Tak Terduga

Tak Terduga
ingin menciumnya untuk terakhir kali


__ADS_3

"Aku ke toilet dulu," kataku buru-buru saat hendak beranjak pulang,


"Baiklah, kami akan tunggu di sini," kata Taejun, aku buru-buru pergi ke toilet sambil menggenggam kertas yang rasanya seolah olah seberat besi,


Sesampainya di dalam toilet aku buru-buru membuka kertas itu,


sayang kita berjumpa lagi, kau pikir kau bisa sembunyi dariku? ku dengar kau sudah menikah, kenapa tidak mengundangku.. aku kan papamu, berhubung kau sudah menikah tanpa mengundangku kau harus segera menemuiku di pasific hotel nomer kamar 023 bawa paspor dan ktp mu, aku menunggu mu.. temui aku jangan terlalu banyak berpikir atau orang2 yang kau sayangi akan terluka, kau tau.. tadi aku mampir ke kaffe mertuamu dia sungguh ramah, kau tidak mau mertua mu terluka kan? jadi cepatlah datang aku memberi mu waktu 24 jam


Aku merosot lemas setelah membaca kertas itu, brengsek! dia benar-benar iblis, aku menangis tanpa bisa ku tahan, baiklah kurasa aku sudah cukup merepotkan keluarga mama Yura, aku sudah membuat keputusan, takkan ku biarkan mama Yura terluka, aku menarik nafas lalu menghembuskannya pelan, aku buru-buru menghapus air mataku, mencoba memperbaiki expresiku yang sedih dengan tersenyum agar tak ada yang curiga, lalu menghampiri Taejun dan yg lainnya yang sudah menungguku, kami berlimapun pulang,


Sesampainya di rumah, mama Yura dan yang lain sedang mengobrol di ruang tamu kami ikut nimbrung, aku banyak mengobrol dengan mereka dari yang biasanya.. karna aku takut tak akan bertemu mereka lagi, aku bahkan memeluk mama Yura dengan erat sebelum masuk ke kamar bersama Taejun, setelah masuk ke kamar aku langsung ganti baju begitu pula Taejun, lalu kami mengerjakan tugas bareng sambil bercanda, setelah menyelesaikan tugas kami naik ke atas kasur bersama, seperti biasa kami tidur sambil berpelukan, Taejun memejamkan mata hendak tidur tanpa menciumku, tentu saja dia takkan menciumku, karna sebelumnya, sudah aku larang sampai masa hukumannya berakhir dia tidak boleh mencium atau mencumbuku.. tapi aku ingin menciumnya setidaknya sekali sebelum aku meninggalkannya, apa dia sudah tidur? aku menatap wajahnya yang terlihat tenang, begitu tampan, aku bangun sedikit menengadahkan wajahku lalu mengecup bibir Taejun dengan lembut, mata Taejun tiba-tiba terbuka ternyata dia belum tidur, mata kami saling bertatapan, Taejun tersenyum tapi tidak seperti biasa dia tidak hendak mencium balik aku, ku rasa dia benar-benar menuruti apa yang sudah ku katakan, aku kembali mencium bibirnya melumatnya, Taejun berbalik menindih tubuhku,

__ADS_1


"Jika kau terus melakukan ini aku tidak akan bisa menahan diri," keluh Taejun, memang itu yang ku inginkan, aku menyentuh pipi Taejun mengelus pipinya pelan, menatapnya penuh gairah, tatapan Taejun sama bergairahnya denganku,


"Boleh aku menciummu," pinta Taejun berharap, aku mengangguk, Taejun tampak kaget karna aku menyetujuinya, awalnya dia terlihat bingung tapi dia menyambut persetujuanku dengan bersemangat, Taejun langsung mencium bibirku melumatnya, tanganku merangsek hendak membuka kaos Taejun, Taejun menatapku tak percaya, dia tampak kaget tapi menyambut ke inginanku dengan gembira, Taejun mengerti apa yang ku mau, dia bangun dan langsung membuka kaosnya, dan juga semua yg di kenakannya tanpa terkecuali, aku juga membuka seluruh pakaianku dengan bantuan Taejun, kami melakukan hubungan suami istri dengan begitu bersemangat menggebu gebu, tak seperti sebelumnya tak ada yang di tahan tahan tak ada ke hati hatian.. kami sama-sama saling menikmati momen indah ini, bodohnya aku sebelumnya begitu takut untuk melakukan ini, hampir semalaman kita saling berbagi rasa dan kenikmatan, saling mencumbu dan menikmati desahan nafas, saling menyentuh dan mengagumi setiap inci tubuh, hingga akhirnya kami kelelahan dan terlelap tidur, pukul 3 dini hari aku terbangun karna memang tidurku tidak nyenyak karna aku berencana akan pergi sekarang juga sebelum Taejun dan yang lainnya bangun,


Aku buru-buru ganti baju dan membawa KTP serta Pasporku seperti yang si brengsek itu minta, lalu diam diam aku keluar dari kamar setelah meninggalkan sepucuk surat di atas bantalku yang bertuliskan,


jangan cari aku, jika kita memang di takdirkan bersama aku pasti akan kembali pada mu, maaf karna aku harus pergi seperti ini, karna hanya ini satu satunya cara agar kalian bisa selamat, aku harus menyelesaikan beberapa hal yang sangat mendesak, maaf, aku mencintai mu taejun.. sangat mencintai mu


"Nona Jessica sudah datang, apa sebaiknya aku langsung menyuruhnya masuk ke dalam, atau menyuruhnya menunggu dulu?" tanya penjaga itu pada seseorang lewat alat itu, dia mendengarkan sejenak, aku memutar bola mata,


"Baiklah," kata penjaga itu, "Silahkan masuk," suruh penjaga itu membuka pintunya, dengan expresi marah aku masuk ke dalam kamar itu, mencari sesosok yang sangat ku benci, aku berhenti saat melihatnya, dia sedang duduk di sofa sambil minum sempen bersama beberapa wanita yang berpakaian sangat sexi, dia menatap sambil tersenyum, dia mengankat tangan dan melambaikan jari tangannya memberi isyarat pada wanita-wanita itu untuk pergi,

__ADS_1


"Akhirnya kamu mau menemuiku, duduklah disini bersama papamu," katanya, menepuk nepuk sofa yang ada di sampingnya, aku menatapnya muak,


"Cepat katakan saja apa maumu," kataku marah tidak sabaran, sebenarnya apa yang dia mau dariku?,


"Sementara ikutlah papa dulu balik ke Indonesia," katanya, sudah ku duga dia akan membawaku balik ke indonesia karna dia memintaku membawa paspor dan KTPku, tapi yang ingin ku tau setelah di Indonesia apa yang ingin dia suruh aku lakukan? kenapa dia tidak memberitahuku? rasanya ingin sekali aku membunuhnya sekarang juga, tapi jika aku membunuhnya aku pasti akan masuk penjara, dan aku juga gak ingin menjadi seorang pembunuh, baiklah akan ku ikuti permainannya, aku berjanji akan mengumpulkan banyak bukti kejahatannya dan menjebloskannya ke dalam penjara,


"Baiklah," kataku menatapnya penuh ke bencian, aku mengangkat tanganku hendak menghajarnya dengan kekuatanku,


"A a," kata si brengsek itu mengangkat satu jarinya, "Kau tidak boleh menggunakan kekuatanmu padaku, atau sebagai gantinya aku akan menyakiti orang yang kau sayangi, kau tau.. beberapa anak buahku ku suruh mengawasi rumah mertuamu sejak beberapa hari yang lalu, mungkin sekarang mereka sedang berkeliaran di sekitar rumahmu, aku bisa saja memerintahkan mereka untuk membunuh mertuamu ketika dia sedang terlelap tidur, jadi sebaiknya kamu jangan banyak bertingkah dan turuti saja semua perkata'anku, dan selama nanti kamu di Indonesia, aku akan meninggalkan beberapa orangku untuk mengawasi mereka, jadi jika kamu sampai bertingkah di sana.. aku tinggal menelfon orangku untuk membunuh orang-orang yang kau sayangi, mengerti?" kata si brengsek itu mengancamku, membuatku urung memberinya pelajaran, aku menatapnya penuh ke bencian,


"Jangan melotot seperti itu terus.. nanti matamu bisa sakit," kata si brengsek itu tertawa, bisa-bisanya orang terkutuk seperti dia bisa jadi papaku, sungguh memuakkan, aku melengos, lalu dia menelfon seseorang,

__ADS_1


"Siapkan semuanya aku akan balik ke Indonesia sekarang juga, " katanya,


__ADS_2