
"Jessica," sapa Bogum tersenyum bahagia saat melihatku.
"Bogum! kau datang," seruku tak percaya, langsung menghambur ke pelukannya, merasa sangat bahagia.
"Ayo kita lakukan sesuatu yang menyenangkan, bagai mana kalo nonton film," kata Taejun datar, entah mengapa suaranya terdengar kesal, aku buru buru melepas pelukanku pada Bogum.
"Baiklah, ayo nonton film," kataku menyetujui, lalu aku melirik Bogum.
"Aku tidak bisa lama lama di sini, mungkin aku tidak akan sampai selesai nonton filmnya, karna aku harus kerja setelah ini," kata Bogum memberitahuku.
"Baiklah, tidak masalah," kataku tersenyum padanya, kami pergi ke ruang keluarga dan menonton film bergenre komedi di sana, film nya sangat lucu hingga membuat kami tertawa terbahak bahak, tapi film belum selesai, Bogum pamit pergi, karna harus bekerja, aku mengantarnya sampai depan gerbang rumah, lalu kembali ke ruang keluarga, dan lanjut nonton filmnya dengan Taejun, entah mengapa aku merasa setelah Bogum pergi suasana hati Taejun terlihat baik, dia banyak bicara dan sering tertawa, padahal tadi waktu ada Bogum dia terlihat gimana.. gitu, bahkan dia tak banyak tertawa meski banyak adegan lucu di film nya, dia hanya tertawa kaku bila ada adegan yang benar benar lucu, saat kak Taerang datang dia ikut nimbrung bersama kami, kak Taerang belum tau masalah yang telah menimpaku, aku dan Taejun sudah setuju, biar tante saja nanti yang memberitahu masalahku pada kak Taerang dan juga paman, hp Taejun berbunyi, taejun melihat ke layar hpnya mengerutkan dahinya lalu dia mengangkatnya.
"Halo," kata Taejun,
"Bogum? dari mana kamu tau nomer ku?" tanya Taejun terlihat kesal, ternyata Bogum, aku menatap Taejun penasaran,
"Ini," kata Taejun menyodorkan hpnya pada ku, "Bogum ingin bicara padamu," katanya memberitahu, aku menerima hpnya,
"Ada apa Bogum?" tanyaku penasaran,
"Aku ingin mengajakmu kencan besok," kata Bogum memberitahu,
"Hmm.. kurasa aku harus beritahu tante dulu," kataku,
"Aku sudah minta izin bos tadi, dan bos mengizinkan," kata Bogum memberitahu,
"Jadi tante mengizinkan," kataku senang,
"Iya, jadi kamu mau? kencan denganku besok?" tanya Bogum terdengar exaited,
__ADS_1
"Tentu saja," kataku,
"Baiklah, sampai ketemu besok, aku akan menjemputmu dengan motor baruku besok," kata Bogum terdengar girang,
"Kau beli motor?" tanyaku tak percaya senang bukan main,
"Iya, akhirnya tabungan ku sudah cukup untuk membeli motor idamanku," kata Bogum memberi tahu,
"Selamat Bogum, aku gak sabar naik motor sambil di bonceng olehmu," kataku tersenyum lebar Bogum tertawa bahagia, aku mendengar Taejun mendengus, aku melirik Taejun, dia terlihat kesal,
"Baiklah Bogum, bye.. sampai jumpa besok," kataku buru buru mengakhiri percakapan, aku menutup telfonnya setelah mendengar Bogum berkata, '"ok,"' aku mengembalikan hp Taejun padanya,
"Apa kata bogum?" tanya Taejun terdengar posesif,
"Dia mengajakku kencan," jawabku,
"Dalam keada'an seperti ini?" kata Taejun bertanya tanya,
"Taejun.. jika kau merasa sekawatir itu, mengapa kau tidak ikut mereka kencan saja sekalian," sahut kak Taerang, mengejek Taejun, Taejun memutar bola matanya,
"Aku bukan obat nyamuk," katanya dingin, tapi saran kak Taerang itu boleh juga, pasti lebih menyenangkan jika Taejun juga ikut, dia bisa mengajak Hyuna juga dengannya,
"Taejun ikutlah," ajakku,
"Apa kau sudah gila? kenapa aku harus ikut," kata Taejun heran,
"Ayolah," rengekku menggengam tangannya, expresinya seketika berubah lembut, dia menatap mataku, mencari cari jawaban mengapa aku mengajaknya,
"Kau bisa mengajak Hyuna juga denganmu," kataku mengusulkan, expresi Taejun berubah betek lagi, kak Taerang tertawa kecil,
__ADS_1
"Kurasa double date bagus juga," sambung kak Taerang, lalu pergi meninggalkan kami, terlihat berusaha menahan tawa, ada apa dengan kak Taerang? emang apanya yang lucu?,
"Jadi gimana Taejun.. kau ikut kan?" tanyaku lagi,
"Entahlah.. akan ku pikirkan dulu," kata Taejun kesal, lalu dia juga pergi meninggalkanku, kenapa dia malah jadi kesal? emangnya aku salah ngomong?.
Kami makan malam bersama saat paman datang, setelah makan malam kami menungguku tante Yura di ruang tamu, sambil mengobrol santai, setelah tante datang tante menyuruhku dan Taejun masuk kamar untuk istirahat lebih dulu, aku mengangguk mengerti, ku rasa tante ingin menceritakan masalahku pada kak Taerang dan juga paman,
Keesokan harinya Taejun membangunkanku, dan memberitahuku bahwa dia setuju ikut double date, dan dia juga sudah mengajak Hyuna, aku senang kegirangan sampai sampai aku memeluk Taejun, Taejun membeku,
"Oops maaf," kataku, buru buru melepas pelukanku, lalu masuk ke kamar mandi, untuk mandi, meninggalkan Taejun yang membeku kaget,
Setelah selesai bersiap siap, aku keluar dari kamar, ternyata Bogum dan Hyuna sudah datang, Hyuna terlihat biasa saja melihatku berada di rumah Taejun, pasti Taejun sudah cerita pada Hyuna alasan ku tinggal disini, karna setahuku dia hanya tau bahwa aku anak sahabat tante Yura, dan tante Yura orang yang menjagaku selama di korea, dia bahakan tau, sebelumnya aku tinggal di kamar yang berdempetan dengan kafe tante Yura, makan nya dia tak pernah mempermasalahkan walaupun aku pulang pergi kesekolah, bareng mobil Taejun, dan hampir seisi sekolah pun sudah tau hal itu.. tapi tidak tentang aku yang tinggal di rumah Taejun, syukurlah Hyuna mengerti, apa itu alasannya Taejun selama ini bersikap dingin padaku saat di sekolah? agar Hyuna tidak merundungku?.
Aku tersenyum pada Bogum, lalu duduk di sampingnya Bogum pasti sudah tau kalo kita hari ini akan double date, Bogum merangkul pundakku, kami mengobrol riang, sambil menunggu Taejun, setelah Taejun selesai bersiap siap, kami pun berpamitan pada tante dan juga paman,
"Taejun aku akan naik motor dengan Bogum," kataku setelah kami berada di luar gerbang,
"Untuk apa naik motor kalo sudah ada mobil," kata Taejun sinis, ada apa dengan sikapnya, pasti karna ada Hyuna,
"Dia beli motor baru, dan aku sudah janji akan pergi naik motor dengannya hari ini," kataku,
"Terserah" kata Taejun kesal, lalu berbalik berjalan ke arah mobilnya, Hyuna mengikutinya, Bogum tersenyum padaku,
"Ayo," kata Bogum, menarikku ke arah moge (motor gede) yang terparkir di depan rumah tante, mogenya berwarna merah, wow keren, pasti akan sangat menyenangkan naik moge, karna selama ini aku tak pernah naik moge sebelumnya bahkan saat aku di Indonesia,
"Bogum ini sangat keren," kataku, Bogum tersenyum lebar, lalu menghidupkan motornya, aku naik ke atas motor,
"Berpegangan lah yang erat jika kau tak ingin jatuh," kata Bogum padaku, tersenyum menoleh sidikit ke belakang, aku pun melingkarkan ke dua lenganku ke perutnya, memeluknya dari belakang, meletak kan daguku di bahunya, Bogum tersenyum lebar, lalu menjalankan mogenya, melewati mobil Taejun, aku melirik Taejun sekilas yang berada di dalam mobil dengan kaca terbuka, expresinya tampak sangat kesal, Taejun mengikuti motor kami dari belakang.
__ADS_1
*****
Setelah agak lama berkendara Bogum berhenti, ternyata kita sudah sampai di tempat tujuan, ternyata kita akan double date di taman hiburan, wah... pasti akan menyenangkan,