Tak Terduga

Tak Terduga
Memperbaiki


__ADS_3

"Jessica? kenapa kamu menangis?" tanya Se-hun menyambar lenganku, terlihat kawatir.


"Aku tidak apa-apa," kataku serak, menarik lenganku dari cengkraman tangannya. Cepet-cepat pergi sedikit berlari, lalu masuk ke rumahku, setelah sampai di dalam rumah, aku merosotkan tubuhku ke lantai, langsung meluapkan semua kesedihan yang aku tahan sejak tadi, menangis sejadi-jadinya sambil membekap mulut, hatiku begitu sakit rasanya, aku memukuli dadaku berkali-kali, berharap dengan begitu rasa sakit di hatiku akan sedikit berkurang, tapi rasa sakit itu tak juga berkurang. Bel pintu rumah berbunyi berulang kali, aku mengabaikannya, apa aku harus melupakan Taejun? dan merelakannya dengan wanita lain? rasanya hatiku serasa di remass saat memikirkan hal itu, apakah aku bisa melupakan Taejun? aku harus berusaha meskipun itu akan sangat sulit, karna aku tak ingin mengusik kebahagiaan Taejun.


Keesokan harinya aku bangun dengan mata sembab karna hampir semalaman tak berhenti menangis, tapi meski sudah menangis hampir semalaman, rasa sakit di hatiku tak juga berkurang, dengan tubuh lemas aku beranjak ke kamar mandi, aku harus tetap bekerja walau sebenarnya lagi gak enak badan, dengan tetap bekerja setidaknya pikiranku akan teralihkan.


Setelah mandi dan siap-siap, aku keluar dari rumah untuk berangkat bekerja, betapa kagetnya aku saat membuka pintu rumah, ternyata Se-hun sudah menungguku, berdiri di depan pintu rumahku, aku mendesah lelah.


Se-hun memperhatikan mataku yang sembab, "Apa terjadi sesuatu tadi malam?" tanya Sehun penasaran.


"Tidak ada hal yang serius, aku hanya memutuskan untuk melupakan seseorang," jawabku betek, karna kalo tidak di jawab, dia pasti akan terus bertanya.


"Oh.., apa kau di campakkan?" tanya Sehun mulai mengejek.


"Apa?" seruku tak percaya, tega sekali dia mengatakan hal menyedihkan itu padaku, membuat hatiku tambah miris. "Itu bukan urusanmu," bentakku kesal, lalu berjalan cepat meninggalkannya, aku sendiri juga bingung apakah aku di campakkan atau tidak, Sehun lari menyusulku, sambil terus mengejekku hingga kami sampai di tempat kerja, benar-benar minta di hajar.


Sehun dan Pak Ji Hyun berbisik-bisik sambil melirikku, aku mendesah kesal mengabaikan mereka tetap fokus ke pekerjaanku.


***********


"Ayo kita makan siang di luar," kata Pak Ji Hyun dan Sehun mengajakku, saat jam makan siang.


"Maaf aku lagi males keluar, aku makan di kantin perusahaan saja, jadi kalian pergilah tanpaku," tolakku.


"Ayolah Jessica.. jangan menolak, aku tau sekarang kamu lagi galau, makannya kami mau mengajakmu makan siang di luar," pinta Sehun memohon. Mereka berdua sangat baik dan perhatian padaku, padahal kami baru saling mengenal, betapa beruntungnya aku.


"Makasih, kalian sangat baik padaku, tapi sungguh aku lagi males keluar, kita makan siang di kantin perusahaan aja ya?" pintaku pada mereka, mereka mengangguk tersenyum sabar.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita ke kantin," kata Pak Ji Hyun padaku dan Sehun.


Saat kami sedang makan di kantin bersama, aku sedikit kaget saat melihat seorang wanita jangkung memakai baju merah ketat dan super pendek, tubuhnya sangat langsing dan cara berjalannya bak model profesional, wanita itu berjalan ke arah meja kami, aku terpaku melihat wajahnya, rambutnya hitam panjang meski wajahnya gak terlalu cantik tapi warna merah di bibir dan juga bajunya sangat kontras dengan warna kulitnya yg putih pucat.


"Ji hyun," kata wanita itu manja seraya menyentuh pundak pak Ji Hyun, pak Ji Hyun sontak menoleh, seperti sudah mengenal suara wanita itu dengan sangat baik.


"Sora? kenapa kesini, ada apa?," tanya pak Ji Hyun.


"Tentu saja karna aku ingin bertemu denganmu, memangnya aku harus punya alasan jika ingin menemuimu," jawab Sora terlihat betek.


"Kamu tunggu di ruang kerjaku, Aku akan habiskan makan siangku dulu, aku akan menyusul," kata pak Ji Hyun pada Sora,


"Tinggalkan saja makan siangnya, Aku membawakan sesuatu untukmu, untuk kita makan bersama di ruang kerjamu, ayo..," rengek Sora seraya menarik-narik lengan pak Ji Hyun, pak Ji Hyun terlihat tak nyaman karna hampir semua orang yang ada di kantin memperhatikan mereka berdua.


"Baiklah," kata Pak Ji hyun pada Sora, "Jessica Sehun aku duluan," kata Pak Ji Hyun pada kami terlihat tak enak,


"Siapa wanita itu?" tanyaku pada Sehun.


"Dia Choi Sora, tunangannya Pak Ji Hyun," jawab Sehun sambil memakan makan siangnya, aku mengangguk anggukkan kepala.


"Apakah Sora itu model? dia terlihat seperti model," tebakku.


"Ya.. dia model," jawab Sehun membenarkan, "Model majalah dewasa," koreksinya menambahkan, aku sedikit kaget. Tapi jawaban Sehun terdengar sedikit mencemo'oh menurutku, ya.. begitulah manusia, aku saja kaget saat mendengarnya. Pantesan tatapan orang-orang terasa beda terhadapnya.


Aku dan Sehun sengaja berlama-lama di kantin karna tak ingin mengganggu mereka berdua, setelah melihat Sora berjalan keluar, aku dan Sehun beranjak pergi ke ruang kerja, Sehun sedikit mengejek pak Ji Hyun, pak Ji Hyun hanya menanggapi ejekan Sehun dengan tersenyum kaku, aku melirik Sehun memberinya isyarat agar diam.


Setelah pulang kerja, aku berpikir untuk setidaknya menyapa tante Yura di Kaffenya, bagaimanapun tante Yura sudah sangat baik padaku, aku tidak boleh menghindarinya juga meskipun hubunganku dengan Taejun sudah tidak seperti dulu lagi, sakit rasanya memikirkan hubunganku dan Taejun yang sudah tak seperti dulu lagi, aku menghembuskan nafas berat dan memutuskan untuk pergi ke Kaffe tante Yura,

__ADS_1


Di perjalanan menuju kaffe, aku memikirkan tentang bisa jadi tante Yura membenciku karna aku sudah berulang kali menyakiti hati putranya, aku takut tante Yura tidak mau bertemu denganku, terserahlah! temui saja tante Yura dulu, setelah itu terserah apa kata takdir.


Sesampainya di kaffe tante Yura, aku masuk berjalan takut-takut menghampiri tante Yura yang sedang duduk di konter1


"Jessica?" kata kak heseok yang berada di dalam konter tersenyum padaku, membuat tante Yura yang ada di depannya menoleh padaku. Aku menelan ludah gugup.


"Jessica??" seru tante Yura tak percaya seraya memelukku, aku merasa lega bukan main karna itu berarti tante Yura tidak membenciku, aku membalas pelukan tante Yura.


"Jessica kemana saja kau selama ini.. kau menghilang tanpa kabar..", keluh tante Yura seraya melepas pelukannya, "Aku sangat kawatir.. apa kau baik-baik saja?" tanya tante terlihat kawatir, aku mengangguk tersenyum.


"Oh Jessica sayang aku sangat merindukanmu, " kata tante memelukku lagi,


"Aku juga sangat merindukanmu tante..," kataku merasa sedih.


"Sini," kata tante menarikku untuk duduk bersamanya di meja pojok, "Ceritakan semua padaku apa yang terjadi aku ingin tau," suruh tante mendesakku.


"Ya begitulah.. Kurasa Taejun pasti sudah menceritakan semuanya pada tante," kataku enggan.


"Ya Taejun memang sudah menceritakan semuanya padaku, tapi aku ingin mendengarnya langsung darimu, kamu yang mengalami semua jadi ceritamu pasti lebih jelas, cepat ceritakan," kata tante ngotot, aku menunduk sedih,


"Baiklah, jangan ceritakan sekarang jika kamu belum siap, kau bisa menceritakannya padaku setelah kau merasa siap," kata tante akhirnya begitu pengertian.


Aku mengangguk, "Terima kasih Tante," kataku lirih.


"Tapi ngomong-ngomong Jessica kau tambah cantik, kau pasti lebih bahagia setelah berpisah dengan anakku Taejun," kata Tante Yura sedikit menyinggungku,


"Tidak tante, itu tidak benar.. bukan seperti itu..," kataku menunduk, entah mengapa aku merasa bersalah, dan tak mampu menatap mata tante Yura.

__ADS_1


__ADS_2