Tak Terduga

Tak Terduga
Videoku viral?


__ADS_3

Tubuh ku panas dingin, jantung ku berdetak tak karuan, kurasa aku sesak nafas, apa yang Jimin lakukan pada ku? berani sekali dia mencium bibir ku? apa dia sudah gila? tak seorangpun pernah mencium bibir ku.. di Indonesia dulu beberapa teman sekolah ku yang mengaku menyukai ku juga pernah mencium ku tapi bukan di bibir.. tapi pipiku, dan Jimin dia mencium bibirku? tanpa minta izinku pula? keterlaluan!.


*****


Aku duduk di depan konter dengan wajah masam, Jimin berusaha bicara pada ku tapi aku tak menanggapinya, aku bahkan melototinya saat dia melihat ke arah ku, beberapa pelanggan cowok-cowok dan cewek-cewek remaja memakai seragam sekolah yang kelihatan seumuran denganku, sedang menunggu pesanan minumannya di depan konter sebelahku, mereka berbisik bisik melihat ke arahku lalu melihat ke ponsel yang sedang mereka tonton.


"Kurasa wanita di video ini memang dia," kata salah seorang dari mereka,


"Video apa? " tanya Jimin tiba tiba di belakang ku, lalu menghampiri mereka, mereka menunjukkan poncel nya pada Jimin, Jimin melihat videonya, mulutnya menganga lalu menatap ku,


"Apa? " tanyaku gugup,


"Kemarilah cepat," suruh Jimin, aku menghampirinya, Jimin menunjukkan videonya padaku, dahiku mengerut kaget, ternyata itu videoku, videoku waktu aku menyanyi di jalan yang ramai, saat aku berjalan jalan dengan Bogum, apa Bogum yang merekam ku? tapi tidak mungkin, aku tau di mana persisnya Bogum berdiri dan video ini bukan di ambil dari sisi Bogum berdiri.


"Wah.. suaramu bener bener bagus, jadi kau pandai menyanyi? " kata Jimin terlihat kagum, aku tak menghiraukan apa yang Jimin katakan,


"Siapa yang merekam ini? kenapa video ku bisa ada pada kalian? " tanyaku pada mereka,


"Seseorang meng upload video ini di internet, lalu menjadi viral, kau bisa melihat profil orang yang meng upload video ini disini," kata salah seorang dari mereka, aku melihat profilnya dan aku sama sekali tidak mengenali orang yang ada di profil itu, ah.. kenapa juga aku menyanyi disana waktu itu? terserahlah! aku pergi dan menyibukkan diri seperti biasa bila sesuatu mengganggu pikiranku,


"Nyanyikan satu lagu untukku," pinta Jimin tiba tiba, mengganggu saja!,


"Pergilah jangan mengganggu ku," usirku,


"Ayolah... jangan jahat begitu, aku hanya ingin mendengar mu menyanyi untukku, kau bisa menyanyi disana, kenapa tidak untukku? " rengek Jimin seperti anak kecil,


"Aku menyanyi di sana karna terpaksa, karna semua orang menyuruhku maju," jelas ku,


"Ayolah..." rayu Jimin, sambil menggenggam tanganku, tiba tiba aku teringat kejadian di toilet,


"Menjauhlah! singkirkan wajah mu itu dariku, aku belum memaafkan mu ya, untuk kejadian tadi di kamar mandi," kataku kesal,


"Baiklah, jadi kamu sedang mengingat kejadian di kamar mandi ya, " kata Jimin terkekeh saat melihatku kesal, berani sekali dia tertawa padaku setelah apa yang di lakukannya, dasar brenggsekk, Jimin dan Bogum selalu saja menggangguku meski sudah aku kasari dan aku tolak cintanya, seharusnya mereka bersikap dewasa seperti kak Heseok, menerima dengan baik penolakanku, tidak lagi menggangguku, tidak seperti mereka yang terus menggangguku meski sudah aku tolak cintanya,


********

__ADS_1


"Mau berangkat bareng besok ke sekolah? " tanya Bogum sepulang kerja,


"Aku akan berangkat dengan anak tante Yura besok," jawabku, Bogum terlihat kecewa,


"Oh, baiklah, sampai ketemu besok di sekolah," kata Bogum melambaikan tangan, aku juga melambai padanya, lalu masuk ke dalam kamar, dan langsung belajar, di sela sela belajarku aku bangun membuka kulkas untuk mengambil minuman, oh iya air minumnya habis.. menyebalkan! seharusnya aku beli tadi pagi, tapi aku lupa, aku takut keluar malam malam sendirian, apa lagi dengan kejadian semalam, apa aku beli besok saja? tapi aku sangat haus... aku beli saja dech, lagi pula tidak terlalu malam pasti masih banyak orang berlalu lalang, lagi pula tokonya tidak terlalu jauh,


******


Aku kaget setengah mati, saat masuk ke dalam toko dan melihat Jihun ada di sana juga sedang membeli sesuatu, Jihun langsung tersenyum saat melihat ku, apa aku berbalik dan pulang saja? tapi ini kesempatan ku untuk mengatakan baik baik padanya agar tidak menggangguku, disini aku tidak sendirian.. jika dia melakukan sesuatu yang tidak di inginkan ada banyak saksi disini, apa benar dia psikopat? tapi dia terlihat seperti orang yang normal,


"Hai jessica," sapa Jihun menghampiriku, terlihat sangat senang,


"Hi Jihun," balasku berusaha terlihat biasa biasa saja, melewatinya lalu pergi ke tempat air mineral dan minuman minuman lainnya mengambil beberapa dan meletakkan nya di keranjang, Jihun mengikutiku,


"Aku akan mentraktir belanjaan mu," kata Jihun,


"Tidak perlu, aku akan bayar sendiri," tolakku,


"Hmm baiklah," kata Jihun, aku menatapnya,


"Aku hanya ingin berteman dengan mu, tapi sepertinya kau tidak, kau selalu lari dan menghindar dariku, aku bahkan tak mengerti apa salah ku sehingga kau bersikap seperti itu padaku," jawab Jihun, terlihat sedih, apa sikapku selama ini keterlaluan padanya?? hingga membuatnya bersikap seperti itu padaku,


"Maaf, kalo begitu baiklah kita berteman, tapi kamu tidak boleh mengawasi dan membuntutiku diam diam seperti itu, itu menakutkan tauk, bersikaplah sewajarnya kau bisa menemuiku di kafe, jangan berdiri di luar seperti kemaren, dan satu lagi, jangan menggedor pintuku di malam hari," kataku panjang lebar, mengutarakannya secara blak blakan, tapi Jihun tampak tak terkejut sikap nya biasa saja, seolah sikapnya selama ini wajar menurutnya,


"Baiklah, aku minta maaf karna sudah membuat mu merasa takut selama ini, aku tidak akan mengulanginya lagi," kata Jihun akhirnya mengakui kesalahannya,


"Ok, aku terima permintaan maaf mu," kataku, lalu berjalan ke kasir untuk membayar belanjaanku,


"Aku akan mengantar mu," kata Jihun, saat kami keluar dari toko,


"Baiklah," kataku menyetujui, aku takut menyinggung perasaan nya lagi jika menolaknya, lagi pula aku sudah setuju untuk berteman dengannya,


"Kau tau, aku melihat video mu menyanyi di sosial media, kau benar benar sesuatu," kata Jihun memberitahu,


"Oh kamu melihatnya," sahutku, "kau tinggal di daerah sini? " tanyaku mengubah topik,

__ADS_1


"Ya, aku tinggal di daerah sini," jawab Jihun,


******


"Terima kasih sudah mengantarku, aku masuk dulu," kataku sesampainya di kafe,


"Apa kau tidak mau memper silahkan aku duduk dulu?" singgung Jihun,


"Jangan tersinggung, tapi ini sudah malam.. aku tak bisa membawa pria masuk ke dalam kamar ku malam malam begini," jelasku pada Jihun,


"Memang apa yang kau cemaskan? aku hanya ingin melihat tempat tinggal mu," kata Jihun,


"Tapi tetap saja... " kataku,


"Oh ayolah.. " kata Jihun menyela kata kataku, lalu menarik lenganku menaiki tangga,


"Jihun... " keluhku, Jihun malah tersenyum,


"Bukalah pintunya, aku hanya akan melihat tempat tinggal mu lalu aku akan pergi.. aku janji," katanya meyakinkanku, aku menatapnya kesal, dasar tukang paksa!.


"Baiklah, setelah itu kau harus cepat pergi," kataku akhirnya menyetujui, lalu membuka pintu kamar, aku masuk ke dalam, Jihun mengikutiku masuk ke dalam, lalu dia berjalan melihat lihat sekeliling kamarku, aku meletakkan semua minumannya ke dalam kulkas, aku membuka satu botol lalu minum beberapa teguk,


"Jika kau sudah selesai melihat lihat kau boleh pergi," sindirku padanya,


"Baiklah, tapi bolehkah aku pakai kamar mandinya? " tanya Jihun, oh tidak! aku menggantung pakaian dalam ku di kamar mandi,


"Tidak tidak, tidak boleh," jawabku,


"Kenapa? aku kan hanya.. " sebelum Jihun menyelesaikan omongan nya, aku buru buru mendorongnya keluar kamar,


"Kamu pulang sajalah, dan pakai kamar mandi di rumah mu saja," suruh ku,


"Tapi... " kata Jihun coba mendebatnya,


"Dah.. " kataku, lalu menutup pintunya, aku mengintip sedikit keluar jendela, wah.. akhirnya dia pulang juga, dasar keras kepala, aku kembali melanjutkan belajarku, setelah cukup lelah belajar aku langsung tidur,

__ADS_1


__ADS_2