Tak Terduga

Tak Terduga
haters


__ADS_3

Kami berjalan menuju kelas sambil bergandengan tangan,


"Kau pergilah dulu ke kelas, aku mau ke kamar mandi, nanti aku akan menyusul," kataku pada Bogum,


"Baiklah, aku akan menunggumu di kelas," kata Bogum tersenyum, aku mengangguk, lalu pergi ke kamar mandi, setelah selesai dan hendak keluar dari kamar mandi, Hyuna (pacar Taejun) dan teman temannya masuk ke dalam kamar mandi, aku mengabaikan mereka hendak keluar, tapi Hyuna dan dua temannya menghalangi jalanku, aku menatap mereka kesal,


"Kau itu sok cantik banget ya," kata Hyuna menatapku jijik,


"Sok cantik katamu? aku gak sok cantik, tapi aku memang cantik," kataku tersenyum miring, "Minggir," bentakku mendorong bahu mereka dengan kasar, lalu cepat-cepat keluar dari kamar mandi, ku dengar mereka mengatakan, "'Kurang ajar sekali dia,'" tapi aku tak memperdulikan mereka terus berjalan menuju kelas, mereka pikir ini seperti di film film saat yang tertindas di buli tidak akan melawan dan diam saja seperti orang bodoh! aku gak se bodoh itu, rasanya haters-ku akan banyak di sekolah ini, seharusnya aku tutup mulut dan diam saja, tapi aku tak bisa diam saja saat mereka membuli ku seperti itu.. mereka dulu yang memulai pertengkaran, aku tak pernah memulai pertengkaran dengan mereka, jadi aku tak merasa menyesal,


******


Setelah sekolah usai, seperti kemaren aku pulang dengan Taejun,


"Jessica apa kau benar-benar mencintai Bogum?" tanya Taejun tiba-tiba dalam perjalanan pulang, aku kaget mendengarnya bicara padaku, aku menoleh padanya penasaran, tapi tatapannya lurus ke depan tak menoleh padaku,


"Tentu saja, kenapa kau menanyakan itu?" tanya ku penasaran, dia selalu bersikap dingin padaku, tapi kenapa tau-tau bicara padaku,


"Tidak apa-apa hanya ingin tau saja, karna aku merasa sepertinya kau tidak benar-benar mencintai Bogum," jawabnya sok tau dengan tatapan lurus ke depan masih tak ingin menatapku,


"Jangan sok tau, kau tidak tau apa-apa tentang perasaanku," kataku kesal, Taejun tersenyum miring lagi-lagi tanpa menoleh padaku, dasar sok tau! membuat kesal saja, cintaku memang tak sebesar cinta Bogum padaku, tapi aku yakin, rasa ini pasti cinta.. aku merasa sedih saat Bogum sedih, dan aku ikut bahagia saat dia bahagia, aku yakin itu tak hanya perasaan kasihan.. tapi cinta atau sayang mungkin.. entahlah, sial.. kenapa juga Taejun pakek menyinggung masalah ini, membuat perasaanku tambah bingung saja,


*****


Sesampainya di depan kafe, aku buru-buru turun dari mobil, lalu menutup pintu mobilnya dengan keras karna saking kesalnya, kulihat Taejun tergelak karna melihatku kesal, lalu mobil itu berjalan menjauh, sebenarnya ada apasih dengan Taejun itu? selalu membuatku kesal?,


Setelah berganti pakaian aku langsung pergi ke kafe bekerja seperti biasa, hari ini pelanggan lumayan banyak, bahkan Jihun juga makan di kafe untuk mengunjungiku, aku menemaninya makan sambil mengobrol,

__ADS_1


"Jihun, aku kembali kerja dulu, jika perlu sesuatu panggil saja aku," kataku,


"Baiklah," kata Jihun, lalu aku pergi melayani pembeli lain, aku bekerja kesana kemari hingga akhirnya kafe hampir tutup, tapi Jihun tak juga beranjak dari duduknya, dia duduk di kursinya sambil memperhatikan aku bekerja, sampai akhirnya kafe akan di tutup, aku menghampiri Jihun,


"Jihun maaf, tapi kami harus menutup kafenya," kataku memberi tahu, Jihun mengangguk,


"Sebenarnya Jessica aku ingin mengajakmu jalan, aku akan menunggu di luar," kata Jihun,


"Hah??" seruku merasa bingung, "Mmm Jihun sebenarnya aku... " kataku ragu-ragu,


"Jessica tak bisa pergi," kata Bogum tiba-tiba menghampiri kami,


"Aku tak bertanya padamu," kata Jihun,


"Tapi Jessica pacarku," kata Bogum memberitahu,


"Jessica apa itu benar?" tanya Jihun padaku, terlihat tak suka,


"Baiklah, aku mengerti," kata Jihun dan langsung pergi, dia terlihat sangat marah, apa dia marah padaku? ah... terserahlah, setelah Jihun pergi kami menutup kafenya,


"Jessica kau mau jalan keluar bersamaku malam ini?" tanya Bogum padaku setelah tante Yura dan yang lainnya sudah pulang,


"Maaf Bogum, aku capek sekali malam ini.. aku ingin istirahat," kataku, Bogum mengangguk-anggukkan kepalanya,


"Baiklah, kau memang terlihat lelah, masuk dan istirahatlah," kata Bogum begitu pengertian, mengelus pipiku, aku tersenyum,


"Kalo gitu aku masuk dulu," kataku, Bogum mengangguk, aku masuk, Bogum pergi setelah melihatku masuk, aku belajar sebentar sebelum tidur,

__ADS_1


Tidurku nyenyak tadi malam sampai-sampai aku terlambat bangun, aku buru-buru mandi lalu cepat-cepat bersiap karna takut Taejun dan supirnya sudah akan datang dan aku malah belum siap, tapi untungnya aku sudah siap saat ku dengar suara mobil taejun berhenti di depan kafe, aku buru-buru keluar tapi langkah ku terhenti, aku kaget dan bingung saat melihat Jihun berdiri menunggu ku di bawah tangga, aku turun menghampirinya,


"Ada apa Jihun, kenapa kamu kesini?" tanyaku,


"Ada yang harus ku katakan padamu," jawabnya,


"Bisakah kau kembali lagi nanti, aku harus berangkat sekolah, aku sedang di tunggu," pintaku sambil melirik ke arah mobil Taejun,


"Apa di dalam mobil itu pacarmu yang sedang menunggu?" tanya Jihun, aku tak mengerti arti tatapannya itu, ada apa dengannya?,


"Bukan," kataku dingin hendak pergi, tapi dia menahanku dengan mengcengkram pergelangan tanganku,


"Jessica aku mencintaimu," kata Jihun tiba-tiba, aku kaget mendengarnya,


"Kamu tau sendirikan .. aku sudah punya pacar," kataku mengingatkan,


"Aku tau, aku berharap kau akan putus dengan pacar mu," kata Jihun terang terangan, aku menganga mendengarnya,


"Kau sadar dengan apa yang barusan kau katakan??" tanyaku mempertanyakan kewarasannya,


"Ya, aku sangat sadar," katanya tanpa rasa malu, aku menyipitkan mata,


"Kau sudah gila? pergilah aku tak ingin bicara denganmu," kataku menepis tangannya dari pergelangan tanganku, lalu pergi darinya, dia mengejarku, menyambar lenganku , meremasnya hingga membuat pergelangan tanganku sakit,


"Apa yang kau lakukan! lepaskan!," bentakku berusaha melepas cengkraman tangannya, bukannya melepas tanganku dia malah menarikku padanya lalu memelukku dengan paksa,


"Lepaskan!," teriakku berontak, dia malah makin memper'erat pelukannya dan menciumi rambutku,

__ADS_1


"Tolong lepaskan!" jeritku ketakutan, tiba-tiba seseorang menyentakkan tangan Jihun dariku, berusaha menariknya dariku, ternyata supir Taejun, sedangkan Taejun menarikku menjauh dari Jihun, aku benar-benar bersyukur dan lega karna mereka menolongku, supir Taejun memukuli Jihun karna berusaha melawan, aku mencengkram lengan Taejun karna ketakutan, aku bahkan tak sadar bahwa aku telah menangis, Taejun berusaha menenangkanku dengan menepuk nepuk lenganku, setelah Jihun berhasil di lumpuhkan, supir Taejun menelfon polisi, dan akhirnya polisi mengamankan Jihun, aku di minta ke kantor polisi untuk memberi laporan, tapi aku menggeleng karna masih syok,


"Aku tidak mau ke kantor polisi," kataku pada Taejun ketakutan menatapnya dengan mata berkaca-kaca,


__ADS_2