Tak Terduga

Tak Terduga
wisuda


__ADS_3

"Aku harus menyiapkan banyak hal, ku putuskan kalian akan menikah setelah pengumuman kelulusan sekolah setelah wisuda," kata tante bersemangat, apa? secepat itu? dan Taejun, dia bahkan tidak membantah, dia pasti sudah gila.


"Tapi tante bagaimana dengan rencana kuliah?" tanyaku protes.


"Sayang.. kalian berduakan bisa tetap kuliah walau sudah menikah.. tenang saja, dan jika di tengah tengah kuliahmu nanti kau hamil.. kamu bisa risen dulu, lalu setelah melahirkan kamu bisa melanjutkan kuliahmu lagi jika mau," jelas tante, aku dan Taejun lansung salah tingkah saat tante menyebut kata hamil, hamil? yang benar saja.. bahkan pernikahan ini saja menurutku sudah konyol, dan sekarang masalah hamil? lagi pula pernikahan ini tidak di landasi dengan cinta, aku dan Taejun tidak saling mencintai.. wajahku memucat karna kawatir, dan wajah Taejun memerah.


"Baiklah tante, aku masuk kamar dulu," kataku buru buru pergi ke kamar, semalaman aku susah tidur karna memikirkan perkata'an tante.


Ke'esokan harinya karna obrolan tadi malam, aku dan Taejun jadi canggung, saat ini kami sedang di mobil dalam perjalanan ke sekolah, sebenarnya ini hari bebas untuk anak kls 3, kita bisa membantu kegiatan sekolah, tidak pergi ke sekolah juga tidak masalah, Taejun tingkahnya agak aneh, dia terlihat lebih berhati hati, duduk sejauh mungkin dariku saat di dalam mobil, sesampainya di sekolah saat hendak mengambil tas, tangan Taejun dan juga tanganku tak sengaja bersentuhan, Taejun terlihat terkejut dia langsung menarik tangannya dan wajahnya memerah, kenapa wajahnya memerah apa dia demam? atau mengingat obrolan semalam? tidak biasanya Taejun terlihat gugup seperti ini, aku mencoba menahan tawa, kemarin kemarin dia selalu mengejekku, sekarang giliranku mengejeknya.


"Taejun wajahmu sangat merah apa kau demam?" tanyaku pura pura hendak menyentuh dahinya.


"Aku tidak apa apa," kata Taejun langsung keluar dari mobil, aku juga keluar dari mobil.

__ADS_1


"Oh ayolah Taejun.. hanya bersentuhan tidak akan membuatku hamil," ejekku tertawa kecil, Taejun menganga tak percaya dengan lelucon yang barusan ku lontarkan, Taejun mempercepat jalannya wajahnya semakin memerah, Taejun pasti sama tidak nyamannya sama sepertiku dengan pernikahan ini, tapi selama ini aku malah melampiaskan rasa frustasiku padanya padahal dia begitu peduli padaku, dia membantu dengan memutuskan untuk menikahiku agar aku tidak perlu menikahi orang yang tidak kukenal, seharusnya aku berterima kasih padanya.. tapi aku malah kesal padanya.. yeah setidaknya lebih baik menikahi Taejun dari pada menikahi orang asing, ku rasa menikah dengan Taejun tidak terlalu buruk, untuk permintaan terakhir mama.. dan setelah keadaan normal dan aman Taejun bisa menceraikanku, dan dia bisa menikahi wanita yang dia cintai,


Aku kesekolah hari ini untuk diskusi dan minta bantuan bapak wali kelasku untuk membahas kampus kampus yang ingin aku pilih setelah aku lulus sekolah, setelah selesai aku berpamitan pada Taejun untuk pulang duluan.


"Baiklah aku juga akan pulang," kata Taejun.


"Apa? tidak apa apa Taejun jika kamu masih ada keperluan kau tidak perlu ikut pulang," kataku buru buru merasa tidak enak.


"Aku sudah tidak ada perlu lagi, aku sudah selesai, ayo pulang," kata Taejun, teman teman Taejun melirik satu sama lain, aku mengangguk.


Dan hari wisuda akhirnya datang, aku bahagia sekaligus sedih, bahagia karna akhirnya aku lulus dan akan di wisuda, dan sedih seandainya saja mama bersamaku saat ini, aku berusaha mengenyahkan rasa sedihku, aku bersiap siap mengenakan baju terbaikku dan memakai make up juga, aku menggerai rambutku dan mengenakan high heel berwarna salem yang senada dengan pakaianku, setelah selesai bersiap siap aku buru buru keluar karna semua sudah menungguku, semua terkagum kagum saat melihatku, membuatku malu.


"Jessica sayang kau sangat cantik," puji tante.

__ADS_1


"Terima kasih tante," kataku tersipu, semua ikut ke wisuda kami berdua, semua teman teman saling mengucapkan selamat, aku juga melakukan hal yang sama, tak seorangpun teman teman tau bahwa aku dan Taejun akan segera menikah, untunglah Taejun tak memberitahu tahu siapa pun, tapi akhirnya nanti mereka akan tahu juga, karna tak mungkin Taejun tak mengundang teman temannya di pernikahannya, aku gak tau apakah Taejun juga akan mengundang Hyuna.. mungkin walau di undangpun Hyuna mungkin gak akan datang, bagaimana reaksi Hyuna saat menerima undangan pernikahan Taejun dan aku? aku benar benar tak bisa membayangkannya, aku sungguh merasa tidak enak pada Hyuna, tapi setidaknya mereka semua akan tau setelah aku tak perlu lagi bertemu dengan mereka semua, syukurlah! karna kalo tidak Hyuna pasti akan menjambak rambutku sampai botak.


Setelah acara wisuda selesai kami makan malam bersama di lestoran mahal, kami makan dengan nyaman mengobrol santai, dan obrolan yang paling sering di bicarakan adalah masalah acara pernikahan, aku mengiyakan saja apapun yang di katakan tante, dan setelah ini aku tinggal mengisi formulir pendaftaran dan mengirim formulir itu ke 3 kampus berbeda yang sudah aku incar.. semoga saja formulirku di terima.


Selama sepekan ini semua orang sibuk dengan persiapan pernikahan, dan sekarang aku dan Taejun ada di toko seorang disainer untuk pengepasan baju pengantin, aku dan Taejun di suruh untuk masuk ke 2 ruangan yang berbeda untuk mencoba baju pengantinnya, aku mencoba gaunnya lalu melihat ke kaca, gaunnya berwarna putih, mengembang di bagian pinggang hingga ke bawah, dan bagian atasnya sedikit menerawang, dan juga hiasan kain berenda putih terawang yang di sematkan di rambutku, yang menjuntai hingga menyapu lantai, lebih panjang dari pada gaunnya, juga mahkota kecil yang di letakkan di atas kepalaku, melihat diriku di cermin seperti melihat putri di cerita dongeng disney, setelah mengenakan semuanya disainer itu menuntunku keluar.. Taejun sudah mengenakan setelan jasnya dan dia.. well, dia terlihat tampan dan keren, karna aslinya dia memang sudah tampan, Taejun menatapku terpana.


"Kau.. sangat cantik," puji Taejun terbata bata.


"Ya.. dan kau sangat beruntung karna akan menikahiku," kataku bercanda.


" Kau benar, aku sangat beruntung," katanya tersenyum terlihat bersungguh sungguh, kenapa dengannya? aku kan cuma bercanda, apa dia sedang mengejekku? ah terserahlah.


Setelah mencoba baju pengantinnya untuk pengepasan terakhir, kami berdua pulang, tak pernah terbayangkan 2 hari lagi kami berdua akan menikah, aku? aku akan menikah? oh yang benar saja! di usia 18 tahun pula! dan sebentar lagi aku akan berumur 19 sedangkan Taejun sudah berumur 19, kami cuma selisih 7 bulan, tapi kami masih terlalu muda untuk menikah, tapi karna ada sesuatu yang sangat mendesak kami berdua terpaksa menikah secepat ini, aku sendiri belum mengerti apa sebenarnya arti sebuah pernikahan itu.

__ADS_1


2 hari kemudian, di hari pernikahan.. aku sedang berada di ruang make up, wajahku sedang di rias aku begitu gugup hingga tangan dan kakiku terasa sangat dingin.. tanganku mulai berkeringat dan nafasku rasanya tidak teratur, rasanya aku tidak mungkin bisa berjalan dengan benar, di tengah tengah kerumunan orang yang tengah menatapku berjalan menuju altar, setelah aku selesai make up, aku memakai gaunnya beserta perhiasan kalung, gelang, anting anting dan juga hiasan rambut yang menjuntai itu, aku duduk di ruang tunggu pengantin yang ruangannya di hias begitu indah, beberapa teman dan juga keluarga masuk ke ruanganku untuk berfoto, tante Yura, kak Taerang dan beberapa keluarga dari pihak pria yang baru ku kenal, dan beberapa teman juga, sungguh menyedihkan tidak ada keluarga dari pihak wanita.. satupun tidak ada, aku menghembuskan nafas berusaha mengenyahkan air mata yang menggenangi mataku.


__ADS_2