
"Park Bogum," panggil tante Yura, menyuruhnya kemari, Park Bogum cepat cepat menghampiri kami, dia menatapku lalu melirik tante Yura, tante Yura menjelaskan pada Park Bogum dengan bahasa korea, Park Bogum tersenyum padaku menyalamiku,, aku ikut tersenyum, Park Bogum punya senyum yang sangat manis berkat lesung pipinya.
"Number," kata Park Bogum menyodorkan hp nya padaku, aku mengangkat ke 2 alisku, serius? dia mau minta nomer hp ku? to the poin banget.. aku melirik tante Yura, tante Yura menjitak kepalanya lalu mengomelinya dengan bahasa korea yang lagi lagi tidak ku mengerti, Park Bogum pergi kembali bekerja setelah mengedipkan matanya padaku.
"Tante Yura, ku rasa kau harus membatuku mempelajari bahasa korea," kataku tersenyum padanya.
"Tentu saja," kata tante yura ikut tersenyum.
"Apa ada pekerjaan yang bisa aku bantu?" tanyaku.
__ADS_1
"Sekarang kau perhatikan saja dulu, bagaimana cara mereka bekerja, sambil memperhatikan kita juga bisa belajar bahasa korea," jawab tante Yura mengajakku duduk di depan konter, aku memperhatikan cara mereka bekerja... sambil memperhatikan mereka, tante Yura membantuku mempelajari bahasa Korea, seperti nama benda benda dalam bhs Korea, mata uang korea, cara menyapa, cara memperkenalkan diri, panggilan yang sopan pada yang lebih tua pria maupun wanita, aku mempelajari semuanya sampai akhirnya kafe tutup, mereka pulang bersama sama tapi setelah di luar mereka berpencar karna tempat tinggal mereka yang berbeda arah, mereka pulang setelah mengatan selamat malam pada kami.
"Selamat malam jessica," kata tante Yura, setelah mengunci kafenya,
"Malam juga tante," balasku tersenyum, setelah tante Yura pulang, aku naik ke kamarku, malam itu aku menghabiskan setengah malamku untuk mempelajari bhs Korea dengan bantuan kamus yang di berikan mama padaku, sambil makan makanan yang di bungkuskan tante Yura untukku, aku membuka kulkas dan ternyata ada isinya, beberapa air mineral dan beberapa minuman berkaleng seperti soda dan lain sebagainya, pasti tante Yura yang menyiapkan semuanya, sambil minum aku berpikir besok akan pergi belanja untuk membeli beberapa pakaian hangat, dan juga camilan, karna di luar waaaah.. gila, dingin banget! suhu disini sangat berbeda dengan di indonesia, tapi untungnya di kamar ini ada penghangat ruangan, sama dengan di dalam kafe lumayan hangat.
"Berapa?" tanyaku dengan bhs Korea.
"73 sen," kata penjaga kasirnya, aku menghembuskan nafas lega ternyata aku mengerti yang di katakan kasir itu, tadi malam aku sudah belajar mata uang korea pada tante Yura dan angka angka pada kamus, aku mengeluarkan uang 100 sen dan memberikannya pada penjaga kasir, beruntung karna mama membawakanku mata uang korea, penjaga kasir itu wanita berkacamata masih muda mungkin awal 20 an, berponi dan rambut tipisnya di ikat kebelakang.
__ADS_1
"Ini kembaliannya, terima kasih," kata penjaga kasir itu, aku mengambil kembaliannya sembari tersenyum dan mengangguk, karna aku tak yakin harus menjawab apa, mungkin sedikit banyak aku sudah mengerti jika mereka bicara tapi untuk menjawab pembicaraan mereka aku masih belum terlalu bisa, mungkin yang gampang gampang bisa tapi aku juga takut salah dalam pengucapannya, tapi untuk berjaga jaga aku membawa kamus bhs korea dalam tasku, aku melihat langit sudah terang, walaupun matahari tak seterik di Indonesia.. sekarang sudah jam 08:11, aku berjalan lurus terus mumpung keluar, setelah berjalan cukup jauh aku melihat jalan raya banyak mobil lalu lalang, tidak seperti jalanan yang ku lewati sebelumnya karna di sana jalanan perumahan jadinya jalanannya tidak terlalu lebar.. mungkin cuma cukup dua mobil, aku berbelok berjalan ke trotoar, setelah beberapa langkah aku berbelok lagi terus berjalan mengikuti trotoar ini dan waaaah.. banyak sekali toko toko lucu, studio, kafe kafe, tempat les, rumah makan, tempat game dan sudah hampir buka semuanya, ada juga pemberhentian bus, banyak sekali orang berjalan kaki di trotoar sepertiku, pengguna jalan raya di korea tidak terlalu padat seperti di Indonesia, pengguna sepeda motornya saja disini sangat sedikit, aku berhenti di lampu merah tempat penyeberangan pejalan kaki, menunggu lampu berubah merah bersama beberapa orang yg juga menunggu untuk menyeberang, karna aku ingin ke toko di seberang jalan di sana toko toko nya lebih terlihat menarik dari pada yang ada di sini, di sana juga lebih ramai, kalo malam daerah ini pasti menyenangkan, saat akhirnya lampu berubah merah aku berjalan mengikuti orang orang menyeberangi jalan lebar itu, saat sampai di trotoar seberang jalan seorang cowok menarik lenganku.
"Hei," kata orang itu, aku menatapnya bingung, aku tidak mengenalnya, apa dia mengenalku? lalu aku menatap tangannya yang memegangi lenganku, lalu cowok itu langsung melepas lenganku.
"Oh maaf," katanya dengan bhs Korea, aku ingin bertanya padanya apa dia mengenalku, tapi aku takut salah mengucapkannya, apa aku buka kamus aja ya? aah gak enggak, itu konyol! dia pasti akan menganggapku aneh atau seseorang yang tak mengerti bhs korea mungkin.. ah sudahlah masak bodoh! aku juga gak mengenalnya, aku berbalik dan langsung berjalan menjauhinya, dia mengikutiku dan mengatakan sesuatu panjang lebar dengan bhs Korea tapi bicaranya sangat cepat jadi aku tak bisa memahami apa yang di bicarakannya.
"Maaf, aku tak mengerti apa yang kau bicarakan," kataku dengan bhs inggris, cowok itupun paham kalo aku tak mengerti bhs Korea.
"Aku Jihun" kata cowok itu menyodorkan tangannya.
__ADS_1