Tak Terduga

Tak Terduga
berpikir yang tidak tidak


__ADS_3

"Setelah pulang kuliah, kita harus mengajaknya bicara dengan kita," kata Taejun terlihat tidak sabar,


*********


Setelah selesai kuliah kami berempat menunggu senior Park Ji Woon di depan gedung kampus, saat melihat senior Park Ji Woon keluar dari gedung, kami langsung menghampirinya, dan mengajaknya ikut kami untuk bicara, awalnya senior Park Ji Woon terlihat sangsi, dia langsung menolak dengan alasan lagi sibuk, tapi Ga In berusaha memaksanya secara halus agar mau ikut kami untuk bicara, senior Park Ji Woon terlihat gugup, dan dengan terpaksa dia setuju bicara dengan kami karna merasa tersudut, kami lantas mencari tempat yang sepi untuk bicara, lalu Taejun bertanya langsung ke inti permasalahannya, menanyakan Park Ji Woon banyak hal secara bertubi tubi, Park Ji Woon tampak ketakutan awalnya dia tak mau mengaku, Taejun dan Ga In terus mendesaknya untuk mengaku, tapi karna tak mau mengaku juga, Ga In langsung mengeluarkan rekaman suaranya lalu memutar rekaman itu di depan senior Park Ji Woon, senior itu tampak ketakutan saat mendengar rekaman suaranya sendiri, dia tampak kelabakan, lalu tiba-tiba saja dia bersimpuh di depanku dengan tangan memegang kakiku,


"Tolong Jessa jangan laporkan aku pada polisi.. aku sedang hilaf waktu itu... " pintanya memohon, aku merasa tidak nyaman saat dia melakukan itu, aku buru-buru mundur menjauh, senior itu menatapku ketakutan,


"Tapi yang kau lakukan padaku itu termasuk kejahatan serius," kataku dingin,


"Ku mohon Jessa.. tolong beri aku kesempatan... " kata senior itu memohon terlihat menyesal, aku tak tega melihat wajah melasnya,


"Berjanjilah kau takkan melakukan hal semacam itu lagi, padaku maupun pada orang lain... " kataku, Taejun dan Ga In terlihat tak suka karna aku memaafkannya begitu cepat, sedangkan Baek Hyun terlihat tak tega melihat senior itu memohon hingga bersimpuh seperti itu padaku,


"Ya ya aku berjanji, sungguh aku takkan pernah mengulangi kesalahan seperti itu lagi," kata senior itu cepat-cepat terlihat sedikit lega,


"Jika aku sampai mendengar kau mengulangi kesalahan seperti itu lagi, padaku maupun pada orang lain.. aku takkan memberimu kesempatan lagi, aku akan langsung melaporkanmu ke polisi," kataku menegaskan,


"Baiklah, aku janji," kata senior itu terlihat bersungguh sungguh,


"Aku akan terus mengawasimu," kataku sedikit mengancamnya, senior itu mengangguk terlihat gugup, "Baiklah aku sudah selesai, kau boleh pergi," kataku pada senior itu,


"Terima kasih, terima kasih," kata senior itu membungkuk padaku berulang kali, lalu senior itu buru-buru pergi,

__ADS_1


"Jau memaafkannya terlalu cepat," keluh Taejun padaku,


"Dia terlihat sangat menyesal, ku rasa dia takkan mengulanginya lagi, jadi lebih baik aku memaafkannya saja, aku merasa tidak enak, karna dia sampai menunduk di kakiku segala.. membuatku seperti preman yang lagi malak orang," kataku sedikit bercanda, Taejun dan Ga In memutar bola matanya, Baek Hyun tersenyum,


"Ayo kita ke lestoran, aku ingin mentraktir kalian semua makan," kataku tersenyum,


"Yey," seru Baek Hyun girang, Ga In terlihat senang sedangkan Taejun terlihat betek, kamipun sama-sama pergi untuk mencari lestoran yang enak, setelah menemukan lestoran yang kami cari, kami buru-buru masuk ke lestoran, aku menyuruh mereka untuk memesan apapun yang mereka inginkan,


"Bener ya... " kata Baek Hyun tampak bersemangat, Ga In juga terlihat bersemangat,


"Iya bener... " sahutku tersenyum, Taejun tampak biasa biasa saja, setelah pesanannya datang kami makan sambil mengobrol gembira, aku suka kebersama'an ini.. bersama suamiku, teman baikku, adikku.. karna terlalu bersemangat Baek Hyun tak sengaja menyenggol mangkuk sup yang masih panas hingga kuah supnya menumpahi tangannya,


"Ahh," keluh Baek Hyun meringis, spontan aku melepas syal dari leherku, membasahi syal itu dengan air, lalu membalutkan ke tangan Baek Hyun yang terkena kuah sup, agar tangannya tidak melepuh,


"Terima kasih nuna... " kata Baek Hyun tersenyum, "Tapi tidak perlu ke rumah sakit, aku tidak apa apa, supnya yang menumpahiku cuma sedikit dan sudah tidak begitu panas juga, aku cuma kaget saja tadi," kata Baek Hyun menenangkanku, lalu mata Baek Hyun tampak nanar menatap leherku, Ga In dan Taejun menatap ke arah yang sama, Ga In langsung terbatuk tersedak makanannya, sedangkan Taejun hanya tersenyum, oh sial! mereka pasti melihat bekas cuppang di leherku, apa masih sejelas itu hingga mereka bereaksi seperti itu, aku langsung salah tingkah karna mereka menatapku seperti itu, wajahku merah padam, aku buru-buru menyuruh mereka untuk cepat-cepat makan makanan mereka, mereka mengangguk mengalihkan tatapannya dariku langsung melanjutkan makannya, untungnya mereka tidak berkomentar apa apa tentang bekas cuppang di leherku, aku tak ingin membayangkan apa yang mereka berdua pikirkan saat melihat bekas cuppang di leherku, mereka pasti memikirkan hal yang gak enggak tentangku, aku bergidik ngeri, sedangkan Taejun terlihat sangat senang, jahat!.


Setelah selesai makan makan kami pulang ke arah yang berbeda karna rumah kami yang berbeda arah,


*********


Sesampainya di rumah, mama, ayah dan juga kak Taerang sedang mengobrol di ruang tamu sambil makan camilan, kami ikut mengobrol dengan mereka, setelah cukup malam, kami semua masuk ke kamar masing-masing, sesampainya di dalam kamar Taejun mengunci pintunya, aku menoleh padanya, dia menatapku nakal,


"Jangan macam-macam ya... ingat kau sedang di hukum sekarang," kataku mengingatkan, Taejun tersenyum nakal lalu menghampiriku, aku cepat-cepat lari menjauhinya Taejun mengejarku, kami kejar kejaran di kamar sampai naik ke kasur segala, aku melempari Taejun dengan bantal beberapa kali, aku tertawa saat mengenainya, lalu aku berteriak cukup kencang saat Taejun berhasil menangkapku,

__ADS_1


"Uuupss," kataku menutup mulut, Taejun tertawa kecil, Taejun memelukku erat dari belakang, dia meletakkan dagunya di bahuku,


"Taejun.. kau kan sudah janji... " keluhku,


"Tapi kaukan hanya bilang tidak boleh menidurimu atau menciummu selama seminggu ini, tapi kamu tidak pernah bilang.. aku gak boleh memelukmu," kata Taejun tersenyum, kurasa memang begitu,


"Yeah.. kau benar," kataku tersenyum,


"Aku mencintaimu Jessa, aku sangat mencintaimu," kata Taejun lembut, aku berbalik menghadapnya lalu memeluknya erat,


"Aku juga sangat mencintaimu," sahutku, Taejun mempererat pelukannya, saat tidurpun kita saling berpelukan, karna itu sudah menjadi kebiasa'an kami, rasanya tak bisa tidur bila tidak saling berpelukan,


Ke'esokan harinya, aku terbangun mengerjap ngerjapkan mata merasa masih mengantuk, saat ku buka mata, ku lihat Taejun sedang melihatku tidur, Taejun tersenyum saat mata kami bertemu pandang, Taejun terlihat sangat tampan... aku menatapnya dan tanpa aba-aba aku langsung mengecup bibirnya, Taejun tampak terkejut senang hendak menciumku juga, tapi aku buru-buru menyetop bibirnya dengan jariku,


"Hanya aku yang boleh menciummu, kau tidak boleh, ingat... kau masih menjalani hukuman," kataku mengingatkan, Taejun terlihat cemberut,


"Tidak adil," keluh Taejun,


"Tentu saja adil, kamukan sudah melakukan kesalahan... jadi terima sajalah," kataku tersenyum,


"Mengapa mencumbu istri sendiri malah kesalahn?" protes Taejun,


"Kau tau mengapa.. jadi tidak usah di debat lagi," kataku tak bisa di tawar tawar, Taejun tampak cemberut terlihat menyerah, aku turun dari kasur mengambil baju ganti lalu masuk ke kamar mandi,

__ADS_1


"Mengapa kita tidak mandi bersama saja... " kata Taejun mengetok pintu kamar mandi,


__ADS_2