Tak Terduga

Tak Terduga
marah


__ADS_3

"Boleh aku minta nomermu? pasti asik jika kita bisa ketemu lagi," pinta Andre, Taejun pasti gak suka aku ngasih nomer telfonku pada Andre.. tapi masak iya aku gak mau ngasih.. Andrekan temenku,


"Baiklah, berikan hpmu padaku," kataku pada Andre, lalu Andre memberikan hpnya padaku, aku menuliskan nomer telfonku di hp Andre lalu memberikan hpnya kembali,


"Terima kasih," kata Andre tersenyum, "Boleh aku foto denganmu? aku ingin memperlihatkan foto kita pada Putri dan Haikal," pinta Andre,


"Jadi kamu masih kontak kontakan dengan mereka?" tanyaku pada Andre tersenyum tak percaya, aku kangen banget sama putri, kami berempat dulu sangat akrab saat SMA,


"Tentu saja, jadi.. gimana? kamu mau?" tanya Andre lagi,


"Baiklah ayo," kataku menyetujui, dalam hati berpikir bagaimana nanti cara menjelaskannya pada Taejun, Andre menggeser kursinya sedekat mungkin dengan kursiku, lalu dia mendekatkan wajahnya padaku sambil mengangkat hpnya tinggi tinggi, aku tersenyum ke arah hpnya, Andre memotret beberapa kali,


"Baiklah, terima kasih, kalo gitu aku pulang dulu, dah... " pamit Andre melambai lalu pergi ke teman-temannya, Andre menoleh ke arahku dan tersenyum sebelum akhirnya dia keluar dari rumah makan, aku melirik Taejun, dia terlihat sangat marah padaku,


"Apa itu tadi? kau bermesra'an dengan pria lain di depan mataku?" tanya Taejun marah,


"Taejun.. Andre itu temanku... " jelasku, dan aku tak ingin jujur bahwa Andre dulu pernah naksir aku.. bahkan mungkin kami udah jadian kalo seandainya aku tidak pindah ke korea, kalo aku jujur Taejun pasti akan tambah marah,


"Emang harus ya, kalian foto-foto kayak gitu, kamu bahkan memberikan nomer telfonmu padanya tanpa ragu-ragu, " protes Taejun,


"Itu karna Andre ingin memperlihatkan fotoku pada temen cewekku yang ada di Indonesia, namanya Putri.. sungguh! aku gak bohong, Andre dan putri temen SMAku saat di Indonesia, dan masalah nomer telfon.. masak aku gak mau ngasih saat Andre minta nomer telfonku," jelasku hati hati, agar sedikit meredakan kemarahannya,


"Aku mengerti.. kamu sangat senang karna bertemu teman SMAmu saat di Indonesia, tapi tetap saja.. aku gak suka melihatmu dekat dengan pria lain," keluh Taejun betek,


"Taejun.. Andre itu cuma teman baikku, baiklah.. aku minta maaf karna sudah membuatmu marah.. ya?" bujukku menatapnya,


"Baiklah," kata Taejun cemberut, "Ayo kita pulang," ajak Taejun, aku tersenyum mengangguk,


**********

__ADS_1


Sesampainya di rumah,


"Kalian kemana aja, kok pulang telat," tanya mama Yura pada kami,


"Kami tadi masih jalan-jalan dan makan bareng di rumah makan Indonesia," kata Taejun memberitahu, aku duduk di sofa samping mama,


"Kau pasti rindu masakan Indonesia," kata mama mengelus rambutku, aku mengangguk memeluk mama, mama mengecup dahiku,


"Sayang beritahu mama jika kamu merasa KB suntiknya berpengaruh tidak baik pada kesehatanmu.. karna kau tau.. sebenarnya lebih aman untuk kesehatanmu dan kesuburan rahimmu jika kamu ikut pil KB saja dari pada KB suntik.. jadi bagaimana jika setelah 3 bulan kamu ganti saja jenis KBnya?" saran mama terdengar kawatir, oh sial.. kenapa mama membahasnya sekarang saat ada Taejun.. Taejun pasti marah karna aku sudah bohong tentang masalah KB, saat kubilang akan melakukannya setelah satu minggu, padahal sebenarnya aku sudah melakukannya kemarin, aku tak berani menoleh ke arah Taejun,


"Baiklah ma," kataku menyetujui,


"Jessa, bisakah kita masuk ke kamar, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu," sindir Taejun,


"Masuklah lebih dulu, aku akan menyusul," kata ku tidak benar-benar menatapnya,


"Aku akan tunggu di dalam," kata Taejun dingin, bagaimana ini.. bagaimana aku akan menjelaskan tentang kebohonganku pada Taejun, seharusnya aku tak perlu bohong.. seharusnya aku bilang saja bila aku belum siap melakukannya,


"Kenapa kamu bohong padaku Jessa.. kau bahkan sampai tidur disini untuk menghindari pertanya'anku," bisik Taejun mengelus rambutku, suaranya terdengar sedih, aku merasa Taejun mengangkat tubuhku, menggendongku, membawaku ke kamar dalam gendongannya, lalu membaringkanku ke kasur, menyelimutiku, lalu dia sendiri naik ke atas kasur, lalu Taejun menarikku ke dalam pelukannya mendekapku erat, aku tetap memejamkan mata tak berani membuka mata, hingga akhirnya aku benar-benar terlelap tidur,


**********


Ke'esokan harinya saat bangun tidur, ku lihat Taejun sudah bangun dan dia sudah berpakaian rapi, expresi wajahnya terlihat dingin membuatku takut, aku bahkan tak berani bicara padanya, karna sadar aku sudah melakukan kesalahan padanya.. aku sudah bohong padanya.. aku turun dari kasur lalu aku mengambil baju ganti dan masuk ke kamar mandi, aku mandi cepat-cepat, lalu kami sarapan bersama.. saat berangkat ke kampus hingga sampai ke kampuspun dia masih tidak bicara padaku, Taejun pasti sangat kecewa padaku, dia duduk bersamaku tapi dia tidak bicara maupun menoleh ke arahku,


"Hai Jessa," sapa Ga In duduk di sebelahku,


"Hi," balasku berusaha tersenyum, Baek Hyun juga menyapaku lalu duduk di sebelah Ga In, Baek Hyun dan Ga In menyadari ketegangan di antara aku dan Taejun, tapi mereka tidak berkomentar tentang itu,


"Kamu dan kak Woo Bin kemarin jalan dan makan-makan di mana?" tanyaku pada Baek Hyun, mencoba mengalihkan pikiranku,

__ADS_1


"Kami tidak jadi jalan-jalan, " jawab Baek Hyun,


"Kenapa?" tanyaku mengangkat kedua alis,


"Karna nuna tidak ikut," jawab Baek Hyun,


"Kenapa kalian seperti ini.. akukan jadi gak enak," kataku cemberut,


"Itu bukan masalah besar nuna, nuna tidak perlu merasa bersalah," kata Baek Hyun tersenyum padaku, aku tidak melanjutkan obrolanku dengan Baek Hyun karna dosen sudah datang,


Saat jam istirahat aku membuntuti Taejun ke kantin berjalan tepat di belakangnya, aku berjalan menunduk cemberut, lalu tanpa aba-aba Taejun menghentikan langkahnya hingga membuatku menabraknya, Taejun sontok menoleh ke belakang menatapku, matanya terlihat sama dinginnya dengan expresi wajahnya,


"Maaf," kataku menatapnya takut takut, expresi wajah Taejun langsung berubah tersiksa saat menatapku, lalu tanpa mengatakan apapun dia langsung melengos dan pergi meninggalkanku, aku menghembuskan nafas sedih,


"Nuna, kamu dan kak Taejun bertengkar ya?" tanya Baek Hyun ceplas ceplos,


"Yeah.. kurasa kurang lebih seperti itu... " jawabku enggan,


"Memangnya kenapa kalian bisa bertengkar?" tanya Baek Hyun bawel,


"Rahasia," jawabku mencubit kedua pipinya gemas,


"Akukan cuma pengen tau... " keluh Baek Hyun,


"Baek Hyun udah jangan di tanya lagi, ayo kita makan saja," kata Ga In menarik kita berdua untuk makan di kantin, aku makan dengan tak begitu berselera,


"Nuna makanlah yang ini, ini enak," kata Baek Hyun tersenyum menaruh lauk yang menurutnya enak itu ke nampanku, aku tersenyum lalu mengacak rambutnya,


"Wah.. ternyata aku punya adik yang sangat baik dan perhatian," kataku lalu memakan lauk yang di berikan nya, ternyata memang enak,

__ADS_1


"Aku memang baik dan perhatian.. jadi kenapa Nuna tidak jadi pacarku saja," kata Baek Hyun bercanda,


__ADS_2