
"Kau janji?" tanya Taejun terlihat serius,
"Aku janji.. jadi jangan terlalu ketus pada Ga In.. karna aku hanya menganggapnya sebagai teman, bersikaplah percaya diri.. ok," pintaku berjanji,
"Baiklah," kata Taejun tersenyum lalu memelukku erat,
"Kau tau betapa bahagianya aku saat kau bilang kau juga mencintaiku, dan lebih memilih aku dari pada Ga In, aku sangat bahagia waktu itu," kata Taejun memberitahu, aku tersenyum,
"Tentu saja aku memilihmu, kamukan suamiku," kataku memeluknya lebih erat,
"Dan kurasa aku sudah ingat sekarang, kapan tepatnya aku mulai mencintaimu," lanjut Taejun, aku melepas pelukannya, menatapnya,
"Benarkah? kapan?" tanyaku ingin tau,
"Kurasa saat kita berangkat sekolah bareng, lalu supirku tak sengaja membuat mobilnya oleng gara-gara ada orang lari tiba-tiba di depan mobil, hingga membuatku jatuh ke bawah jok sedangkan kamu jatuh ke pangkuanku, wah... saat itu aku benar-benar merasa gugup saat kau jatuh tepat di pangkuanku dan kedua tanganmu memegangi pahaku begitu erat.. kau takkan bisa bayangkan bagaimana gugupnya aku waktu itu, karna sebelumnya aku tak pernah merasa segugup itu terhadap wanita.. dan itu pertama kalinya bagiku," cerita Taejun sambil tersenyum, aku juga tersenyum mengingat kejadian waktu itu.. betapa kagetnya aku waktu itu,
"Ternyata kamu sudah lama mencintaiku," kataku menatapnya tersenyum,
"Ya, kau benar," sahut Taejun menyetujui, "Boleh minta sesuatu?" tanya Taejun, aku menatapnya curiga,
"Katakan dulu perminta'anmu apa?" kataku,
"Aku ingin kau menunjukkan kekuatanmu padaku, aku ingin melihatnya, ya? please... " pinta Taejun memohon, aku menatapnya diam saja,
__ADS_1
"Ayolah.. lagi pulakan gak ada orang di kamar ini.. cuma kita berdua," kata Taejun mulai merengek, aku memutar bola mata,
"Baiklah, apa yang ingin kau lihat?" tanyaku akhirnya menyetujui,
"Apa saja terserah kamu," kata Taejun terlihat bersemangat, lalu aku melihat gelas berisi air di atas laci, aku berkonsentrasi membuat gelas yang berisi air itu melayang di udara, Taejun tampak takjub melihatnya, lalu pelan pelan ku kuturunkan kembali gelas berisi air itu,
"Boleh aku menggunakan kekuatanku padamu," tanyaku meliriknya,
"Tentu, lakukanlah," kata Taejun menyetujui terlihat bersemangat,
"Kau yakin?" tanyaku sekali lagi, Taejun mengangguk yakin, aku tersenyum licik, lalu aku berkonsentrasi mengendalikan aliran darahnya membuatnya melayang di udara.. mata Taejun melebar takjub melihat apa yang ku lakukan padanya, lalu aku mengarahkan tubuh Taejun yang sedang melayang di udara ke arah kasur, lalu menjatuhkannya ke atas kasur, aku cekikikan melihatnya shok, lalu aku menghampirinya naik ke atas kasur,
"Bagaimana rasanya? saat aku mengendalikan aliran darahmu?" tanyaku ingin tau, Taejun terlihat masih meregangkan otot ototnya,
"Rasanya seluruh tubuhku seperti mati rasa, dan aku sama sekali tak bisa mengendalikan tubuhku sendiri," kata Taejun terheran heran, hmm jadi seperti itu rasanya...
"Kamu tidak merasa terganggukan dengan kelebihan yang ku miliki," tanyaku menatapnya,
"Kenapa aku harus merasa terganggu, aku mencintaimu apa adanya, jadi semua itu sama sekali tak jadi masalah buatku," jawab Taejun tersenyum, aku juga tersenyum lalu memeluknya erat, Taejun menggeser duduknya lalu membaringkan kepalaku ke atas bantal, menindih tubuhku pelan,
"Apa kau sudah bicara sama mama tentang kamu yang ingin memakai kontrasepsi?" tanya Taejun,
"Ya, dan mama sudah membuatkan janji temu untukku dengan dokter untuk konsultasi," jawabku,
__ADS_1
"Kapan?" tanya Taejun, terlihat tak sabaran,
"Aku juga belum tau," jawabku berbohong, karna sejujurnya aku belum siap untuk itu, benar-benar tidak adil, aku begitu gugup memikirkan kita yang akan melakukan hubungan suami istri.. tapi sedangkan Taejun tidak ada gugup gugupnya sama sekali, malahan dia terlihat ingin segera melakukannya tanpa perasa'an gugup sedikitpun, menyebalkan! aku harus menyembunyikannya dulu pada Taejun bahwa sebenarnya besoklah aku yang akan melakukan konsultasi ke dokter, karna kalo dia sampai tau.. sudah tak di ragukan lagi besok malamnya taejun pasti akan langsung menghabisiku di atas kasur tanpa ampun,
"Kenapa bisa belum tau.. kan udah telfon dokternya," kata Taejun heran,
"Hari sabtu, satu minggu lagi kayaknya," kataku berbohong, semoga saja tidak ketahuan kalo aku sedang berbohong,
"Kenapa ketemu dokternya saja lama sekali, kan hanya konsultasi untuk menggunakan KB atau alat kontrasepsi," kata Taejun merasa heran,
"Ya mana aku tau.. yaudahlah kita ikuti saja prosedurnya, ya," pintaku beralasan, Taejun mendengus sebel,
"Baiklah," kata Taejun betek, lalu dia menciumi bibirku melumatnya pelan, aku juga ******* bibirnya seirama, lalu Taejun bangun membuka kaosnya dan tak di sangka sangka dia juga membuka bajuku,
"Apa yang kau lakukan?" tanyaku heran tanpa perlawanan,
"Tenang saja.. hanya melakukan ini tidak akan membuatmu hamil," sahut Taejun santai, aku mendengus tak percaya mendengar sahutannya yang santai, dan tak hanya membuka bajuku saja dia bahkan juga membuka braku, aku menatapnya bingung, apa yang ingin di lakukannya? lalu tak di sangka sangka dia memasukkan putingg payudaraku ke dalam mulutnya mengemutnya seolah olah dia sedang menyusu padaku sedangkan satu tangannya meremas payudaraku yang satunya, sontak aku mendorong Taejun karna merasa terkejut dan geli,
"Kenapa kamu melakukan itu.. emangnya kamu anak kecil," kataku tak percaya, Taejun terkekeh melihat reaksiku,
"Ternyata kau benar-benar polos, bahkan kurasa kau tak pernah melihat video bokep walau setidaknya tanpa sengaja," kata Taejun menatapku lalu menatap kedua payudaraku,
"Di lihat dari bicaramu, aku yakin pasti kau sudah pernah nonton video bokep, dasar mesum," kataku menyipitkan mata, menutupi payudaraku dengan kedua lenganku,
__ADS_1
"Bukan seperti itu.. aku hanya tak sengaja melihatnya saat temanku sedang melihat video bokep. Lagi pula hal seperti itu biasa di lakukan oleh sepasang kekasih.. kau selalu mengataiku mesum padahal aku kan suamimu.. itu kan hal yang wajar.. bila suami istri melakukan hal seperti itu," jelas Taejun, "Kau tau? aku sangat menyukai bentuk payudaramu dan juga warna putingg payudaramu," kata Taejun tersenyum, "Ayolah.. jangan di tutupi aku ingin melihatnya," kata Taejun menarik lenganku, aku menganga menatapnya tak percaya, Taejun menunduk menekan kedua lenganku ke atas kasur di samping kedua sisi kepalaku, lalu Taejun kembali menindih tubuhku pelan kembali menciumi bibirku.. leherku dan juga payudaraku, aku terus mendesah karna tak kuat menahan rangsangan yang di sebabkan bibir Taejun, aku terperanjat kaget saat mendengar pintu kamar di ketok, Taejun menoleh ke arah pintu sama sekali tak terlihat terkejut, aku cepat-cepat mendorong tubuh Taejun dari atas tubuhku, lalu bangun dan buru-buru mengenakan kembali bra dan bajuku,
"Sayang.. keluarlah kita makan malam bersama," sahut mama dari luar pintu, ternyata mama pulang cepat hari ini,