Tak Terduga

Tak Terduga
terbiasa


__ADS_3

"Eh Taejun sebaiknya kau cepat cepat bersiap, bukankah kita akan jalan jalan.. " kataku buru buru sedikit menjauh,


"Baiklah," kata Taejun tersenyum, lalu masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai bersiap siap kita berduapun keluar jalan jalan dan makan makan, juga belanja oleh oleh untuk keluarga di rumah hingga malam, setelah lelah jalan jalan seharian kita berdua pulang ke hotel.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian aku naik ke atas kasur, sangat melelahkan hari ini.. tapi juga menyenangkan, aku tersenyum saat mengingat kejadian tadi siang saat jalan jalan, Taejun langsung menggendongku di punggungnya saat aku mengeluh kelelahan, Taejun keluar dari kamar mandi lalu naik ke atas kasur, aku berbalik tidur menyamping memunggunginya, kenapa aku jadi gugup begini.. sebelumnya aku biasa saja walau dia tidur di sampingku, hanya merasa tidak nyaman saja awalnya, tiba tiba Taejun menarik pinggangku memelukku dari belakang, aku kaget jantungku langsung berdetak tak karuan, kenapa dia terus bersikap seperti ini.. jika dia terus bersikap seperti ini bisa bisa aku semakin mencintainya dan tak bisa hidup tanpanya, padahal dia menikahiku hanya karna ingin menolongku, karna masalah rumit yang ku alami.


"Aku ingin tidur sambil memelukmu, bolehkan?" tanya Taejun berbisik di telingaku, hembusan nafasnya menerpa kulitku membuatku kehilangan akal sehatku, jika saja aku tidak di tahan rasa malu.. mungkin aku sudah berbalik dan naik ke atas tubuhnya menyerangnya secara brutal, wah... ada apa dengan pikiran kotor ini, kenapa aku bernafsu, kenapa aku berubah jadi orang mesum, sadar.. Jessa, sadar.. aku mengangguk menjawab pertanya'an Taejun.


"Tapi kenapa kamu diam saja? apakah kamu tidak suka?" tanya Taejun, dia hendak melepaskan pelukannya, aku langsung berbalik dan memeluk pinggangnya mengubur wajahku di lehernya, tubuh Taejun tiba tiba membeku, lalu memelukku sangat erat menciumi rambutku, apanya yang tidak suka.. malah aku menginginkan lebih, dari pada sekedar pelukan.


"Aku diam saja bukannya aku tidak suka, hanya saja aku sangat lelah hari ini, aku mengantuk aku ingin cepat cepat tidur," jawabku berbohong.


"Kalo begitu tidurlah," kata Taejun mengusap usap punggungku lalu mengecup keningku, seharusnya Taejun tidak melakukan hal hal manis seperti ini jika dia tidak mencintaiku.. membuatku berharap lebih saja.


Ke'esokan paginya aku bangun dengan hati bahagia tapi perasaanku masih resah, kami berkemas untuk pulang, setelah selesai bersiap siap kami langsung ke bandara dan pulang ke Seoul.


Sesampainya di rumah, semua sudah menunggu, mama Yura langsung memeluk aku dan Taejun, aku membagikan oleh oleh pada mereka yang aku bawa dari pulau jeju.


"Kejutan!," kata mama mengacungkan 6 lembar amplop besar.


"Apa itu ma?" tanyaku bingung.


"Ini surat penerima'an dari tiga kampus yang kalian kirimi profil pendaftarannya," jawab mama tersenyum.


"Benarkah?" kataku melompat lompat kegirangan, membuka semua amplopnya, Taejun juga tersenyum bahagia.


"Jadi Taejun kamu ternyata juga mengirim profil pendaftaranmu ketiga kampus yang sama denganku?" tanyaku heran.

__ADS_1


"Iya," jawab Taejun tersenyum.


"Lalu kau akan pilih kampus yang mana?" tanyaku.


"Aku akan masuk ke kampus yang sama dengan kampus yang akan kau pilih," jawab Taejun.


"Kenapa?" tanyaku.


"Karna kau istriku dan aku harus selalu menjagamu, aku tidak ingin kau melirik laki laki lain disana," jawab Taejun tertawa yang lainnya ikut tertawa, aku memutar bola mata.


"Kalian berdua pasti sangat lelah, istirahatlah masuklah ke kamar kalian," kata ayah.


"Baiklah ayah," kataku mengangguk, aku berbalik hendak berjalan ke arah kamarku, tapi mama memegang lenganku, menahan langkahku.


"Sayang kau akan ke mana?" tanya mama tersenyum.


"Jessa sekarang kau akan tidur di kamarku bersamaku, memangnya kau sudah lupa kalo kamu sudah jadi istriku," kata Taejun tersenyum jail, wajahku langsung memerah karna malu.


"Ya.. tapi akukan harus memindahkan semua barangku," kataku terbata bata beralasan.


"Mama sudah memindahkan semua barangmu ke kamar Taejun," kata mama tersenyum.


"Ayo kita masuk ke kamar," ajak Taejun tersenyum menggodaku, aku menginjak kakinya.


"Hei kenapa kau menginjak kakiku? apa kau malu? kenapa harus malu.. kita kan sudah menikah, di pulau jeju kita juga sudah tidur sekamar.. dan bahkan di sana aku membantumu mengenakan pakaianmu," kata Taejun mengejekku, semuanya tersenyum menunduk, wajahku memerah seluruhnya, apa Taejun sudah gila? bisa bisanya dia membuat lelucon seperti itu di depan kedua orang tuanya.. awas kau Taejun.


"Baiklah, aku masuk ke kamar dulu," kataku salah tingkah lalu buru buru masuk ke kamar Taejun, ternyata kamar Taejun di dekor ulang, perabotannya semua sudah diganti dan membuat kamar Taejun terlihat lebih bagus dari sebelumnya.


**********

__ADS_1


Beberapa minggu kemudian, setelah menjalani hari libur yang panjang akhirnya besok aku akan masuk kuliah dan besok aku akan menjalani orientasi, aku dan Taejun akan kuliah di kampus yang sama bahkan kelas dan jurusan kita juga sama, yaitu jurusan manajemen bisnis, aku menyiapkan baju baju dan buku untuk kuliah kami besok.


"Jessa kemarilah, sudah malam ayo tidur," suruh Taejun.


"Baiklah.. sebentar lagi aku sudah selesai," sahutku.


"Kau sudah tau aku sudah terbiasa tidur sambil memelukmu, aku tidak bisa tidur jika tidak memelukmu," keluh Taejun.


"Jangan rewel seperti bayi," kataku lalu naik ke atas kasur, Taejun membentangkan lengannya aku langsung merangsek kepelukannya, akupun sudah terbiasa tidur di peluk olehnya. Aku harap tak ada orang yang ku kenal di kampus baruku, agar aku tak perlu memberitahu statusku yang sudah menikah, dan tak perlu memberitahu bahwa suamiku juga kuliah di kampus yang sama satu kelas dan satu jurusan pula denganku, aku sudah meminta Taejun untuk tidak memberitahu siapapun saat di kampus tentang status pernikahan kita, awalnya Taejun merasa keberatan dan tidak mau, tapi setelah aku merengek padanya akhirnya dia setuju, syukurlah.


Ke'esokan harinya setelah bersiap-siap dan sarapan bersama, aku, Taejun dan juga kak Taerang berangkat kuliah bersama, kami bertiga jalan kaki dari rumah hingga ke perhentian bus, kami berdua naik bus jurusan yang berbeda dengan kak Taerang karna kampus kita dan kak Taerang berbeda.


"Taejun jangan merangkul pundakku di depan umum," keluhku berbisik, Taejun memutar bola matanya, lalu menarik lengannya melepas rangkulannya dari bahuku.


"Juga jangan duduk terlalu dekat denganku, cepat geser sedikit," bisikku.


"Jessa.. tenanglah walaupun mungkin ada anak satu kampus yg sama dengan kita juga naik bus ini... mereka tak akan tahu bahwa kita sepasang suami istri.. hanya karna kita duduk bersama, mungkin mereka hanya mengira kita dari daerah yang sama dan satu tujuan," bisik Taejun tertawa mengejek, aku memutar bola mataku tapi tidak mendebatnya lagi, mungkin Taejun benar juga.


jessica/kim jessa



kim taejun



han ga-in


__ADS_1


__ADS_2