padanya, agar tidak pergi ke tempatku saat malam dan menggedor pintuku seperti itu, dia beralasan melakukan itu karna aku terus menghindarinya padahal dia ingin jadi temanku, jadi aku menawarkan untuk kita berteman dan menyuruhnya langsung menemuiku jika ingin bicara denganku di kafe tempatku bekerja saat siang hari, bukan saat tengah malam dan hanya ada kita berdua, dia setuju, lalu dia mengunjungiku di kafe dia menungguku bekerja hingga pulang kerja, ternyata dia ingin mengajak ku kencan, Bogum yang mendengar percakapan kami langsung ikut bicara dan melarang Jihun mengajakku kencan dan Bogum juga memberitahu Jihun kalo kami pacaran.. mungkin Jihun kecewa dan marah padaku, paginya dia menemuiku menyatakan cintanya padaku dan berharap aku putus dengan Bogum, tapi karna aku menolak dia lantas... melecehkan-ku," ceritaku panjang lebar, suaraku tercekat saat mengingat semua kejadian itu, semua terlihat terkejut dan kawatir mendengar ceritaku,
"Mengapa kamu baru cerita sekarang sayang? itu bisa sangat berbahaya," kata tante cemas,
__ADS_1