
"Mengapa kau baru cerita sekarang sayang? itu bisa sangat berbahaya," kata tante cemas,
"Karna aku tak ingin membuat tante kawatir.. tapi tante gak usah cemas, mulai sekarang aku akan lebih berhati hati, dan akan menceritakan masalah ku pada tante," kataku berusaha menenangkan tante,
"Baguslah sayang.. begitu baru benar.. sekarang sebaiknya kamu tidur sudah malam, ayo yang lain nya juga tidur," kata tante menyuruh kami untuk tidur, aku mengangguk lalu masuk ke dalam kamar,
*******
Ke'esokan paginya antara sadar dan tidak sadar, sepertinya aku mendengar seseorang memanggil namaku, aku membuka mataku perlahan, dan kaget setengah mati saat melihat Taejun membungkuk dan sedang melihatku tidur, aku membeku menatapnya, ternyata orang yang memanggil namaku tadi Taejun?,
"Taejun? ada apa?" tanyaku bingung mengerutkan dahi, dia menegakkan tubuhnya,
"Cepatlah bangun dan mandi kita semua akan sarapan bersama," kata Taejun memberitahu, aku masih menatapnya belum beranjak dari tempat tidurku, Taejun bangunin aku? "Cepatlah! kalo tidak kita akan terlambat sekolah," suruh Taejun saat melihatku tak juga beranjak dari kasur, aku cepat cepat bangun dari tempat tidur, lalu dia keluar dari kamar ku, aku masih bingung dan kaget, Taejun membangunkan aku? kenapa akhir akhir ini dia jadi baik padaku? ah... sudahlah, kenapa juga aku pikirkan, aku buru buru mandi, memakai seragam lalu pergi keluar untuk sarapan, aneh hari ini Taejun sangat perhatian bahkan dia dan kak Taerang berebut mengoleskan selai ke rotiku lalu dia juga menuangkan jus untukku sedangkan kak Taerang memberiku susu, karna tak ingin menyinggung perasaan salah satu dari mereka aku makan ke 2 rotinya, dan juga minum jus dan juga susunya, ada apa dengan mereka? apa mereka kasihan dan prihatin padaku karna apa yang sudah menimpaku? Taejun bahkan membukakan pintu mobil untuk ku.. apa dia benar benar Taejun yang ku kenal? apa aku tidak salah lihat? benar benar tak dapat di percaya, tapi saat di sekolah dia langsung berubah dingin padaku, dia tidak bicara atau menyapa ku seolah olah dia tidak kenal padaku, ada apa dengan nya? apa dia punya kepribadian ganda? oh... terserahlah! aku tidak peduli.
**********
Di mobil dalam perjalanan pulang dia mulai mengoceh dan cerewet padaku, dasar orang aneh.
"Jessica tidakkah kau berfikir kau terlalu lengket pada Bogum," oceh Taejun, aku menoleh padanya bingung bertanya tanya sebenarnya apa maksud dari perkata'annya.
__ADS_1
"Kau terlalu terang terangan memperlihatkan kemesra'an kalian berdua di depan umum," lanjut Taejun menyeramahiku karna aku tak menanggapi komentarnya, tapi apa urusannya dengan dia?.
"kau tak perlu kawatir Taejun, kami pasangan yang bertanggung jawab, kami tidak akan melewati batasan batasan dalam berhubungan, Bogum orang baik dia tidak akan menyakitiku," kataku pada Bogum.
"Tapi tetap saja.. jangan berlebihan," komentar Taejun.
"Berlebihan? apa maksudmu dengan berlebiha? kami hanya bergandengan tangan, dan berangkulan, itu hal yang sangat wajar di lakukan saat pacaran," bantahku kesal.
"Apanya.. kalian juga berciuman," kata Taejun mendengus,
"Tapi aku tidak ciuman di depan anak anak! tapi.. tunggu, kenapa kau bisa tau aku dan Bogum ciuman? apa jangan jangan kau mengintip kami ciuman ya?" tanyaku melototinya.
"Kau pasti mengintip.. kau dan teman temanmu juga penah mengintip kami ciuman di taman kan? dasar tukang ngintip," tuduhku menyipitkan mata, Taejun menganga mendengar tuduhanku.
"Jangan salah paham.. saat di taman aku tidak ikut mengintip.. hanya teman temanku yang mengintip, dasar!" bantah Taejun, aku mencibir, kenapa dia crewet sekali sekarang padahal di sekolah tadi sikapnya sangat dingin, tapi saat keluar dari sekolah, sikapnya langsung berubah, apa dia menghindariku di sekolah karna takut pacarnya cemburu padaku? mungkin pacarnya tipe orang yang sangat cemburuan, mungkin itu alasan nya dia bersikap dingin padaku saat di sekolah, jika memang begitu ya aku tak masalah jika itu baik untuk nya, mungkin dia hanya mengawatirkan ku makannya dia sangat cerewet sekarang, aku merasa seperti punya kakak yang sedang menceramihiku saja.. baiklah ku rasa punya kakak tidak terlalu buruk, mulai sekarang aku akan menganggap Taejun dan juga kak Taerang sebagai kakak ku, saat melewati kafe aku cemberut sedih karna tadi pagi tante Yura mengatakan, aku tidak perlu membantu lagi di kafe untuk ke amanan ku, kecuali memang perlu.. seperti jika tante tak bisa ke kafe, baru aku di perbolehkan membantu di kafe untuk menggantikan tante Yura, mau tak mau akupun setuju.
*******
Sesampainya di rumah tante Yura, aku dan Taejun menonton tv bareng di ruang keluarga sambil makan camilan, ternyata Taejun orangnya asik juga, kami menonton tv sambil tertawa tawa dan bercanda, kami bahkan saling berebut remot.
__ADS_1
"Taejun ada pelajaran yang tidak ku mengerti, kamu maukan ajari aku?" tanyaku setelah bosan nonton tv.
"Baiklah, ayo ambil buku kita bawa kesini, lalu belajar bareng," jawab Taejun setuju, aku tersenyum kegirangan cepat cepat mengambil buku, kapan lagi bisa belajar bareng sama orang paling pinter di kelas, kamipun belajar bareng hingga kak Taerang datang dari kuliahnya, kemudian paman juga datang dari kantor tempatnya bekerja, kak Taerang ikut nimbrung bersama kami, setelah itu kami makan malam bersama, setelah makan malam kami mengobrol riang sambil tertawa tawa di ruang tamu sambil menunggu tante Yura, tak butuh waktu lama untukku menyesuaikan diri di rumah ini, aku bener bener bahagia mereka semua sangat baik padaku, walaupun awalnya aku merasa canggung tapi sekarang sudah tidak lagi, aku merasa tidak sendiri di Korea, aku seperti punya keluarga disini.. aku merasa seperti anak perempuan dan saudara perempuan di rumah ini, tak lama kemudian tante Yura datang dari kafe, tante Yura langsung menghampiriku dan memelukku, aku tersenyum membalas pelukannya.
"Ada apa tante?" tanyaku, tante melepas pelukannya, lalu menatapku terlihat cemas.
"Ku rasa aku benar tidak memperbolehkan mu ke kafe.. kau tau tadi si Jihun itu makan di kafe ku lagi... kurasa dia pasti ingin bertemu dengan mu di kafe, untunglah kamu gak ke kafe jadi gak perlu bertemu dengannya," jelas tante Yura membelai pipiku, aku terharu,
"Terima kasih tante sudah mengawatirkan aku, dan mencintaiku sebesar ini," kataku bersungguh sungguh, lalu aku mengecup pipi tante Yura, tante Yura tersenyum lalu kembali memelukku,
"Tidak perlu berterima kasih sayang, kamu sudah ku anggap seperti anakku sendiri," kata tante, setelah itu tante mengantarku ke kamar untuk tidur, tante mengecup keningku sebelum pergi, dan menutup pintu kamarku, dia menyayangiku seperti anaknya sendiri... aku bersyukur tinggal dengan tante Yura dan keluarganya di korea, tapi kenapa mama belum menelfonku, dia tak pernah mengasih kabar, aku kangen mama,
*******
Ke'esokan paginya seperti kemarin Taejun membangunkan aku.
"Terima kasih Taejun, karna sudah bersikap seperti saudara yang baik untukku," kataku berterima kasih pada Taejun,
"Saudara?" seru Taejun terlihat kecewa,
__ADS_1