Tak Terduga

Tak Terduga
group chat


__ADS_3

"Boleh aku minta nomermu?" tanya Ga In tiba-tiba membuat Taejun dan Rin Ah menoleh padanya.. termasuk aku, Rin Ah melirikku, aduh... membuat situasiku gak enak saja, kalo aku berikan nomerku Taejun mungkin akan marah padaku.. dan mungkin akan membuat Rin Ah sedih.. tapi jika aku menolak memberikan nomer telfonku pada Ga In.. mungkin Ga In akan terluka harga dirinya.. sudah pasti itu akan mempermalukannya.. aku gak tega melakukan itu pada Ga in, lagi pula hanya memberikan nomer telfon.. bukan berarti aku selingkuhkan.


"Baiklah, berikan nomermu, dan nomer Rin Ah juga," kataku akhirnya menyodorkan hpku pada Ga In, lalu aku tersenyum pada Rin Ah, Ga In mengetik nomer hpnya sambil tersenyum bahagia lalu meng savenya, setelah selesai Ga In memberikan hpku pada Rin Ah, Rin Ah juga mengetik nomernya lalu meng savenya, setelah itu Rin Ah memberikan hp itu padaku, aku memisscall no hp mereka yang sudah mereka nama'i dengan nama mereka masing masing, mereka mengecek hp mereka yang tadi berdering,


"Itu nomer telfonku," kataku pada mereka berdua, mereka tersenyum mengangguk lalu meng savenya, aku melirik Taejun yang terlihat sangat betek, lalu hpku bergetar, ternyata pesan masuk dari group chat kerja kelompokku.


(woo bin)


lokasi tempat kerja kelompok


coffe star di gangnam


(baek hyun)


siap ketua ☺


(anda)


ok


(baek hyun)


ketemuan jam berapa?


(woo bin)


gimana kalo kita langsung


berangkat bareng aja


setelah selesai kuliah?


kalian gak ada janji lain kan?


(baek hyun)


kalo aku gak ada janji


aku bisa


(anda)


aku juga bisa


(woo bin)

__ADS_1


ok, kalo gitu kita ketemuan


di depan kampus


setelah kuliah


(baek hyun)


ok ketua 🤗


(anda)


sip


"Siapa?" tanya Taejun betek, saat melihatku sibuk melihat hp.


"Sms dari group chat kerja kelompokku," jawabku meletakkan hpku kembali, lalu melirik Taejun yang terlihat sangat ingin tau isi chatnya,


"Apa kata mereka?" tanya Taejun, ya'ampun Taejun.. kepo banget sih, padahal ada Ga In da Rin Ah disini.. benar benar gak bisa jaga sikap.


"Kak Woo Bin hanya memberitahu tempat kerja kelompok kita," jawabku enggan, "Apa kalian semua sudah selesai makannya?" tanyaku melihat kearah nampan mereka, mereka semua mengangguk.


"Kalo begitu ayo kita balik ke kelas," kataku bangun dari kursi, yang lainnya ikut beranjak,


Seusai kuliah, aku ke kamar mandi dulu sebelum menemui kak Woo Bin dan Baek Hyun di depan kampus, saat keluar dari kamar mandi, aku kaget karna Taejun ada di depan kamar mandi, padahal aku sudah menyuruhnya pulang lebih dulu karna dia juga punya janji temu dengan kerja kelompoknya,


"Taejun? kenapa kau masih disini?" tanyaku.


"Pinjam hp mu sebentar," pinta Taejun, aku melirik hp Taejun yang di pegangnya, apa hp Taejun rusak?,


"Kenapa? hp mu rusak?" tanyaku,


"Gak.. aku hanya ingin memasang aplikasi GPS di hpmu, biar nanti aku gampang cari lokasimu jika ingin menjemputmu," jawab Taejun,


"Kamu mau menjemputku? bukankah kamu juga sibuk dengan kerja kelompokmu.. lagian gimana kalo mereka curiga dengan hubungan kita," keluhku, Taejun protektif banget sih.. sampai mau masang GPS segala di hpku, jadi dia ingin terus memantau keberada'anku?.


"Mereka gak akan curiga.. ayolah.. mana hpmu," pinta Taejun mulai merengek, aku memutar bola mataku, lalu memberikan hpku padanya, dia menerima hpku sambil tersenyum, bukannya gimana.. masalahnya kalo sampai ada yang tau aku dan Taejun adalah sepasang suami istri.. pasti seluruh kampus akan menggunjing dan mencemo'oh kita.. bukan hanya karna status kita yang sudah menikah di usia muda.. tapi juga kampus jurusan dan kelas kami sama.. aduh... aku gak bisa bayangkan gimana mengerikannya nanti kehidupanku di kampus ini jika ada orang yang sampai tau tentang status kita, aku hanya ingin kuliah hingga lulus dengan tenang,


"Kamu gak perlu menjemputku.. aku bisa pulang sendiri.. ya," pintaku.


"Kita bisa pura pura gak sengaja ketemu di kereta/train, jadi kalo udah mau pulang sms aku ya," kata Taejun tersenyum lalu memberikan kembali hpku, aku menatapnya betek,


"dah..." kata Taejun pergi sambil melambaikan tangan, setelah Taejun pergi aku pergi menemui kak Woo Bin dan Baek Hyun yang sudah menungguku di depan kampus, kami langsung berangkat ke tempat tujuan dengan menggunakan transportasi umum train, saat ini di train penumpangnya lumayan penuh karna sekarang waktu jam pulang kerja sampai sampai kami bertiga tidak kebagian tempat duduk, jadi kami bertiga dan banyak orang lainnya juga yg tidak kebagian tempat duduk berdiri sambil berpegangan ke pegangan besi yang tergantung di atas kami, dan... aku tak sengaja berteriak karna kaget saat seseorang tiba tiba memegang lebih tepatnya meremas bokongku, sontak aku berbalik ke belakang karna ingin tau siapa yang sangat kurang ajar memegang bokongku, tapi aku tidak tau siapa.. karna banyak pria tua muda di belakangku dan keada'annya semua orang berdempet dempetan kemungkinan tak ada orang yang melihat pelakunya, semua orang yang berada cukup dekat denganku menoleh padaku saat mendengarku berteriak...


"Jessa ada apa?" tanya kak Woo Bin.

__ADS_1


"Ada seseorang yang memegang bokongku tadi," jawabku,


"Apa?" seru kak Woo Bin terlihat marah, sontak kak Woo Bin dan Baek Hyun menoleh ke belakang, mencari orang yang berani bersikap kurang ajar padaku, semua orang di belakangku langsung menggeleng gelengkan kepala dan melambai lambaikan tangan tak ada yang mau mengaku.


"Sudahlah kak, mungkin itu ketidak sengaja'an," kataku merasa tidak nyaman karna menjadi pusat perhatian.


"Tapi pelakunya harus di tangkap, ini namanya pelecehan sexual," kata kak Woo Bin marah,


"kak Woo Bin benar Jessa, pelakunya harus di beri pelajaran biar jera," sahut Baek Hyun,


"Tapi gak ada yang mengaku, selain itu gak ada saksi dan buktinya juga," keluhku sedih karna sangat malu, kak Woo Bin menatap wajah sedihku lalu mengerang frustasi,


"Baiklah, ayo kita pindah tempat saja, sebentar lagi kita sampai," kata kak Woo Bin terlihat kesal, karna tak menemukan pelakunya, setelah turun dari train kita langsung menuju Coffe yang akan menjadi tempat kerja kelompok kita, sesampainya di Coffe walau suasana agak tidak nyaman gara-gara insiden di kereta tadi kita langsung diskusi materi yang akan kita pilih untuk di jadikan presentasi, setelah sepakat memilih materinya, kak Woo Bin membagi tugas untuk kita kerjakan di rumah, lalu mengumpulkan tugasnya setelah 3 hari di pertemuan ke 2 untuk merangkum tugasnya dan mendiskusikannya secara mendetail.


"Aku ke toilet dulu," kataku pada kak Woo Bin dan Baek Hyun saat diskusinya selesai, mereka mengangguk sambil terus menyantap makanan mereka.


Saat di toilet aku langsung mengirim sms pada Taejun,


(anda)


taejun aku udah mau pulang


(taejun)


baiklah aku akan menunggu


mu di stasiun train ☺


(anda)


memangnya kamu udah


selesai kerja kelompoknya? 😶


(taejun)


iya dong udah selesai


ayo cepat pulanglah 🤗


"Ih... apa'an sih Taejun," kataku sambil tersenyum, meletakkan hpku kembali ke dalam tas lalu aku kembali ke kak Woo Bin dan Baek Hyun, setelah selesai makan kami bertiga pulang menuju ke stasiun train.


"Hei Jessa," panggil seseorang yang sudah sangat ku kenal suaranya dari belakangku, kami bertiga sontak menoleh, "Ternyata benar kamu Jessa, baru pulang dari kerja kelompok ya," kata Taejun pura pura, aku memutar bola mataku, Taejun tersenyum.


"Ya, aku baru pulang dari kerja kelompok," sahutku.

__ADS_1


__ADS_2