
"Aku juga sudah selesai, ayo kita ke kelas," kata Ga In ikut berdiri, kalo Taejun sampai melihat kita jalan bersama ke kelas pasti akan terjadi masalah,
"Kenapa? kamu takut Taejun marah? kitakan cuma berteman, apa salahnya cuma jalan bareng ke kelas," sindir Ga In, tapi Ga In benar juga kita kan cuma berteman, nanti aku akan jelaskan pada Taejun, kalo kita berdua sudah memutuskan untuk berteman saja,
"Baiklah, ayo kita ke kelas," kataku, berjalan sambil meminum minumanku, saat keluar dari perpus ternyata Taejun sudah menungguku di depan perpus, dan sontak expresinya terlihat sangat marah saat melihat aku keluar perpus bersama Ga In,
"Akukan sudah bilang! jangan dekati Jessa lagi!" kata Taejun mencengkram kerah baju Ga In, dengan tatapan berapi api,
"Taejun.. ini tidak seperti yang kau pikirkan," kataku berusaha menarik tangan Taejun yang mencengkram kerah baju Ga In, tapi Taejun tak mau melepasnya,
"Kita memutuskan untuk berteman, kenapa? Jessa tidak boleh tetap berteman denganku, setelah jadi pacarmu?" bentak Ga in, memplototi Taejun,
"Bisa gak sih kalian gak usah bertengkar? semua orang melihat ke arah kita," keluhku merasa kesal,
"Aku gak percaya padanya," bentak Taejun melepas cengkraman tangannya dari kerah baju Ga In sambil mendorongnya, "Memangnya harus ya? kamu berteman dengannya," tanya Taejun padaku merasa kesal,
"Tapi kamu percaya padaku kan? tidak adil untuk Ga In jika aku harus menjauhinya Taejun.. Selama Ga In gak keberatan menjadi temanku saja, apa masalahnya," kataku mencoba meyakinkannya, dengan expresi memohon, Taejun berpikir sebentar, lalu dia menghembuskan nafas kesal,
"Baiklah, tapi aku setuju karna aku percaya padamu, bahwa kamu tidak akan menyelingkuhiku," kata Taejun menatapku, Ga In terkekeh pelan merasa lucu, Taejun melototinya,
"Itu tidak akan pernah terjadi," kataku meyakinkannya,
"Baiklah, ayo kita ke kelas," kata Taejun menggandeng tanganku, kami bertigapun pergi ke kelas, di kelas Taejun dan Ga In sama-sama duduk di sampingku, Taejun sebelah kanan Ga In sebelah kiri, kulihat Taejun terlihat sangat betek karna Ga In juga duduk di sebelahku, dan aku heran juga sama Ga In, bagaimana bisa dia tetap ingin jadi temanku setelah cintanya sudah ku tolak? hanya karna dia takut aku menjauhinya, aku tidak mengerti dengan jalan pikirannya, lalu aku melihat Baek Hyun masuk ke dalam kelas, lalu tersenyum saat melihatku, aku membalas senyumnya, ada apa dengan Baek Hyun kenapa tebar tebar senyum padaku? setelah kuliah di jam kedua selesai, aku menyuruh Taejun untuk pulang tanpaku karna aku harus kerja kelompok,
"Aku akan mengantarmu ke coffe," kata Taejun,
__ADS_1
"Taejun jangan konyol, aku bukan anak kecil.. jangan kawatir ada kak Woo Bin dan Baek Hyun aku akan berangkat dengan mereka," kataku menjelaskan berusaha membuatnya mengerti,
"Terakhir kali mereka bahkan gak bisa melindungimu dari seorang pelaku pelecehan sexual," sindir Taejun,
"Itu bukan salah mereka.. itu karna aku kurang hati hati.. tapi sekarang aku akan lebih berhati hati.. jadi ku mohon.. gak perlu mengantarku.. tapi jika kamu ingin menjemputku pulang, itu tidak apa apa.. percayalah padaku hem," jelasku memohon, Taejun memutar bola matanya,
"Baiklah, tapi janji ya kamu harus lebih berhati hati, aku akan menjemputmu jadi sms aku jika udah mau pulang," kata Taejun akhirnya mengizinkan,
"Baiklah, aku janji," kataku tersenyum, Taejun juga tersenyum menatapku lalu dia memelukku erat,
"Taejun.. jangan seperti ini, ini masih di kampus gimana kalo ada yang lihat," keluhku mencoba mendorong dadanya,
"Baiklah" kata Taejun melepas pelukannya terlihat betek,
"Wah... aku tak menyangka bisa akrab denganmu seperti ini, aku bersyukur ini berkat kerja kelompok," kata Baek Hyun tersenyum padaku,
"Memangnya itu sesuatu yang hebat, sehingga harus kau syukuri," kataku menertawainya,
"Tentu saja! kau tau.. kau itu junior paling menonjol dan populer waktu masa orientasi, aku bahkan tak berani menyapamu waktu itu, banyak sekali cowok junior maupun senior yang mengerubungimu," ungkap Baek Hyun menatapku terkagum kagum, aku tidak tau ternyata aku se keren itu di matanya,
"Kau berlebihan," kataku, Baek Hyun tersenyum terlihat malu,
"Ngomong-ngomong.. besok kamu ada acara gak? aku ingin mengajakmu jalan," tanya Baek Hyun terlihat sangat gugup, apa jangan-jangan dia menyukaiku?
"Aku tidak ada acara sih.. besok, tapi Baek Hyun aku tidak bisa jalan denganmu karna pacarku pasti tidak akan mengizinkannya," kataku berusaha menjelaskan dengan benar, agar tidak begitu menyakiti perasa'annya,
__ADS_1
"Kamu sudah punya pacar?" tanya Baek Hyun terlihat tak suka, aku mengangguk,
"Siapa?" tanya Baek Hyun terlihat sangat penasaran, aku melihat kesekeliling stasiun train, katanya Taejun akan menjemputku.. kemana dia? kok belum muncul, lalu aku tersenyum saat melihat Taejun muncul dari ke jauhan,
"Itu dia pacarku," jawabku menunjuk pada Taejun, aku melambaikan tangan pada Taejun, dia tersenyum saat melihatku lalu berjalan ke arah kami,
"Jadi pacarmu Taejun? pantas saja... " kata Baek Hyun cemberut,
"Kau suka padaku ya? tapi kelihatannya kamu lebih muda dariku.. jadi adikku saja.. aku tidak pernah punya adik sebelumnya, jadi aku akan menyayangimu sepenuh hati seperti adikku sendiri," kataku tersenyum padanya lalu merangkul pundaknya,
"Ada apa ini? kenapa kamu merangkulnya? kamu selingkuh ya?" kata Taejun menyipitkan mata menghampiri kami,
"Tidak, karna dia terlihat sangat lucu, aku ingin menjadikannya sebagai adikku, bagaimana menurutmu? " kataku tersenyum pada Taejun,
"Dia memang terlihat lucu, baiklah, apapun itu yang membuatmu senang," kata Taejun merentangkan satu lengannya merangkul pundakku, aku merangkul pinggangnya,
"Aku cuma lebih muda 1 bulan darimu," keluh Baek Hyun cemberut, aku dan Taejun menertawainya kami bertigapun berjalan ke train sambil berangkulan,
"Tapi bagaimana kamu bisa tau, kalo kamu lebih muda dariku cuma 1 bulan," tanyaku penasaran, saat duduk di dalam train,
"Aku mengintip tanggal lahirmu di arsip waktu masa orientasi," kata Baek Hyun malu malu,
"Kamu naksir Jessa ya, sayang sekali karna Jessa sudah jadi milikku," ejek Taejun pada Baek Hyun bercanda, sambil merangkul pundak Baek Hyun, Baek Hyun memutar bola matanya,
"Ternyata memang benar dong.. aku lebih tua darimu satu bulan, jadi mulai sekarang panggil aku nuna ya," kataku tersenyum manis padanya,
__ADS_1