
"Apa kau berencana balas dendam karna aku membunuh pacar mu?" tanya Jihun menatapku.
"Kenapa apa kau mulai takut sekarang?" tanyaku menatapnya.
"Kenapa takut, aku malah senang melihatmu, aku masih penasaran tentang kekuatanmu, karna waktu itu aku tak begitu jelas melihatnya, dan gak begitu yakin," katanya tersenyum padaku,
"Kenapa kau membunuh Bogum? urusan mu adalah denganku, kenapa kau bawa bawa Bogum dalam masalah kita!" teriakku.
"Aku sudah menyuruhmu putus dengannya.. tapi kau tidak mau mendengarkanku.. dan si Bogum itu terlalu banyak ikut campur masalahku, dia diam diam mengikutiku dan ingin menelfon polisi untuk memberitahukan persembunyianku, jadi ku bunuh saja dia," kata Jihun santai.. dan sikapnya begitu biasa saja setelah membunuh orang, dia benar benar sakit jiwa, rasanya ingin sekali ku cekik lehernya itu hingga mati, air mata menggenangi mataku, aku berusaha menahannya agar tidak mengalir.
"Ku pastikan kau akan menyesal karna telah melakukan itu," kataku kaku, Jihun tersenyum miring, aku mengangkat satu lenganku, mengendalikan aliran darah Jihun hingga membuatnya tak bisa bergerak dan melayang di udara,
"Ternyata kau benar benar memiliki kekuatan," seru Jihun menahan nafas karna berusaha melawan ototnya sendiri, yang sudah di bawah kendaliku sepenuhnya.
"Ya kau benar, kau tau.. aku bisa saja membunuhmu dengan mudah, percuma saja kau berusaha melawan ototmu sendiri, karna aliran darahmu ada dalam kendaliku," kataku tersenyum sinis,
"Melihatmu memiliki kelebihan seperti ini malah membuatku semakin tertarik padamu.. aku sangat mencintaimu Jessica," kata Jihun tersenyum padaku, hingga membuatku semakin marah, dengan bantuan elemen udara aku menghempaskan tubuh Jihun ke tembok lalu tubuhnya terpental ke tanah, Jihun meringis kesakitan, dia berusaha bangun, saat dia berhasil bangun aku melakukannya lagi, menghempaskannya lagi ke tembok, lalu aku membuat tubuhnya melayang tinggi ke udara lalu dengan sengaja menjatuhkannya ke tanah, setelah kurasa cukup membuatnya babak belur, aku mengikatnya ke tiang listrik dengan tali yang sudah ku bawa dari rumah,
"Kau bodoh karna sudah meremehkan ku, sekarang saatnya kau membusuk di penjara," kataku, sembari menelfon polisi,
__ADS_1
"Jangan lakukan itu Jessica, atau aku akan memberitahu semua orang tentang ke kuatan mu," teriak Jihun, aku tak menghiraukannya tetap menghubungi polisi, dan memberitahu posisi ke berada'an jihun,
"Beritahu saja, takkan ada yang mempercayai mu... mungkin orang orang akan menganggapmu gila," kataku tersenyum mengejek, "Lagi pula orang orang sudah menganggapmu gila, jadi itu tidak masalah buatmu, jadi katakanlah," lanjutku menertawainya, Jihun berteriak teriak padaku agar aku membuka ikatannya, aku mengabaikan teriakannya lalu pergi meninggalkannya, dari ke jauhan aku mendengar suara mobil polisi, aku tersenyum mendengarnya.
"Tamatlah riwayatmu sekarang," kataku sambil terus berjalan,
**********
Tiga bulan ke mudian setelah tertangkapnya Jihun, kehidupanku mulai sedikit tenang,di sidang Jihun di vonis bersalah dan masuk ke dalam penjara dengan 2 kasus berbeda sekaligus, dia di jatuhi hukuman selama 30 tahun, dan aku mulai merelakan kepergian Bogum walau belum sepenuhnya melupakan Bogum, dan dalam tiga bulan terakhir ini cowok cowok di sekolah membuatku jengkel, mereka selalu mengganggu dan mengekoriku walau aku sudah terang terangan menolak perasaan mereka, mereka selalu mencoba menarik perhatian ku, walaupun aku sama sekali tidak tertarik pada mereka, dan Hyuna selalu cemburu padaku tiap kali Taejun membantuku saat aku butuh bantuan, membuatku pusing saja.. alhasil sebisa mungkin saat di sekolah aku menjaga jarak dengan Taejun, agar tidak ada kesalah pahaman di antara kita bertiga, tapi Taejun malah semakin berada di sekitarku mengawasiku seperti bodyguart, padahal sudah ku jelaskan padanya agar kita saling menjauh dulu saat di sekolah.. tapi Taejun malah mengatakan.
"Kau tak perlu mengawatirkan Hyuna, aku kan hanya ingin menjagamu," kata Taejun waktu itu, aku makan makananku sambil memikirkan semua itu, sungguh menjengkelkan, aku sedang makan di kantin sekolah saat ini bersama Taejun Hyuna dan juga teman teman yang lain, saat suara seseorang yang begitu nyaring karna memakai corong pengeras suara mengusik lamunanku dan waktu makanku,
"Jessica ku mohon majulah," pinta Lee, apa? aku? jangan bilang Lee ingin menyatakan cintanya padaku di depan umun, oh please.. aku sudah muak mengenai omong kosong tentang pernyata'an cinta, dan aku sudah bosan karna harus menolak pernyata'an cinta seseorang padaku.
"Aku tidak mau," tolakku.
"Please... " pinta Lee memohon.
"Maju, maju, maju, maju, maju," sorak semua orang di kantin, aku bangun dari tempat dudukku lalu berbalik bermaksud meninggalkan kantin tapi teman teman Lee menghalangiku, suara orang orang di kantin semakin keras menyorakiku untuk maju, aku menghembuskan nafas menyerah, akhirnya aku maju, aku menatap Lee menunggunya untuk bicara merasa kesal,
__ADS_1
"Jessica aku mencintaimu," kata Lee padaku semua orang bersorak sorai.
"Aku sudah tau," kataku datar.
"Kalo begitu, aku ingin jawabanmu, jika kau menerima cintaku.. kau terima bunga ini, tapi.. jika kau menolak cintaku.. kau harus mencium bibirku," kata Lee, membuatku menganga, apa dia sudah kehilangan akal sehatnya? dia bilang jika aku menolaknya aku harus mencium bibirnya? konyol! dia benar benar licik, semua orang bersorak, ada yang bersorak agar aku menerima cinta Bogum, dan ada juga yang bersorak agar aku mencium Bogum.
"Jessica kau tak harus menuruti kata katanya," seru Taejun dari tempat duduknya,
"Sudahlah Taejun kau tak perlu ikut campur masalah percintaan Jessica," sahut Hyuna kesal pada Taejun,
"Aku tidak mau menjawabnya," kataku pada Lee menatapnya tajam, Lee tersenyum licik.
"Tidak Jessica, tidak baik menggantung perasaan seseorang, kau harus menjawabnya, dan aku ingin kau menjawabnya sekarang," kata Lee tegas, semua orang terus bersorak agar aku menerima cintanya, ada juga yang bersorak agar aku menciumnya, aku maju melangkah mendekati Lee, lalu aku mendekatkan wajahku ke wajahnya seperti hendak menciumnya, bukannya menciumnya aku malah melayangkan tamparan ke wajahnya, semua orang terdiam, dia pikir aku bodoh? mungkin trik itu akan berhasil pada wanita lain tapi tidak padaku.
"Aku menolakmu," kataku setelah menamparnya, Lee terlihat kecewa, lalu tiba tiba dia langsung merengkuh wajahku dengan kedua tangannya lalu mencium bibirku melumatnya, mengejutkanku, aku langsung mendorong dadanya agar menjauh dariku, tiba tiba Taejun menerjang tubuh Lee hingga jatuh ke lantai, lalu Taejun menghajar Lee.
"Taejun hentikan! bisa bisa kau di hukum guru nanti!" teriakku berusaha menarik Taejun,
"Taejun hentikan!" bentak Hyuna mendorong Taejun dari atas tubuh Lee.
__ADS_1