
"Jessica," panggil tante Yura membuyarkan lamunanku.
"Ya tante? " sahutku,
"Sayang aku sudah mendaftarkan mu ke sekolah barumu, kamu nanti akan satu sekolah dengan Park Bogum dan juga Kim Taejun anakku," kata tante Yura tersenyum, apa?? secepat itu?.
"Apa tidak terlalu terburu buru tante, kurasa bhs Korea ku masih banyak kekurangan," sahutku, aku tidak tau apakah aku sudah siap atau tidak untuk sekolah.
"Sayang bahasa koreamu sudah sangat lancar, dan kamu juga sudah pintar dalam penulisan aksara Korea, jadi sudah seharusnya kamu cepat cepat sekolah, agar tidak tertinggal," jelas tante Yura, kurasa memang benar.. aku gak boleh menunda nundanya terus, atau aku akan tertinggal,
"Terima kasih tante sudah mendaftarkan ku, kapan aku akan mulai sekolahnya? " tanyaku akhirnya setuju,
"Hari senin, 2 hari lagi, ayo dong semangat," jawab tante memberi semangat, aku mengangguk berusaha tersenyum, tante tersenyum lalu mencubit pipiku, semoga saja aku bisa beradaptasi dengan baik di sekolah baruku nanti,
"Hari senin nanti supirku akan menjemput mu, kau akan berangkat sekolah bareng anakku," tambah tante memberitahu,
"Terima kasih, tapi.. apa tidak merepotkan? " tanyaku merasa tidak enak,
"Tentu saja tidak sayang, lagi pula kan satu jalur, supir tante hanya perlu berhenti sebentar untuk menunggu mu masuk ke mobil, lalu apanya yang merepotkan," jelas tante tersenyum, syukurlah, aku juga tersenyum lega, apa aku beritahu Bogum ya, kalo aku akan satu sekolah dengannya, tapi masalahnya aku lagi menjauhi bogum.. aku tak banyak bicara dengan nya akhir akhir ini jika tidak benar benar perlu, aku memang konyol, aku menjauhinya karna dia bilang cinta padaku.. tak hanya Bogum yang kujauhi bahkan Jimin dan kak Heseok juga, ku jauhi gara gara mereka juga menyatakan cintanya padaku... tapi bagaimana bisa mereka ber3 jatuh cinta pada 1 orang yang sama? apa selera wanita mereka sama? ah.. masak bodohlah! aku tak ingin memulai hubungan dengan siapapun karna aku tak pernah tau.. apakah aku akan menetap lama disini apa tidak, aku bahkan tidak tau kapan tiba tiba saja nanti aku akan pindah dan menghilang bagaikan di telan bumi tanpa jejak tanpa kontak yang dapat di hubungi, aku tak ingin menyakiti siapapun karna masalah hidup ku yang tidak jelas dan aku juga tidak perlu menyakiti diri sendiri karna harus meninggalkan orang yang ku cintai..
"Jessica," panggil Bogum tiba tiba, aku terperanjat kaget,
__ADS_1
"Iya, kenapa? " tanyaku, tidak benar benar melihatnya,
"Aku dengar dari bos, kau akan sekolah di sekolahku? " tanya Bogum terlihat senang,
"Ya, jadi kau sudah tau," kataku cuek,
"Apa kau masih marah padaku? " tanya Bogum cemberut,
"Tidak, kenapa aku marah padamu? " jawabku, pura pura terlihat heran,
"Lalu kenapa sikap mu begini.. aku merasa kau berusaha menjauhiku," tuduh Bogum
"Ya, kau menjauhiku, apa mencintaimu itu sebuah dosa? kenapa kau menghukum ku seperti ini?" tanya Bogum frustasi, kenapa sih kamu Bogum? kenapa kamu selalu baik padaku? padahal aku sudah jahat sama kamu,
"Kamu tidak melakukan dosa apa apa, disini akulah yang berdosa bukan kamu, jadi kamu tidak perlu kawatir," jawabku dengan wajah datar, lalu aku buru buru pergi, berpura pura menyibukkan diri,
******
Aku buru buru masuk kamar setelah pulang kerja, tadi aku sudah bertengkar dengan Bogum jadi aku tidak ingin sampai bertengkar dengan Jimin juga, karna masalah yang sama, aku berusaha menyibukkan pikiranku dengan belajar, tante memberiku banyak sekali buku pelajaran, katanya ini semua adalah buku yang akan ku pelajari di kelasku nanti, setelah lelah belajar aku pergi tidur.
Tengah malam aku terbangun dari tidurku karna suara langkah kaki di luar tangga, aku turun dari dari kasur melangkah perlahan ke arah jendela untuk mengintip keluar, dengan ragu ragu dan takut ku sibak gorden jendelanya, kulihat ke arah tangga dan sekitarnya tidak ada siapa siapa...
__ADS_1
aku menutup lagi gordennya lalu kembali ke tempat tidur, aku merasa takut dan waswas karna bukan pertama kali aku mendengar suara langkah kaki, tapi sudah beberapa kali... dan pertama kali aku mendengarnya adalah malam ke 4 ku di korea, ku harap aku tidak menjadi seorang yang paranoid.. aku terperanjat kaget saat mendengar ketukan di pintu kamar.. siapa malam malam begini mengetuk pintu kamarku? apa hantu? atau psikopat?.
"Jessica," panggil suara cowok dari balik pintu, siapa? dan orang itu tau namaku? suaranya bukan Bogum, Jimin ataupun kak Heseok.. lalu siapa? aku mengintip dari jendela, ternyata seorang cowok tinggi berdiri di depan kamarku, sepertinya aku pernah melihat cowok itu, di mana ya..? oh benar.. itu Jihun, orang yang mengikutiku saat pertama kali aku belanja disini, bagai mana dia tau aku tinggal di sini? apa dia mengikutiku sampai rumah? jangan jangan langkah kaki yang selama ini ku dengar adalah langkah kakinya? tapi apa yang di lakukan nya malam malam begini disini? apa jangan jangan dia mengawasiku selama ini?.
"Aku tau kau bangun Jessica, tadi aku melihat mu mengintip keluar, bukalah pintunya aku ingin bicara," kata Jihun menggedor gedor pintu kamar ku, aku menjauhi jendela merasa ketakutan, apa dia mabuk? kenapa menggedor gedor pintu orang malam malam begini? dia pasti sudah gila.. aku buru buru naik ke atas kasur menutupi seluruh tubuh ku dengan selimut, memejamkan mata mengkeret ketakutan, ketokan di pintu itu berhenti, aku menghembuskan nafas lega, ku harap dia cepat cepat pergi.
*****
Keesokan harinya aku bangun, dengan tangan masih gemetar ketakutan, aku lega akhirnya sudah pagi, tadi malam benar benar menakutkan, inilah resiko jika wanita tinggal seorang diri, kapan mama akan menyusul ku kesini?.. tapi kenapa Jihun menggedor gedor pintu kamar ku tadi malam? membuat ku takut saja,
Di tempat kerja seperti biasa aku cuekin Jimin dan juga kak Heseok, aku fokus ke pekerjaan ku, aku bicara pada mereka seperlunya saja, aku kaget setengah mati saat tak sengaja melihat keluar kafe, aku melihat Jihun berdiri di depan kafe sedang menatap ku, aku buru buru pergi ke kamar mandi ketakutan, membasuh wajah ku di wastafel, mengapa Jihun melakukan ini padaku... ada apa sih dengannya?.
"Jessica," panggil Jimin di belakang ku.
"Ya?" jawab ku otomatis menoleh terkejut, Jimin menatap expresi ku bingung,
"Apa kau baik baik saja? kenapa kau terlihat pucat gitu? " tanya Jimin cemas,
"Aku baik baik saja," jawab ku, buru buru beranjak karna ingin menyingkir darinya, tapi kaki ku malah ke pleset, Jimin langsung menarik lengan ku dengan kencang agar aku tak terjatuh ke lantai, tubuh ku menabrak tubuh Jimin dengan keras hingga membuat kami sama sama jatuh ke lantai, dengan posisi tubuh ku berada di atas tubuh Jimin, menindihh tubuhnya, mata kami saling bertatapan, mata ku bahkan melotot karna terkejut, aku berusaha bangun dari atas tubuh nya, tapi tangan Jimin malah memeluk pinggang dan punggung ku tak mengizinkan ku bangun dari atas tubuh nya, menahan ku dalam posisi itu, lalu tanpa aba aba jimin langsung mengecup bibir ku.. aku membeku sesaat, aku berontak berusaha bangun, akhirnya Jimin melepas pelukan nya, aku buru buru bangun dan pergi meninggalkannya di kamar mandi,
Tubuh ku panas dingin jantung ku berdetak tak karuan, kurasa aku sesak nafas, apa yang sudah Jimin lakukan pada ku?...
__ADS_1