
"Taejun hentikan!" bentak Hyuna mendorong Taejun dari atas tubuh Lee, Taejun menatap Hyuna sedangkan yang lain berusaha menjauhkan Lee dari Taejun.
"Ada apa denganmu Taejun? apa kau cemburu melihat Lee mencium Jessica?" tanya Hyuna kesal.
"Apa maksudmu Hyuna? jadi aku harus diam saja melihat Lee mencium paksa Jessica?" tanya Taejun.
"Kau menyukai Jessica, aku benarkan?" bentak Hyuna marah pada Taejun.
"Hyuna tidak seperti itu... " keluh Taejun berusaha menjelaskan meraih tangan Hyuna, tapi Hyuna menepis tangan Taejun lalu pergi meninggalkan kantin, Taejun mengejarnya, aku mengikuti mereka berdua, aku terus mengikuti mereka hingga sampai ke lorong dekat tangga menuju atap, Taejun berhasil menghentikan Hyuna dengan menyambar lengannya,
"Hyuna dengar dulu," pinta Taejun, Hyuna menatapnya kesal, aku langsung ke samping bersembunyi agar tidak mengganggu mereka dulu.
"Apa?" tanya Hyuna dingin.
"Itu tidak seperti yang kau pikirkan," jelas Taejun.
"Kau pikir aku buta? kau pikir aku bodoh? kau melihat Jessica tidak seperti kakak yang ingin melindungi adiknya, tapi kau melihat Jessica seperti seorang pria yang ingin melindungi wanitanya," kata Hyuna marah.
"Jadi kau tidak percaya padaku?" tanya Taejun dingin.
"Tidak," kata Hyuna tak kalah dingin.
"Kalo begitu apa gunanya hubungan ini, jika kita tidak saling percaya, kita akhiri saja, kita putus saja," kata Taejun dingin.
"apa?" tanya Hyuna menatap Taejun tak percaya.
"Kita putus saja," ulang Taejun dingin, lalu dia pergi meninggalkan Hyuna, Taejun berhenti sebentar saat melihatku berdiri dengan wajah terkejut, lalu dia pergi melewatiku, Hyuna menangis, aku mencoba menghampirinya untuk menenangkannya, tapi saat melihatku Hyuna menatapku marah, hingga membuat langkahku terhenti tak jadi menghampirinya, dia berjalan ke arahku menabrak bahu kiriku dan terus berjalan meninggalkan aku, kenapa sih Taejun? kenapa kamu harus mutusin Hyuna, sudah jelas mulai sekarang Hyuna sepertinya akan melampiaskan kemarahannya padaku, kapan hidupku bisa tenang?.
__ADS_1
Saat pulang sekolah Taejun diam saja saat di mobil, tidak mengatakan apapun, dan aku pun tidak berusaha mengusiknya, mungkin perasaannya sekarang sedang kalut, baiklah aku takkan mengganggunya dulu.
Sesampainya di rumah, Taejun mengurung diri di kamar, aku ingin mengajaknya belajar bersama tapi aku takut mengganggunya, tapi Taejun bahkan tidak ikut makan malam.
"Jessica apa terjadi sesuatu di sekolah? kenapa Taejun mengurung diri di kamar?" tanya kak Taerang cemas sehabis makan malam, paman juga terlihat ingin tau.
"Taejun baru putus dari pacarnya," jawabku.
"Oh jadi itu masalahnya.. pantas saja," kata kak Taerang tak lagi cemas.
Ke'esokan paginya Taejun membangunkanku seperti biasa, bersikap normal lagi, ku kira dia tidak akan membangunkanku pagi ini, aku menatapnya curiga, apa iya dia bisa secepat itu mengatasi kegalauannya?.
"Ada apa? kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Taejun tertawa, dia malah tertawa? jangan jangan dia jadi gila karna putus dari Hyuna.
"Jadi kau sudah kembali normal," kataku curiga.
"Tapi kamu putus bukan karna aku kan? kamu kan selalu ikut campur masalahku, walau Hyuna tidak suka, kamu tetep saja ingin menolongku," tanyaku kawatir.
"Dasar ratu GR, apa yang membuatmu sampai berpikir seperti itu," ejek Taejun,
"Hyuna selalu menuduhku seperti itu," sahutku beralasan.
"Dan kamu percaya?" tanya Taejun penasaran, aku menggeleng.
"Lalu apa alasanmu mutusin Hyuna?" tanyaku ingin tau.
"Karna kita sudah tidak ada kecocokan lagi, tidak ada kepercaya'an lagi, dan akhir akhir ini kami lebih banyak bertengkar, aku sudah tak sanggup lagi mempertahankan hubungan ini," jawab Taejun enggan.
__ADS_1
"Ya syukur dech kalo kalian putus bukan gara gara aku, tapi gara gara kamu Hyuna akan membuat hari hariku di sekolah menjadi buruk," keluhku cemberut.
"Aku akan membantumu, jika Hyuna mengganggumu," kata taejun tertawa, kenapa dia banyak tertawa sekarang? bukannya seharusnya dia sedih karna baru putus? tapi dia malah tertawa, yeah.. dia memang kemaren terlihat galau.. tapi masak iya move onnya cepet sekali...
"Lebih baik kau tidak usah melakukan apa apa, tidak usah membantuku, itu malah akan memperburuk keada'an ku," tolakku pongah, lalu pergi beranjak ke kamar mandi, Taejun malah menertawaiku.
Dan benar saja saat di sekolah Hyuna sebisa mungkin mempersulit hidupku, dan di tambah lagi dengan Lee dan teman temannya yang selalu menggangguku, ini sungguh membuatku stress, apa lagi besok aku akan menjalani ujian kelulusan, aku benar benar ingin cepat lulus dari sekolah ini, agar aku tak perlu lagi bertemu dengan orang yang suka menggangguku, dan semoga saja di kampusku nanti tak satupun ada orang yang ku kenal agar hidupku tentram,
Sepulang sekolah aku dan Taejun belajar bersama, dan dia selalu mengejekku tentang Hyuna yang membuat hariku jadi buruk hingga membuatku jengkel, aku tidak mengerti pada Hyuna yang selalu melampiaskan ke marahannya padaku, yang membuatnya marah kan Taejun, dia malah marah padaku, dia selalu mempermasalahkan hal yang tidak penting hingga membuat hubungannya dan Taejun jadi putus, memang apa yang membuatnya berpikir bahwa Taejun menyukaiku? menyukaiku apanya.. pertama kali bertemu saja, sikap Taejun dingin banget padaku seolah olah dia sangat tidak menyukaiku, dan setiap hari dia selalu membuatku jengkel dengan sikapnya yang selalu berubah ubah, kadang dia juga menyeramahiku tentang hal yang tidak jelas, memangsih kadang dia peduli dan baik padaku tapi tetap saja.. mustahil dia menyukaiku layaknya seorang wanita, konyol, Hyuna menyiksaku karna perasaannya yang konyol itu.
Ke'esokan harinya, aku hanya berkonsentarasi pada ujianku saja, tak ingin memperdulikan yang lainnya, aku berharap nilaiku tinggi agar aku bisa masuk ke kampus yang aku inginkan.
Sepulang sekolah setelah belajar dan makan malam bersama, tante Yura datang sambil menangis.. kami semua kaget dan bertanya tanya.
"Yura sayang ada apa?" tanya paman merengkuh wajah tante, tante menoleh padaku.
"Mama Jessica" jawab tante, dan dua kata itu menghunjam jantungku dalam dalam, jantungku berdetak cepat hingga membuat dadaku nyeri tanganku gemetar dan berkeringat, tidak! kumohon jangan berita buruk.
"Kenapa tante? ada apa dengan mamaku?" tanyaku gemetar, menghambur pada tante.
"Mamamu.. mamamu meninggal," jawab tante terbata bata, mendengar itu rasanya seluruh tubuhku mati rasa, dadaku terasa sesak, perutku mual, tante memelukku erat.
"Tidak, aku tidak percaya, mama sudah berjanji akan menyusulku kesini... " kataku menggeleng.
"Katakan ini semua tidak benarkan tante?" tanyaku menatap tante, seperti mataku mata tante di penuhi genangan air mata.
"Maafkan tante sayang," kata tante menangis tersedu sedu, jadi mamaku sungguh meninggal? aku tak sanggup menerima kenyata'an ini, rasanya seperti pilar yang ku pegangi selama ini tiba tiba runtuh, rasanya seperti tak punya pegangan lagi di dunia ini... rasanya seperti aku tak punya alasan lagi untuk hidup.
__ADS_1
"Aku mau pulang, aku mau kembali ke Indonesia," pintaku hampa.