Tak Terduga

Tak Terduga
acting


__ADS_3

"Ya, aku baru pulang dari kerja kelompok," sahutku, dan pada akhirnya aku meladeni actingnya seperti orang *****.


"Kamu juga pulang dari kerja kelompok ya?" tanya Baek Hyun pada Taejun,


"Ya, aku juga baru pulang dari kerja kelompok," jawab Taejun,


"Kalo gitu kita pulang bareng aja, ayo," ajak kak Woo Bin, Taejun mengangguk lalu kami masuk ke train, untung keretanya sekarang sedang lengang jadinya kita semua bisa duduk,


"Jessa lain kali kalo di jam jam padat sebaiknya kamu jangan naik kereta bila hanya sendiri," saran kak Woo Bin.


"Kenapa memangnya kak?" tanya Taejun ingin tau, aduh... kenapa kak Woo Bin harus menyinggung masalah itu di depan Taejun sih, semoga saja Taejun bisa menjaga reaksinya di depan mereka berdua,


"Jessa tadi sempat di lecehkan oleh seseorang saat keretanya penuh sesak," sahut Baek Hyun menjawab pertanya'an Taejun,


"Apa?" kata Taejun terlihat marah suaranya naik 2 oktaf, "Di lecehkan bagaimana maksudmu?" tanya Taejun pada Baek Hyun, Baek Hyun dan kak Woo Bin bingung melihat reaksi Taejun yang berlebihan, sudah ku duga reaksinya akan sangat berlebihan, untungnya aku duduk di sampingnya jadi ku cubit saja pinggangnya dengan keras sebagai kode,


"aaaaa... " teriak Taejun,


"Kenapa?" tanya kak Woo Bin bingung,


"Anu, sepertinya jari kakiku di gigit semut," jawab Taejun asal, wajahku memerah karna menahan tawa, kak Woo Bin dan Baek Hyun melihat ke arah kaki Taejun yang terbalut sepatu dan kaos kaki, expresi mereka kebingungan,


"Mungkin kamu jarang nyuci kaos kakimu, makannya di kerubuti semut," kata Baek Hyun menertawai Taejun, kak Woo Bin dan aku ikut tertawa,


"Hei.., kaos kakiku bersih ya," kata Taejun membela diri lalu menggeluti leher Baek Hyun dengan kedua lengannya, kami semakin tertawa terbahak bahak,


**********


Sesampainya di rumah, Taejun mulai menerorku dengan banyak pertanya'an,


"Apa benar yg mereka bilang tadi, kamu di lecehkan? di lecehkan bagai mana?" tanya Taejun menuntut jawaban, mau tak mau aku harus memberitahunya karna kalo tidak Taejun pasti akan bertanya pada kak Woo Bin atau Baek Hyun, bikin malu saja,


"Tadi keretanya penuh orang.. semua orang saling berdesak desakan, dan.. seseorang memegang bokongku... " jelasku ragu ragu, Taejun terlihat sangat marah,


"Berani sekali.. lalu pelakunya? apa sudah kau laporkan ke polisi?" tanya Taejun marah,

__ADS_1


"Gak ada yang ngaku.. dan gak ada saksi juga, mungkin itu hanya ketidak sengaja'an," jelasku pada Taejun,


"Ketidak sengaja'an apanya... jadi kalian membiarkan pelakunya lolos begitu saja?" tanya Taejun kesal,


"Bukannya membiarkan pelakunya lolos.. hanya saja kami tidak tau siapa pelakunya dan gak ada saksi juga, kita tidak bisa menuduh sembarang orang," jelasku, "Jadi kamu jangan marah lagi ya," pintaku,


"Bagai mana aku tidak marah, kamu itu istriku.. jadi bokongmu itu adalah milikku, tidak boleh ada yang menyentuhnya," seru Taejun, aku mendengus tak percaya, bagaimana bisa dia bicara seperti itu,


"Bokongku ya milikku.. bukan milikmu, dasar mesum, udahlah aku tidak mau membahasnya lagi," kataku kesal, aku mengambil baju ganti lalu langsung masuk ke kamar mandi dan tak lagi menghiraukan kata katanya, setelah keluar dari kamar mandi Taejun berusaha membahasnya lagi, tapi aku menutup kedua telingaku dengan tangan dan langsung naik ke kasur lalu menutup kepalaku dengan selimut,


*********


Ke'esokan harinya saat aku bangun dari tidurku, tau tau tangan Taejun ada di pinggangku dan wajahnya berada begitu dekat dengan wajahku, Taejun tertidur pulas wajahnya terlihat begitu tenang saat tidur.. tapi kalo sedang tidak tidur sikapnya begitu menyebalkan membuatku jengkel saja.. tapi aku tetap mencintainya, aku menatap wajah Taejun sambil tersenyum, matanya.. hidungnya.. bibirnya.. semuanya aku suka,


"Taejun, Taejun," kataku membangunkannya, mengguncang tubuhnya pelan, Taejun menggeliat lalu mengerang pelan, bukannya bangun dia malah menarikku ke dadanya mendekapku erat, membuat jantungku berdetak tak karuan,


"aduh.., lepas Taejun.. cepat bangun nanti kita terlambat," keluhku berusaha lepas dari dekapannya,


"Kenapa sih, peluk aja gak boleh, kalo orang asing pegang bokongmu gak di permasalahin tapi kalo aku suamimu meluk aja di permasalahin," protes Taejun melepas pelukannya, menatapku cemberut,


(Ga in)


jessa bisakah kau


kirim alamat rumah mu


Kenapa dia minta alamat rumah ku?,


(anda)


untuk apa?


(Ga in)


aku ingin menjemput

__ADS_1


dan mengantar mu


ke kampus


(anda)


tidak perlu Ga in


aku bisa berangkat


sendiri


(Ga in)


kenapa tidak mau?😞


aku kan hanya ingin


menjemput mu.. sekalian


aku juga ingin tau tempat


tinggal mu


Saat mendengar pintu kamar mandi di buka, aku cepat-cepat meletakkan kembali hpku ke atas laci, kenapa aku merasa sikapku seperti istri yang takut ketahuan selingkuh oleh suaminya? padahal aku kan gak selingkuh, Taejun menatapku penasaran saat melihatku gugup, aku cepat-cepat mengambil baju ganti lalu masuk ke kamar mandi,


Setelah sarapan aku dan Taejun berangkat ke kampus, aku kaget setengah mati saat masuk ke bus aku melihat Ga In berada di dalam bus itu, aku merasa sangat tidak enak pada Ga In karna selain tidak mau memberikan alamat tempat tinggalku aku juga gak sempat membalas sms terakhirnya, Ga In terus menatapku yang berjalan masuk ke dalam bus di belakang Taejun,


"Hai Ga In," sapaku merasa tidak enak,


"Hai Jessa," balas Ga In terlihat sedih, lalu aku cepat-cepat duduk di bangku kosong yang berada di belakang Ga In, Taejun duduk di sebelahku, Ga In gak membahas tentang sms itu, mungkin karna ada Taejun, kenapa dia naik bus lagi hari ini? dia kan punya mobil, keren pula mobilnya,


Sesampainya di kampus kami bertiga berjalan beriringan di halaman kampus menuju gedung sambil membahas pelajaran kemarin saat tiba-tiba seseorang dengan sengaja menjatuhkan vas bunga dari atas gedung ke arahku,


"Jessa awas!" teriak Ga In yang pertama kali melihat vas bunga itu hendak di jatuhkan ke arah kami lebih tepatnya ke arahku, Ga In langsung menarik lenganku dengan kencang agar tidak tertimpa vas bunga yang jatuh itu hingga membuatku jatuh terduduk karna kaget, vas bunga itu jatuh tepat di depanku,

__ADS_1


"Jessa kau baik baik saja?" tanya Taejun dan Ga In berbarengan jongkok di depan ku, expresi mereka tampak sama syoknya denganku, aku mengangguk masih syok, siapa orang yang tega melakukan itu padaku, aku menoleh ke atas dan kaget bukan main saat melihat satu vas lagi hendak di jatuhkan ke arahku, aku teriak sambil reflek menahan vas bunga itu yang hendak jatuh tepat di atas kepalaku, aku menahan vas bunga itu dengan kekuatanku menahannya dengan bantuan tekanan udara dan tanah yang ada di dalam vas itu, membuat vas itu melayang di atas kepala kita bertiga tak jadi jatuh menimpaku, mata Taejun dan Ga In membelalak lebar karna tak percaya dengan apa yang mereka lihat dan dengan apa yang mampu kulakukan.. dan aku baru sadar tanpa sengaja sudah memperlihatkan kekuatanku di depan mereka berdua, karna takut ada saksi mata lain selain mereka berdua yang melihatnya aku buru buru menghempaskan vas itu jauh jauh ke tanah, mulut mereka menganga dan mata mereka membelalak lebar karna menyaksikan hal mustahil yang baru saja kulakukan, mereka berdua sama sama menatapku tak percaya, aku juga menatap mereka dengan berbagai emosi, Taejun akhirnya tau kekuatanku.. apakah dia akan menganggapku wanita aneh?.


__ADS_2