Tak Terduga

Tak Terduga
kepergok


__ADS_3

"Lain kali jangan lupa mengunci pintunya," kata kak Taerang mengejek, lalu keluar dan menutup pintunya, kami melirik satu sama lain lalu sama sama mengalihkan pandangan, Taejun berdehem,


"Eh ayo makan malam," kata Taejun,


"Ayo," sahutku turun dari kasur, lalu mengikuti Taejun keluar dari kamar, kami duduk di meja makan, bersama ayah dan juga kak Taerang, kami makan bersama,


"Makanlah yang banyak Jessa," kata kak Taerang aku mengangguk, tak berani menatapnya saking malunya,


"Tapi ngomong-ngomong.. aku tidak mengganggu waktu belajarmu kan tadi," ejek kak Taerang, membuatku tersedak makanan dan terbatuk,


"Jessa kau baik baik saja?" tanya ayah menepuk nepuk pelan punggungku, Taejun buru-buru menuangkan minuman lalu memberikannya padaku, aku meminumnya,


"Taerang benar, kau makanlah yang banyak.. akhir akhir ini kulihat kau agak kurusan," komentar paman,


"Mungkin karna Jessa sering bergadang kalo malam kak untuk belajar, tadi saja saat ke kamarnya Jessa sedang giat belajar," kata kak Taerang melirikku, wajahku merah padam, kak Taerang dia benar benar.... dan parahnya Taejun juga diam saja, mungkin dia juga malu karna kepergok oleh kak Taerang tadi,


"Belajar dengan giat boleh-boleh saja.. tapi jangan terlalu sering bergadang tidak baik untuk kesehatanmu, kenapa belajar begitu keras.. apa kamu kesulitan beradaptasi dengan pelajaran di kampus?" tanya ayah,


"Gak seperti itu kok ayah.. hanya saja aku kurang enak makan aja akhir akhir ini," jelasku...


"Aku akan belikan minuman ginseng untukmu, biar selera makanmu meningkat, ini," kata paman lalu meletakkan lauk di piringku, "Makanlah yang banyak," suruh ayah,


"Baiklah ayah," kataku tersenyum lalu memakannya, setelah makan dan mengobrol sebentar dengan tante Yura, aku dan Taejun kembali masuk ke kamar, Taejun mengunci pintu kamarnya membuat jantungku berdetak tak karuan, aku cepat-cepat naik ke atas kasur, lalu tidur menyamping, memejamkan mata tak berani membuka mata, lalu kurasakan Taejun menarik tubuhku pelan lalu memelukku dari belakang, dia memelukku sangat erat menciumi leherku membuatku kehilangan akal sehat...

__ADS_1


"Jessa," bisik Taejun di telingaku, membuat bulu kudukku meremang,


"Hmmm," sahutku, begitu gugup,


"Boleh aku menciummu lagi?" tanya Taejun, pertanya'an Taejun membuat sekujur tubuhku memanas, aku mengangguk, lalu berbalik perlahan ke arahnya, menatapnya, Taejun juga menatapku nafasnya mulai memburu menerpa wajahku, Taejun menggeser tubuhnya lalu menindih tubuhku pelan mulai mencium bibirku, kedua tangan Taejun mengunci kedua tanganku di kedua sisi kepalaku, lalu bibirnya beralih menciumi leherku, aku mendesah pelan, mendengar desahanku Taejun semakin ganas menghujani leherku dengan ciuman, lalu Taejun bangun dan membuka kaosnya lalu melemparnya ke sembarang arah, aku menatap dada bidangnya yang telanjang, Taejun.. dia.. terlihat sangat sexi, lalu Taejun kembali menciumi bibirku, aku berbalik menindih tubuh Taejun lalu bangun dan melepas baju tidurku, Taejun menatapku lalu menatap ke arah braku terlihat gugup, lalu Taejun menarikku ke atas tubunya ******* bibirku, sedangkan ke dua tangannya meraba raba punggungku mencari kaitan braku, lalu membuka kaitannya dengan lihai melepas braku lalu melemparnya ke sembarang arah, Taejun berbalik menindihku lalu menciumi payudaraku, aku melenguh pelan menggigit bibirku, Taejun mengelus payudaraku dengan tangannya lalu meremassnya pelan aku mendesah, Taejun menatapku nafas kami sama sama memburu, lalu Taejun bangun turun dari ranjang melucuti celana oblongnya dan juga celana dalamnya, dan dalam hidupku, ini pertama kalinya aku melihat pria telanjang di depan mataku, aku menelan ludah gugup, lalu Taejun kembali naik ke atas kasur, menarik celana tidurku melepasnya, hingga hanya tersisa celana dalamku saja, aku bangun lalu naik ke pangkuan Taejun, ******* bibirnya melingkarkan kedua lenganku ke lehernya, bibir kami saling ******* seirama, lalu Taejun kembali membaringkanku ke atas kasur, menindihku bibirnya beralih menciumi leherku, satu tangannya turun ke bawah berusaha melucuti celana dalamku satu satunya kain yang masih melekat di tubuhku, lalu aku ingat bahwa aku tidak memakai alat kontrasepsi,


"Taejun tunggu," cegahku, menahan tangannya yang hendak melucuti celana dalamku, Taejun menatapku bingung,


"Aku belum ikut KB, atau memakai alat kontrasepsi," kataku,


"Lalu apa masalahnya?" tanya Taejun,


"Bagaimana kalo aku hamil," kataku cemas,


"Apa masalahnya kalo hamil ada suaminya.. yang jadi masalah itu kalo hamil gak ada suaminya," kata Taejun enteng, kembali hendak melepas celana dalamku,


"Lalu kenapa tidak bilang dari awal... kenapa baru bilang sekarang saat udah mau ******," keluh Taejun betek, apa? ******? bisa bisanya dia bilang seperti itu,


"Tapi aku baru ingat sekarang.. tidak apa apakan menundanya dulu," kataku, menatapnya memohon, Taejun memejamkan mata lalu menarik nafas pelan, bangun dari atas tubuhku,


"Tega teganya dia ingin menundanya di saat saat terakhir, padahal aku sudah sangat ingin," omelnya mengeluh, lalu memunguti bajunya yang tercecer di lantai, lalu masuk ke kamar mandi, aku buru-buru mengenakan kembali semua pakaianku, aku menunggu Taejun keluar dari kamar mandi, dia cukup lama di dalam, apa yang di lakukannya? setelah keluar dari kamar mandi Taejun naik ke atas kasur, lalu aku merangsek kepelukannya, membaringkan kepalaku di dadanya memeluknya, Taejun memelukku dengan kedua tangannya,


"Tidurlah, besok kita harus kuliah," kata Taejun mengusap ngusap punggungku, aku mengangguk, memejamkan mataku, bahagia, kasian Taejun, aku pasti sudah membuatnya sangat frustasi malam ini, aku menahan senyumku,

__ADS_1


*********


Ke'esokan paginya Taejun membangunkanku,


"Jessa, Jessa," kata Taejun mengguncang bahuku pelan,


"Hmmm," sahutku masih mengantuk,


"Cepat bangunlah.. kita harus kuliah," kata Taejun tersenyum, kenapa pagi pagi udah pamer senyuman...


"Iya, iya," kataku bangun sambil menguap,


"Kita mandi bareng ya, biar menghemat waktu," usul Taejun, aku menatapnya tak percaya, wah... benar benar.. pantesan pagi pagi udah pamer senyuman jadi ini sebabnya,


"Aku sangat mengerti.. alasanmu yang sebenarnya pasti bukan untuk menghemat waktu.. wah... kelihatannya saja dari luar kamu terlihat cool dan keren tapi ternyata pikiranmu benar benar mesum," komentarku menggeleng gelengkan kepala,


"Ini bukan pikiran mesum, tapi ini wajar karna aku mencintaimu, ini hal yang wajar karna kita suami istri, jika orang yang tidak kau kenal minta mandi bareng denganmu, baru itu namanya mesum," kata Taejun menjelaskan aku memutar bola mataku,


"Aku gak mau, mandi aja sendiri, sana!" tolakku,


"Ayolah.. kan cuma mandi bareng doang.. apa susahnya sih," pinta Taejun mulai merengek, mulai dech, aku menatapnya, Taejun memasang expresi memohon, aku gak akan sanggup menolak jika dia menatapku seperti itu,


"Baiklah, baiklah terserah," kataku akhirnya mengalah, lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi Taejun mengikutiku dengan perasa'an senang, tingkah lakunya seperti anak kecil tapi bisa bisanya terpikir minta perminta'an seperti ini, benar-benar di luar duga'an, dengan betek ku buka baju dan celana tidurku, tapi aku tak membuka bra dan CDku (cd:celana dalam), saat aku berbalik Taejun sudah membuka semua pakaiannya, aku buru-buru berpaling darinya, aku belum terbiasa dengan semua ini,

__ADS_1


"Kenapa, melengos gitu saat melihatku telanjang, lagian inikan bukan pertama kalinya kamu melihatku telanjang, kamu sudah melihat semuanya tadi malam, jadi gak usah malu gitu... " kata Taejun menghampiriku lalu memelukku dari belakang, aku menelan ludah gugup, jantungku berdetak tak karuan, wah... ternyata Taejun gak sepolos yang ku kira.. ternyata dia punya sisi liar juga,


"Tapi kenapa bra dan CDmu tidak kau buka, sini biar aku bantu bukakan," kata Taejun membalikkan badanku, aku menganga menatapnya tak percaya,


__ADS_2