
"Maaf.. tapi sepertinya aku tidak bisa," kataku menolak,
"Kenapa tidak bisa? ayolah kak... ya," bujuk David,
"Kurasa gurumu tidak akan percaya kalo aku kakakmu," jelasku, "Karna kita terlihat seumuran," tambahku kaku, malah mungkin guru dan teman-temannya mengira aku adalah pacarnya,
"Tidak masalah apa yang mereka pikirkan, yang penting kakak temenin aku nanti naik ke atas panggung buat aku ambil hadiahnya, karna jika gak ada yg nemenin naik ke atas panggung rasanya menyedihkan.. seperti tahun lalu," kata David panjang lebar, aku gak tega melihat wajah sedihnya,
"Memangnya kamu menang apa?" tanyaku tersenyum penasaran,
"Aku menang dalam membuat kreasi robot, pemenangnya udah di umumin kmaren, aku salah satu pemenangnya, dan nanti penerima'an hadiahnya," jawabnya tersenyum manis,
"Baiklah, menerutmu jika aku masih ingin ganti baju dulu.. kamu bakalan terlambat gak?" kataku menyetujui,
"Gak masalah, gak akan terlambat, aku akan menunggu," kata David merasa senang karna aku menyetujui, aku mengangguk lalu pergi ke kamar untuk ganti baju, setelah aku ganti baju, kami berdua berangkat ke sekolahnya,
Saat di mobil dalam perjalanan ke sekolahnya, david terus saja menatapku sambil tersenyum, aku berdehem merasa tidak nyaman,
"Ehm David, bisakah kamu gak usah menatapku seperti itu," kataku meliriknya merasa tidak nyaman,
"Memangnya kenapa, aku kan hanya ingin melihatmu, aku bahagia banget karna gak nyangka aku punya kakak perempuan yang hampir seumuran," kata David terus tersenyum padaku, aku tersenyum mendengus, yeah.. aku juga tidak menyangka ternyata aku punya kakak dan juga adik, memang agak mengejutkan.. tapi entah mengapa aku merasa bahagia, aku sangat benci pada si brengsek itu (papa) tapi kalo pada mereka aku tidak merasakan hal yang sama, tapi kemana ibu mereka? aku tidak melihatnya dari kemaren, atau jangan-jangan si brengsek itu juga membunuh ibu mereka, aku bergidik ngeri memikirkannya,
***********
Sesampainya di sekolah David, saat aku berjalan beriringan dengannya hampir semua orang menatap ke arah kami, ada apa? apa David sangat top di sekolahnya? kenapa semua orang menatap kami seperti itu.. membuat tidak nyaman saja, yeah.. David pasti terkenal di sekolahnya, bagaimana mungkin tidak terkenal, dia tampan dan juga kaya tentu saja pasti terkenal, dan dia adalah adikku, pasti semua teman-teman di sekolahnya tidak akan menyangka kalo aku adalah kakak perempuannya,
"Hey David siapa dia?" tanya salah satu dari 2 teman David menghampiri kami, mereka berdua juga terlihat keren, mereka pasti juga anak orang kaya,
"Dia kakak perempuanku, namanya Jessica," jawab David pamer, sambil menggandeng tanganku, aku tersenyum pada mereka berdua,
"Kau bercanda? kalian terlihat seumuran... " kata teman David yang satunya, mereka terlihat tidak percaya,
"Yeah.. kami cuma beda satu tahun, tapi kami beneran saudara kok! tapi hanya saja ibu kami berbeda," kata David menjelaskan, mereka mengangguk anggukkan kepala mengerti, mereka berdua menatapku tertarik,
__ADS_1
"Hai aku Iqbal," kata Iqbal menyodorkan tangannya padaku,
"Aku Reza," kata Reza ikut ikutan menyodorkan tangannya padaku, David langsung menyingkirkan tangan mereka dariku,
"Awas ya, kalo kalian berani deket-dekat sama kakakku," ancam David pada kedua temannya,
"Kenapa tidak boleh? kak Jessicakan kakakmu bukan pacarmu," sindir Reza pada David, Iqbal mengangguk setuju, aku tersenyum melihat tingkah mereka bertiga, mereka belum tau aja.. kalo aku sudah punya suami di Korea, kalo mereka sampai tau, mereka pasti akan tambah terkejut,
"Pokoknya tidak boleh, aku akan mengawasi kalian.. awas aja kalo berani deketin kakakku," kata David, "Ayo kak," kata David menarik tanganku pergi, kedua temen David mengikuti kami, kami duduk di aula sekolah, semua murid berbaur dengan wali mereka masing-masing, memang tidak semua wali murid hadir.. kurasa yang hadir hanya wali murid yang anak-anaknya menang perlomba'an saja, dan.. hanya aku satu-satunya wali murid yang berusia muda, aku ke Indonesiakan rencananya mau cari bukti atas ke jahatan si brengsek itu agar aku dapat menjebloskannya ke penjara.. eh.. sekarang aku malah jadi wali murid, kurasa aku akan mulai dengan mengintrogasi David nanti setelah pulang sekolah, aku harus segera menemukan buktinya, karna aku tidak ingin berlama lama berada di sekitar si brengsek itu,
Acaranya lumayan lama, saat aku menemani David naik ke atas panggung untuk menerima pengharga'an, hampir semua teman sekolah David saling bisik bisik, entah apa yang mereka bisikkan, aku menghela nafas lega saat akhirnya acaranya selesai dan kita berdua pulang,
"Ehmm David boleh aku tanya sesuatu?" tanyaku saat dalam perjalanan pulang,
"Tentu, tanyakan saja," kata David tersenyum, apa memang David orangnya selalu ceria? ku perhatikan dari tadi pagi dia tak henti hentinya tersenyum...
"Emang si bre, eh maksudku papa dan kak Harry sesibuk itu ya sampai-sampai mereka tak bisa menemanimu di acara sekolah?" tanyaku memancingnya, rasanya lidahku terasa kebakar karna menyebut si brengsek itu dengan sebutan papa,
"Ya, mereka sangat sibuk di kantor," jawab David,
"Perusaha'an asuransi di bidang properti," jawab David, si brengsek itu punya perusahaan asuransi? jika orang seperti dia punya perusaha'an asuransi sudah pasti si brengsek itu pernah menggelapkan uang, aku yakin dia seorang koruptor, aku sangat kasian pada orang yang mempercayai perusaha'an asuransinya,
"Lalu ibumu ke mana, aku blum bertemu dengannya sama sekali... " tanyaku ingin tau, tiba-tiba expresi David berubah sedih,
"Ibuku sudah meninggal dalam insident kecelaka'an tunggal saat aku masih berusia 6 tahun," jawab David, seketika aku merasa menyesal karna sudah menanyakan itu pada David, aku tak tega melihatnya sedih, ternyata benar prasangkaku, ibu David ternyata sudah meninggal, aku yakin kecelaka'annya pasti di rekayasa,
"Maafkan aku David," kataku ikut sedih, menggenggam tangannya, David menatapku dengan mata berkaca kaca,
"Aku tidak apa apa," kata David menenangkan kekawatiranku, tersenyum padaku aku membalas senyumnya,
"Aku jadi ingin tau.. apakah adikku yang ganteng ini sudah punya pacar.. kalo ada kenalkan pada kakak," kataku mengubah topik pembicara'an agar David tidak sedih lagi,
"Saat ini aku lagi gak punya pacar," kata David tertawa,
__ADS_1
"Masak sih, kamu pasti bohongkan," kataku menyipitkan mata,
"Aku gak bohong.. beneran! jadi.. menurut kakak aku ganteng?" tanya David mengejekku, dia terlihat sangat senang karna aku bilang dia ganteng,
"Yeah.. kamu adikku yang paling ganteng," kataku mencubit kedua pipinya, David langsung memegang kedua tanganku, menatapku tersenyum, ada kalanya kakak beradik yang punya hubungan dekat itu bagus, tapi untuk ukuran kita yang baru ketemu, baru ketemu gede pula, agak berlebihan jika sedekat ini.. itu cuma pendapatku sih... karna pandangan orangkan beda-beda, kurasa David kurang kasih sayang, karna ibunya meninggal saat usianya masih sangat muda,
***********
Sesampainya di rumah, ternyata si brengsek sudah ada di rumah sedang menunggu,
"Jessica kau ikutlah denganku hari ini bertemu dengan klien penting," kata si brengsek itu tiba-tiba,
jessica/jessa
david sincler
harry sincler
norman sincler/papa jessica
Reza
Iqbal
__ADS_1